Loving You

Loving You
Sang Dewa Es minta bantuan


__ADS_3

Begitu sampai, Deddy segera masuk ke dalam Starbucks untuk mencari Bosnya. Baru saja mengedarkan pandangan, dia sudah melihat Jayden melambaikan tangan memanggilnya.


Deddy segera menghampiri bosnya, sambil kepalanya menunduk sedikit, dia bertanya dengan sopan, "Mau diantar kemana bos?"


"Kamu duduk dulu, ada yang mau kutanyakan padamu!" kata Jayden memerintah.


Deddy menjadi tegang juga, otaknya berpikir apa yang mau dibicarakan bosnya, kok serius banget.


Tapi Deddy menurut, segera duduk di depan bosnya, walaupun bangku yang didudukinya dibuat sangat nyaman, dia merasa tidak nyaman karena harus duduk berhadapan langsung dengan bosnya itu.


Ternyata bosnya sudah memesan kopi untuknya, Denny pun meminum seteguk untuk mencoba kopi bermerk itu dan untuk menenangkan hatinya.


Akhirnya Jayden pun berkata tanpa basa-basi lagi,


"Aku mau meminta pendapat mu untuk suatu hal!"


Deddy sempat terkejut, karena bosnya selama ini tidak pernah meminta pendapatnya. Bosnya sangat pintar, tapi mengapa meminta pendapatnya?


"Wah bisa jadi gosip hangat di perusahaan nih, karena segala sesuatu yang menyangkut tentang bosnya menarik perhatian karyawan di perusahaan mereka, terutama karyawan perempuan.Malah mungkin bisa jadi top tranding", pikir Denny senang dengan penemuannya ini.


"Tapi ingat, aku tidak mau sampai seorang pun tahu masalah ini selain kamu dan aku saja, kalau sampai ada yang tahu, kamu akan tahu sendiri akibatnya!", lanjut Jayden mengultimatum dengan nada ancaman.


Deddy kaget juga, Deddy tidak menyangka kalau bosnya mengetahui isi hatinya, diapun segera menjawab, "Baik bos saya berjanji tidak akan membocorkan masalahnya kepada siapapun juga, apalagi bos sudah berpesan begitu".


"Berarti kalau aku tadi tidak berpesan padamu, kamu akan menyebar-nyebarkan masalahku?" tanya Jayden lagi.


Deddy hanya tersenyum malu dan pasrah.


"Sebenarnya aku sudah lama mau menegurmu, kali ini kesempatan yang tepat. Kamu suka bergosip dengan karyawan lain tidak apa-apa, kalau sudah menjadi hobimu. Tapi mulai sekarang jangan pernah kalau mengenai aku!" tegur Jayden.


"iya bos", jawab Deddy, hari ini benar-benar dia tak pernah menyangka kalau bosnya bisa bicara begitu panjang padanya, Selama bekerja sebagai sekretaris Jayden, baru kali ini Jayden mengobrol begitu panjang dengannya.

__ADS_1


Bahkan setelah itu dia tidak menyangka bahwa bosnya akan menceritakan tentang wanita yang disukai bosnya yang bernama Aylin.


Menceritakan dari sejak kecil sampai dewasa, bagaimana sikapnya dan perasaannya terhadap wanita itu. Bagaimana mereka terpisah dan bertemu kembali, bagaimana kehidupannya yang sudah berubah, sehingga merubah sikap Aylin kepadanya.


Lalu pada akhirnya menceritakan saingannya Denny yang akan pulang besok, yang membuat bosnya yang pintar ini kehabisan akal menghadapi Aylin.


Ternyata perjalanan cinta bosnya cukup rumit juga, dan ternyata bosnya yang perfect juga bisa ditolak cewek. Tapi kalau dipikir-pikir juga bukan hal aneh, bagaimana tidak? omongannya juga gak ada manis-manisnya, pantesan ceweknya kesal dan marah,saat bosnya bercerita sebab-sebabnya Aylin marah dan membentak Jayden, pikir Deddy hanya dalam hati, tidak berani mengungkapkan pada Jayden.


Dia benar-benar tidak menyangka dia bisa mengetahui semuanya hari ini. Tapi dia harus menutup mulutnya rapat-rapat, kalau tidak mau bermasalah.


Lagipula hari ini dia benar-benar merasa sudah menjadi sekretaris yang sebenarnya, karena bosnya sudah menceritakan masalah pribadinya dan unek-uneknya.


Dia harus belajar memegang rahasia kalau mau menjadi sekretaris sebenarnya, tekadnya.


"Jangan bengong, pikirkan solusi untukku, kalau berhasil kuberi hadiah!", seru Jayden menyadarkan Deddy dari lamunannya.


