
Sudah 4 hari Jayden tidak datang ke perusahaan textile Sunjaya. Ternyata bukan Aylin saja yang khawatir, Maya juga khawatir.
Selama Maya bekerja, seingatnya sesibuk apapun Jayden tidak pernah sampai tidak datang sama sekali.
Biasa minimal tetap datang walaupun cuman satu atau dua jam, tapi ini sudah hari ke-4 Jayden sama sekali tidak kelihatan batang hidungnya
Bertanya pada Deddy juga percuma, Deddy selalu menjawab tidak tahu pada Maya.
Memang hubungan Deddy dan Maya kurang bagus.
Tapi Maya tidak tahu kalau kali ini Deddy juga sama sekali tidak tahu kegiatan bosnya itu, karena Deddy selalu disuruh standby di kantor untuk mengantar Maya kalau ada keperluan keluar.
Kali ini Deddy benar-benar kehabisan berita.
Apalagi Aylin yang hanya staff di Marketing, dia bingung mau tanya siapa tentang keadaan Jayden.
Aylin hanya berharap Deddy datang ke kantor marketing bercerita dengan pak Yanto, sehingga dia bisa tahu kabar Jayden.
Tapi yang ditunggu sampai hari ini juga tidak muncul di kantor pak Yanto.
Aylin tidak tahu kalau ternyata Deddy dikasih tugas lumayan banyak dari Maya, akhirnya Deddy sama sekali tidak punya waktu untuk berkeliaran dan bergosip ria.
Maya suka kesal melihat Deddy yang terlalu santai, akhirnya memberikan macam-macam tugas pada Deddy.
Deddy juga tidak bisa menolak lagi, karena memang instruksi dari bosnya selama bosnya tidak ada dia harus mendengarkan perintah Maya.
"Hff, saat seperti ini aku kangen sama bos", pikir Deddy dalam hati.
"Bos koq tega warisin gue ke Bu Maya sih, gue sama sekali gak bisa gerak, dikasih tugas terus menerus sama cewek sadis itu", desah Deddy putus asa.
"Sudah selesai belum pak Deddy?", akhirnya suara yang paling ditakutinya muncul lagi.
"Tinggal sedikit lagi Bu Maya", sahut Deddy pasrah.
"Ok kalau sudah selesai itu, cukup untuk hari ini", sambung Maya lagi.
"Baik Bu Maya!", sahut Deddy senang karena tugasnya tidak ditambah lagi.
"Nanti pulang kerja kita mampir ke rumah Pak Jayden ya?" perintah Maya.
"Baik Bu", jawab Deddy, namun dalam hati Deddy berpikir, "Pantesan baik, ternyata ada maunya".
"Tapi gak pa pa deh, gue pengen tahu juga bos koq gak datang kesini berhari-hari, kalau bisa nanti aku rayu bos buat datang, kalau perlu pakai nama Aylin", pikir Deddy semangat, karena dia ingin cepat-cepat lepas dari pengawasan Maya.
__ADS_1
Dia sudah benar-benar tidak tahan bekerja di bawah pimpinan Maya. Setiap pulang badannya capek semua.
...********...
Sementara Aylin bekerja, tapi pikirannya mengkhawatirkan Jayden. Dia bingung mengapa Jayden lama tidak datang ke perusahaan. "Apakah kak Jay terluka pada saat mobilnya tertabrak?" pikirnya semakin tidak tenang.
Tapi di perusahaan tidak pernah ada seorangpun yang berbicara tentang hal itu.
Aylin masih ingat pak Deddy pernah berpesan pada Pak Yanto untuk merahasiakan hal tersebut, jadi mungkin saja tidak ada yang tahu.
Karena pikirannya tidak tenang, akhirnya Aylin melakukan kesalahan dua kali.
Untung saja Bu Desy termasuk orang yang sabar, dia hanya memberitahukan kesalahan Aylin.
"Sudah pusing dia, gebetannya berhari-hari gak masuk", pikir Lulu menatap sinis ke Aylin, tapi kali ini dia tidak berani menyindir langsung, bagaimanapun dia segan kalau sudah menyangkut nama Jayden.
Ketika jam sudah hampir menunjukkan jam pulang, Aylin memutuskan dia akan ke rumah Jayden, daripada hatinya tidak tenang.
Dia bisa beralasan menengok Om Sunjaya, lagipula waktu itu Om Sunjaya pernah berpesan pada Aylin kalau ada waktu main ke tempatnya.
