Loving You

Loving You
menguraikan kesalahpahaman


__ADS_3

Kali ini Jayden yang dibuat Aylin terpana, sampai tidak bisa bicara apa-apa lagi.


Bahkan kali ini malah Jayden yang merasa dia tidak mengerti hati Aylin, apakah Aylin benar-benar mencintainya? Kalau iya, mengapa semudah itu Aylin melepaskannya.


Jayden sampai terdiam beberapa detik, padahal biasanya otaknya selalu cepat.


Hatinya benar-benar kecewa.


Sedangkan Aylin juga terpaku di tempatnya berdiri, hanya menatap Jayden pasrah, seperti sedang menunggu ultimatum dari Jayden.


"Apakah kamu pernah melihat kak Jay dekat dengan wanita lain? mempermainkan wanita?" tanya Jayden lagi yang penasaran mengapa Aylin berpikir dia hanya main-main dan tidak serius dengan Aylin.


"Tidak", sahut Aylin pelan dan menggeleng.


"Lantas mengapa Lin berpikir kak Jay hanya main-main denganmu?"


"karena sebelumnya kak Jay sering mencium Lin tanpa ijin padahal tidak mempunyai hubungan apa-apa dan kak Jay suka berkata Lin suka menggoda pria", ujar Aylin agak tersipu.


"Hanya karena itu?"


"Tidak masih ada hal lainnya", jawab Aylin kali ini sudah bertekad mengatakannya semua dengan jujur agar hatinya lega.


"Apa itu?"


"Dulu kak Jay sangat tidak menyukai Lin, Lin masih ingat terakhir kalinya Lin masih bertemu kak Jay, saat makan bersama kak Jay, kak Maya dan Cika.


Kak Jay menggandeng tangan kak Maya. Menurut Cika dan Lin sendiri, kak Jay serius dengan kak Maya, karena selama ini kakak tidak pernah dekat dengan wanita manapun. Lin juga masih ingat saat Lin ulang tahun, Lin senang sekali saat kakak datang, tapi saat Lin menggandeng tangan kak Jay, kak Jay mengibaskan tangan Lin, itukan tandanya kak Jay anti disentuh perempuan, tapi dengan kak Maya berbeda, kak Jay bahkan perhatian dan menggandeng kak Maya. Itu kan tandanya kak Jay memang menyukai kak Maya.


Lin dulu bahkan berpikir andaikata Lin bertemu dengan kak Jay, kakak pasti sudah menikah dengan kak Maya", ujar Aylin mengakhiri ceritanya.


"Mengapa pertama kali bertemu di toko buku, Lin menghindari kak Jay?", tanya Jayden teringat hal yang dari dulu membuat dia penasaran dan ingin dia tanyakan.


"Kak Jay sudah tahu, dari dulu Lin sudah menyukai kakak, tapi sejak keluarga Lin bangkrut Lin sudah mengubur keinginan Lin mendapatkan cinta dari kak Jay, apalagi saat itu ada kak Maya.


Lin juga baru kehilangan ayah, Lin tidak ingin sakit hati lagi, jadi lebih baik menghindar, agar perasaan Lin menghilang dengan berjalannya waktu", ujar Aylin cepat-cepat menundukkan kepalanya, menyembunyikan air matanya yang tidak bisa diajak kompromi.

__ADS_1


Mendengar cerita Aylin, Jayden akhirnya menyesali semua tingkah lakunya yang suka seenaknya, tanpa memperdulikan perasaan orang lain.


Semua tindakan dia selalu dilakukan sesuai kata hatinya saja, tanpa mempertimbangkan perasaan orang lain.


"Kalau kamu tahu begitu, dan berpikir kemungkinan kakak hanya main-main denganmu dan suatu hari kak Jay akan membuang Lin, mengapa Lin masih menerima kak Jay. Bukankah akan lebih membuat sakit hati?", tanya Jayden yang semakin penasaran dan tidak mengerti jalan pikiran Aylin.


"Lin juga tidak tahu dengan perasaan sendiri, begitu kak Jay baik dan perhatian sama Lin, semua tekad Lin untuk menghindari kakak hilang dengan sendirinya. Bahkan Lin sudah tidak perduli lagi apa perasaan kakak ke kak Maya. Lin sudah menutup sebelah mata.


Lin di mata kak Jay hanya sebagai apa, Lin juga tidak perduli.


