Loving You

Loving You
Denny menyatakan cinta


__ADS_3

Sepanjang perjalanan pulang Denny lebih banyak diam, tidak seperti biasanya yang selalu tidak kehabisan bahan pembicaraan. Bahkan wajahnya sama sekali tidak kelihatan senyumnya lagi, setelah terakhir kali dia melemparkan senyumnya untuk om Sunjaya.


Kalau ibu Aylin sudah memejamkan matanya di kursi belakang, mungkin kecapaian, karena sudah lama dia jarang jalan-jalan berkeliling.


Aylin pun menjadi serba salah, sebenarnya dia berpergian hari ini dengan tujuan membawa ibunya jalan-jalan dan memberikan hadiah pada ibunya, juga sekalian menghindari Denny, sesudah kejadian malam itu dipeluk oleh Denny dan Denny terang-terangan menyatakan cemburu pada Jayden.


Tapi ternyata karena pertikaian antar Jayden dengan ibunya, dan namanya juga ikut terseret, malah akhirnya Aylin minta dijemput Denny.


Aylin menyalahkan otaknya sendiri yang bebal, kenapa tadi dia bisa ketakutan sendiri, padahal kan bukan dia yang salah, yang salah adalah Jayden sendiri dengan pemintaannya yang aneh itu.


Bisa jadi Jayden memakai namanya hanya agar ibunya tidak memaksanya terus untuk berkeluarga, pikir Aylin.


Kenapa tadi dia harus ketakutan sendiri, sampai-sampai meminta dijemput Denny.


Lagipula dia takut merepotkan keluarga Sunjaya, karena Aylin yakin kalau tadi dia tidak dijemput Denny, pasti pak Sunjaya akan mengantarnya pulang, dia tahu sifat ayah Jayden yang baik.


Malah jangan-jangan Jayden yang disuruh antar.


"Ah, untung juga Kak Denny telpon aku", pikir Aylin bersyukur dalam hati.


Aylin kembali melirik ke Denny, dia menghela nafas pelan, dia yakin Denny marah padanya karena dia berada di rumah Jayden, sedangkan dia sudah berjanji akan menjauhi Jayden.


Tapi kalau dipikir lagi Aylin kembali menyalahkan otaknya sendiri, kenapa waktu itu dia harus berjanji pada Denny, dengan berjanji pada Denny bukankah itu seperti mengakui kalau dia ada hubungan tertentu dengan Denny.


"Ah.. benar-benar serba salah!" , pikir Aylin dalam hati semakin merasa canggung dengan keadaannya sekarang.


"Bagaimana tanggapan kak Denny ya, kalau sampai dia tahu Jayden menyuruh ibunya untuk melamar aku? Semoga saja ibu tidak bercerita tentang masalah ini ke kak Denny. Huh kak Jay memang suka menyusahkan orang, entah kenapa sifatnya sungguh aneh sekarang, bisa-bisanya menyuruh ibunya melamar aku. Dan kak Jay sekarang sifatnya juga nakal ", pikir Aylin dalam hati dan pipinya merona merah seketika, teringat kejadian di kamar Jayden tadi.

__ADS_1


Akhirnya mereka sampai juga di depan rumah Aylin. Aylin menarik nafas lega, karena tadi dia sungguh merasa lama sekali perjalanan mereka untuk sampai ke rumah.


"Bu, kita sudah sampai rumah bu", panggil Aylin pada ibunya yang benar-benar ketiduran di dalam mobil Denny.


Ibu Aylin terbangun setelah mendengar panggilan Aylin, dan segera berkata sambil tertawa, "Maaf ya ibu ketiduran, mungkin capek, maklum sudah tua nak Deny."


"Tua atau muda semuanya sama-sama bisa capek juga tante", sahut Denny yang akhirnya tersenyum juga.


"Ayo mampir dulu nak Denny", ajak ibu Aylin bersiap keluar dari pintu mobil.


"Bolehkah saya mengajak Aylin keluar sebentar Tante?", malah Denny yang bertanya balik pada Ibu Aylin.


Aylin belum sempat keluar mobil tersentak kaget dan pasrah, dia yakin ibunya pasti memberi ijin pada Denny untuk membawanya pergi. Apalagi sekarang baru jam 14.00 an.


