
Keesokkan paginya jam 07.00 Jayden sudah muncul di depan rumah Aylin. Penampilannya terlihat tampan dan fresh, maklum saja hatinya sedang berbunga-bunga, karena bertemu lagi dengan pujaan hatinya.
Aylin juga sudah siap, terlihat cantik dan imut karena memakai baju baby doll berwarna kuning dan memakai celana street.
Karena Aylin tahu kalau Jayden tidak suka melihat dia memakai gaun yang pendek, terpaksa dia memadukan gaun baby dollnya yang pendek dengan celana street.
Aylin tidak mau membuat masalah dengan Jayden yang posesif itu, jadi sebaiknya dia mengalah dan menurut saja, agar Jayden senang.
Benar saja, ketika Jayden melihat penampilan Aylin, Jayden jadi tahu kalau Aylin menghindari pakaian pendek, Jayden pun tersenyum puas.
Akhirnya Aylin jadi tahu semua sifat Jayden, selain posesif, Jayden juga suka mendominasi.
Jayden lebih suka orang menuruti kemauan dia, mungkin karena dia sudah biasa jadi pemimpin di perusahaan, pikir Aylin yang malah membenarkan sifat Jayden itu.
Ya, begitulah kalau sudah jatuh cinta, yang buruk pun terlihat menjadi bagus.
Bahkan Aylin yang sudah mabuk cinta itu sudah lupa dengan masalah Ibu Jayden dan Maya.
Sifatnya yang kadang masih kekanakan dan kurang dewasa, membuat Aylin dengan mudah lupa masalah yang dihadapinya saat sedang merasa bahagia.
Sesudah keduanya berpamitan dengan ibu Aylin, Aylin dan Jayden langsung berjalan keluar ke tempat mobil Jayden parkir.
"Lin nanti sesudah kita sarapan, kak Jay ke perusahaan dulu ya, sebentar saja, habis itu baru kita cari tempat tinggal yang dekat dengan tempat kerjamu", ujar Jayden.
"Lin malu kak Jay, udah gak kerja di sana, apa kak Jay ada yang penting?", sahut Aylin agak bingung.
"Untuk apa Lin malu, kan besok-besok kamu juga bakal jadi nyonya Jayden", sahut Jayden santai sambil memasang sabuk pengaman ke Aylin.
Mendengar hal tersebut malah membuat Aylin bertambah kaget.
"Kak Jay jangan main-main", sahut Aylin yang saat itu dia baru teringat lagi dengan masalah Maya dan ibu Jayden.
"Lho kapan kak Jay main-main masalah begitu, memang Lin mau jadi simpanan kak Jay saja, seperti gosip?", tanya Jayden menggoda Aylin.
"Tapi ...
__ADS_1
"Sudah nanti baru dibicarakan lagi, nanti kita gak berangkat-berangkat. Kak Jay sudah lapar", ujar Jayden memutus pembicaraan Aylin.
Aylin akhirnya terdiam dan hanya mengangguk mengiyakan. Pandangannya kosong ke depan, tiba-tiba dia jadi teringat ibu Jayden yang menginginkan Maya menjadi istri Jayden.
Bagaimana dia harus memberitahu Jayden? Aylin tidak ingin Jayden dan ibunya jadi berselisih karena dirinya.
Jayden yang melihat Aylin yang melamun, malah mengambil kesempatan itu untuk mengecup bibir Aylin, karena sudah sejak tadi dia ingin melakukan hal itu, saat melihat Aylin yang cantik dan menggemaskan dengan baju baby dollnya, hanya saja dia menunggu kesempatan dan waktu yang tepat untuk melakukannya.
Aylin tentu saja marah dan kaget, karena Jayden melakukannya tiba-tiba. Akhirnya membuat Aylin juga langsung teringat lagi dengan kejadian semalam, ketika Jayden juga telah membohonginya, meminta Aylin mencium pipinya, malah meyergapnya, dan membuatnya hampir kehabisan nafas.
Dan membuat dia takut kalau-kalau ada yang melihat.
.
"Kak Jay jangan begitu, sudah Lin bilang! ini juga masih pagi dan terang, kalau ada yang lihat bagaimana?", omel Aylin kesal sambil memukul bahu Jayden.
