Loving You

Loving You
Aylin khawatir


__ADS_3

Hari ini Aylin bisa bekerja dengan tenang, karena dari pagi dia tidak bertemu dengan Jayden.


Aylin sungguh bersyukur dengan keadaan tersebut, setidaknya dia lebih aman.


Sesekali dia melihat Maya melintas melewati ruangannya, tapi Jayden juga tidak kelihatan, seingat Aylin, Jayden sering jalan berdua dengan Maya, entah sedang membahas pekerjaan atau sedang apa.


"Duh, kenapa aku malah mikirin kak Jay? tidak ketemu kan bagus!", pikir Aylin kesal pada dirinya sendiri. "Dasar! cari penyakit sendiri".


Akhirnya Aylin memfokuskan dirinya pada pekerjaan lagi.


Akhirnya Aylin lupa dengan semua keresahannya sesudah sibuk bekerja, apalagi kadang mendengar Bu Desy bercerita tentang kedua anaknya yang sudah mulai nakal dan mulai suka bertengkar.


Memang pada dasarnya Aylin mempunyai sifat yang mudah melupakan hal tidak enak yang terjadi, karena pada dasarnya dia bukan orang yang suka banyak berpikir.


Sekitar jam 11.00, Deddy sekretaris Jayden datang berkunjung ke ruang marketing.


Aylin jantungnya langsung berdebar kencang, dia takut sekali kalau Jayden akan memanggilnya ke ruangannya.


Ternyata ketakutan Aylin tidak beralasan, ternyata Deddy hanya datang untuk mengobrol dengan Pak Yanto.


"Wah, enak banget kamu, dari tadi mondar mandir, nyantai banget!", kata pak Yanto iri.


"Iya terlalu nyantai sampai bingung mau ngapain hehehe", jawab Deddy malah manasin pak Yanto.


"Big bos kemana? koq lu malah keluyuran, nanti kena semprot baru tahu rasa!", kata pak Yanto lagi menakuti Deddy.


Aylin yang tadi sedang memasukkan data, jadi memperhatikan pembicaraan pak Yanto dan Deddy, karena mendengar kata "bos" sebutan buat Jayden.


"Bos hari ini gak datang ke perusahaan, tadi menelpon aku gak usah jemput", jawab Deddy


Mendengar itu Aylin langsung bernafas lega, setidaknya dia aman buat satu hari ini.


"Lho tumben bos gak datang, biasanya jarang absen, walaupun kadang sudah siang juga datang?", tanya pak Yanto penasaran.


"Aku kasih tahu kamu ya, tapi jangan


bilang yang lain-lain. Kemaren malam aku jemput bos di jalan XX, mobil bos nabrak tiang, mungkin bos sedang sakit atau stres kali. Padahal Bos kemaren suruh aku pulang, katanya mau bawa mobil sendiri.


Biasa bos kan orangnya sigap dan refleksnya cepat , masa sampai nabrak tiang? Akhirnya bos menelpon aku untuk menjemputnya dan mengantarnya pulang", Kata Deddy dengan suara pelan, ternyata kali ini Deddy tidak tahan lagi menyimpan rahasia.


Tetapi walaupun suaranya kecil, masih terdengar oleh Aylin, karena dia sedang memperhatikan pembicaraan Deddy dan pak Yanto.

__ADS_1


Mendengar hal tersebut hati Aylin langsung berdebar-debar tidak tenang, dia menjadi khawatir karena jalan XX dekat dengan rumahnya, dan Deddy juga berkata kemaren malam, berarti sesudah Jayden pulang dari rumahnya.


"Lho biasanya bos kan jarang bawa mobil sendiri?katamu kan bos paling anti macet, koq tumben?" tanya pak Yanto lagi.


"Gak tahu juga", jawab Deddy sambil mengedikkan bahunya.


Tapi pada dasarnya Deddy suka membuat heboh, dia sama sekali tidak menceritakan kalau itu hanya kecelakaan kecil saja.


"Mungkin siangan datang kali?", kata pak Yanto memberikan pendapat.


"Enggaklah, hari ini kita merdeka. Tadi bos suruh aku sampaikan ke Bu Maya untuk memeriksa dan menandatangani surat yang penting mewakili bos." jawab Deddy lagi.


Aylin yang mendengar semua pembicaraan itu menjadi semakin khawatir dan cemas. Dia merasa bersalah, karena kecelakaan itu terjadi karena sesudah Jayden mengantarnya pulang.


Aylin ingin bertanya pada Deddy, tapi takut Deddy akan curiga, lagipula nanti ketahuan nguping.


