
Hari Minggu kali ini langit cerah, tidak seperti Minggu kemaren hampir sepanjang hari turun hujan.
Padahal ini sudah masuk bulan hujan, di akhir tahun.
Pada dasarnya Aylin mempunyai sifat yang mudah melupakan masalah yang dihadapinya, kalau punya kesibukan. Jadi seperti dalam pelajaran, dia juga mudah lupa.
Karena hari ini langitnya cerah akhirnya Aylin mengajak ibunya untuk jalan-jalan keluar, Aylin tidak mau berkutat dengan pikiran dan masalah yang dia hadapi akhir-akhir ini. Entah itu masalah dengan Jayden, Denny maupun Maya.
"Ah.. lebih baik aku menikmati hidup bersama ibuku", pikir Aylin
Ibunya tentu setuju, dia tahu kalau dulu sewaktu masih tinggal di jalan Kamboja, Aylin memang suka sekali pergi jalan-jalan, dan kebetulan posisii rumah itu untuk pergi kemana saja dekat, karena letaknya yang strategis.
Berbeda dengan rumah yang sekarang, di tempat ini lebih banyak home industri dan gudang, jadi untuk kemana-mana agak jauh. Alhasil belum jam 9.00, mereka sudah berangkat.
"Pagi-pagi mall belum buka Lin", ucap ibu Aylin .
"Kita pergi makan dulu Bu, nanti kalau sudah mau jam 10.00 baru kita ke Mall ya", Aylin memberikan alasan, padahal sebenarnya dia takut keburu Denny datang ke rumahnya, sedangkan hari ini dia hanya ingin berdua saja dengan ibunya. Apalagi sesudah kejadian kemaren, Denny memeluknya. Dia sungguh tidak ingin berhutang budi terus pada Denny.
Melihat Aylin yang begitu bersemangat, ibu Aylin hanya tersenyum dan mengangguk.
"Aylin ingin membeli baju buat ibu, kan sebentar lagi tahun baru".
Ibunya hanya tersenyum dan berkata, "Sombong ya, mentang-mentang udah punya gaji sendiri mau beliin ibu."
Aylin hanya tertawa mendengar perkataan ibunya, memang baru dua hari yang lalu dia menerima gaji.
Tapi gajinya masih sedikit, karena dia belum full sebulan bekerja.
Seperti biasa Aylin mengajak ibunya makan bubur, karena tadi pagi ibunya sudah sarapan, sedangkan Aylin memang dari dulu paling suka makan bubur kalau untuk sarapan.
Perhitungan Aylin memang tepat, begitu sampai di Mall sudah pukul 10.00 lebih, jadi Mall sudah buka.
__ADS_1
Dengan semangat Aylin mengajak ibunya berkeliling melihat-lihat, memang sudah lama sekali dia tidak jalan-jalan dengan ibunya. Karena dulu ibunya mengejar setoran jahit, untuk membiayai kuliah Aylin, jadi waktu luangnya sedikit.
Sedangkan kalau pergi bersama Denny, Aylin kurang bebas, karena dia merasa tidak enak dengan Denny kalau banyak permintaan.
Sambil menggandeng ibunya, Aylin menunjuk ke baju yang kira-kira cocok untuk ibunya dan menanyakan pendapat ibunya.
"Kamu beli untuk sendiri saja, baju ibu yang lama masih banyak, Lin. kamu lebih membutuhkan untuk kerja di kantor", kata ibunya tidak setuju dibelikan baju.
"Tapi Aylin ingin membelikan hadiah untuk ibu, inikan pertama kalinya Lin gajian Bu", desak Aylin pada ibunya.
Sedang berdebat dengan ibunya, tiba-tiba ada yang memanggil Aylin Aylin segera menoleh ke arah asal suara orang yang memanggilnya itu.
Aylin kaget melihat ayah Jayden yang berada di seberang, yang sepertinya sedang menunggu ibu Jayden yang sedang memilih sprei.
Aylin segera menghampiri ayah Jayden dan memberi salam pada ayah Jayden.
"Apa kabar om, om pulang kapan?", tanya Aylin.
Mungkin dia lupa, padahal kemaren om pesan dia supaya bawa kamu ke rumah, om beliin kamu hadiah", jawab om Sunjaya tersenyum.