"Gak pa pa, asal Aylin mau. Jangan pulang malam-malam ya", jawab ibu Aylin mengijinkan.


"Terimakasih Tante", sesudah itu Denny menatap pada Aylin dan bertanya, "Lin gak keberatan pergi dengan kak Denny kan?


Setelah keduanya berpamitan pada ibu Aylin, Denny langsung menjalankan mobilnya.


Ternyata Denny membawa Aylin ke sebuah taman yang begitu indah menurut Aylin, bisa jadi juga karena Aylin sudah begitu lama tidak pernah jalan-jalan di alam terbuka. Begitu sampai, Aylin kagum dengan keindahan taman tersebut yang dipenuhi dengan macam-macam bunga yang cantik.


Aylin sampai lupa permasalahannya, dan tersenyum riang apalagi melihat begitu banyak kupu-kupu yang berterbangan.


Aylin dan Denny berjalan di jalan setapak yang mana kanan kirinya ditumbuhi bermacam-macam bunga.


"Kak Denny, tempatnya indah sekali. Sudah lama sekali Lin tidak jalan-jalan ke taman seperti ini", ucap Aylin yang sudah lupa dengan kekhawatirannya tadi.

__ADS_1


"Kak Denny senang kalau kamu suka, kakak akan sering membawamu ke sini kalau kamu mau", ujar Denny sambil menatap lekat wajah Aylin.


Mendapat tatapan seperti itu akhirnya Aylin sadar dan berkata,


"Kak Denny gak usah repot-repot, kak Denny kan sekarang sering sibuk, Lin hanya mengagumi tempatnya yang indah ini saja kak", sahut Aylin.


Tiba-tiba Denny menangkap kedua pergelangan tangan Aylin, dan menarik Aylin mendekat padanya.


"Lin, kak Denny sudah tidak bisa menahan perasaan kakak selama ini di dalam hati terus. Kakak sudah lama mencintaimu, apakah kamu bisa menerima kak Denny menjadi kekasihmu? Kalau kakak tidak menyatakan sekarang, kak Denny takut kamu diambil Jayden", ucap Denny yang menatap Aylin dengan lekat.


Inilah kejadian yang paling ditakutkan Aylin, dia benar-benar bingung menjawab Denny. Dia sungguh tidak tega menyakiti perasaan Denny, tapi dia juga tidak bisa memberikan cintanya untuk Denny.


"Kak..Denny...aku..aku" , Aylin hanya bisa menjawab dengan tergagap dan tak tahu harus menjawab apa. Otaknya benar-benar tidak bisa dipakai untuk berpikir saat ini.


Denny melepaskan kedua pergelangan tangan Aylin akhirnya, tapi dengan kedua tangannya dia tiba-tiba menangkap wajah Aylin dengan kedua tangannya dan hendak mencium Aylin, Aylin benar-benar kaget dan berusaha menghindar.


Tapi kali ini sepertinya Denny sudah lupa diri, akhirnya dengan kedua tangannya yang bebas Aylin mendorong keras dada Denny, tapi karena perbuatannya sendiri ini malah membuat Aylin terjerembab jatuh terduduk di tanah.


"Kak Denny, aku tak bisa,..tak bisa...maafkan aku kak", ujar Aylin dengan suara bergetar dan menangis terisak-isak.


Denny tiba-tiba tersadar begitu melihat keadaan Aylin , segera Denny mendekati Aylin untuk memapahnya berdiri.


Denny sungguh menyesali tindakannya tadi, Aylin menjadi terlihat agak takut padanya sekarang.


"Maafkan kak Denny Lin", ucap Denny.


"Ayo kita pulang sekarang, agar Lin bisa cepat istirahat", sambung Denny lagi

__ADS_1


Akhirnya Aylin mengangguk pasrah, dipapah oleh Denny karena kakinya terkilir.


Kali ini selama perjalanan pulang, suasana benar-benar sepi di dalam mobil, Denny seperti orang yang banyak pikiran dan tidak ada senyumnya sama sekali, bahkan sampai akhirnya sesudah mengantar Aylin sampai rumah, tidak berkata apapun, hanya berpamitan pada ibu Aylin saja.


__ADS_2