Akhirnya sepanjang hari itu Aylin bekerja dengan hati cemas dan khawatir dengan keadaan Jayden.


Sedangkan yang dikhawatirkan sedang duduk santai di kamarnya.


Jayden sejak lulus kuliah sudah tidak pernah belajar di meja belajar lagi, jadi akhirnya dia mengganti meja belajarnya dengan kursi santai.


Saat ini dia sedang duduk santai sambil menatap ke rumah depan yang sudah berganti warna putih.


Ayah ibunya tadi pagi sudah berangkat ke Singapura. Mereka berkunjung ke tempat kakaknya Tony, karena istrinya melahirkan anak kedua.


Ayahnya sangat senang, karena baru kali ini mendapatkan cucu perempuan.


Karena itulah Jayden bisa absen ke perusahaan tanpa ada yang banyak tanya.


Kalau ada ayah ibunya, mereka pasti curiga kalau Jayden tidak ke perusahaan, karena mereka tahu kegiatan Jayden hampir semuanya hanya fokus di perusahaan, Jayden jarang sekali pergi-pergi, paling hanya olahraga saja, dan sisa kegiatannya lebih banyak di rumah seperti main game maupun membaca.


Karena itulah ibunya sering khawatir karena sampai sekarang Jayden belum mempunyai kekasih.


Hari ini Jayden sedang malas melakukan apapun, padahal biasanya dia adalah orang yang penuh semangat kalau sudah jam kerja. Bahkan sejak pagi dia belum turun untuk sarapan.


Akhirnya pembantunya bi Ina yang sibuk bolak balik menanyakan pada tuan mudanya sudah mau makan atau belum.


Jayden teringat terus dengan kelakuan dan kata-kata Denny yang memanasinya, hatinya benar-benar tidak terima.


Tapi kali ini dia benar-benar sudah kalah.

__ADS_1


Kalau dia pikir ulang lagi, benar juga semua perkataan Denny.


Aylin selalu berusaha menghindarinya, bahkan sepertinya takut padanya.


Aylin sekarang bahkan begitu menurut pada Denny.


Kemaren dia juga sudah melihat sendiri bagaimana Aylin begitu menurut pada semua perkataan Denny.


Jayden benar-benar menyesal, semua ini karena kesalahannya sendiri.


Karena dia jugalah yang sebenarnya memberikan kesempatan pada Denny untuk memutar balikkan keadaan.


Selama ini Jayden tidak pernah kalah dalam hal apapun, baru kali ini dia benar-benar merasa kalah.


Sungguh tidak enak menjadi pihak yang kalah!


Lamunan Jayden buyar ketika handphonenya ada panggilan masuk.


"Mengganggu saja", sungutnya, sambil menatap layar yang bertuliskan nama Maya.


Melihat nama Maya , mau tidak mau dia harus angkat. karena biasanya berurusan dengan masalah perusahaan.


Benar saja sesudah menanyakan kabar Jayden, Maya menanyakan beberapa masalah perusahaan pada Jayden.


"Kamu kenapa tidak ke perusahaan Jay? Apakah sakit?", tanya Maya akhirnya, sesudah selesai menanyakan masalah perusahaan, dan nadanya terdengar khawatir.


"Sedang malas", jawab Jayden singkat, karena Jayden tahu kalau dia berkata sakit Maya akan datang menjenguknya, dia sedang tidak ingin diganggu.


"Kamu tolong tangani masalah perusahaan beberapa hari ini May, kalau ada keperluan minta Deddy untuk mengantarmu", sambung Jayden memberikan instruksi pada Maya.


"Kamu kenapa Jay?", tanya Maya penasaran.


"Beberapa hari ke depan ada masalah yang harus kuurus di Frame", jawab Jayden akhirnya menemukan alasan agar Maya tidak bertanya lagi.


Lagipula Jayden tahu hubungan Maya dan ibunya cukup baik, kadang Maya suka melaporkan masalah perusahaan ke ibunya. Maya adalah kepercayaan ibunya.


Sudah bukan rahasia lagi kalau yang paling sering dilaporkan adalah pekerjaan Deddy yang tidak beres.


Sampai kadang Jayden yang harus membela sekretarisnya itu.


Sesudah memutuskan sambungan telepon dari Maya, Jayden akhirnya mengambil keputusan untuk bekerja di Frame beberapa hari ke depan, dia harus menghindari Aylin sementara waktu agar pikirannya tidak kacau.

__ADS_1


Jayden juga tidak tahan kalau harus seharian berada di rumah saja tanpa kegiatan apapun.


Bersambung.......


__ADS_2