Hari ini dia juga bebas karena tidak dijemput Denny, karena Denny sedang ada urusan pekerjaan.
Jadi hari ini waktu yang tepat untuk melihat keadaan Jayden.
Begitu jam pulang kerja, Aylin segera menuju ke rumah Jayden , sesuai rencananya tadi.
"Bagaimanapun juga kak Jay waktu kecil pernah menjaga aku dan sering menolongku kalau aku sedang kesulitan", pikirnya membenarkan dirinya kalau sekarang dia ke rumah Jayden untuk melihat keadaan Jayden.
...******""...
Jayden sekitar jam 4 sore sudah sampai rumah, sebenarnya di Frame tidak terlalu banyak kerjaan yang harus ditangani, karena manager yang dipilih Jayden sudah bisa menanganinya.
Jayden hanya menghabiskan waktunya di sana saja, akhirnya sebelum jam 4 Jayden sudah pulang, karena dia paling tidak suka macet saat membawa mobil, jadi dia memutuskan untuk pulang lebih cepat.
Jayden membawa mobil ayahnya, karena mobil Jayden dibawa Deddy ke perusahaan, agar bisa mengantar Maya apabila ada keperluan untuk ke luar kantor, saat Maya mewakilinya melakukan pekerjaan.
Selesai mandi, Jayden duduk santai di ruang keluarga sambil menonton televisi.
Sepertinya Jayden sedang ingin menikmati hidup, setelah bertahun-tahun dia selalu sibuk dengan pekerjaannya.
...********...
Kali ini Aylin memilih naik transportasi online untuk mempercepat waktu, tapi dia tidak berhenti di depan rumah Jayden, dia mampir ke toko buah di dekat rumah Jayden.
__ADS_1
Aylin merasa tidak enak datang dengan tangan kosong.
Aylin masih lumayan hafal dengan daerah rumah yang dulu dia tinggal.
Sayangnya Aylin tidak sadar saat dia keluar dari toko buah itu sudah hujan rintik-rintik, sedangkan sampai ke rumah Jayden dia masih harus berjalan sekitar 200 meteran.
Karena sudah kepalang basah, Aylin segera berlari menuju rumah Jayden. Begitu sampai di depan rumah Jayden, Aylin menarik nafas lega.
"Ah untung tidak terlalu basah", pikirnya sambil mengeluarkan sapu tangan untuk melap rambutnya.
Aylin lalu menekan bel rumah Jayden, sambil menunggu dibukakan pintu, Aylin menatap, ke rumahnya dulu yang sudah berubah warnanya.
"Tempat yang penuh kenangan", pikir Aylin sedih.
Sedang melamun, tiba-tiba ada yang membukakan pintu, membuat Aylin tersadar dan kaget.
Ternyata yang membukakan pintu juga kaget saat melihat Aylin.
"Ah, non Aylin", panggil bi Ina kaget, karena sudah lama dia tidak melihat Aylin.
Dulu Aylin sering datang jadi bi Ina bisa mengenal Aylin, apalagi Aylin memiliki wajah yang rupawan sehingga membuat orang suka melihatnya dan mudah mengenalinya.
"Wah non Aylin tambah cantik! cari Tuan ya? Ayo masuk", ajak bi Ina ramah.
"Terimakasih bi", jawab Aylin agak malu karena dipuji.
"Non basah tuh, kena hujan", sambung bi Ina lagi.
"Gak pa pa bi, cuman sedikit", jawab Aylin sopan.
kll
Bi Ina sampai takjub melihat tingkah laku Aylin yang sudah berubah jauh di banding dulu.
Lalu bi Ina membawa Aylin ke ruang tamu, sesudah itu bi Ina pergi memanggil Jayden dan memberitahu Jayden kalau ada tamu.
"mengganggu saja!" sungut Jayden beranjak dari tempat duduknya dan mematikan televisi nya.
Jayden mengira yang datang adalah Maya, karena orang yang bisa mengunjunginya hanya Maya.
Jayden terpaku dan kaget begitu melihat yang datang adalah Aylin.
Aylin juga kaget begitu melihat yang muncul adalah Jayden, tadinya dia mengira om Sunjaya, karena dari tadi bi Ina menyebutkan tuan dan bukan tuan muda.
__ADS_1
Dia tidak tahu kalau om dan Tante Sunjaya sedang ke luar negeri, jadi bi Ina memanggil tuan mudanya dengan tuan, karena hanya ada satu tuan di rumah, jadi tidak perlu dibeda-bedakan.
Bersambung........