Loving You

Loving You
Adu licik


__ADS_3

"Apanya yang cantik? Dasar playboy gak mutu! kasih baju koq terbuka begitu? Lin kamu suruh pakai gitu buat sekalian cuci matamu ya?", omel Jayden yang posesif dengan kesal.


Sebenarnya Jayden dari tadi sudah tidak tahan melihat bajunya Aylin, dia ingin sekali mendatangi Aylin dan membungkus Aylin dengan jasnya yang dari tadi sudah dia lepas.


Sejak tadi melihat Aylin memakai baju itu, Jayden sudah kesal sekali, sampai merasa kepanasan dan akhirnya melepaskan jasnya.


Apalagi setiap dia melihat tamu undangan laki-laki yang lewat suka mencuri pandang ke Aylin, genap sudah kekesalannya.


Tapi jika dia melakukan hal itu, malah akan jadi perhatian orang, apalagi ini adalah acara resepsi pernikahan musuh bebuyutannya, Cika.


Jadi dia tidak boleh membuat masalah di sini, jika tidak ingin jadi perhatian.


Dia baru tahu sekarang kalau ternyata biang keladinya adalah Denny, Jayden hanya bisa mengepalkan tangannya, padahal kalau menuruti perasaannya ingin sekali dia meninju wajah penuh senyum itu!


"Kamu koq kaya manusia dari jaman batu sih, kolot banget!", sahut Denny dengan santainya, malah memanasi Jayden.


"Lu jangan gara-gara ke Jerman dua tahun saja,


sudah sok kebarat-baratan!" sahut Jayden lagi gak mau kalah.


Untungnya adu mulut antara ex teman itu terhenti, gara-gara Denny mendapat panggilan masuk.


Ternyata ada telpon masuk dari client Denny yang sedang bermasalah dengan bagian programnya, dan membutuhkan Denny untuk segera ke tempatnya. Denny tentu tidak bisa menolak kemauan clientnya itu, karena sudah termasuk dalam perjanjian mereka. Karena clientnya mendesak sekarang juga, akhirnya Denny menjanjikan clientnya untuk segera menuju ke tempat clientnya itu.


Jayden yang masih berada dekat dengan Denny dan mendengarkan pembicaraan tersebut, tentu merasa kegirangan dalam hati.


"Kamu sekarang pergi saja dengan tenang, aku akan menjaga dan mengantar Aylin pulang dengan selamat", ucap Jayden gantian tersenyum dengan penuh kemenangan..


"Huh.. tahu rasa kau, mau bersaing sama pemilik perusahaan. Siapa yang berani mengganggu aku, dan berani menyuruhku ke mana-mana kalau aku lagi ada acara. Keberuntungan saja berpihak padaku", pikir Jayden dalam hati merasa di atas angin, merasa yakin kali ini dia yang menang.


"Jangan mimpi!", sahut Denny, gantian sekarang dia yang kesal, sambil pergi meninggalkan Jayden.

__ADS_1


Jayden lalu dengan serius memperhatikan gerak-gerik Denny, dia ingin tahu apa yang bisa dilakukan Denny untuk mencegahnya mendekati Aylin.


Denny terlihat mendatangi Aylin dan berbicara sebentar, terlihat Aylin mengangguk angguk pada Denny, sesudah itu Aylin melambaikan tangan pada Denny yang berjalan pergi.


"Heran bisa nurut banget sih sama si Denny itu!", pikir Jayden dengan kesal.


Tapi pandangan Jayden tetap mengikuti kepergian Denny, terlihat Denny mendatangi Chandra dan kekasihnya, dan berbicara sebentar, sesudah itu berjalan ke arah pintu keluar.


Melihat itu Jayden langsung merasa senang , "Kali ini kamu sudah salah langkah, kamu pasti kalah denganku Denny!"


Ternyata memang benar Denny sudah salah langkah, dia meminta tolong pada Chandra untuk mengantar Aylin pulang.


Chandra tentu mengiyakan, bagaimanapun juga dia dulu dengan Aylin lumayan akrab, mereka sering satu kelompok dalam mengerjakan tugas di sekolah. Chandra dulu juga pernah menyukai Aylin.


Tapi Denny sudah lupa kalau Chandra adakah anak buahnya Jayden, bahkan Chandra juga mengagumi Jayden yang jago mesin itu.


