Loving You

Loving You
Bos sedang stres


__ADS_3

Begitu Denny naik dalam mobil dan duduk, Jayden langsung mengajukan pertanyaan tanpa basa-basi lagi pada Denny, karena sekarang hanya tinggal mereka berdua saja.


"Mengapa lu gak pernah kasih tahu gue keberadaan Aylin? Lu sengaja menyembunyikan Aylin dariku kan?"


"Aylin kan bukan anak kecil lagi, dia sudah dewasa, gimana gue bisa sembunyiin dia?" jawab Denny tersenyum santai.


"Lagipula lu juga gak pernah tanya sama gue, buat apa gue beritahu?", tanya Denny balik menantang Jayden.


"Memang kalau tahu juga, kau pikir Aylin mau bertemu denganmu? gue gak tahu apa yang terjadi antara kamu dan Aylin, yang jelas dia menghindarimu. Gue hanya membantu Aylin , karena gue suka sama Aylin., dan itu juga udah sejak lama. Harusnya lu juga sudah tahu kan?", sambung Denny lagi.


"Bukankah lu juga bilang gak ada perasaan apa-apa sama Aylin? gue kan temanmu, harusnya lu bisa tenang sudah ada gue yang jagain Aylin", Denny melanjutkan perkataannya lagi karena Jayden sama sekali tidak menjawabnya.


"Hati manusia bisa berubah!", akhirnya Jayden menjawab singkat.


Jayden tentu tahu, dia masih ingat dulu Denny sering bertanya padanya tentang Aylin.


Tapi dia tidak menyangka kalau Denny benar-benar serius menyukai Aylin bahkan sampai sekarang. Karena setahu dia Denny adalah playboy yang tak pernah serius dalam berhubungan dengan wanita, sering membuat patah hati wanita-wanita itu.


Dia juga tidak menyangka kalau Denny akan bertemu dengan Aylin yang pindah rumah.


Salahnya dulu karena terlalu cuek pada Aylin, jadi ketika Aylin ada masalah sudah tidak mau menceritakan padanya bahkan menghindarinya.


Akhirnya Aylin benar-benar menghilang dari kehidupannya selama beberapa tahun.


Jayden benar-benar menyesal.


Berpikir sampai itu Jayden menjadi kesal sendiri, tangannya mencengkram kencang setir mobilnya.


Karena rumah Denny tidak terlalu jauh dari rumah Aylin, hanya sebentar saja mereka sudah sampai di depan rumah Denny.


Sebelum keluar dari mobil, Denny tidak lupa mengucapkan terima kasih.


"Mau mampir gak bro?", tanya Denny pada Jayden sambil tersenyum, sesudah berada di luar mobil.


Jayden sama sekali tidak menjawab Denny, tetapi langsung menancap gas mobil dan pergi dari hadapan Denny.


Denny tersenyum puas karena dia sudah berhasil membuat Jayden marah. Memang Denny sengaja membuat Jayden marah dan dia ingin membuat mental Jayden jatuh, agar Jayden tidak mendekati Aylin lagi.


Apalagi setelah mendengar Jayden berkata hati manusia bisa berubah.


Hati Denny menjadi tidak tenang.

__ADS_1


Memang hati dan rencana Denny susah ditebak.


Orang di sekelilingnya mengira Denny adalah orang yang terbuka, berbicara apa adanya, tapi mereka tidak pernah tahu kalau Denny kadang bisa menyimpan rencana-rencana di hatinya tanpa ada seorangpun yang tahu, karena wajahnya yang selalu terlihat tenang tanpa emosi dan penuh senyum.


Berbeda dengan Jayden yang memang jarang berbicara dan tersenyum, walaupun orang tidak bisa menebak isi hatinya, tapi melihat wajahnya orang bisa mengambil kesimpulan kalau dia sedang marah, atau moodnya sedang bagus.


Sepanjang perjalanan pulang Jayden terus memikirkan perkataan Denny mengenai Aylin yang menghindari bertemu dengannya.


Dia juga ingat dulu 5 tahun yang lalu dia bertemu dengan Aylin, dan memang Aylin lari menghindarinya.


Dia ingin bertanya pada Aylin, tetapi sekarang bukan waktu yang tepat sesudah kejadian di mobil sore tadi.


Jayden sekarang merasa semakin sulit untuk mendapatkan hati Aylin kembali. Biasanya dia adalah orang yang sangat percaya diri. Apapun yang dia inginkan dia yakin pasti bisa dia capai.


