
setelah mereka pergi aku kembali keluar dan berpura pura baru saja pulang dari kantor.
saat aku masuk kembali tiba tiba saja tubuhku di tabrak oleh mas hajun hingga aku pun hampir terjatuh, tapi beruntungnya mas hajun langsung menangkap tubuhku dengan sigap.
"aduh mas !! kamu jalannya cepat banget sih !"
"maaf sayang aku enggak sengaja !, aku buru buru mau jemput kamu tapi kamu malah udah pulang duluan !"
"nunggu kamu kelamaan, aku jadi enggak sabar mas, akhirnya aku pulang sendiri saja dari pada aku kelamaan nunggu kamu di sana !"
"maaf ya sayang aku ketiduran tadi !"
"ketiduran ?"
"iya !"
"loh kenapa mas hajun tidak bilang sejujurnya saja, kenapa dia lebih memilih merahasiakan kedatangan ibu dan eunmyeong tadi ?" gumam ku di dalam hati
"beneran mas ketiduran ?"tanya ku lagi
"iya sayang !"
"hmm ... tadi sore atau baru saja ada yang datang ke rumah enggak mas ?"
"enggak ada !"
sejujurnya aku masih sangat penasaran dengan jawaban dari mas hajun, kenapa dia menyembunyikannya hal ini dari ku, apa mungkin topik pembicaraan mereka sangat rahasia sampai sampai aku tidak boleh tahu.
"beneran enggak ada mas ?"
"kamu kenapa sih kok penasaran banget !?"
"emm enggak ada apa apa, soalnya tadi aku lihat sepertinya ada mobil yang keluar dari sekitar sini !"
"mungkin mobilnya tetangga kali !" jawabnya ketus
mendengar jawabannya yang seperti itu, akhirnya aku pun memilih untuk berhenti bertanya, karena jika aku terus mendesaknya nantinya mas hajun pasti akan marah padaku.
mungkin di balik dia merahasiakan kedatangan ibu pasti ada sebuah alasan yang kuat, jadi lebih baik aku juga pura pura tidak tahu saja demi kebaikan kami berdua. dan karena hari ini sangat melelahkan akhirnya aku langsung tertidur begitu aku selesai mandi tadi.
***
ini adalah hari libur jadi aku memutuskan untuk menikmatinya di rumah saja sambil bersantai dengan suamiku, namun di saat aku sudah merencanakan kegiatan full house bersama mas suami, tiba tiba saja aku mendapat kabar yang sangat tidak enak hati, di hari liburnya pun dia tidak ada waktu untukku, hari ini tepatnya sekarang, mas hajun akan melakukan perjalanan bisnisnya lagi keluar negeri, dan kali ini tidak di australia melainkan di singapura, bahkan yang lebih membuatku sangat kesal kabarnya bisnis kali ini jauh lebih lama ketimbang waktu itu, yaitu sekitar 2 minggu.
dengan wajah murung aku mulai mendekatinya untuk membantunya menata beberapa pakaiannya ke dalam koper yang akan ia bawa ke singapura.
__ADS_1
"mas !"
"iya sayang, ada apa ?"
"apa enggak bisa jadwal ke luar negeri di geser bulan depan saja mas ?"
"enggak bisa sayang !"
"oh gitu ya !"
"kamu kenapa ? enggak suka kalau aku ada bisnis di luar negeri ?"
"kenapa harus hari ini ?"
"memangnya kalau hari ini kenapa ?"
"hari ini kan akhir pekan mas !"
"iya terus kenapa kalau hari ini akhir pekan ?"
"mas lupa ya quality time kita di hari apa !!"
"astaghfirullah iya yang aku sampai lupa, ini kan jadwalnya kita quality time !"
"ih kamu itu gimana sih mas, padahal aku udah bikin schedule full house sama kamu hari ini, tapi tiba tiba kamu malah ada jadwal bisnis ke luar negeri lagi !"
"beneran mas ?!" ucap ku bersemangat
"iya sayang !"
"janji ya !"
"iya aku janji !"
