Loving You

Loving You
Mengenang masa lalu


__ADS_3

Aylin melepas pelukannya ke Cika, sambil berkata ,


"Dasar ngingatin kelemahan ku di masa lalu. Sekarang sudah tidak terlalu telmi koq, sudah ada kemajuan". Aylin tersenyum malu..


"Nanti kapan-kapan kubuktikan", ledek Cika.


"Dasar!" kata Aylin memukul lengan Cika pelan.


Lalu Aylin mengedarkan pandangannya pada orang di sekitarnya, Dia melihat ada Dimas pacarnya Cika yang tersenyum melihat tingkah mereka berdua, ada seorang wanita yang tidak dia kenal, lalu yang terakhir adalah Chandra yang sedang memandang kaget dan kagum pada Aylin yang cantik, karena dulu Chandra termasuk pengagum Aylin.


Lalu Aylin teringat pada Denny yang bersamanya tadi, dia menoleh ke arah Denny, Denny sedang tersenyum dan melangkah maju,


"Dimas, kamu pasti masih ingat padaku ya?", tanya Denny.


"Agak pangling, sudah tambah ganteng dan berotot, hehehe", ledek Dimas.


Denny tersenyum percaya diri,


"Jangan terlalu memuji nanti kepalaku jadi besar".


Setelah mereka saling menyapa, akhirnya mereka memutuskan mengalah pada Denny yang sedang ngidam makan soto, mereka memaklumi Denny yang baru pulang dari Jerman.


Aylin juga sudah dikenalkan pada perempuan di samping Chandra yang bernama Dina, yang merupakan kekasih Chandra, bisik Cika pada Aylin.


Setelah mengetahui tujuan mereka, Cika langsung menarik Aylin yang berada di samping Denny, sambil berkata pada Denny, "pinjam dulu ya".


Aylin langsung menyahut cepat sambil memukul lengan Cika lagi,


"Emang aku barang".


Cika tertawa, sambil menggandeng Aylin berjalan bersamanya.


Dimas pun minta maaf pada Denny atas sikap kekasihnya itu,


"Maaf ya Den, sifatnya dari dulu begitu, gak pernah berubah. Tidak seperti Aylin yang sekarang sudah bisa bersikap dewasa".

__ADS_1


Dimas memang merasakan perubahan sifat Aylin yang sudah tidak seperti dulu, jadi lebih diam dan dewasa, berbeda dengan kekasihnya Cika yang sifatnya tak banyak berubah.


"Gak pa pa, maklum saja baru bertemu teman akrab sesudah begitu lama, tentu kangen", jawab Denny kalem, padahal dalam hati dia menyesal tidak bisa berduaan saja dengan Aylin setelah begitu lama tak bertemu.


Sampai di food court lantai 3, mereka berenam duduk di meja yang lumayan besar dan cukup untuk 6 orang.


Chandra tidak begitu banyak berbicara, kadang hanya menjawab seadanya. Dia masih kaget bertemu dengan first love nya.


Lagipula dia sedang bersama pacarnya, yang bukan ex satu sekolah, jadi tidak terlalu nyambung kalau mereka sedang menceritakan masa-masa sekolah dulu.


Denny dan Dimas lebih sering mengobrol berdua, karena mereka pernah sekelas walaupun tidak terlalu akrab.Lagipula Denny dan Dimas intinya adalah orang yang mudah bergaul. Jadi mengobrol dengan siapapun nyambung.


Sedangkan Cika sudah jelas pasti mengobrol seru dengan Aylin.


Pertama Aylin disuruh cerita mengapa dia mendadak menghilang tanpa kabar. Aylin pun menceritakan kejatuhan keluarganya, usaha ayahnya yang bangkrut, ayahnya yang malu usahanya bangkrut, memilih pindah diam-diam, tak ingin orang tahu keadaan mereka, ibunya dan Aylin yang hanya bisa mengikuti keinginan ayahnya, sampai akhirnya ayahnya tertekan dan sakit komplikasi, kemudian meninggal tidak lama sesudah kejadian itu.


Sampai ceritanya di situ, Cika langsung memotong pembicaraan temannya, dia tidak tega melihat mata Aylin yang berkaca-kaca menceritakan kejadian itu.


"Maaf ya Lin, gue tadi marah padamu karena gak tahu kejadiannya Sudah gak usah lanjutin lagi deh, cerita yang lain saja. Yang penting sekarang kamu sudah baik-baik saja".


Walaupun Aylin dan Cika bercerita berdua saja, dengan suara tidak terlalu besar, Denny yang duduk di samping Aylin bisa mendengar.