Tapi kali ini kepercayaan dirinya mulai hilang.


Karena Jayden tidak konsentrasi, akhirnya mobilnya menabrak tiang di pinggir jalan. Untung saja hanya depan mobilnya yang penyok sedikit.


Jayden akhirnya kesal sendiri, dia merasa tidak bisa konsentrasi lagi menyetir, Denny memang pintar memainkan perasaan orang!


Akhirnya Jayden menelpon Deddy sang sekretaris 24 jam.


"Deddy, cepat jemput aku sekarang di jl. XX, nanti aku shareloc!"


Mau tidak mau telponnya harus diangkat, dia takut dengan akibatnya besok, kalau tidak diangkat.


"Kupikir hari ini hidupku enak banget, jam 17.00 teng disuruh pulang, ternyata sama saja, cuman pindah jamnya doang", keluh Deddy menyesal tidak bisa menonton lanjutan drama kesukaannya.


Dengan lesu dia memesan transportasi online ke tempat yang disebut bosnya itu.


Sampai di tempat tujuan, lesunya langsung hilang, saat melihat mobil bosnya yang menabrak tiang.


Segera dia menghampiri bosnya.


"Bos gak pa pa kan?", tanya Deddy khawatir, walaupun bosnya kadang suka mengomelinya, tapi bosnya sebenarnya lebih sering bersikap baik padanya, bahkan sering membelanya di depan Bu Sunjaya dan Maya.


"Gak pa pa, kamu memangnya gak bisa lihat sendiri?", malah Deddy yang ditanya balik.


"Mulai lagi galaknya, padahal tadi di kantor moodnya masih bagus", pikir Deddy dalam hati.


Akhirnya Deddy membukakan pintu buat bosnya yang mukanya kelihatan stres berat.

__ADS_1


Kemudian Deddy juga segera masuk ke dalam mobil.


Deddy memundurkan mobilnya terlebih dahulu, sesudah itu baru melajukan mobilnya menuju ke rumah bosnya.


"Jangan ngomong ke ayah ibuku ya! nanti mereka khawatir. Awas kalau kamu ngomong", ancam Jayden pada Deddy.


"Iya bos", jawab Deddy cepat.


Sesudah itu Jayden tidak berkata apa-apa lagi selama perjalanan, Deddy juga tidak berani menanyakan penyebab mobil Jayden sampai nabrak.


Dia tahu bosnya sedang stres berat, sudah beberapa kali dia mengintip bosnya dari spion, tapi tidak pernah ketahuan sekalipun.


Hanya satu hal yang sangat disayangkan, dia tidak tahu apa penyebab sampai bosnya stres.


...********...


Aylin duduk termenung di meja riasnya. Dia menatap wajahnya, tanpa sadar saat menatap bibirnya otaknya langsung mengulang kejadian di mobil tadi sore, dia sungguh tidak menyangka kak Jayden akan menciumnya kembali.


Kadang dia menyesali sikapnya sendiri, mengapa dia bisa begitu pasrah setiap kak Jayden menciumnya, bahkan kalau dia mau mengakui dia juga sempat terlena kalau saja dia tidak segera sadar.


Aylin merasa Jayden menciumnya hanya karena penasaran, hanya karena tertantang karena Aylin menjauhi dia. Hanya karena ***** karena dia adalah perempuan penggoda seperti yang dikatakan Jayden.


Hatinya langsung menjadi sakit kalau dia mengingat hal tersebut.


"Ah besok bagaimana aku harus bersikap jika bertemu kak Jay di perusahaan?', pikirnya bingung.


Belum lagi dia harus menghadapi Maya, Aylin sungguh merasa bersalah pada Maya.


"Bagaimana kalau kak Maya tahu?", pikir Aylin makin resah.


Apalagi Aylin teringat saat Maya menangkap basah Jayden menggenggam tangannya.


Tapi sungguh wajah kak Maya tidak bisa dibaca apa perasaannya.


Dan yang membuat Aylin bingung, Jayden bisa begitu santai tanpa merasa bersalah.


"Ah ..kak Jayden sungguh sudah berubah sifatnya.


Dulu saja aku tidak bisa mengerti sifatnya, apalagi sekarang sesudah lama tidak bertemu?" pikir Aylin lagi.


Akhirnya Aylin menyesali kalau dulu dia pernah begitu yakin kalau Jayden adalah jodohnya.

__ADS_1


Bersambung........


__ADS_2