"baiklah, tidak jadi masalah kalau hari ini kami gagal melakukan quality time, karena yang terpenting setelah pulang dari luar negeri mas hajun akan mengajakku berlibur ke pulau jeju !" gumam ku di dalam hati.
"kalau begitu aku berangkat dulu ya sayang, kamu jaga baik baik ya di rumah !"
"iya mas, kamu juga ya ! jangan lupa jaga selalu kesehatan kamu saat di sana !"
"iya sayang, aku berangkat sekarang ya !"
"iya mas !"
"l love you !"
__ADS_1
"I love you too !"
kemudian mas hajun mengecup keningku dan langsung bergegas pergi dengan sekertaris kang yang sudah menunggunya sedari tadi di depan rumah.
***
satu hari setelah kepergian mas hujan ke luar negeri, tiba-tiba aku justru jatuh sakit, meskipun sakit yang aku alami tidak terlalu parah dan serius, tapi entah mengapa rasanya fisikku tidak kuat jika aku paksakan untuk berangkat ke kantor, dan pada akhirnya aku mengambil cuti sakit selama tiga hari, mungkin jika aku beristirahat tiga hari di rumah kondisi kesehatanku akan pulih kembali.
"mira, aku dengar kamu sakit !"ucap dongjun dalam telfon
"iya, mungkin karena aku terlalu bekerja keras dua minggu terakhir ini jadi aku sedikit lelah !"
"apa sakit mu serius ?"
"tidak, aku hanya sedikit demam saja, ini tidak terlalu mengkhawatirkan kok !"
"tetap saja aku mengkhawatirkan kamu di sana !"
"aku baik baik saja kok, sekarang aku kan sedang bersama keluarga ku di indonesia jadi kamu tidak perlu mencemaskan aku !"
"iya baiklah, kabari aku kalau kamu sudah kembali ke korea !"
"iya tentu saja !"
tidak heran kalau seluruh teman temanku sampai menghubungi ku dan menanyakan kabar ku, karena aku sudah tidak menunjukkan batang hidungku selama tiga hari di kantor, sebenarnya mereka ingin sekali datang ke rumahku dan melihat keadaanku, namun aku melarangnya dengan alasan aku sedang ada di indonesia.
***
sudah tiga hari berlalu dan aku masih sakit saja, tidak ada perubahan yang menunjukkan kondisiku membaik sedikitpun, akhirnya aku memutuskan untuk pergi ke rumah sakit, agar aku bisa mendapatkan perawatan di sana, lalu saat aku sedang memeriksakan kesehatan di rumah sakit, sebuah hal mengejutkan pun terjadi di sana saat itu juga.
"jadi bagaimana dok, sebenarnya saya sakit apa ?"
"tunggu sebentar !"
mungkin kalau di indonesia terlebih lagi kalau di jogja obat yang pasti mujarab untuk sakit seperti ini adalah di kerok orang tua dengan menggunakan uang koin setelah itu masuk angin pasti langsung minggat, namun berhubung aku sedang di korea dan juga tidak ada yang bisa mengerok punggungku alhasil aku pun harus terpaksa memeriksakan diri ke dokter.
"dua garis !" ucap bu dokter sambil menunjukkan alat tes kehamilan yang sebelumnya sudah mengambil sempel dari ku
"maksud dokter ?" ucapku masih tidak nyambung dan sedikit bingung
"anda tidak sakit, sebenarnya saat ini anda sedang mengandung !"
seketika aku langsung tertegun mendengarkan ucapan dokter tersebut.
"apa !, saya sedang hamil ?"
__ADS_1
"iya benar sekali, saya ucapkan selamat atas kehamilan anda !"ucap bu dokter sambil tersenyum kepadaku.
bagaimana ini bisa terjadi, jawabannya adalah karena aku sempat bilang ke dokter yang akan memeriksa ku kalau aku sudah telat menstruasi dan juga karena aku sudah menikah jadi aku memutuskan memeriksakan diri dengan sangat hati hati ahar dokter tidak merekomendasikan obat dengan dosis tinggi kepadaku, namun hal tak terduga pun terjadi begitu saja.