"Iya bos, kasih saya waktu untuk berpikir sebentar", sahut Deddy, dia sudah bisa duduk lebih santai, tidak setegang saat pertama kali baru datang.


Sesudah berpikir beberapa menit, Deddy berkata, "Ah saya tahu bos".


"Bu Aylin masukin kerja ke tempat kita saja, kan dia lagi cari kerjaan." jawab Deddy menyebut Aylin dengan Bu, karena dia berpikir Aylin bakal jadi calon pendamping bosnya.


"Nanti kalau sudah di tempat kerja, Pak bos bisa PDKT (pendekatan) kan waktu ketemunya lebih banyak, kalau sering ketemu perasaan akan timbul ", sambung Deddy yang ternyata bahasa gaulnya gak kalah sama ABG.


"Ngomongmu gampang banget! belum tentu Aylin mau", sungut Jayden.


"Ya tapi ada caranya bos....", jawab Deddy menggantung, Deddy memang punya hobi suka membuat orang penasaran.


Ternyata benar Jayden terpancing, "cepat ngomong jangan habisin waktuku".


"Huh sudah butuh, galak lagi, untung dia bosku", gerutu Deddy hanya dalam hati, tapi yang keluar dari mulutnya adalah solusi

__ADS_1


"Dari cerita bos, Bapak dan ibu Sunjaya kan dulu kenal sama ibunya Bu Aylin, bos ajak saja menjenguk, kan habis sakit. Harus gercep (gerak cepat) bos! sebelum rivalnya bos muncul. Nanti tawarin kerjanya di depan ibunya bu Aylin, Bu Aylin pasti susah menolak, apalagi kalau yang nawarin orang tua bos, jadi bos juga gak kelihatan modusnya", jawab Deddy bangga dengan idenya yang brilian.


Jayden terdiam sejenak, memikirkan usul sekretaris nya itu, sesudah dipikir-pikir usul sekretaris nya memang masuk akal. Dia bingung juga dengan kehebatan sekretarisnya di bidang ini, padahal seingatnya sekretarisnya masih jomblo dan selalu stand by 24 jam, entah pengalaman dari mana? pikirnya heran.


Dia tidak tahu kalau Deddy adalah pecinta drama, dari drama Korea, China, sampai India pun ditonton. Kalau sinetron jangan dibilang lagi. Jadi soal seperti itu sudah pasti menjadi keahliannya.


"Bagian marketing dan accounting kalau gak salah masih kurang orang bos, nanti bisa ditanyakan ke Bu Aylin mana yang lebih cocok untuknya", lanjut Deddy melaporkan pada bosnya.


"Nanti kalau sudah tahu keinginan Bu Aylin, saya hubungi bagian HRD bos", lanjut Deddy lagi.


Hari ini dia begitu bersemangat karena baru kali ini dia benar-benar merasa dibutuhkan bosnya yang super hebat itu.


Karena Deddy suka mengobrol di perusahaan dia tahu posisi yang kosong di perusahaan, karena kadang kala temannya sejawatnya sering mengeluh ke Deddy kalau banyak kerjaan tapi lagi kurang tenaga kerjanya.


Jayden tidak pernah mengurus masalah karyawan di perusahaan, karena sudah ada divisi HRD yang mengurus masalah pegawai.


Tapi kali ini dia berpikir dia akan mengurus sendiri khusus untuk Aylin.


"Tidak usah, Aku sendiri yang akan menentukan pekerjaan yang cocok untuk Aylin", sahut Jayden santai. Jayden sejak tadi sudah tenang kembali, sejak mendapatkan solusi dari Deddy.


"Mau dimasukin divisi mana bos?", tanya Deddy, sekarang gantian dia yang penasaran.


"Divisi marketing dan accounting terlalu jauh dari aku. Aylin akan kujadikan sekretaris pribadiku saja, biar dekat dengan aku", sahut Jayden tanpa memikirkan perasaan Deddy.


Sifat Jayden yang muka tembok dan egois itu muncul lagi.


Deddy tertegun dengan jawaban Jayden, benar-benar gak berperasaan pikirnya, dikasih solusi malah begitu.


"Terus gua mau di kemanain?benar-benar senjata makan tuan", pikir Deddy resah.


"Ayo pulang!", ajak Jayden semangat, sambil memberikan 5 lembar kertas berwarna merah ke Deddy,sambil berkata ,"Besok gak usah claim ke kantor lagi, terimalah. Aku nyetir sendiri, kamu pulang saja!"

__ADS_1


Biasanya Deddy senang sekali dengan pemberian bosnya, karena bosnya termasuk royal padanya. Hari ini dia menerima dengan lesu walaupun jumlahnya banyak, dia benar-benar bingung dia mau dipindahkan ke mana oleh bosnya.


Bersambung.......


__ADS_2