Loving You

Loving You
Bertemu rival


__ADS_3

Selama perjalanan menuju rumah Aylin, tidak ada seorang pun yang berbicara lagi.


Jayden yang merasa bersalah, kali ini sudah kehabisan akal untuk memulai pembicaraan, hanya sesekali mencuri pandang ke Aylin yang ternyata tetap bertahan pada posisinya.


Aylin bagaikan putri tidur, dari tadi memejamkan matanya, dan tidak bergerak sedikitpun.


Perjalanan akhirnya terasa panjang, namun akhirnya sampai tujuan juga.


Ketika mobil Jayden berhenti di depan rumah, ternyata ibu Aylin sedang menutup pintu pagar.


Aylin yang merasakan kalau mobil sudah berhenti akhirnya membuka matanya, tapi dia kalah cepat, Jayden sudah membantunya membukakan sabuk pengamannya.


Aylin cepat membuka pintu dan keluar dari mobil Jayden, bahkan kali ini dia lupa untuk mengucapkan terima kasih.


Jayden yang melihat ibu Aylin di halaman akhirnya turun juga dari mobil memberi salam.


"Sore Tante", sapa Jayden.


Aylin yang berada di belakang Jayden , begitu melihat ibunya di depan akhirnya pasrah, Aylin yakin ibunya pasti akan mengundang Jayden untuk masuk.


"Oo.. nak Jayden ngantar Aylin pulang ya? Ayo masuk, ibu ada membuat nasi uduk, ini pas jam makan", ajak ibu Aylin ramah.


Sebenarnya Jayden sudah mau menolak ajakan ibu Aylin, karena dia tahu Aylin saat ini pasti tidak ingin melihat dia dan ingin dia segera pulang.


Tapi ternyata dari belakang muncul Denny yang baru keluar dari dalam rumah.


"Aylin sudah pulang ya Tante?", tanya Denny saat belum melihat Jayden.


Denny yang sudah selesai bertemu client, tiba-tiba merasa kangen pada Aylin, jadi dia langsung mampir ke rumah Aylin, sedangkan kalau untuk menjemput Aylin sudah telat waktunya.


Karena tidak ada rencana berpergian, akhirnya Denny ke rumah Aylin hanya berjalan kaki dan tidak membawa mobil.


Begitu melihat ke depan, betapa kagetnya Denny saat melihat Aylin pulang bersama Jayden.


Jayden yang melihat Denny juga kaget, dia tidak menyangka akan bertemu rivalnya di sini. Tapi mukanya bisa menyembunyikan perasaannya, mukanya terlihat tenang-tenang saja.


Sebenarnya Aylin kaget juga melihat Denny yang sudah berada di rumahnya.


Tapi Denny adalah orang yang pintar mencairkan suasana, diapun menyapa Jayden seperti biasa.


"Halo Jayden, baru aku mau mencarimu, aku baru pulang beberapa hari yang lalu, terimakasih ya sudah mengantarkan Aylin pulang.", ucap Denny seakan dengan berkata begitu menunjukkan kalau Aylin adalah tanggung jawabnya.

__ADS_1


Mendengar perkataan itu Jayden hanya bisa mengepalkan tangannya, tapi tentu saja dia tak mau kalah dengan Denny.


"Tidak usah berterima kasih padaku, bagaimanapun Aylin juga temanku juga walaupun sempat tidak bertemu bertahun-tahun", jawab Jayden membalas Denny, menyindir Denny yang telah menyembunyikan keberadaan Aylin selama ini, padahal dulu Denny tahu kalau dia menanyakan keberadaan Aylin pada Cika.


Aylin dari tadi hanya berdiri tertegun dan belum masuk, karena canggung berada di antara Denny dan Jayden.


Ibu akhirnya menarik tangan Aylin.


"Lho kok bengong, ayo masuk ke dalam cepat mandi dan makan. Kak Denny sudah khawatir menunggumu belum pulang dari tadi. Sudah mau malam, nanti masuk angin kalau mandi malam-malam!", ucap ibunya.


Mendengar perkataan ibunya, pipi Aylin menjadi bersemu merah, dia jadi teringat kejadian Jayden menciumnya di mobil.


Akhirnya Aylin ikut ibunya masuk ke dalam, Jayden juga mengikuti dari belakang, dia tidak jadi pulang karena ada Denny.


Sampai di dalam, Denny yang memperhatikan wajah Aylin yang agak memerah, datang mendekati Aylin dan dan meletakkan telapak tangannya di dahi Aylin.


"Apakah kamu sakit Lin?", tanya Denny khawatir.


Aylin menjadi bertambah malu dan salah tingkah dengan perhatian Denny padanya, karena dia tahu saat itu Jayden sedang menatap kepadanya dan Denny.


