Loving You

Loving You
Aylin yang perhatian


__ADS_3

Aylin seperti kekasih yang tertangkap basah berselingkuh. Aylin menjadi salah tingkah dan tidak berani membalas tatapan Denny yang tajam Padahal dia bukanlah kekasih Denny, entah mengapa dia merasa bersalah pada Denny. Mungkin hatinya yang sering merasa tidak enak jika melakukan kesalahan dan menyinggung seseorang, mungkin juga kurangnya percaya diri.


Apalagi dia sering merasa berhutang budi pada Denny yang sering


membantunya


Sedangkan Jayden bersikap biasa saja, dia hanya merasa kasihan pada Aylin yang kelihatan ketakutan dan salah tingkah. Dan Jaydenpun memaklumi itu, karena yang dia tahu dari Chandra kalau Denny itu adalah kekasih Aylin.


Tapi dia sama sekali tidak merasa bersalah karena menurutnya Denny lah yang sudah merebut Aylin darinya.


Itulah sifat egois Jayden.


Kalau Denny saat melihat Jayden menggandeng Aylin saja, emosinya sudah naik dari tadi. Bahkan senyumnya yang santai sudah tidak kelihatan sama sekali.


Entah mengapa, walaupun Aylin tidak bisa mencintainya, dia masih tidak bisa menerima itu dan belum menyerah. Menurutnya Aylin suatu hari akan menerimanya dan menjadi miliknya, andai saja Jayden tidak muncul lagi di hidup Aylin.


Aylin biasanya juga sangat menurut padanya dan bersahabat padanya, tidak seperti sekarang yang sering canggung dan salah tingkah jika bertemu dengannya.


Akhirnya kesabaran Denny habis.


"Jay, aku mau bicara padamu sebentar! ayo!", ucap Denny tegas.


Jayden langsung mengikuti langkah Denny, karena setidaknya dia harus melindungi Aylin dari kemarahan Denny, pikir Jayden.Karena dia juga merasa bersalah pada Aylin.


Ternyata Denny mengajaknya ke tempat parkiran mobil, dan Jayden tidak menyangka kalau Denny akan memukulnya tiba-tiba.


"Apa maksudmu mendekati Aylin lagi?", tanya Denny dengan nada tinggi.


"Aku tidak perlu melapor padamu!", jawab Jayden ketus, juga ingin memukul balik, karena rahangnya terasa berdenyut. Jayden tentu tidak terima dia dipukul Denny.


Aylin yang terakhir sampai parkiran tentu saja kaget, apalagi melihat Jayden ingin memukul balik. Aylin segera berlari, sudah lupa sakit kakinya dan segera menarik tangan Jayden, yang sepertinya ingin memukul balik Denny.


"Sudah kak Jay, jangan!", ucap Aylin dengan suara bergetar karena takut.


Melihat Aylin yang memohon dan sepertinya ketakutan, akhirnya Jayden pun mengurungkan niatnya.


"Baiklah, aku tidak akan membalasmu Den. Kamu pulanglah tenangkan dirimu dulu, aku akan menjawab pertanyaanmu, kalau kamu sudah tenang.


Karena aku yang membawa Aylin datang ke sini, aku juga yang akan mengantarnya pulang!", ucap Jayden tegas, dan mengajak Aylin pergi dari sana.

__ADS_1


Aylin memilih menurut pada Jayden, karena dia takut terjadi perkelahian lagi antara Denny dan Jayden karena dia, Aylin hanya bisa menatap ke Denny dengan rasa bersalah dan meninggalkan tempat tersebut.


"Kak Jay, ayo kita pulang saja. Lin sudah tidak jadi beli lotion, masih ada", ujar Aylin.


"Kak Jay gak pa pa, ayo beli dulu baru pulang, sudah sampai di sini, sudah tanggung", jawab Jayden.


Akhirnya Aylin menurut saja, dari pada dia harus adu mulut lagi, malah akhirnya akan bertambah lama.


Aylin juga membelinya dengan tergesa, sesudah itu langsung mengajak Jayden pulang. Kali ini Jayden menurut, dia dan Aylin langsung menuju ke tempat parkir mobil, dan menuju pulang ke rumah Aylin.


Selama perjalanan pulang, mereka tidak berbicara lagi, Jayden masih sempat melirik ke Aylin, yang tampaknya sedang melihat ke depan, tapi entah sedang memikirkan apa.


Akhirnya Jayden konsentrasi membawa mobil, dan membiarkan Aylin dengan pikirannya sendiri.


