
Deddy bingung melihat muka bosnya yang mendung sesudah kembali dari berpergian tadi, dan duduk melamun di kursinya.
Sebenarnya tadi sebelum ke tempat Aylin, Jayden sudah datang ke perusahaan sebelum jam 08.00. Jam 07.00 pagi saja sudah menelpon Deddy untuk menjemputnya.
Setelah sampai, seperti biasa keliling di bagian produksi dulu. Baru sekitar jam 09.00 dia pergi ke tempat Aylin, karena Aylin mulai masuk kerja jam 10.00.
"Aneh, si bos udah punya pacar malah sekarang kaya cuaca di bulan ber-ber an saja (September, Oktober, November, Desember), lagi cerah-cerahnya bisa mendadak mendung.
Tadi pagi masih cerah dan penuh semangat, begitu balik mendung dan loyo. Ada apa ya?
Jangan-jangan ketemu macet, bos kan paling gak tahan sama macet.
Ah, tapi salah sendiri, mau aku antar tidak mau sih!", pikir Deddy dalam hati
Deddy tidak tahu kalau bosnya ke tempat Aylin, lagipula biasanya kalau orang baru pacaran biasanya sedang indah-indah nya, gak mungkin bermasalah. Jadi Deddy tidak menyangka kalau muka bosnya mendung gara-gara Aylin.
Tiba-tiba Jayden memutar kursinya ke arah Deddy, Deddy yang tidak menyangka langsung kaget karena tertangkap basah sedang memperhatikan bosnya. Untung saja bosnya tidak mempermasalahkan hal itu kali ini.
"Menurutmu kenapa si Aylin setiap aku membicarakan masalah menikah, selalu berusaha menghindar dan kurang suka?", tanya Jayden langsung, karena sudah tidak tahan, karena tidak ada orang yang bisa diajak dia untuk berbicara sekedar mengeluarkan unek-unek nya.
(Akibat jarang bergaul dan tidak punya teman, dan selalu menganggap kalau dirinya sendiri saja juga sudah bisa menyelesaikan masalah).
Deddy sampai kaget mendengar pertanyaan bosnya itu, dan terdiam sejenak untuk berpikir.
"Buset! perasaan baru jadian belum lama, tapi geraknya kilat banget, udah mau nikah!
Pantas saja si Aylin kaget. Harusnya kan penjajakan dulu, walaupun mereka sudah mengenal sejak kecil, tapikan sempat gak berhubungan lama, tentu sudah banyak yang berubah. Dasar kuper dan terlalu percaya diri sih mentang-mentang kaya", tapi tentu itu hanya dalam hati, tapi yang keluar dari mulut berbeda.
"Maklum saja bos, nona Aylin kan masih muda, juga baru lulus dari kuliah belum lama, tentu saja dia kaget kalau bos mendadak begitu. Ya itulah resikonya kalau kita punya pacar masih muda, kita sudah ngebet dia masih nyantai", sahut Deddy.
Deddy tidak menyangka kalau dia langsung dilempar kertas yang baru diremas bosnya itu.
"Siapa yang ngebet nikah? kalau ngomong sembarangan. Aku mau menikahi Aylin segera, karena suatu keadaan tertentu", omel Jayden kesal pada Deddy.
__ADS_1
Deddy malah tambah salah kira mendengar jawaban bosnya itu, dan kali ini tidak bisa menahan mulutnya lagi dan kaget.
"Haa secepat itukah nona Aylin hamil?", tanya Deddy, tapi setelah itu segera menutup mulutnya sendiri, karena sadar kali ini sudah kelepasan bicara.
Kali ini Jayden benar-benar marah pada sekretarisnya itu.
"Dasar otak gak beres! kebanyakan drama! Awas kalau besok sampai tersebar gosip yang enggak-enggak di perusahaan, tamat riwayatmu!", ujar Jayden sambil melempar setumpuk file ke meja Deddy.
"Kamu hari ini sebaiknya jangan keluyuran kemana-mana, diam saja di ruangan sampai jam pulang!", sambung Jayden menghembuskan nafas kesal.
Sesudah itu Jayden berjalan keluar dari ruangannya dengan langkah lebar.