Aylin segera menggelengkan kepalanya dan berkata memberikan alasan,


"Tidak kak, Aylin baik-baik saja. Mungkin hanya capek saja".


Jayden yang melihat keakraban Denny dan Aylin hanya bisa mengepalkan tangannya menahan kemarahannya. Tapi kali ini dia tidak bisa apa-apa karena dia tahu dari Chandra kalau Denny adalah kekasih Aylin.


Akhirnya Aylin memilih mandi dulu, dia meminta ibu, Denny dan Jayden untuk makan terlebih dahulu. Aylin beralasan dia keramas rambut jadi lama,


Padahal dia ingin menghindari suasana makan bersama Denny dan Jayden, karena suasananya pasti tidak enak.


Ibu Aylin kali ini sepertinya mengerti kemauan anaknya, dia berkali-kali melihat Aylin yang sering salah tingkah, akhirnya menyetujui usul Aylin, lagipula ruang makan mereka juga agak kecil, jadi memang tidak terlalu leluasa.


Apalagi Denny dan Jayden kebetulan mempunyai postur tubuh yang tinggi.


Denny dan Jayden juga tidak berani mengajukan protes, karena yang meminta mereka makan duluan ibunya Aylin.


Jayden hanya merasa khawatir dalam hati, karena setahu Jayden sejak siang Aylin tidak makan.


Akhirnya dia hanya bisa menyesali perbuatannya di dalam mobil tadi.


Sedangkan Aylin yang sedang mandi sengaja berlama-lama di kamar mandi. Sebenarnya dia ingin sekali menghindari Jayden dan Denny saat ini, tapi keadaan tidak memungkinkan.

__ADS_1


Karena di otaknya terbayang terus kejadian di dalam mobil tadi. Dia menyesal kenapa dia bisa terhanyut suasana saat Jayden menciumnya, untung saja dia segera sadar.


Ibu Aylin, Denny, dan Jayden makan bersama dalam suasana hening. Denny menikmati makanannya, sambil memuji makanan buatan ibu Aylin yang enak.


Denny memang paling pintar mengambil hati orang. Berbeda dengan Jayden yang hanya diam saja, sebenarnya Jayden sudah tidak ***** makan, tapi untuk menghormati ibu Aylin dia terpaksa menghabiskan makanannya.


Denny selesai makan duluan, lalu dia beranjak dari tempat duduknya, dan membawa piringnya ke tempat cuci piring dan mencucinya sendiri.


Ibu Aylin mengatakan," Letakkan saja Denny!"


Tapi Denny tetap melanjutkan sampai selesai.


Jayden akhirnya mengambil kesimpulan kalau Denny sudah sering mengunjungi tempat Aylin.


Bahkan sesudah selesai Denny mengetuk pintu kamar mandi, dan berkata, "Aylin jangan lama-lama, sudah malam, nanti masuk angin".


Sayup-sayup Jayden mendengar Aylin menjawab, "Iya kak".


Tidak lama kemudian Aylin sudah keluar memakai gaun santai model baby doll, dengan rambut masih dibungkus handuk, dan segera masuk ke kamarnya untuk mengeringkan rambutnya.


Akhirnya sesudah selesai mengeringkan rambut, Aylin mau tidak mau harus keluar dari kamarnya, bagaimanapun dia harus menghormati kak Denny.


Denny dan Jayden sempat terpana melihat kecantikan Aylin sesudah mandi, terlihat fresh tanpa sentuhan kosmetik apapun.


Untungnya Denny orang yang pengertian, begitu Aylin keluar Denny langsung berkata,


"Kak Denny pulang dulu ya biar gak mengganggu istirahatmu, kamu sepertinya kurang sehat. Cepat makan dan istirahat ya."


"Baik kak Denny", sahut Aylin mengangguk. Aylin bersyukur atas pengertian Denny.


Dari perkataan Denny, Jayden tahu Denny mengusirnya secara halus


"Kak Jay juga pulang dulu Lin", ujar Jayden juga akhirnya.


Karena ada Denny dan ibunya,akhirnya Aylin juga menyahut dengan sopan, dia tidak mau ibu dan Denny curiga. "Iya kak, hati-hati di jalan.Terimakasih sudah nganter Aylin."


Lalu Jayden dan Denny juga pamitan pada Ibu Aylin.


Saat Jayden melangkah keluar pintu, Denny berkata, "Aku ikut mobilmu sampai rumahku ya, tidak keberatan kan?", tanyanya sambil tersenyum.


Jayden menatap rivalnya sebentar, akhirnya berkata, "Ayo, lagi pula sudah lama tidak ngobrol denganmu".

__ADS_1


Bersambung ........


__ADS_2