
"Cika , aku sungguh berterimakasih padamu yang sudah membantuku mendapatkan pekerjaan di saat yang tepat seperti ini", ucap Aylin saat di dalam mobil dalam perjalanan pulang ke rumah Cika.
"Lu kalau mau berterimakasih sama gue gampang Lin, janji temanin gue hari ini sampai kak Dimas pulang ya? Kak Dimas lembur lagi.Aku benar-benar suntuk sendirian terus, mana hari ini les nari juga kosong!", pinta Cika memohon.
"Baiklah, nanti aku telpon ibuku", jawab Aylin, dia merasa tidak enak menolak Cika, Cika sudah banyak membantunya.
Lagipula kalau bersama Cika, waktu berlalunya cepat, dan Aylin bisa melupakan untuk sementara masalah Jayden dan ibu Jayden.
"Sepertinya Aylin menghindariku, ada apa ya? Tadi aku ke rumahnya, ibunya juga tidak bercerita apapun. Masa ibunya tidak tahu Aylin sudah berhenti kerja di sini? pikir Jayden penasaran, karena dia merasa akhir-akhir ini hubungannya dengan Aylin sudah mulai membaik, bahkan Aylin juga sudah tidak terlalu menghindarinya.
Aylin juga cukup perhatian padanya, bila dia mengingat kejadian sesudah dia dipukul oleh Denny.
Tidak seperti waktu pertama kali saat mereka bertemu kembali.
Jayden juga baru merasakan sekarang kalau tadi ibu Aylin tidak terlalu ramah padanya, padahal biasanya ibu Aylin ramah padanya.
"Apakah aku sudah membuat Aylin marah? tapi rasanya tidak, kemaren terakhir aku bicara padanya, juga masih baik-baik saja", pikir Jayden menduga-duga apa yang menyebabkan Aylin berhenti kerja mendadak.
"Atau jangan-jangan dia dipengaruhi oleh Cika temannya itu?", pikir jayden lagi, dia ingat sekali Cika paling anti sama dia.
Dia juga ingat saat acara pernikahan Cika, Cika berbisik apa pada Aylin, dan dia merasa Cika mengatakan hal yang buruk tentangnya, kalau tidak untuk apa berbisik pada Aylin, sedangkan setahu Jayden, Cika biasanya orang yang suka ceplas ceplos, berbicara tanpa rem.
Jayden dari tadi duduk diam termenung, padahal pikirannya kemana-mana, akhirnya membuat sekretarisnya Deddy juga ikut bingung yang hanya berani mencuri pandang ke bosnya itu dan menunggu instruksi bosnya.
Deddy menarik nafas lega, ketika ada yang mengetuk pintu memecah kesunyian di ruangan itu.
"Masuk!", perintah Jayden.
Terlihat Maya membuka pintu dan langsung memasuki ruangan, dan berkata pada Jayden,
"Mr John hari ini datang, kan sudah janji ketemu di Hotel XX jam 10.00, kamu belum berangkat? Hotelnya dekat bandara, dari sini kan lumayan jauh", ujar Maya mengingatkan Jayden sambil melirik tajam ke Deddy yang dianggap lalai dalam menjalankan tugasnya.
"Aduh aku jadi lupa tugas penting ini, gara-gara bos marah, kalau dilaporkan ke Bu Sunjaya bisa kena lagi deh", pikir Deddy dalam hati menyesali kecerobohannya, tidak berani melihat ke Maya karena kelalaiannya.
__ADS_1
Jayden memutar kursinya dan langsung mengintruksikan Deddy
"Kamu nyalain AC mobil dulu, aku nyusul nanti!" sambil melemparkan kunci mobil ke Deddy.
Untung saja Deddy sudah terbiasa, refleks menangkapnya sudah hebat. Segera dia keluar dari ruangan itu dan melaksanakan perintah bosnya. Dia tahu bosnya sudah menyelamatkannya dari Maya.
"Kamu sudah tahu Aylin resign?", tanya Jayden langsung pada Maya, dia berharap Maya tahu, karena Maya lumayan dekat dengan ibunya.
"Iya, katanya mulai hari ini", jawab Maya berusaha tenang.
"Alasannya?" tanya Jayden lagi
"Kurang tahu juga Jay, tapi kalau enggak salah kata ibumu, Aylin bilang otaknya kurang mumpuni buat kerja di kantor", jawab Maya dengan tenang lagi, agar Jayden tidak curiga.
