Loving You

Loving You
Jayden yang iseng


__ADS_3

Lagipula sewaktu Aylin diajak bicara oleh ayahnya Jayden pikirannya agak bercabang, jadi Aylin tidak terlalu konsentrasi dengan perkataan ayah Jayden.


Hanya sebagian besar perkataan ayah Jayden yang diterima Aylin.


Jadi dia asal mengangguk saja, saat ayah Jayden berbicara padanya


Karena dari tadi dia mendengar pembicaraan antara ibunya dan ibu Jayden. Ibu Jayden bercerita pada ibunya, bahwa dia sudah tidak sabar lagi menginginkan Jayden untuk segera berkeluarga, dan menurut ibu Jayden padahal sudah ada gadis yang cocok, tapi Jayden masih nyantai dan sepertinya tidak tertarik untuk berkeluarga.


Karena ibu Jayden sedang kesal dengan anaknya yang keras kepala itu, akhirnya dia mengeluarkan unek-unek nya pada ibu Aylin. Ibu Aylin hanya mendengarkan dengan sabar dan tidak banyak berkomentar.


Aylin tahu pasti gadis yang dimaksud ibu Jayden adalah Maya, entah mengapa Aylin menjadi sakit hatinya mendengar itu.


Padahal dulu dia pernah berpikir, kalau sampai Jayden jadian dengan Maya , dia tetap tidak perduli, dia tetap akan berusaha merebut Jayden.


Karena dulu menurut Aylin, Jayden adalah miliknya, dan dia yang mengenal Jayden lebih dulu dari pada Maya, jadi dia lebih berhak atas Jayden. Tapi sekarang dia sadar ternyata siapa yang mengenal lebih dulu juga bukanlah jaminan.


Akhirnya setelah dewasa, pikirannya pun berubah, bahkan dia menganggap pikirannya yang dulu itu sungguh kekanak-kanakan.


"Lho koq bengong? katanya mau melihat kak Jay?Ayo sama-sama ke atas!", ucap ayah Jayden menepuk pundak Aylin, karena ayah Jayden tadi melihat Aylin mengangguk.


Aylin akhirnya tersadar dari lamunannya .


"Oo gak usah om, nanti mengganggu kak Jay, takutnya lagi istirahat", jawab Aylin memberikan alasan. "Huh ini akibatnya melamun dan suka menguping pembicaraan orang!", gerutu Aylin pada dirinya sendiri.


"Gak pa pa Lin, paling juga sudah bangun, bentar lagi kan waktunya makan siang, ayo!", ajak ayah Jayden.


"Iya Lin cobalah tengok kak Jay yang lagi sakit", ujar ibunya juga.


Akhirnya Aylin hanya bisa pasrah mengekor di belakang ayah Jayden yang naik ke atas menuju kamar.


Sampai di atas, Ayah Jayden berkata sambil tersenyum, "kamu pasti belum lupa kamarnya kak Jay kan?"


Aylin hanya mengangguk pasrah.


"Om ke kamar om dulu, mau cari oleh-oleh yang om beli untuk kamu, kamu langsung saja ke kamar kak Jay ya. Sekalian beritahu kak Jay sebentar lagi turun buat makan, kamu dan ibumu juga sekalian makan di sini ya", sambung ayah Jayden lagi.


Aylin pun hanya bisa mengangguk dan tidak bisa menolak ayah Jayden.

__ADS_1


Kemudian ayah Jayden berbelok ke kanan, ke kamarnya. Sedangkan kamar Jayden berada di sebelah kiri.


Aylin masih ingat, walaupun Dia sudah begitu lama tidak datang.


Dulu waktu kecil mereka sering bermain bersama, kadang di rumah Jayden, terkadang di rumahnya. Jadi Aylin sudah terbiasa ke kamar Jayden saat itu.


Aylin hanya bisa menghela nafas, teringat kenangan masa kecilnya bersama Jayden.


Jayden sedang duduk di kursi santainya, sambil membaca buku. Jayden tadi diajak keluar oleh ibunya, kata ibunya biar bisa refreshing.


Jayden sudah tahu ibunya mau berbelanja ke Mall, dan paling juga untuk dinasehati di dalam mobil. Lagipula Jayden paling tidak suka dengan kegiatan satu ini, berbelanja,dan muter-muter di Mall.


Menurut Jayden itu kegiatan yang membosankan.


Tapi dia juga sangat tahu kalau keinginan ibunya ini susah ditolak, akhirnya dia berbohong masih sakit kepala, bahkan sampai sarapannya tadi pagi, dia juga menyuruh bi Ina yang mengantarkan ke atas, agar meyakinkan ibunya.