"Ya sudah, kak Jay gak akan melakukannya lagi. Nanti malam kalau sudah gelap baru kak Jay lakukan lagi", sahut Jayden tersenyum sambil menjalankan mobil.
Entah mengapa, Jayden merasa senang melakukan hobi barunya ini, mencuri ciuman dari Aylin dan menggoda Aylin.
"Kak Jay nyebelin!", ujar Aylin kesal dengan wajah cemberut.
Sesudah selesai sarapan, Jay membawa Aylin ke perusahaan. Aylin sebenarnya merasa tidak enak karena waktu itu dia berhenti mendadak.
Ada surat yang harus Jayden tanda tangani, jadi Jayden harus mampir ke perusahaan dulu, alasan Jayden.
Aylin tidak tahu kalau Jayden memang sengaja membawa dia ke perusahaan, Jayden ingin Maya tahu kalau dia sudah memiliki Aylin, agar Maya tidak mengharapkannya lagi.
Jayden sengaja agar orang-orang di perusahaan tahu kalau dia mempunyai hubungan dengan Aylin, agar ibunya mau percaya dan tidak berusaha menjodohkannya dengan Maya lagi.
Aylin mau tidak mau menurut saja saat Jayden menggandengnya, padahal perasaannya malu dan tidak enak.
Tapi akhirnya Aylin tidak bisa menahan perasaannya lagi, dia merasa seperti menjadi pihak ketiga di antara Maya dan Jayden.
Aylin menghentakkan tangannya agar gandengan Jayden terlepas.
__ADS_1
Karena Jayden tidak menyangka akhirnya gandengan tangannya terlepas.
Jayden tidak menyangka karena dari tadi Aylin begitu manis dan menurut padanya.
*Ada apa Lin?", tanya Jayden serius kali ini.
"Lin merasa tidak enak sama kak
Maya, karena ada Lin, kak Jay hubungannya dengan kak Maya jadi rusak!", jawab Aylin akhirnya.
"Aylin tidak mau menjadi pihak ketiga yang merusak hubungan orang lain", sambung Aylin lagi merasa sedih karena bagaimanapun adalah salah kalau merebut kekasih orang lain menurutnya.
Mendengar perkataan Aylin, Jayden menghela nafas dan berkata,
"Makanya jangan suka dengarin gosip saja, kak Jay dan kak Maya tidak punya hubungan apa-apa, hanya teman kerja saja!"
"Tapi ibu kak Jay menyukai kak Maya, ibu kak Jay mau kakak menikah dengan kak Maya. Kak Maya pintar bisa membantu kak Jay di perusahaan. Tidak seperti Lin yang otaknya bebal", ujar Aylin yang merasa rendah diri, kalau sudah berhubungan dengan kepintaran otak.
"Menurut Lin dengan otak kak Jay apakah masih perlu bantuan?", sahut Jayden dengan sombong.
"Lagipula kak Jay punya banyak pegawai yang membantu kak Jay, kakak mencari istri bukan pegawai.
Lin hanya perlu melayani kak Jay dengan baik dan memperhatikan kak Jay saja, itu sudah cukup. Kak Jay tidak memerlukan hal lainnya", sambung Jayden, sambil menarik Aylin mendekat padanya dan memandangnya penuh arti.
Mendapat pandangan seperti itu, Aylin menjadi malu dan menundukkan kepalanya dan tiba-tiba dia ingat mereka masih di tengah halaman perusahaan.
"kak Jay ayo cepat selesaikan pekerjaan kak Jay dulu", ujar Aylin mengingatkan.
"Iya, ayo kita masuk dulu!", ujar Jayden sambil menggandeng tangan Aylin , dan kali ini Aylin menurut saja.
Kali ini Aylin sudah pasrah, saat menerima pandangan dari pegawai-pegawai perusahaan Jayden yang menatapnya penuh rasa ingin tahu.
Karena baru kali ini mereka melihat pimpinan mereka begitu penuh perhatian dan bersikap mesra pada seorang wanita.
Bahkan dengan Maya, yang mereka sangka adalah calonnya Jayden selama ini saja tidak pernah Jayden bersikap seperti itu.
__ADS_1
Akhirnya hari ini mereka sudah tahu siapa sebenarnya calon istrinya sang Dewa Es.
Bersambung.......