
Sebenarnya Aylin dari pulang sudah lelah dan ngantuk, tapi begitu mendapat panggilan telpon dari Cika, Aylin menjadi tidak bisa tidur.
Akhirnya pikiran Aylin mengembara ke mana-mana. Kenangan lama yang diceritakan Cika akhirnya memenuhi kepalanya, dan terbayang kembali.
Aylin juga tahu kalau Cika tidak menyukai Jayden, tapi Cika tidak menyukai Jayden karena dia.
Dulu setiap Aylin kecewa dengan sikap Jayden, dia pasti akan menceritakannya kepada Cika. Cika selalu menghiburnya dan menyalahkan Jayden, akhirnya lama-lama malah membuat Cika paling anti pada Jayden.
Bahkan Cika sering menyuruh dia untuk menyukai cowok lain saja.
"Cowok di dunia ini bukan hanya Jayden seorang!", Cika selalu berkata begitu padanya, setiap melihat Aylin yang masih saja memuja Jayden walaupun sering dikecewakan.
"Tapi betul juga ya apa yang Cika ngomongin, kak Jay dulu sepertinya sama sekali tidak menyukaiku, mengapa sekarang tiba-tiba menyukaiku. Kak Jay bilang hati seseorang bisa berubah, tapi bagaimana kalau suatu hari perasaan kak Jay padaku berubah lagi?", pikir Aylin yang semakin mumet.
"Ah, aku harus segera tidur, besok aku masih harus kerja!", pikir Aylin berusaha membuang jauh-jauh pikiran jeleknya tentang Jayden. Untung saja tidak lama sesudah itu, Aylin tertidur.
********
Keesokkan harinya Aylin bersiap-siap berangkat kerja dengan lesu, karena kelelahan dan akibat kurang tidur.
Apalagi otaknya masih memikirkan apa yang dikatakan Cika semalam.
Begitu keluar dari gerbang kost nya, Aylin kaget melihat mobil Jayden yang di parkir di depan kostnya.
Begitu melihat Aylin keluar, Jayden langsung keluar dari dalam mobilnya.
"Kak Jay koq gak ke perusahaan? Koq malah ke sini?", tanya Aylin.
"Bos kan suka-suka mau ke kantor jam berapa", sahut Jayden santai.
"Kak Jay sudah lama belum nungguin Lin? Koq gak nelpon dulu sih kalau mau datang?'
"Kalau nelpon gak surprise lagi dong", sahut Jayden tersenyum dan menatap ke Aylin dengan lekat, maklum saja sudah kangen berat.
Aylin yang dilihat Jayden dari atas ke bawah itu akhirnya jadi salah tingkah, dan bingung, sedangkan Jayden tiba-tiba tersadar.
"Koq baju seragam kerjamu kayak gitu?sudah pas di tubuh roknya pendek lagi!", omel Jayden tiba-tiba.
"Bukan Aylin saja koq yang seragamnya begitu, semua teman Lin seragamnya ya kayak gitu. Lin juga kurang suka pakai rok span, gak bebas geraknya, tapi sudah peraturannya gitu, ya ikutin saja kak!
Kalau kak Jay mah bebas, kak Jay kan bosnya, jadi suka-suka!" sahut Aylin.
__ADS_1
"Makanya Lin jadi nyonya bos saja, kan gak usah kerja lagi, nantikan juga suka-suka", ujar Jayden.
"Ih, kak Jay mesti ngomongin itu terus", ujar Aylin mencubit lengan Jayden kesal.
Jayden langsung menangkap tangan Aylin, dan memeluk pinggang Aylin untuk mendekat padanya.
Untung refleks Aylin kali ini cepat, Aylin segera mendorong Jayden dan menjauh.
"kak Jay nanti ada yang lihat!", tegur Aylin.
Akhirnya Jayden mengalah dan membukakan pintu mobil untuk Aylin, sesudah itu juga menyusul masuk ke dalam mobil.
"Kak Jay koq datang, ke aguleaf nya kan dekat, cuman jalan kaki juga sudah sampai", ujar Aylin bingung.
Betul saja sebentar saja mereka sudah sampai di tempat bekerja Aylin.
Jayden dari tadi sudah diam dan tidak menjawab Aylin, Jayden mulai kesal merasa kalau Aylin tidak menyukai kedatangannya.
Padahal dia ingin memberikan surprise pada Aylin, dan memang dia merasa kangen pada Aylin.