Sedangkan Jayden tentu merasa senang, karena Chandra adalah karyawannya. Sangat mudah mengorek keterangan dari anak buahnya yang satu ini.


Begitu ditanya, Chandra pun langsung memberitahu pada Jayden kalau Denny ada urusan dan memintanya mengantar Aylin pulang.


Chandra hanya mengiyakan, dia tahu bosnya yang satu ini tidak bisa dibantah.


"Aneh apa pak Jayden lupa ingatan, rumahnya yang sejalan kan rumah Aylin yang dulu, setahuku tadi alamat yang diberitahu Denny berlawanan dengan rumah pak Jayden. Terus nanti Bu Maya pulang sama siapa?


Apa jangan-jangan benar kali, gosip yang bilang kalau Aylin itu simpanannya pak Jayden.


Ah gak perduli deh, itu urusan pribadi pak Jayden,gue gak mau berurusan dengan pak Jayden. toh juga aku jadi lebih enak, gak usah lagi antar Aylin pulang, biar bisa istirahat lebih cepat", pikir Chandra dalam hati. Kalau dulu, tentu Chandra akan senang mendapat kesempatan mengantar Aylin pulang, tapi sekarang dia sudah memiliki Dina.


Chandra lalu memberitahu Aylin kalau Jayden yang akan mengantar Aylin pulang. Aylin bingung, sebenarnya dia mau menolak, tapi merasa tidak enak karena ada kekasih Chandra, Aylin khawatir Dina akan salah sangka kalau dia ngotot minta diantar Chandra daripada Jayden.


Lagipula sekarang hubungannya dengan Jayden sudah baik-baik saja, harusnya tidak apa-apa kalau diantar pulang oleh Jayden.

__ADS_1


Dari pada dia harus naik transportasi online, bukan hanya masalah harga saja, hari sudah terlalu malam, Aylin agak takut pulang sendirian kalau sudah malam, apalagi perjalanan lumayan jauh.


Sedang melamun, tiba-tiba terdengar MC mengumumkan akan ada acara dansa, dan yang pertama akan berdansa adalah pasangan pengantin, buat tamu-tamunya yang mau juga boleh ikut.


Mendengar itu, Aylin langsung tersenyum, dia langsung teringat Cika yang suka menari. Dulu mereka pernah les menari bersama, makanya hubungan dia dengan Cika bisa akrab.


Hanya saja sesudah pindah dari sana, Aylin sudah tidak pernah les menari lagi.


"Ah.. datang ke pernikahan Cika membuat aku ingat dengan kenangan indahku dulu", pikir Aylin dalam hati. Apalagi sesudah bertemu dengan teman-teman sekolahnya dulu.


"Bisa menemaniku dansa nona cantik?", tiba-tiba datang seorang pria menghampiri Aylin dan bertanya pada Aylin, sambil menganggukkan kepalanya.


Aylin bingung menatap ke laki-laki tersebut, rasanya dia pernah melihat orang tersebut, mungkin juga satu sekolah, tapi Aylin tidak tahu nama laki-laki itu.


"Aku...", Aylin kebingungan bagaimana cara dia harus menolak permintaan laki-laki itu.


"Dia akan berdansa denganku!", sahut Jayden yang tiba-tiba muncul, sambil menarik tangan Aylin mendekat padanya, lalu memeluk bahu Aylin.


a


"Maaf", sahut laki-laki tersebut, lalu meninggalkan Aylin dan Jayden.


Aylin yang tersadar segera menepis tangan Jayden yang memeluk bahunya, sambil menatap aneh ke Jayden.


Aylin teringat waktu dulu dia sedang hobi-hobinya les menari, dia pernah mengajak Jayden untuk menjadi pasangannya belajar dansa, Aylin terobsesi berdansa, sesudah dia sering melihat orang berdansa di film-film yang dia tonton, rasanya sangat romantis pikirnya kala itu.


Tapi Jayden selalu menolak ajakan tersebut.


Malah suatu saat, mungkin Jayden sudah tidak bisa menahan kekesalannya lagi, karena dipaksa Aylin terus menerus akhirnya menjawab ,


"Jangan bermimpi aku mau melakukan kegiatan yang gak mutu gitu, sampai kapanpun kamu minta kak Jay dansa, kak Jay gak bakal mau!"

__ADS_1


Akhirnya sejak itu Aylin mengubur obsesinya, dan tidak pernah mengajukan permintaan tersebut lagi.


Bersambung........


__ADS_2