Sampai di rumah Aylin, ketika Aylin hendak turun dari mobil dan mau berterimakasih pada Jayden, Aylin baru sadar kalau pipi Jayden agak membengkak, bekas pukulan Denny.


"Kak Jay, pipimu agak bengkak", ucap Aylin tanpa sadar mengelus pipi Jayden.


"Sakit tidak?", tanya Aylin, suaranya terdengar khawatir.


Jayden yang merasa Aylin yang begitu perhatian padanya, karena selama ini Aylin selalu menghindarinya, akhirnya terbawa suasana.


Sedangkan Aylin tiba-tiba baru sadar dengan kelakuannya sendiri, membuat pipinya memerah karena malu.


Tapi terlambat, Jayden sudah terbawa suasana, bahkan dia sudah lupa dengan rahangnya yang sakit.


Jayden langsung memeluk erat Aylin, sambil berbisik ," Ijinkan kak Jay menciummu".


Aylin yang hatinya berdebar-debar dengan pelukan erat Jayden, tidak bisa menjawab, diapun terbawa suasana oleh kelakuan Jayden yang lembut.


Aylin yang tidak menjawab, membuat Jayden menganggap kalau Aylin sudah mengijinkannya.


Bahkan Aylin hanya memejamkan matanya dan membiarkan Jayden menciumnya, dan juga mel***t bibirnya tanpa perlawanan.


Jayden semakin terbawa suasana ketika Aylin mengalungkan lengannya di leher Jayden. Bahkan ciumannya berpindah ke leher Aylin .Tapi Jayden akhirnya sadar, ketika Aylin mendorong dadanya agar menjauh. Aylin tidak berkata apapun, hanya nafasnya yang tersengal-sengal seperti kehabisan nafas dan mukanya memerah karena malu.


Jayden hanya tersenyum melihat hal tersebut .


"Ayo turun , jangan membuatku lupa diri!", ujar Jayden, yang kemudian menarik Aylin mendekat padanya, dan sekali lagi mencium dahi Aylin dengan penuh perasaan sebelum keluar dari mobil.

__ADS_1


Jayden akhirnya keluar dari mobil dan membukakan pintu untuk Aylin, Aylin segera keluar, dia ingin cepat-cepat menghilang dari pandangan Jayden , karena malu.


Sesudah mengantar Aylin sampai depan pintu rumah, Jayden pamitan pada ibu Aylin. Ibu Aylin juga mengucapkan terimakasih kepada Jayden .


Sedangkan Aylin hanya meminta Jayden hati-hati di jalan, masih dengan kepala menunduk, karena masih malu dengan kejadian di mobil.


Jayden hanya tersenyum melihat tingkah Aylin yang menurutnya masih kekanak-kanakan.


Sepanjang perjalanan pulang Jayden merasa sangat senang, karena dia merasa yakin kalau Aylin masih perhatian dan mencintainya.


Bahkan sakit di pipinya sudah dia lupakan sama sekali, bahkan dia lupa untuk mengobatinya ketika sudah di rumah, karena otaknya hanya dipenuhi oleh bayangan wajah Aylin.


Dia benar-benar senang akhirnya bisa mendekati Aylin kembali.


Beda dengan Jayden yang sedang bahagia, Denny sedang merasa sedih dan kecewa.


Denny benar-benar belum bisa menerima, kalau sampai akhirnya Aylin memilih Jayden.


Denny merasa selama masa sulit Aylin, dia lah yang selalu menemani Aylin.


Jayden saat itu entah di mana, dan setahunya Jayden dekat dengan Maya.


Tapi koq bisa-bisanya sekarang Jayden mendekati Aylin kembali.


Sedangkan Aylin yang sudah berada di dalam kamar, di kepalanya sering muncul kembali kejadian di dalam mobil lagi.


Dia sungguh malu pada dirinya sendiri.


Saat seperti ini dia merasa dia benar-benar seperti cewek penggoda.


Dia sungguh menyesali, tindakannya sendiri yang tidak bisa dikontrol.


Bahkan sepertinya dia juga menikmati ciuman Jayden, dia juga menyukai sifat Jayden yang lembut padanya.


Padahal dia sudah bertekad untuk pindah kerja kalau di tempat Cika ada lowongan.


Bagaimana nanti dia harus memberitahu Jayden. Dia yakin Jayden tidak akan mengijinkannya.


Belum lagi dia teringat ibu Jayden yang begitu menginginkan Maya menjadi istri Jayden. Malam ini benar-benar menjadi malam yang panjang buat Aylin karena otaknya yang mumet.

__ADS_1


__ADS_2