
"Kak, Lin takut bertemu Tante", ujar Aylin memegang erat pergelangan tangan Jayden dengan erat, ketika Jayden membukakan pintu mobil dan Aylin sudah keluar dari dalam mobil. Aylin tiba-tiba merasa takut kembali saat dia sudah berada di depan rumah Jayden.
Aylin masih teringat dengan janjinya pada ibu Jayden, kalau dia akan menjauhi Jayden, tapi ternyata dia tidak menepati janji itu.
"Lin percaya saja sama kak Jay, ibu sudah setuju dengan hubungan kita, ibu pasti tidak akan mempersulit kamu lagi.
Ada kak Jay, masak kamu takut?", sahut Jayden menenangkan Aylin.
Akhirnya Aylin hanya bisa menarik nafas panjang untuk menenangkan hatinya, dan segera melepaskan gandegan tangannya dari Jayden, mengekor di belakang Jayden.
Untungnya begitu sampai di dalam Aylin langsung disambut Ayah Jayden yang ramah
"Wah calon mantu ayah yang cantik sudah datang", ujar ayah Jayden menyambut kedatangan Aylin.
Sedangkan ibu Jayden duduk di sofa, dan Aylin merasa ibu Jayden seperti reporter yang siap mewawancarainya.
"Terimakasih Om, selamat pagi om, selamat pagi Tante", ujar Aylin berusaha menutupi kegugupannya.
Aylin dan Jayden memang sampainya pagi, jam baru menunjukkan pukul setengah sembilan.
Pagi-pagi sekali Jayden sudah ke tempat Aylin untuk menjemput Aylin karena sekalian sarapan. Aylin sudah berjanji memasakkan bubur ayam untuk Jayden.
Jayden tentu merasa senang dengan perhatian Aylin, dia juga merasa senang akhirnya Aylin resign dari tempatnya bekerja menurut padanya, sehingga akhir-akhir ini Aylin mempunyai waktu yang banyak untuk Jayden.
Karena Aylin bekerja di sana belum terlalu lama, tidak ada yang merasa kehilangan, apalagi Lenny. Lenny malah senang, karena dia masih dendam masalah Tommy.
Yang merasa kehilangan Aylin hanyalah Olivia, tapi Aylin berjanji akan berhubungan terus dengan Olivia dan akan mengundang Olivia di pernikahannya.
"Kak Denny sudah berjanji akan datang ke pernikahanku, nanti aku kenalkan padamu", janji Aylin pada Olivia, yang tertarik dengan Denny.
...********...
'"Lho koq masih panggil om? harusnya sudah manggil ayah dan ibu!, toh sebentar lagi sudah menjadi istri Jayden, biar terbiasa!', ujar ayah Jayden.
Aylin tersadar dari lamunannya dan segera menjawab dengan agak tersipu,
"Baik ayah",
Sedangkan Jayden hanya tersenyum senang.
__ADS_1
"Ayo, Lin duduk sini! ibu mau bicara dengan Lin!", ujar ibu Jayden yang akhirnya memulai percakapan.
Jayden segera menggandeng Aylin untuk duduk di depan ibunya, dan Jayden langsung ikut duduk di samping Aylin.
Sedangkan ayah Jayden menyusul duduk di samping ibu Jayden.
Dengan hati berdebar-debar Aylin menunggu ibu Jayden memulai pembicaraan.
"Kamu sudah resign dari tempatmu bekerja?", tanya ibu Jayden.
"Sudah Bu, Jayden tidak mengizinkan saya untuk bekerja lagi", sahut Aylin senang, karena dia bisa menjawab dengan lancar pertanyaan ibu Jayden.
"Iya, ibu juga setuju dengan kemauan Jayden, Lin punya suami pemilik perusahaan masak kerja sama orang lain?", ujar ibu Jayden lagi.
Aylin hanya bisa mengangguk pasrah.
"Tapi ibu akan memberikan Lin solusi, agar Lin bisa meneruskan hobi Lin. Ibu mempunyai teman yang pemasok kosmetik, ibu akan membuatkan satu toko kosmetik, ibu ingin Lin yang mengelola toko itu nanti. Kalau mengenai manajemen toko Lin bisa belajar sama kak Jay", ujar ibu Jayden, yang ternyata belum hilang jiwa kartininya.
Aylin tentu kegirangan mendengar itu, dan langsung mengangguk kesenangan.
"Mau Bu!", jawab Aylin yang sudah lupa rasa takutnya pada ibu Jayden.