Sebenarnya Maya sudah tahu ceritanya semua dari ibunya Jayden, tapi tentunya dari cerita itu, dia ambil alasannya yang merupakan kesalahan Aylin sendiri.
Tentu dia tidak akan menceritakan kalau Aylin ditekan untuk menjauh dari Jayden dengan alasan gosip.
Mendengar itu Jayden mendengus kesal, "Alasan gak masuk akal, memang Lin sebodoh apa sampai tidak bisa kerja di kantor? Bahasa Inggrisnya juga lumayan bagus!"
"Menurutmu memang Aylin sebodoh itu?Kalaupun ada yang dia tidak mengerti, dia kan bisa tanya ke aku", tanya Jayden mengeluarkan unek-unek nya ke Maya.
Maya yang tidak menyangka Jayden yang begitu membela Aylin dan akan bertanya pendapatnya, hanya bisa menjawab netral
"Saya jarang berinteraksi dengan Aylin, jadi tidak bisa jawab. Yang paling tahu ya Bu Desy yang training Aylin dan atasannya pak Yanto."
Karena tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan, akhirnya Jayden beranjak dari kursinya dan keluar ruangan.
"Ya udah, aku mau berangkat dulu".
"Baiklah", jawab Maya mengikuti Jayden keluar dari ruangan Jayden.
Namanya bukan Jayden kalau gampang menyerah. Sesudah selesai pertemuan dengan Mr.John, Jayden menyuruh Deddy mengarahkan mobil ke rumah Aylin lagi.
__ADS_1
Jayden ingin sekali tahu alasan sebenarnya mengapa Aylin sampai resign dari perusahaannya, dan lagipula dia merasa rindu pada Aylin, padahal baru satu hari saja tidak bertemu.
Deddy hanya menunggu di mobil, saat bosnya turun menuju ke rumah Aylin
Ternyata Jayden harus kecewa lagi, karena Aylin belum kembali ke rumah, yang ada di rumah hanya ibu Aylin saja. Padahal jam sudah hampir menunjukkan pukul 15.00.
"Tante, Aylin pergi ke mana ya?"
"Oo Tante gak tahu juga Jay, ada apa? nanti biar Tante sampaikan saja", sahut ibu Aylin.
Ibu Aylin masih kesal kalau mengingat Aylin ditekan oleh ibu Jayden, jadi tentu dia tidak mau memberitahu ke mana Aylin pergi, lagipula dia mau Jayden menyudahi hubungan yang gak jelas dengan Aylin.
"Apakah tante tahu kalau Aylin berhenti kerja dari perusahaan Sunjaya?" tanya Jayden akhirnya.
"Tahu, Aylin ada beritahu tante", jawab ibu Aylin singkat.
"Aylin ada kasih tahu tante gak alasannya kenapa dia berhenti?"
"Aylin hanya bilang dia gak cocok kerja di sana", jawab ibu Aylin yang tidak mau memperpanjang masalah.
"Saya sebenarnya ke sini ingin tahu alasan kenapa Aylin berhenti kerja tante.Kalaupun ada masalah bisa beritahu saya, saya bisa membantu Aylin tante", jawab Jayden.
Ibu Aylin terdiam sejenak, ternyata benar ucapan Aylin, kalau sekarang Jayden menjadi begitu perhatian pada Aylin, tapi dia tidak mungkin memberitahu Jayden masalah yang sebenarnya pada Jayden, dia tidak mau menjadi penyebab ributnya seorang anak dan ibunya.
Dan dia juga tidak ingin Aylin menjadi pihak ketiga.
"Mungkin Aylin ingin bekerja di tempat yang lebih membutuhkan ketrampilan nak Jay, gak ada masalah apa-apa. Lagipula Aylin masih muda, pikirannya masih mudah berubah", akhirnya ibu Aylin memberikan jawaban yang lebih masuk akal.
"Tapi kenapa Aylin tidak memberitahu saya langsung, kenapa harus pada ibu saya?", tanya Jayden yang masih penasaran dan curiga.
Untungnya ibu Aylin sudah tahu ceritanya dari Aylin, sehingga dia bisa menjawab pertanyaan Jayden
"Katanya sih nak Jayden sedang tidak ada di tempat, dan kebetulan yang ada Bu Sunjaya, jadi dia membicarakannya pada Bu Sunjaya saja,"
__ADS_1