Beruntung ibunya percaya dan tidak memaksa Jayden lagi.


Sedang dia melihat buku mesin yang baru dia beli belum lama ini, tiba-tiba ada yang mengetuk kamarnya.


Karena kesal akhirnya Jayden membuka pintu kamarnya lebar-lebar.


Betapa kagetnya Jayden begitu melihat Aylin yang berdiri di depan pintu, bukan ibunya.


Aylin tertegun dan agak kaget karena Jayden membuka pintu dengan kencang, sampai tak bisa berkata apa-apa.


"Koq kamu bisa di sini?", tanya Jayden yang lebih cepat menguasai keadaan.


"Aku..", Aylin malah jadi bingung jawabnya.


"Ayo jangan di depan, masuk!", ucap Jayden sambil menarik Aylin ke kamarnya, dan menekan bahu Aylin agar duduk di kursi. Kemudian Jayden juga duduk di kursi sebelahnya.


"Koq kamu bisa kesini, kangen sama kak Jay ya?", tanya Jayden tanpa rasa malu.


"Dih, kak Jay kepedean. Lin tadi ke Mall sama ibu, gak sengaja ketemu om dan Tante. Diajak kesini kata om mau ngasih Lin oleh-oleh", akhirnya Aylin bisa menjawab Jayden sesudah rasa kagetnya hilang.


"Terus kenapa bisa ke kamarku?", tanya Jayden masih penasaran.

__ADS_1


"Kata om, kak Jay sedang sakit kepala, Lin disuruh tengokin kak Jay, sekalian kasih tahu kak Jay sudah mau makan siang, tapi Lin lihat sepertinya kak Jay baik-baik saja", sahut Aylin.


Tiba-tiba rasa iseng Jayden muncul, karena dari kemaren malam sampai hari ini dia sudah bosan di kamar terus. Apalagi tadi harus berlagak sakit.


"Kata siapa kak Jay baik-baik saja, kak Jay masih sakit kepala", ucap Jayden menjawab Aylin sambil mengerutkan dahinya.


"Lin tolong pijatin kepala kak Jay seperti dulu", sambung Jayden lagi.


Aylin langsung tertegun mendengar permintaan Jayden, dia teringat dulu kalau dia meminta hal-hal yang aneh pada Jayden, Jayden pasti akan beralasan sakit kepala.


Lalu Aylin yang mau selalu dipenuhi kemauannya itu, akan memijat kepala Jayden dan berkata, "Kak Jay ayo cepat sembuh!", dengan tujuan agar Jayden segera memenuhi permintaannya.


"Ayo, biar kak Jay bisa berkurang rasa sakit kepalanya dan ikut turun makan siang bersama di bawah", desak Jayden lagi.


Akhirnya Aylin terpengaruh dengan permintaan Jayden, tanpa sadar dia kemudian berdiri dibelakang Jayden yang sedang duduk, dan mulai memijat kepala Jayden.


Jayden tentu senang akhirnya permintaannya dipenuhi, bahkan dia memejamkan mata menikmati pijatan Aylin.


Sesudah hampir 5 menit, Aylin tiba-tiba sadar dan merasa kalau Jayden sudah membohonginya,


"Kak Jay bohong ya?" tanya Aylin.


Jayden membuka matanya dan menatap Aylin yang sudah berdiri di depannya dengan muka cemberut dan berkacak pinggang.


Jayden malah bertambah gemas melihat Aylin yang sedang cemberut marah, akhirnya menarik pergelangan tangan Aylin dan Aylin yang tidak menyangka ditarik Jayden tiba-tiba , malah jatuh terduduk di pangkuan Jayden.


Jayden tidak menyia-nyiakan kesempatan itu, dia segera memeluk Aylin dengan kedua tangannya.


"Kamu benar-benar sudah membuatku gila", bisik Jayden di kuping Aylin. Dan sekilas mengecup leher Aylin.


Aylin yang kaget dengan perbuatan Jayden segera berusaha melepaskan pelukan Jayden dan bangun dari pangkuan Jayden.


"Kak Jay lepasin Lin!", ujar Aylin, menyadarkan Jayden. Akhirnya Jayden melepaskan pelukannya, Jayden juga takut dia semakin kehilangan kontrol diri, dan Aylin segera bangun dari pangkuan Jayden, dengan kedua pipinya yang memerah.


Sebenarnya Jayden tadi cuman ingin menggoda Aylin, tapi dia tidak menyangka setiap bertemu dengan Aylin membuatnya gemas dan mudah sekali menjadi lupa diri.


Untung sesudah itu Ayah Jayden memanggil keduanya untuk turun makan siang bersama.

__ADS_1


__ADS_2