Loving You

Loving You
rencana untuk hidup baru


__ADS_3

Akhirnya hati Aylin merasa lega setelah menceritakan semua kejadian tentang hubungan dia dan Jayden, yang membuat dia harus mengambil keputusan untuk segera resign dari PT. Sunjaya Textile.


Kebetulan dia juga mendapat tawaran dari Cika di toko kosmetik asal Korea, sebagai beauty Advisor.


Jadi menurut Aylin dia akan cocok bekerja di sana, karena lebih membutuhkan ketrampilan, dan yang penting dia pintar menawarkan produknya.


"Ibu jangan khawatir, kan kata ibu keterampilanku hebat, aku pasti cepat belajar", ujar Aylin menenangkan ibunya.


Sebelum Aylin bercerita, ibunya pun sudah curiga dan bertanya mengapa Jayden harus jauh-jauh datang menjemput Aylin.


Aylin hanya menjawab kalau akhir-akhir ini Jayden menjadi perhatian dan baik padanya.


Karena itulah yang akhirnya membuat masalah sehingga terjadi gosip yang tidak diinginkan, hingga akhirnya dia ditegur oleh ibu Jayden, agar menjauhi Jayden.


"Aylin merasa suasana tidak enak kalau harus bekerja di situ terus Bu, jadi Lin putuskan untuk berhenti dan pindah kerja saja Bu, agar bisa menghindari kak Jay seperti kemauan ibu Jayden", terang Aylin pada ibunya.


"Baiklah kalau menurutmu itu yang terbaik untukmu, ibu pasti akan mendukungmu selalu", ujar ibunya merasa kasihan pada Aylin, dengan kehidupan mereka yang sekarang ini, membuat dia tidak bisa membantu apapun.


"Tapi ibu ingin bertanya padamu, apakah kamu masih menyukai kak Jay?"


Mendengar pertanyaan ibunya Aylin terdiam sejenak, sesudah itu menarik nafas.


"Saat ini perasaan Aylin gak penting Bu, mau suka atau tidak suka, intinya tidak boleh. Ibu jangan khawatir, ibu kan tahu Lin orangnya gampang melupakan sesuatu kejadian yang tidak enak", jawab Aylin menenangkan ibunya.


Dari jawaban Aylin, ibunya bisa menarik kesimpulan ternyata Aylin masih menyukai Jayden, yang dia pikir hanya cinta monyetnya Aylin saja.


"Ya udah, masih banyak pria yang lebih baik dari Jayden, suatu hari pasti kamu akan menemukan yang cocok untukmu", hibur ibunya.


"Apakah kak Denny marah padamu sejak kejadian di Mall itu?", tanya ibu Aylin lagi.


Aylin memang menceritakan semua kejadiannya secara mendetail kepada ibunya, tentu minus kejadian dia dicium Jayden. Karena dengan adanya orang untuk berbagi cerita, hatinya menjadi tidak terlalu tertekan lagi.


"Lin tidak tahu Bu, lebih baik begitu, karena Lin juga tidak bisa membalas perasaan kak Deny, Lin sudah tidak mau berhutang budi pada siapapun lagi, Lin ingin mandiri saja", jawab Aylin.

__ADS_1


Akhirnya ibu Aylin hanya mengangguk setuju, dan menepuk-nepuk punggung Aylin untuk menghibur.


Merasa kehangatan dan dukungan ibunya, akhirnya hati Aylin menjadi lebih tenang untuk menjalankan rencananya mulai besok.


Jayden sesudah berolahraga lari pagi di komplek perumahan mereka, segera bersiap-siap untuk berangkat kerja.


Jayden sudah menelpon Deddy untuk tidak menjemputnya, dia akan membawa mobil sendiri.


Dia berencana menjemput Aylin dan mengajak Aylin untuk sarapan pagi hari ini.


"Bi Ina, aku hari ini gak sarapan ya, mau sarapan di luar", ujar Jayden pada bi Ina agar kedua orangtuanya juga tahu kalau dia sudah berangkat kerja.


Karena Jayden tidak melihat kedua orang tuanya di rumah sejak pagi, mungkin sedang ke pasar. Dan biasanya kedua orang tuanya kalau ke pasar lumayan lama, karena kedua orangtuanya suka berjalan kaki, kata mereka sekalian untuk olah raga.


"Iya, tuan muda", sahut Bi Ina.


Jayden langsung melangkah keluar menuju ke mobilnya dan berangkat dengan semangat.