Jayden berpikir Aylin akan merasa senang dengan kedatangannya, tapi ternyata Aylin malah sepertinya tidak menyukai kedatangannya.
Habislah kesabaran Jayden saat Aylin berkata,
"Terserah kamu saja!", sahut Jayden akhirnya marah.
Aylin bukannya tidak tahu kemarahan Jayden, tapi hatinya juga kesal pada Jayden yang suka bertindak semaunya itu, apalagi sesudah dipengaruhi Cika, Aylin kali ini bahkan sama sekali sudah tidak berusaha merayu untuk menghilangkan kemarahan Jayden, seperti yang biasa dia lakukan.
Aylin hanya melambaikan tangan kepada Jayden, sesudah keluar dari mobil dan berlagak tidak tahu kemarahan Jayden.
Jayden yang sedang kesal pada Aylin, akhirnya hanya memandang kekasihnya itu, dan bertambah kesal lagi saat melihat seragam Aylin yang menurutnya terlalu sexy (sexy versi Jayden yang posesif).
Kemudian menginjak gas dan pergi, tanpa berkata apapun lagi.
"Aku harus cepat mendapatkan ijin dari ibuku untuk menikahi Aylin!", pikirnya dalam hati.
Aylin hanya bisa menghela nafas melihat tingkah Jayden, dan berjalan masuk ke dalam dengan lesu.
********
Begitu sampai di dalam counter tempatnya bekerja, Aylin melihat Olivia yang sudah datang dan sedang menyusun dan merapikan barang-barang di etalase. Sedangkan Lenny belum kelihatan.
__ADS_1
Teringat Lenny, Aylin teringat kembali permasalahan Tommy.
"Ah, nanti aku harus bersikap bagaimana pada kak Lenny?", pikir Aylin resah.
"Kenapa aku bisa punya banyak masalah begitu sih?", pikirnya sedih.
Aylin berusaha menghilangkan rasa lesu dan sedihnya, dan segera berdiri di samping Olivia, untuk membantu Olivia.
"Wah, pacarmu ganteng banget Lin", ujar Olivia langsung, begitu melihat Aylin berada di dekatnya.
"Tapi kamu juga cantik sih, jadi cocok banget deh", sambung Olivia lagi
"Ah, kamu bisa saja Vi", sahut Aylin menutupi rasa malunya, dipuji Olivia.
"Namanya siapa? Kerja di mana?", tanya Olivia lagi penuh rasa ingin tahu.
"Namanya Jayden, Presdir PT. Textile Sunjaya dan PT. Frame, makanya sombong, suka memukul orang dengan seenaknya!", sahut Lenny yang sudah datang dan mendengar percakapan Aylin dan Olivia dari tadi, sedangkan Olivia dan Aylin tidak menyadari kedatangan Lenny karena sedang asyik bekerja sambil berbicara.
Sewaktu Jayden melemparkan kartu namanya ke Tommy, Lenny yang mengambil kartu nama itu.
Saat Tommy ditanya apa yang menyebabkan sampai dia dipukul oleh Jayden, tentu Tommy tidak mau mengaku yang sebenarnya terjadi.
Tommy hanya berkata pada Lenny kalau Jayden cemburu, karena saat itu si Aylin hanya berdua dengannya.
Tentu Lenny ingin menuntut Jayden yang seenaknya memukul Tommy, tapi Tommy melarang dengan alasan karena dia sudah berkeluarga.
Takutnya nanti malah menjadi masalah dan mengganggu hubungannya dengan Lenny.
Akhirnya Lenny tidak bisa apa-apa dan hanya bisa menuruti kemauan Tommy, Lenny tahu itulah resikonya menjadi seorang simpanan.
Karena itu Lenny hanya bisa menyimpan kemarahannya pada Jayden dan Aylin dalam hati.
"Emang siapa yang dipukul kak Lenny? kemaren saya ada berbicara dengan pacarnya Aylin, orang nya sepertinya sopan koq", tanya Olivia yang penasaran.
Dia juga merasa heran mengapa si Lenny bisa tahu begitu lengkap tentang Jayden, pacarnya Aylin itu.
Sedangkan Aylin dari tadi bingung mau berbicara apa pada Lenny yang sepertinya marah padanya dan Jayden.
"Dia sudah memukul Tommy!", jawab Lenny marah, karena masih tidak puas Tommy membiarkan kejadian itu begitu saja.
Mendengar jawaban itu Olivia langsung terdiam dan tidak berkata apa-apa lagi.
__ADS_1
Bersambung........