Yang penting buat Lin menikmati waktu bersama kak Jay dan Lin sudah berusaha menjaga hubungan ini", ujar Aylin sambil menghapus air matanya dengan pergelangan tangannya.


Akhirnya Jayden yang tidak tega melihat keadaan Aylin yang menangis, menarik Aylin dalam pelukannya dan menghapus air mata Aylin dengan jarinya.


Padahal masih ada pertanyaan yang ingin dia tanyakan.


"Dasar gadis bodoh! Kamu mengenal kak Jay sudah begitu lama, tapi kamu tidak tahu sifat kakak. Kakak tidak pernah main-main dengan hidup kakak, masak memilih istri, kak Jay main-main.


Kamu pernah mendengar kakak mau memperistri kak Maya tidak?


"bukan Lin saja yang tidak percaya, semuanya yang mendengarkan juga tidak percaya sama kakak!", sahut Aylin membela diri.


"Baiklah kak Jay akan memberitahumu rahasia kakak, agar kamu tidak salah paham lagi!" ujar Jayden.


Aylin langsung menengadah menatap ke Jayden.


"Sebenarnya kak Jay sudah menyukaimu sejak dulu, tapi kakak memungkiri perasaan itu karena kak Jay merasa sifat Lin dulu hampir sama seperti ibu kak Jay yang mau menang sendiri. ibu yang lebih banyak mengurus bisnis dan jarang mengurus urusan rumah tangga, malah ayah kak Jay yang di rumah.


Kak Jay waktu itu masih muda dan berpikiran sempit, kak Jay berpikir kakak tidak ingin hidup seperti ayah.


Kak Jay baru menyadarinya sesudah kamu menghilang.


Ternyata kak Jay juga sudah salah mengerti hubungan Ayah dan ibu kak Jay juga.


Itulah penyesalan terbesar kak Jay di hidup ini, sehingga tidak bisa mendampingi Lin, saat Lin dalam keadaan sulit. Itulah yang membuat kak Jay iri pada kak Denny.

__ADS_1


Untung saja kak Jay diberi kesempatan kedua untuk bertemu kembali denganmu.


Sehingga kak Jay bisa mendapatkan perhatian dan cintamu lagi", ujar Jayden mengakhiri ceritanya.


Aylin yang mendengar cerita Jayden tentu merasa bahagia, ternyata Jayden benar-benar mencintainya. Aylin langsung memeluk erat Jayden, dan meletakkan kepalanya di dada Jayden.


"Kak Jay maafkan Lin yang sudah salah mengerti kak Jay".


"Makanya kalau ada apapun jangan hanya disimpan dalam hati, langsung tanyakan langsung, seperti kak Jay. Akhirnya menjadi salah paham yang berlarut-larut", ujar Jayden menegur Aylin.


"Iya kak, Lin janji!"


"Jangan kira kamu sudah nurut gitu enggak kak Jay hukum", omel Jayden.


"hukum apa kak?"


"Kak jay lagi mikir, mau bikin berapa lagi tanda di lehermu!", ujar Jayden tersenyum nakal.


"Kak Jay nakal, awas ya kalau kakak bikin tanda lagi, Lin benar-benar marah!" ujar Aylin mencubit Jayden.


"Baiklah kali ini kak Jay menurut padamu!


Gak pa pa, sebentar lagi kita akan menikah, kak Jay bisa buat tandanya di mana saja, sesuka hati kak Jay, Lin tak bisa melarang lagi, kalau Lin sudah jadi milik kak Jay!", ujar Jayden menggoda Aylin.


"Huh dasar kak Jay omes!" , omel Aylin tersipu malu, setelah menyadari arti kata-kata Jayden.


"Siapa suruh kamu selalu membuat kak Jay gemas!", ujar Jayden yang langsung mengecup bibir Aylin sekilas dengan cepat, sehingga Aylin tidak sempat protes dan menghindar.


"Ayo, kita pulang sekarang. Ibu Lin sudah berpesan jangan malam-malam.


Lin bersiap-siap saja, dalam waktu dekat kak Jay akan melamar Lin. Nanti kak Jay juga akan memberitahu ibu Lin, biar ibu Lin tahu juga?", ujar Jayden sambil menarik tangan Aylin meninggalkan pantai itu.


"Lho kan ibu kak Jay belum merestui hubungan kita".


"Sudah! Kak Jay sudah diberi ijin untuk menikahi Lin!" ujar Jayden tersenyum senang.

__ADS_1


Bersambung........


__ADS_2