Loving You

Loving You
Ibu Jayden yang sok tahu


__ADS_3

"Deddy!", benar saja dugaan Deddy, dia sudah tidak bisa kabur lagi.


"Iya Bu, ada apa?", tanya Deddy sesudah berjalan mendekati Maya dan Bu Sunjaya.


"Pak Jayden kemana? Koq tidak ada di ruangan?", tanya Bu Sunjaya.


"Enggak tahu Bu, tadi pagi-pagi telpon katanya tidak usah dijemput. Jadi saya gak tahu pak Jayden ke mana Bu", jawab Deddy dengan sopan.


"Kamu gimana sih, koq sekretarisnya bisa gak tahu pimpinannya ke mana? Kamu coba perhatikan sedikit jadwal pimpinan mu itu! Jangan semuanya yang tangani pimpinan mu saja!" omel Bu Sunjaya kesal.


Ibu Jayden kesal karena dia ingin meminta Jayden pergi melihat pameran mesin, dengan membawa Maya.


Kemaren temannya mengundang PT, Sunjaya Textile untuk datang ke pameran itu.


Tapi kemaren Jayden pulang sudah malam, dia sudah ketiduran jadi belum sempat menyampaikan pada Jayden, pagi sesudah dia pulang berolah raga Jayden juga sudah hilang.


Tentunya saja tujuannya sekalian agar Jayden dan Maya bisa lebih akrab, karena dia tahu kalau Jayden pasti akan pergi kalau berhubungan dengan mesin.


"Heran Jayden sibuk apa sih akhir-akhir ini, kayak orang penting saja, susah banget ditemui!", omel ibu Jayden.


Untungnya Deddy kali ini sigap, dia tadi langsung menghubungi Jayden, dan untung saja telponnya langsung diangkat sang bos.


"Bu, katanya lagi di Frame ambil dokumen, mungkin setengah jam lagi sampai di sini", lapor Deddy, meredakan marahnya Bu Sunjaya.


"Ya udah, nanti kalau sudah sampai bilang padanya, aku tunggu di ruangan Maya ya", ujar Bu Sunjaya.


"Baik Bu", sahut Deddy.


"Ah.. untung kali ini aku gercep dan otakku encer", Deddy bersyukur dia terlepas dari omelan yang panjang.


Akhirnya Deddy tidak jadi mampir ke ruangan marketing lagi untuk mencari pak Yanto, dia memilih diam di ruangannya sambil menunggu kedatangan bosnya. agar aman.


Di Frame saat kedatangan Jayden dan Aylin, pegawainya yang sudah datang masih sedikit, karena masih pagi. Hanya bagian office boy, keamanan, dan orang produksi saja.


Tapi Aylin yang mengekor di belakang cukup mencuri perhatian para pegawai tersebut, karena kecantikan Aylin, juga karena Jayden tidak pernah datang dengan wanita manapun, kecuali Maya.


Tapi dengan jumlah orang yang sedikit saja, akhirnya berita menyebar kalau Pak Jayden sepertinya sudah punya calon istri, yang ternyata bukan Bu Maya.

__ADS_1


Karena setahu mereka Bu Maya biasa datang bersama pak Jayden kalau sedang ada masalah keuangan saja.


Sedangkan perempuan cantik yang tadi ikut bersama pak Jayden, hanya ikut datang saja, tanpa embel-embel.


Dan kelihatan sekali pak Jayden perhatian banget pada perempuan itu.


Deddy merasa lega ketika bosnya muncul sebelum jam 9.00, segera dia bangun dari kursinya, mendatangi bosnya yang baru saja duduk di kursi kebesarannya.


"Bos dicari ibu bos, katanya ditunggu di ruangan Bu Maya", lapor Deddy.


Wajah Jayden yang cerah langsung berubah seketika mendengar hal tersebut.


"Kenapa sih harus tunggunya di ruangan Maya?"


Deddy hanya diam tidak menjawab pertanyaan Jayden.


"Perasaan dari dulu juga gitu, dulu gak bermasalah , kenapa sekarang harus bermasalah? kan tunggu di mana saja sama. masa harus tunggu di ruangan ini berdua sama gue ", pikir Deddy hanya dalam hati, tidak berani menyatakan pemikirannya.


Jayden mulai kesal dengan ibunya yang sepertinya ingin menjodohkan dia dengan Maya.


Jayden merasa hubungannya dengan Aylin akhir-akhir ini sudah mulai berjalan dengan lebih baik, Aylin juga sudah tidak terlalu menghindarinya seperti waktu pertama kali mereka bertemu kembali.


