Love In Silent

Love In Silent
Mengungkit


__ADS_3

tetesan embun di pagi buta masih menebarkan bau basah yang terasa sangat lembut nan sejuk saat terhirup.


aku pun mulai mengintip suasana di sekitar, dari balik jendela kayu khas rumah jaman dulu, pagi hari di sini terasa jauh lebih tentram dan sangat damai ketimbang saat di kota, yang meski masih sangat pagi para penduduknya sudah mulai ramai, orang orang sibuk beraktivitas dan sudah terdengar kebisingan yang kurang sedap di dengar, tak puas rasanya jika aku hanya memandangi pemandangan kebun milik nenek hanya dari balik jendela, segera ku ambil jaket switer dari dalam lemari ku, lalu aku pun segera bergegas keluar rumah.


"selamat pagi pak man !!"ucap ku menyapa pak tarman yang tengah meracik pupuk kandang untuk tanaman.


"pagi neng .. mau kemana neng pagi pagi buta begini ?"


"enggak mau kemana mana kok pak, cuma mau berkeliling belakang rumah nenek, sambil lihat kebun nenek di belakang.


"oh gitu .. neng pak man boleh minta tolong enggak ?"


"iya boleh !!'


"pak man minta, tolong neng nanti sirami tanaman apotek hidup punya nenek ya, sekalian .. kan eneng mau jalan ke belakang !, enggak apa apa kan neng mira ?!!"ujar pak tarman


"iya enggak apa apa kok pak man !!'


"ini neng .. maaf ya neng, karena ini pupuk kandang jadi baunya agak menyengat !" ucap pak tarman sambil memberikan ku sebuah ceret khusus yang berisikan pupuk kandang cair


"hati hati neng bawanya jangan sampai tumpah !!"


"siap pak !!'


setelah puas aku berkeliling mengitari kebun nenek, aku pun akhirnya duduk di sebuah bangku panjang di dekat kebun, tak terasa matahari sudah menampakkan dirinya di atas langit, sinarnya membawa kehangatan yang merasuk kedalam setiap lapisan kulitku.


rasanya aku seperti sedang ada di surga dunia, aku bisa bernafas lega setelah sekian lama aku harus meringkuk karena terbelenggu dalam pusaran sengsara yang tiada akhirnya.


saat aku sedang menikmati pemandangan itu sendiri, tiba tiba ada seseorang yang datang mengagetkan ku.


"dor ... !!! "


seketika aku langsung terperanjak dari tempat tidur sambil menjerit karena kaget bukan main


"loh om aji ..!! kok pulang ?"ucap ku terkejut


"om nggak boleh pulang ke rumah sendiri ?"


"eh maksudnya om pulang kapan ?? "


"barusan aja nyampe, kamu sendiri ngapain duduk sendiri disini ?, nunggu kesambet setan ?"


*kesambet : kerasukan


"ih suka suka dong !!, jangan jangan bolos pulang dari latihan militer ya !! "

__ADS_1


"eh eh enak aja !! kamu itu ya dulu masih kecil sekarang udah segede ini !! " ujar om Aji sambil mengunyel gunyel kepalaku


"ih apaan sih om !! kerudung mira jadi berantakan nih !! "


namanya adalah Aji pangestu dia adalah adik satu satunya dari mendiang ibu ku.


"oh iya si kembar mana ?"


"juna sama jenni ?"


"iya, siapa lagi kalau bukan itu !"


"udah berangkat sekolah tadi !"


"yah .. padahal om udah kangen banget sama mereka, gimana dong ?"


"yaelah, nanti sore kan masih bisa ketemu om !"


"iya juga sih, cuma masih kurang !"


"besok kan bisa !"


"enggak bisa, besok om harus berangkat lagi pagi pagi, karena cuma di kasih izin satu hari doang !"


"he'em !!"


"om, nggak pingin ketemu sama nenek ?! "


"ya mau lah, yok masuk anterin om ketemu sama nenek !"