Kemaren karena ke pameran mesin, Jayden sama sekali tidak bertemu dengan Aylin lagi sejak siang, entah mengapa sekarang dia sering sekali merasa kangen pada Aylin.


Mengingat itu membuat Jayden tersenyum sendiri dalam perjalanan menuju ke rumah Aylin.


Ternyata kekhawatiran Aylin benar juga, Jayden datang menjemputnya lagi. Untungnya Aylin pagi-pagi sudah pergi ke rumah Cika. Pagi ini Cika mau menemani Aylin untuk interview pekerjaan di tempat Cika bekerja dulu.


Jadi ketika Jayden sampai hanya menemui ibu Aylin saja. Ibu Aylin hanya mengatakan pada Jayden kalau Aylin sudah berangkat, tanpa berusaha menjelaskan pada Jayden, Aylin pergi kemana.


Ibu Aylin masih kesal dengan Jayden dan Bu Sunjaya, dia merasa tidak puas setelah Aylin menceritakan semua kejadian padanya.


Ibu Aylin merasa Aylin sepertinya dianggap tidak sepadan dengan Jayden oleh ibunya.


Walaupun Aylin tidak pintar di bidang pelajaran, tapi Aylin sekarang juga pintar memasak, menjahit. Dan satu kelebihan yang paling dia banggakan adalah kecantikan Aylin.


Dan sebenarnya banyak pria yang menyukai Aylin, hanya saja Aylin selalu menjauh. Bahkan Denny yang ganteng dan kaya juga menyukai Aylin.

__ADS_1


Itulah pikiran Ibu Aylin yang akhirnya membuat dia tidak terlalu ramah pada Jayden, dan tidak berusaha menjelaskan ke mana Aylin pergi.


Jayden masuk kembali ke mobilnya dengan kecewa, setelah pamitan pada ibu Aylin.


"Heran pagi-pagi sudah keluyuran ke mana sih? Hobinya yang satu ini susah banget hilangnya, padahal kemaren sudah dipesanin jangan suka keluyuran!", sungut Jayden kesal karena tidak berhasil menemui orang yang dirindukannya itu.


Akhirnya Jayden terpaksa pergi sarapan sendiri, napsu makannya juga hilang karena keinginannya untuk makan bareng Aylin tidak kesampaian.


Dia hanya sekedar makan untuk mengisi perut saja agar tidak kosong.


Ketika sampai ruangannya, hari juga masih pagi. Tadi dia melewati ruangan marketing, Aylin juga belum datang.


Sesudah sering memperhatikan Aylin, dia tahu kalau selama jam kerja, bahkan jam istirahat Aylin sangat jarang keluar dari ruangannya. Entah apa alasannya, setahu Jayden, dulu Aylin bukanlah orang yang bisa tahan duduk diam di satu tempat.


Bahkan seingatnya, Aylin anak yang lincah, tidak pernah diam.


"Kenapa aku memikirkannya terus, sebaiknya aku melakukan kegiatan lain agar waktu cepat lewat! Sebaiknya aku ke ruang produksi saja, cari tempat yang cocok untuk mesin baru yang akan datang lusa nanti", pikir Jayden memutuskan lamunannya, dan berjalan keluar pintu menuju tempat produksi.


Jayden menghampiri ruangan Chandra, untuk mengajak Chandra diskusi.


"Chandra, menurutmu sebaiknya mesin yang kita pesan nanti kalau datang diletakkan di mana lebih cocok?", tanya Jayden.


Sesudah berpikir sebentar, Chandra menjawab,


"Diletakkan paling ujung saja pak, sepertinya di ujung luas dan tidak mengganggu. Nanti coba saya ukur lagi",


"Betul juga, ya sudah nanti kamu ukur saja, kalau memang sesuai dan tidak mengganggu diletakkan di sana saja. Jadi kalau saat datang, aku sedang tidak ada di tempat, kamu yang atur saja", instruksi Jayden.


"Baik pak", jawab Chandra.


"Aku balik ke ruanganku dulu", ucap Jayden melangkah menuju pintu keluar, tapi baru beberapa langkah, terdengar Chandra bertanya dengan suara ragu


" Pak, apakah Aylin sudah tidak bekerja di sini?"

__ADS_1


Langkah Jayden langsung terhenti, Jayden langsung berbalik menatap Chandra dan bertanya, "Siapa yang beritahu kamu?"


__ADS_2