Walaupun bersungut-sungut, Jayden tetap menuju ruangan Maya. Setelah mengetuk tiga kali Jayden langsung membuka pintu dan melangkah masuk ke ruangan Maya.


Belum sempat bertanya pada ibunya, malah Jayden langsung diserang pertanyaan oleh ibunya


"Kamu akhir-akhir ini koq sibuk sekali. Kenapa tidak membiarkan Deddy yang membawa mobil, kenapa malah bawa mobil sendiri?" tanya ibu Jayden, begitu melihat Jayden masuk.


"Lagi pengen bawa sendiri", jawab Jayden singkat.


"Perusahaan kita dapat undangan pameran mesin-mesin, ada juga mesin-mesin textile, kamu pergi ya, bawa Maya juga".


"Maya kan sibuk, kenapa harus bawa Maya?", tanya Jayden.


"Kalau kamu tertarik dengan mesin pameran, kan bisa langsung memutuskan kalau ada Maya. Maya lebih mengerti soal keuangan dan cara-cara pembayaran. Kamu kan dari dulu gak pernah mau belajar masalah keuangan", ujar ibu Jayden memberi alasan.


Jayden terdiam sejenak, sesudah itu menjawab, "Baiklah bu, saya akan pergi. Tapi saya juga mau membawa Chandra juga, Chandra kan bagian teknisi mesin, biar wawasan dia bisa lebih luas."

__ADS_1


Akhirnya ibunya tidak bisa menolak, karena alasan Jayden juga masuk akal.


Maya yang dari tadi mendengar percakapan ibu dan anak itu hanya terdiam.


Dia merasa sejak kemunculan Aylin, Jayden sering menghindari berdua dengannya, tidak seperti dulu lagi.


Walaupun Jayden tidak pernah bersikap mesra padanya, tapi Jayden tidak pernah menolak pergi berdua dengannya, seperti sekarang ini.


Akhirnya diputuskan kalau Jayden akan pergi bertiga.


Baru saja Jayden mau beranjak dari bangkunya, tiba-tiba Maya berkata, " Jayden pipimu kenapa, koq sepertinya bengkak?"


Ibu Jayden otomatis memperhatikan apa yang dikatakan Maya, akhirnya juga sadar kalau pipi Jayden bengkak.


"Iya, kenapa Jay?", tanya ibunya langsung memperhatikan dari dekat.


"Seperti bekas dipukul, apa kamu dipukul orang?", tanya ibu Jayden mulai curiga dengan sikap Jayden yang aneh akhir-akhir ini.


"Siapa yang berani pukul aku, ibu jangan berpikiran macam-macam", sahut Jayden mengalihkan perhatian ibunya.


"Biar diobatin dulu Jay", ucap Maya mengeluarkan kotak obat yang memang tersedia di ruangannya.


"Tidak usah May, biar nanti kusuruh Deddy saja. Masih ada kerjaan yang harus aku selesaikan. Aku balik dulu bu", sahut Jayden meninggalkan ruangan Maya.


Maya langsung terdiam dan kecewa, dia sekarang merasa Jayden benar-benar menjauhinya.


Ibu Jayden yang melihat kejadian itu juga jadi bingung melihat tingkah laku anaknya .


"Kamu yang sabar ya May, mungkin moodnya sedang jelek", ibu Jayden menghibur Maya, dia semakin suka dengan Maya yang begitu perhatian pada Jayden.


"Tante, sepertinya saya tidak bisa memenuhi permintaan tante, selama ada Aylin di sini", akhirnya Maya sudah tidak tahan lagi, dan menceritakan isi hatinya.


"Lho ada apa dengan Aylin? maksudmu Jayden menyukai Aylin? tidak mungkin, ibu pernah bertanya padanya, tapi dia tidak punya perasaan apa-apa pada Aylin, dia hanya belum siap menikah saja, jadi dia memakai nama Aylin", ujar ibu Jayden yang sok tahu.


Memang dulu ibu Jayden pernah menjodohkan Jayden dengan Aylin, sewaktu dulu Aylin masih sering mencari Jayden dan menarik perhatian Jayden.


Tapi Jayden selalu menjawab tidak mungkin dengan kesal, bahkan terakhir kali karena kesal dengan ibunya yang suka menggoda terus, Jayden pernah berkata , "Walaupun di dunia ceweknya cuman Aylin seorang, aku gak mungkin bisa menyukai Aylin".

__ADS_1


Lalu ibu Jayden akhirnya menganggap kalau Jayden hanya menganggap Aylin sebatas adik perempuan yang tak pernah dimilikinya.


__ADS_2