"Ada apa kamu cari om?", tanya ayah Jayden menyambung lagi pertanyaannya.
"Oo, enggak penting om, cuman datang jenguk om, sekalian berterimakasih om sudah masukin Aylin ke tempat kerja", Aylin terpaksa berbohong, karena waktu itu sebetulnya Aylin pergi karena ingin tahu keadaan Jayden.
"Jayden bukan lupa, tapi kemaren dia pulang dengan Maya, gak mungkin dong ajak aku, kan cuman ganggu saja", pikir Aylin dalam hati.
Ibu Aylin juga mengangguk sopan dan mengucapkan selamat pada ayah Jayden yang baru punya cucu perempuan.
Tak lama kemudian ibu Jayden juga ikut bergabung, akhirnya mereka malah jalan berempat, Aylin di samping ayah Jayden, sedangkan ibu Aylin jalan bareng ibu Jayden.
Ibu Jayden yang lebih banyak bercerita, katanya dia membeli sprei untuk tahun baru, dia tetap lebih suka sprei buatan Indonesia karena suka dengan motif batik.
__ADS_1
Karena Aylin lebih banyak diam, jadi dia bisa mendengar perkataan Ibu Jayden.
"Bu Hutomo, ayo main ke tempat kita, bapaknya Jayden membelikan hadiah buat Aylin, mumpung hari Minggu kan santai?", undang ibunya Jayden tiba-tiba.
"Jayden ini kalau dipesan gak pernah bisa, malah lupa, gak memberitahu Aylin", sambung ibu Jayden lagi.
Akhirnya Ibu Aylin menerima ajakan ibu Jayden, karena tidak enak kalau menolak. Aylin tentu mau tidak mau juga harus ikut.
Sesudah mereka keluar dari Mall, akhirnya Aylin dan ibunya ikut di dalam mobil yang dikemudikan ayah Jayden.
"Ah ajakan ayah Jayden susah ditolak, orangnya baik dan sabar, tidak seperti kak Jay. Kenapa sifat ayah dan anak koq beda jauh ya", pikir Aylin tanpa sadar teringat Jayden lagi. Tidak lama kemudian mereka sampai di rumah Jayden, karena letak mall nya tidak terlalu jauh dari rumah Jayden.
Aylin sempat melihat ibunya yang menatap ke rumah mereka dulu, sama seperti Aylin saat pertama kali datang kembali setelah lama, Bagaimanapun juga rumah tersebut meninggalkan banyak kenangan buat Aylin dan ibunya.
"Ayo masuk!", ucap ibu Jayden mengajak masuk dengan ramah.
"Iya Tante, terimakasih Tante, terimakasih om", sahut Aylin dengan sopan.
"Wah sekarang Aylin sudah dewasa dan berubah banyak ya sifatnya*, sahut ayah Jayden memuji Aylin.Aylin menjadi tersipu malu
"Iya, tidak seperti Jayden, sifatnya gak berubah-ubah, dari dulu mau menang sendiri dan seenaknya saja", sahut ibu Jayden yang masih kesal pada Jayden.
"Iya. Tuh kan ibunya sendiri aja tahu sifat anaknya, belum lagi sekarang ditambah dengan sifatnya yang aneh-aneh!", sahut Aylin, tapi hanya dalam hati.
"Ah Jayden juga baik, saya sudah pernah bertemu dengannya, orangnya sopan dan juga ringan tangan koq", sahut ibu Aylin membela Jayden.
Sesampai di ruang tamu Aylin dan . ibunya dipersilahkan duduk di ruang tamu.
"Aylin, kamu tunggu sebentar ya, om ambilkan hadiah untukmu. Atau kamu mau ketemu kak Jay? Kak Jay masih di kamar, sedang sakit kepala", ucap Ayah Jayden biasa, karena setahunya dulu Aylin sering sampai ke kamar, kalau sedang mencari Jayden, jadi dia menganggap hal itu sudah biasa.
Mendengar perkataan tersebut, Aylin terdiam.Dia dari tadi mengira Jayden sedang pergi, karena dari tadi tidak kelihatan batang hidungnya.
__ADS_1
Lagipula ini adalah hari Minggu, bisa jadi Jayden sedang pergi dengan Maya, pikir Aylin tadi.