Loving You

Loving You
Aylin ikut ke Frame


__ADS_3

Waktu masih pagi saat Deddy masih nyenyak di dunia kapuk, sudah mendapat panggilan masuk.


Begitu melihat nama penelpon nya, Deddy segera menerima panggilan itu, walaupun matanya masih berat, karena semalam dia menonton drama sampai tengah malam.


"Ada apa bos?", tanya Deddy.


"Koq ngangkatnya lama banget sih! kamu gak usah jemput aku hari ini ya, kamu langsung ke kantor saja!" terdengar suara Jayden dari seberang.


"Ok, bos", sahut Deddy, sambil melihat jam di Handphonenya.


Belum sempat bertanya apapun, panggilan sudah diputus bosnya itu.


"Astaga panggilan belum tiga kali udah diangkat, masih dibilang lama lagi angkatnya.


Ini juga belum jam lima juga udah ditelpon, benar-benar harus siaga 24 jam nih", omel Deddy.


"Tapi ada apa dengan bos ya? kemaren juga bawa mobil sendiri, hari ini juga minta gak usah dijemput?", pikir Deddy penasaran, yang akhirnya membuat dia tidak menyambung tidurnya lagi.


Aylin pagi-pagi, jam empatan sudah bangun, dan berada di dapur. Karena tak bisa tidur lagi dan memang tidurnya juga tidak nyenyak sejak tadi malam.


Akhirnya Aylin berusaha menyibukkan diri di dapur, dia memutuskan memasak mi goreng untuk sarapan ibunya dan sekalian dibawa ke kantor sebagai bekalnya nanti siang, untuk melupakan pikirannya yang sedang gundah.


"Wah pagi-pagi sudah selesai masak, kamu bangun jam berapa? koq pagi banget sudah siap?", tanya ibu Aylin yang baru bangun melihat hidangan di meja.


"Kebetulan bangunnya pagi Bu, ya udah siapin sarapan mumpung bahan-bahannya ada Bu", Jawab Aylin tersenyum.


"Lagipula pengen keramas rambut, gara-gara kemaren gak sempat", sambung Aylin lagi.


Ibunya hanya mengangguk dan segera menuju ke kamar mandi.


Tidak butuh waktu lama ibu Aylin sudah selesai dan duduk di meja makan, bersiap untuk sarapan. Kali ini Aylin menemani ibunya untuk sarapan dengan porsi kecil, untuk menghindari omelan ibunya.


"Nah gitu dong, kalau sarapan yang benar, jangan cuman minum susu saja", ucap ibunya.


""Iya Bu", jawab Aylin mengangguk.


Setelah selesai Aylin segera menuju ke kamar mandi, bersiap-siap untuk bekerja.


Ketika Aylin sudah selesai mandi dan tengah mengeringkan rambutnya sesudah keramas, dia mendengar panggilan ibunya.

__ADS_1


"Ada apa Bu?", tanya Aylin sambil membuka pintu kamarnya.


Betapa kagetnya Aylin melihat Jayden yang duduk di ruang tamu,dan sedang menatap ke arahnya.


"Kak Jay mau mengajakmu berangkat bareng ke tempat kerja", sahut ibunya.


"Oo ..Aylin bersiap-siap dulu Bu", sahut Aylin yang menutup kamarnya kembali dengan jantung berdebar-debar.


Aylin bahkan lupa dengan sopan santun, sama sekali tidak menyapa Jayden dulu.


Aylin duduk kembali di depan meja riasnya, berusaha menenangkan dirinya sendiri.


Aylin tidak menyangka kalau Jayden akan datang menjemputnya kerja.


Sedangkan semalaman saja hatinya sudah tidak tenang, dan berpikir bagaimana dia harus bersikap bila bertemu Jayden lagi.


Dia takut Jayden mengetahui isi hatinya. Sepertinya dia jatuh cinta lagi untuk kedua kalinya pada orang yang sama.


Atau bisa jadi dia memang masih mencintai Jayden dari dulu, hanya saja waktu itu dia berusaha menyangkal perasaannya sendiri dan berusaha menghilangkan perasaannya itu.


Yang membuatnya susah menghadapinya adalah sikap Jayden yang menjadi begitu perhatian dan lembut padanya, tidak seperti dulu. Kalau Jayden masih seperti dulu tentu tidak sulit menghadapinya.