"Kasihan si Lin dong, masa tiap hari cuman nunggu kamu pulang saja, Lagian nanti kan Lin jadi bosnya, kalau usahanya sudah lancar, Lin kan tidak usah setiap hari pergi, asal ada waktu senggang saja buat ngontrol. Ibu juga ingin cepat punya cucu, nanti kalau Lin sudah punya anak tidak pergi lagi juga gak pa pa. Masak kamu mau suruh Lin kayak jaman dulu, hanya dipingit di dalam rumah. Dasar egois!", omel ibu Jayden.
Aylin yang sudah senang, seperti mendapat durian runtuh, akhirnya lupa keberadaan kedua orang tua Jayden langsung merajuk dan merayu Jayden.
"Boleh ya kak, Lin janji deh tetap perhatiin kak Jay", ujar Aylin memohon dan menggoyangkan pergelangan tangan Jayden.
Ayah Jayden yang menyaksikan itu hanya tersenyum saja. Sedangkan ibu Jayden tidak perduli, menurutnya idenya bagus, bahkan Aylin saja senang dengan keputusannya.
"Ah ibu memang bikin masalah saja, lihat sekarang Lin merajuk terus, aku gak bakal tahan kalau si Lin merajuk terus".
pikir jayden dalam hati kesal pada usul ibunya itu.
"Baiklah, tapi nanti kalau sudah punya Jay junior kamu sudah tidak boleh bekerja sama sekali, jangan nasibnya sama seperti aku, jarang diperhatikan ibu!", putus Jayden akhirnya dan menyindir ibunya.
"Iya kak Jay, Lin janji!", sahut Aylin langsung mengiyakan dengan cepat, sebelum keputusan Jayden berubah.
"Iyain dulu saja, nanti kalau sudah punya Jay Junior urusan nanti lagi, nanti baru ngerayu kak Jay lagi!", pikir Aylin tersenyum bahagia.
__ADS_1
"Dasar mau menang sendiri?", sahut ibu tidak senang disindir Jayden.
Sedangkan ayah yang menyaksikan. pembicaraan ketiga orang itu, hanya tersenyum , karena memang sudah hal biasa Jayden dan ibunya selalu beradu argumentasi.
...********...
Hari ini Jayden membawa Aylin ke rumahnya lagi untuk sekedar ngobrol dan makan siang bersama.
Sesudah makan siang, akhirnya Jayden dan Aylin pun pamitan kepada kedua orang tua Jayden untuk pergi foto prewedding, karena satu bulan lagi mereka sudah mau melaksanakan pernikahan mereka.
Sebetulnya Jayden inginnya menikah lebih cepat lagi tanpa macam-macam, tapi mana mungkin diijinkan oleh ibunya yang punya banyak kenalan.
"Ngawur kamu, kamu itu presdir dua perusahaan, masak nikah model begitu. Aylin saja yang selalu nurut kemauanmu itu, kalau kamu mau yang praktis dan singkat sekalian aja gak usah nikah. Nikah model apa itu, cuman mau bikin surat saja tanpa perayaan, dasar seenaknya. Kamu pikir kamu kawin lari", omel ibunya disertai ancaman.
Akhirnya Jayden terpaksa menuruti kemauan ibunya, ibunya bahkan membayar wedding organizer terkenal untuk mengurus pernikahan Jayden dan Aylin.
Walaupun tidak perduli dengan urusan pesta pernikahan, Jayden sangat perduli dengan baju penganten yang dipakai Aylin.
Aylin sampai ganti empat kali baru ketemu yang cocok dengan mata Jayden.
Alasannya ada saja, bahu yang terlalu terbuka, punggung yang kelihatan, Sampai Aylin memjadi malu pada karyawan di sana, saat dia memilih baju penganten.
Padahal Aylin suka dengan yang model kedua yang dia coba.
Aylin suka karena model bajunya seperti model Cinderella, tapi Jayden menggelengkan kepala, padahal dia sempat mematung kagum saat melihat Aylin sangat cantik memakai baju itu, seperti putri di kisah dongeng.
Alasannya cuman satu, terlalu terbuka, karena model lehernya memang model yang dibuat melebar sampai bahu.
Saat Aylin merayu Jayden agar diberi ijin memakai baju itu, karena Aylin dari dulu sangat suka dengan tokoh Cinderella.
Jayden hanya menjawab tanpa merasa bersalah,
"Lin hanya boleh memakai baju sexy di kamar penganten nanti, yang boleh melihatmu sexy cuman kak Jay, orang lain tidak boleh. Bahkan saat itu Lin tidak memakai apapun tidak masalah!"
Tentu Aylin mukanya langsung merona dan mencubit bahu Jayden.
Untung saja tidak ada orang lain yang mendengar perkataan Jayden.
Sesudah itu Aylin tidak menawar lagi pada Jayden, dia hanya menurut saja saat Jayden setuju dengan model yang simple dan tidak sexy, untung saja saat dipakai juga terlihat cantik dan anggun.
__ADS_1
Bersambung........