"ih sumpah deh ya !!"


sesampainya di dalam om aji langsung bertemu dengan nenek, terlihat nenek sangat senang sekaligus terkejut, begitu melihat putra bungsunya pulang dari militer.


"kapan pulang nak ?"


"baru nyampe kok bu !"


"udah makan ??"


"belom bu !!"


"sini ayo makan sama ibu, mira juga, ayo nak kita sarapan bareng sama om kamu !"


"mira ayo sini nak ! "ledek om aji kepadaku

__ADS_1


" ih dasar !! "ucap ku kesal


memang sedari kecil om aji adalah musuh bebuyutan ku, kata nenek di mana ada om aji dan aku, pasti seisi rumah dibuat kesal karena kami selalu saja bertengkar, kata mendiang kakek, kami berdua itu sudah seperti tokoh kartun tom and jerry.


tapi meski kami, sering bertengkar sebenarnya om aji sangat menyayangiku sebagai keponakan pertamanya.


***


tak terasa sudah satu minggu aku di kampung nenek, kini tibalah waktunya bagi ku masuk ke fakultas di jogja untuk mengulang gelar S2 ku, dengan semangat baru dan tempat baru, aku akan memulai kegiatanku di kampus seperti biasanya, tak ada yang aneh dan semua berjalan seperti pada umumnya, aku mendapatkan teman baru dan di lingkungan baru yang pribadinya jauh lebih ramah dan menyenangkan.


sepulang dari kampus aku langsung rebahan di dalam kamar, dan tiba tiba saja ponselku berdering, saat ku lihat ternyata om surya meneleponku.


"ada apa nih ??"ucapku heran


jujur aku sudah tidak ingin lagi berurusan dengannya, jadi aku memutuskan untuk merijek panggilannya. namun bukannya berhenti menghubungiku, om surya malah justru terus terusan menelfonku. dan akhirnya karena kesal terpaksa ku angkat panggilannya.


"halo assalamualaikum !!ucap ku


"heh miranda ! kau sudah gila ya hah !!"ucap om surya marah marah


"apa ini om ? kenapa om tiba tiba marah sama saya !!ucapku kebingungan


"kenapa .. kenapa ...!, heh kenapa kamu jual rumah ayah kamu !!"teriaknya di dalam telfon


"loh itu terserah saya dong om !, itu kan rumah orang tua saya !!"


"tapi orang tua kamu itu kakak kandung om, tahu tidak !!"


"iya saya tahu, lalu kenapa kalau saya menjual rumah orang tua saya sendiri ?!"


"kamu harus tahu diri !!, kembalikan semua uang hasil penjualan rumah itu sama om !!"


"loh ya enggak bisa dong om !!"


"harus bisa !!, selama om masih hidup kalian itu masih ikut sama om, dan om adalah wali kalian !!'


"apa, wali ??, hanya karena saya menjual rumah orang tua saya, mendadak om surya ngaku ngaku kalau om itu wali saya !!, selama ini om kemana saja om, di saat saya kelaparan dan butuh tempat hunian, waktu itu om kemana saja !!"ucap ku geram


lalu tiba tiba .. Tut tut tut .. terdengar suara panggilan yang mendadak di tutup, dan panggilan terputus begitu saja, tanpa ada sepatah kata pun darinya.


"dasar penggila harta !! bagus lah kalau dia tersinggung, itu artinya dia masih punya hati di tubuhnya itu !!"ucap ku ngedumel


ketika fisik ini lelah, dan butuh istirahat tiba tiba om surya justru membuat ku marah dan naik pitam. ironisnya dia hanya tergila gila oleh gemerlapnya dunia dan harta benda tanpa memikirkan kehidupan orang lain.


"hah bodoh amat !! sekarang bisa hidup bebas di sini tanpa kekangan, atau ketakutan seperti dulu lagi sudah sangat membuat ku bersyukur !!" karena akhirnya aku bisa merasakan hidup normal lagi seperti dulu saat diriku masih kecil.

__ADS_1


__ADS_2