Tapi dia tidak mungkin bersembunyi di kamar terus, dia tetap harus menghadapinya. Aylin menghela nafas berusaha menenangkan diri, dan kembali mengeringkan rambutnya yang masih setengah basah.


Tiba-tiba ibu Aylin juga sadar, rasanya sudah lama dia tidak melihat Denny datang!


Aylin akhirnya keluar dari kamarnya dengan enggan dan mendatangi Jayden yang duduk di ruang tamu. Jayden pagi ini kelihatan ganteng dan fresh dengan kemeja biru lengan panjang", yang dilipat sampai ke sikunya, sehingga membuatnya kelihatan lebih santai dan tidak terlalu formal.


Walaupun Jayden seorang pimpinan di perusahaan, Jayden jarang sekali memakai jas.


"Ada apa kak Jay?" , tanya Aylin


"Ayo berangkat ke kantor bareng", ajak Jayden.


"Gak kepagian kak?", tanya Aylin karena dia melihat jam baru menunjukkan pukul 7.10.


"Aduh, aku udah kapok kalau kepagian sampai kantor, mau ngapain pagi-pagi, belum lagi kalau ketemu kak Maya", pikir Aylin dalam hati, dia tahu kalau Maya sering datang pagi.


"Lin temanin kak Jay sebentar ambil dokumen di Frame, nanti baru kita ke kantor sama-sama, kan gak kepagian lagi", jawab Jayden.

__ADS_1


"Baiklah, Lin ambil tas dulu ya", jawab Aylin pasrah, tidak bisa menolak ajakan Jayden.


Sesudah itu Jayden dan Aylin pamitan pada ibu Aylin untuk berangkat, dan berjalan ke depan.


Selama perjalanan menuju Frame, Aylin hanya diam dan menatap ke jalanan saja.


Sedangkan Jayden berkali kali mencuri pandang ke Aylin, wajah yang selalu membuatnya kangen akhir-akhir ini.


Untungnya jalanan tidak macet, karena masih pagi, Jayden pun menarik nafas lega karena dia paling tidak suka kalau ketemu macet.


Tidak butuh waktu lama mereka sudah sampai di Frame. Jayden langsung membantu Aylin membuka sabuk pengamannya. Aylin sempat tertegun, lebih kaget lagi tiba-tiba Jayden menggunakan kesempatan itu mengecup dahinya.


"Kak Jay nanti dilihat orang!", seru Aylin yang kaget.


"Lho berarti kalau gak ada yang lihat gak pa pa ya?", Jayden malah bertanya balik.


Aylin menjadi terdiam sejenak, bingung mau menjawab apa.


"Kak Jay nakal", omel Aylin akhirnya sambil memukul bahu Jayden kesal.


Jayden hanya tersenyum dan membuka pintu, keluar dari mobil, sesudah itu dia membuka pintu buat Aylin yang sepertinya masih bingung.


Aylin akhirnya keluar dari mobil dan melihat sekitarnya yang masih sepi, karena memang masih pagi.


Aylin akhirnya bisa menarik nafas lega.


"Ayo masuk!", ajak Jayden menarik tangan Aylin.


"Lin bisa jalan sendiri", jawab Aylin menghentakkan tangannya, agar Jayden melepaskan gandengan tangannya


Kali ini Jayden mengalah dan membiarkan Aylin mengekor di belakangnya.


Deddy yang karena tidak bisa menyambung tidurnya lagi, akhirnya belum juga jam 8 sudah muncul di perusahaan.


Dia merasa suntuk di kostnya, akhirnya memilih cepat ke perusahaan, lagipula bisa nyantai minum kopi gratis dulu pikirnya.


Sesudah menyeduh kopi dan meminumnya, Deddy berpikir untuk ke ruangan Marketing.


"Ah siapa tahu pak Yanto sudah datang, lumayan ngobrol-ngobrol mengisi waktu", pikirnya, setelah melihat bosnya juga belum muncul di kantor.

__ADS_1


Dia tidak menyangka bukannya bertemu dengan pak Yanto , malah bertemu dengan Maya dan Bu Sunjaya yang berjalan beriringan menuju pintu keluar.


"Aduh habis deh aku, mana gak tahu Bos ke mana lagi", pikirnya resah, sedangkan mau kabur dari situ bayangannya sudah kelihatan oleh Maya.


__ADS_2