Sepertinya wajah Aylin mempunyai magnet yang membuat orang yang melihat dia saat sedih bersimpati.


Dina yang duduk di samping Cika sebenarnya bisa mendengar pembicaraan Aylin dan Cika, tapi dia tidak terlalu memperhatikan. Dimas yang duduk di samping Denny sudah tidak bisa mendengar karena posisinya agak jauh, apalagi Chandra. Padahal Chandra ingin sekali mencuri dengar pembicaraan mereka.


Akhirnya gantian Cika yang bercerita tentang dirinya, dia ingin mengalihkan kesedihan temannya itu. Cika bercerita bahwa dia teman satu kuliah dengan Dina, dari dialah Chandra mengenal Dina, jadi karena itu kadang mereka pergi berempat.


Dan ternyata Cika dalam waktu dekat ini sudah mau menikah dengan kak Dimas. Makanya dia bersyukur bisa bertemu Aylin, dia ingin Aylin datang ke pernikahannya.


"Ah akhirnya...Selamat ya Cika", kata Aylin sambil menggenggam kedua tangan temannya itu. Dia benar benar turut berbahagia.


"Kamu sudah bertemu pasangan yang baik dan tepat. Kak Dimas penyayang dan sabar, kamu jangan mau menang sendiri terus", kata Aylin menasehati Cika.


"Lu sekarang sudah berbeda Lin, lu udah mirip nenek gue, hahaha", kata Cika tertawa terbahak-bahak.

__ADS_1


Karena tawanya lumayan kencang, semuanya melihat ke Cika. Denny yang mendengar dari tadi hanya tersenyum, Dimas geleng-geleng kepala melihat tingkah pacarnya, tinggal Chandra dan Dina menatap Cika bingung.


Aylin hanya menunduk malu dikatain mirip nenek Cika.


Dan Cika sungguh merasa bahwa best friendnya sifatnya sudah berubah 180 derajat.


Cika melirik ke arah Denny, lalu mengedipkan matanya ke Aylin sambil berbisik ,


"Lu kapan sama kak Denny?"


Aylin tersipu malu langsung menjawab, "Sembarangan kamu, aku sama Kak Denny cuman teman saja". sambil menyenggol tangan Cika.


Denny tentu mendengar pembicaraan itu, karena dia dari tadi menajamkan pendengarannya.


Tangannya mengepal dan berkata dalam hati, "kamu pasti jadi milikku!".


Akhirnya makanan pesanan mereka datang, 3D (Denny, Dimas , Dina) dan Chandra memesan nasi soto, sedangkan Cika dan Aylin hanya memesan kue puding saja. Mereka kelihatannya lebih suka ngobrol daripada makan.


Denny tadi sempat memaksa Aylin memesan nasi soto, karena dia yakin Aylin belum makan siang, tapi Aylin menolak dan tetap pada pendiriannya, karena dia lebih suka ngobrol dengan Cika, padahal biasanya Aylin selalu menurut pada Denny.


Cika kemudian berbisik lagi pada Aylin, "Kak Denny sepertinya baik banget padamu, kapan-kapan lu cerita ya, bagaimana lu bisa ketemu kak Denny? Sepertinya dia suka banget padamu, yang penting lu hati-hati ya, kalau gak salah dulu playboy lho.Tapi manusia bisa berubah, kulihat dia perhatian banget padamu".


Kali ini Denny tidak bisa mendengar apa-apa, karena suaranya kecil.


Denny sebenarnya agak penasaran.


Memang Cika super hati-hati karena dia menyebutkan kejelekan Denny, dia takut terdengar oleh Denny, bisa-bisa dia diomelin kak Dimas nya.


"Sok tahu kamu!", jawab Aylin, sambil mencubit paha Cika. Dia kesal dari tadi digoda oleh Cika terus.


"Aduh sakit, jangan galak-galak Lin!", sahut Cika.


"Makanya jangan ngomong yang enggak-enggak", jawab Aylin membela diri.


Cika penasaran kenapa Aylin tidak jatuh cinta pada Denny yang ganteng, perhatian dan sudah mapan. Dia tiba-tiba langsung teringat waktu dulu temannya ini tergila-gila dengan Jayden, tiada sehari pun tidak pernah menyebut nama Jayden dan bercerita tentang Jayden di depannya.

__ADS_1


Cika yang terpikir sampai sana, tanpa sadar bertanya dan kali ini dia lupa berbisik, "Apa jangan-jangan lu masih belum bisa melupakan manusia kutub itu?"


Bersambung........


__ADS_2