
Memulai pekerjaan ditempat baru, lumayan menyenangkan buat Aylin. Hanya kakinya saja yang terasa lelah, karena belum terbiasa, apalagi harus memakai sepatu pantofel.
Aylin juga merasa lumayan beruntung, saat teman kerjanya Lenny setuju untuk menyewakan tempatnya bersama Aylin.
Ternyata Lenny tidak tinggal di kos, Lenny mempunyai sebuah apartemen kecil yang memiliki 2 kamar tidur.
Saat jam istirahat makan, Lenny mengajak Aylin untuk ke apartemen mereka. Aylin bertambah senang ternyata apartemen itu dekat sekali dengan tempat kerja, hanya berjalan kurang lebih 5 menit saja sudah sampai.
Apartemen tersebut adalah milik Lenny, Lenny menyewakan kepada Aylin dengan harga yang tidak terlalu mahal dan Aylin hanya perlu membayar biaya perawatan apartemen itu saja.
Karena Aylin baru pertama bekerja, Aylin sama sekali tidak berani mengaktifkan Handphonenya.
Tentu saja ketika Jayden melakukan panggilan tidak ada yang menjawab.
"Bahkan telpon pun tidak kamu angkat, awas kamu kalau sampai ketemu!" Omel Jayden mulai hilang kesabarannya karena merasa diabaikan, dan semakin yakin kalau Aylin memang sengaja menghindarinya.
********
Aylin merasa pekerjaannya lumayan menyenangkan dan dia tidak harus terpaku di depan komputer terus seperti waktu pertama kali bekerja di tempat Jayden.
Hari pertama dia diajarkan mengenal produk-produknya dan fungsi produknya itu.
Tentu tidak terlalu sukar bagi Aylin untuk mengingatnya, karena dia juga seorang wanita, yang pastinya Aylin suka juga dengan segala kosmetik untuk perawatan kulit dan wajah.
******
Saat Denny datang kembali untuk mengunjungi Aylin, Denny tentu kaget juga begitu tahu dari ibu Aylin, kalau Aylin sewa tempat dan tinggal bersama teman kerjanya.
"Kok Aylin gak bilang kalau tempat kerjanya jauh? Aku kan bisa mengantar dan menjemput dia pulang, daripada harus tinggal di luar sana", ujar Denny yang ternyata khawatir juga kalau Aylin tinggal di luar sendirian.
"Nanti merepotkan nak Denny. nak Denny kan juga sibuk melayani client. Lagipula kata Aylin dia ingin belajar mandiri. Kata Aylin dia tinggal berdua bersama teman satu tempat kerjanya. Ke tempat kerja, jalan kaki hanya 5 menit, jadi gak kecapaian di jalan.
Nanti kalau sudah training 3 bulan, kata Aylin dia akan minta kerja di tempat yang lebih dekat rumah, jadi tinggal di luar hanya sementara saja", cerita ibu Aylin.
Karena sudah sering ngobrol dengan Denny, jadi ibu Aylin menjelaskan dengan lengkap pada Denny, berbeda saat dengan Jayden, ibu Aylin hanya menjawab sebagian.
__ADS_1
Tapi Denny tetap merasa tidak tenang, karena Denny sudah mengenal sifat Aylin yang masih polos dan kekanakan, dan yang paling mengkhawatirkan adalah Aylin mudah percaya pada orang.
"Ya sudah tante, nanti kalau ada waktu Denny akan menjenguk Aylin", ujar Denny, tidak lupa dia memfoto kartu nama tempat kerjanya Aylin dengan handphonenya , sesudah itu berpamitan pada ibu Aylin untuk pulang
******
Keesokkan harinya Denny langsung mengunjungi Aylin di tempat kerjanya.
Aylin yang melihat kedatangan Denny tentu kaget, tapi dia tahu paling ibunya yang memberitahukan kepada Denny.
Denny memang sengaja datang saat jam istirahat, jadi dia bisa mengajak Aylin untuk keluar makan dan ngobrol. Melihat Aylin yang begitu senang bekerja di tempat baru dan bercerita penuh semangat, akhirnya hilang kekhawatiran Denny, apalagi teman kerja Aylin hampir semuanya wanita.
Hanya saja Aylin mengatakan tidak bisa mengajaknya ke apartemen karena Aylin merasa tidak enak pada Lenny yang sedang tidak ada di apartemen, Denny juga setuju dengan pendapat itu.