"Ah.. sebaiknya aku ke luar saja menghirup udara segar, dasar! bukannya kasih solusi malah bikin emosi. Kadang omongan ibu ada benarnya juga!" omel Jayden.
Tetapi Begitu sampai di luar, bukannya menghirup udara segar yang ada, malah terbayang Aylin dengan baju seragam kerjanya itu. Tambah galau lah hati Jayden.
"Heran! perusahaan koq bisa bikin baju seragam gak mutu seperti itu!"
********
Sebenarnya tadi Aylin agak canggung pada Olivia, karena Olivia tahunya Jayden memukul Tommy kekasihnya Lenny, tanpa tahu duduk perkaranya.
Tapi ternyata Aylin baru tahu juga kalau Olivia sebenarnya juga tidak suka dengan sikap Tommy itu.
"Kamu tidak usah cerita, aku juga sudah bisa mengira-ngira apa yang terjadi.
Si Tommy itu mata keranjang. Pasti dia menggoda kamu, makanya sampai dipukul pacarmu.
Dulu ada juga pegawai di sini yang pernah tinggal bareng Lenny, lumayan cantik juga, dia selalu bercerita padaku kalau Tommy suka menggodanya, akhirnya dia langsung berhenti kerja dari sini, karena setiap dia memberitahu Lenny, Lenny tidak percaya.
Lenny bahkan menganggap dia yang menggoda Tommy.
Akhirnya dia memilih resign dari sini, karena menurutnya suasana kerjanya sudah tidak enak.
__ADS_1
Kadang aku juga merasa kak Lenny itu juga aneh, sudah tahu Tommy itu sudah berkeluarga masih saja mau .
Tapi dengar-dengar kak Lenny itu harus menanggung keluarganya, karena ibunya seorang janda dan punya dua adik yang masih kuliah. Sepertinya Tommy itu royal dalam hal keuangan kalau dia suka pada seorang wanita", cerita Olivia.
Aylin mengangguk mendengar cerita Olivia
"Ah, yang penting kamu tahu kebenarannya Vi, sungguh tidak enak kalau punya musuh", ujar Aylin lega karena Olivia tahu kebenarannya
"Tapi ngomong-ngomong kamu beruntung ya punya pacar ganteng, kaya dan sayang sama kamu ya", ujar Olivia.
"Harusnya kamu sudah gak usah kerja lagi, cepat menikah saja kayak si Cika. Jadi nyonya rumah saja", sambung Olivia lagi.
"Ah, aku baru lulus dan baru mulai bekerja masa langsung menikah? Lagi pula kami baru saja berpacaran belum lama", sahut Aylin agak malu.
Entah mengapa kali ini Aylin bisa menceritakan masalahnya pada Olivia, selain Cika.
"Kalau sudah cocok apa salahnya, gak usah lihat berapa lama waktunya pacaran", sahut Olivia sok menasehati.
"Tapi aku kan belum berpengalaman apapun Vi. Aku mulai bekerja saja baru-baru ini, setidaknya aku harus lebih berpengalaman dalam hidup ini dulu", ujar Aylin.
"Lho nanti kalau kamu sudah menikah kan sudah ada yang melindungimu. Apalagi kulihat pacarmu sudah dewasa dan mapan, dia tentu bisa membimbingmu dan menjagamu", sahut Olivia lagi.
Aylin tertegun mendengar jawaban Olivia.
"Andai saja bisa mudah seperti itu, tapi aku juga harus mempertimbangkan hal lain.
Benar kata Cika, kak Jay bisa semudah itu membuang perasaannya pada kak Maya, bagaimana kalau suatu hari kak Jay juga membuang perasaannya padaku?
Kalau aku punya keahlian aku masih bisa menghidupi diriku sendiri, dan tidak bergantung pada siapapun.
Jadi aku tidak boleh hanya bergantung pada kak Jay saja, aku juga harus bisa mandiri.
Lenny sebagai contohnya, karena kebutuhan uang akhirnya dia harus menurut pada seorang laki-laki brengsek seperti Tommy". pikirnya dalam hati
__ADS_1
Pikiran Aylin semakin resah saat teringat dengan Jayden yang gencar mengajaknya menikah terus.
Bersambung........