******
"Wah itu pacarmu ya Lin, ganteng banget", kedatangan Aylin langsung disambut Olivia.
Olivia juga baru bekerja di situ belum terlalu lama, tapi lebih lama daripada Aylin yang baru bekerja 2 hari.
Begitu melihat cowok ganteng pasti dibandingkan dengan aktor Korea.
Memang salah satu keuntungan mereka yang bekerja di Department Store adalah bisa mencuci mata. Apalagi Aylin dulu hobi sekali ke mall hanya untuk keliling dan cuci mata. Jadi Aylin tentu betah kerjanya.
Sedangkan Lenny sudah termasuk senior, usianya juga di atas Olivia dan Aylin yang baru lulus. Juga sangat pintar menawarkan barang ke customer. karena sudah berpengalaman..
"Bukanlah Vi, teman, kebetulan rumahnya dekat dengan rumahku. Dan ibuku menjahit untuk konveksi ibunya", jawab Aylin menerangkan..
"Aduh mirip Cha Eun woo, kapan-kapan kenalin ke aku ya", sambung Olivia dengan semangat.
Aylin yang penggemar Drama China tentu tidak tahu dengan yang disebut Olivia.
Aylin hanya bisa mengangguk.
Karena suasana yang santai itulah yang membuat Aylin betah bekerja di sana.
__ADS_1
********
Tapi ternyata suasana yang menyenangkan itu cuman tahan 2 hari saja, Aylin baru tahu kalau teman satu apartemennya Lenny sering dikunjungi kekasihnya Tommy di malam hari.
Tommy adalah pria berumur hampir 40 tahun.Lumayan tampan dan bertubuh atletis. Aylin merasa kurang suka dengan Tommy, karena setiap dia keluar kamar untuk mengambil minum, atau ke toilet dan tidak sengaja bertemu dengan Tommy yang sedang bertamu, Aylin merasa Tommy sering melihatnya dari atas ke bawah, sehingga membuatnya merasa risih.
Akhirnya Aylin hanya bisa berusaha menghindari, dengan berada di kamarnya dan tidak keluar dari kamar kalau tidak terpaksa setiap Tommy datang.
********
Aylin yang polos dan kurang pengalaman sama sekali tidak pernah menyangka kalau Lenny mencari teman satu tempat tinggal sebenarnya hanya untuk menutupi hubungannya dengan Tommy.
Sebenarnya Tommy adalah seorang pria yang sudah berkeluarga, tapi dia masih berhubungan dengan Lenny. Tommy memang seorang yang mata keranjang. Dengan kekayaannya dia suka berhubungan dengan perempuan cantik dan muda.
Bila dia suka, dia tidak pernah pelit memberikan uangnya.
Sebenarnya apartemen Lenny adalah pemberian Tommy juga.
Karena Tommy suka datang sampai larut malam bahkan kadang menginap, akhirnya Lenny mencari teman yang tinggal bersamanya, untuk menghindari gosip yang tidak diinginkan.
saat itu kebetulan Aylin menawarkan diri untuk tinggal bersamanya, Lenny pun langsung setuju.
Lenny juga memberikan harga sewa yang rendah dan persyaratan yang ringan, agar Aylin tertarik dan tidak keberatan untuk tinggal bersama..
Benar saja Aylin langsung tertarik mendengar penawaran dari Lenny, Aylin juga langsung setuju dengan persyaratan persyaraan dari Lenny, tanpa menawar lagi.
Lenny tentu senang dengan keputusan Aylin, kebetulan dia juga melihat Aylin adalah orang yang pendiam dan tidak banyak bicara seperti Olivia, tentu tidak akan menimbulkan masalah.
Sedangkan Aylin sebenarnya pertama kali sangat suka tinggal bersama Lenny di apartemen itu.
Tetapi sejak kedatangan Tommy yang sering, Aylin mulai merasa tidak betah. Tetapi Aylin memutuskan tetap untuk bertahan, karena dia berpikir dia tinggal di luar hanya 3 bulan saja. Bagaimanapun juga dia ingin kembali tinggal bersama ibunya kembali, apabila masa trainingnya sudah selesai.
Aylin tidak pernah menyangka kalau keputusannya untuk bertahan tinggal di apartemen Lenny, suatu hari akan menimbulkan masalah.
Bersambung........
__ADS_1