Loving You

Loving You
Bertemu best friend


__ADS_3

Sampai di rumah, Denny bercerita dan mengobrol sebentar dengan mamanya. Dan memberikan hadiah yang sudah disiapkannya untuk anggota keluarganya. Mama Denny masih lumayan aktif di produksi, tapi untuk urusan lainnya sudah dipegang kakaknya Vivin, jadi sudah lebih santai.


Akhirnya Denny permisi untuk mandi, sebenarnya kalau mengikuti kata hatinya Denny sejak tadi sudah ingin cepat-cepat mandi dan mengunjungi Aylin. Tapi setidaknya dia harus berbincang-bincang dengan ibunya dulu, ibunya juga sudah pasti kangen padanya. Apalagi Kakak iparnya, suami kak Vin juga sedang di rumah. Dan hubungan Denny dengan Arman, kakak iparnya cukup baik, Denny setidaknya harus menghormati mereka.


Kak Vin mengedipkan mata pada ibunya, mengejek Denny yang sudah tidak sabar bertemu pujaannya.


Semuanya tersenyum, tapi Denny tidak perduli walaupun semua orang tahu isi hatinya.


Selesai mandi Denny menyisir rambutnya yang sudah agak dicepak, mengikuti trend di Jerman.


Sesudah itu dia memakai baju santai karena dia berniat mengajak Aylin ke Mall untuk makan, dia kangen masakan Indonesia.


Tidak lupa Denny menyiapkan hadiah untuk Aylin dan ibunya yang sudah dipersiapkan 2 Minggu sebelum dia pulang. Dia membeli sebuah gaun putih yang indah untuk Aylin, dia ingin sekali melihat Aylin memakai gaun ini di suatu kesempatan, dia yakin Aylin akan cantik seperti putri-putri di dongeng. Sedangkan untuk ibu Aylin dia membelikan scarf sutra, karena dia rasanya sering melihat ibu Aylin keluar memakai scarf.


Sesudah pamitan dengan mama dan kakaknya, Denny segera berangkat dengan membawa mobil.


Biasanya ke rumah Aylin dia berjalan kaki, tapi karena dia berencana mengajak Aylin pergi maka Denny membawa mobil langsung.


Ibu Aylin kaget dan baru teringat saat Denny mengetuk pintu pagar. Ibu Aylin segera membuka pintu pagar untuk menyambut kedatangan Denny, memang Bu Hutomo lumayan akrab dengan Denny yang pintar mengambil hati orang kalau bicara.


Sampai ibu Aylin berkata kalau Denny lebih cocok jadi sales daripada programmer.


"Wah nak Denny berubah banyak, tambah ganteng saja sesudah rambutnya dipendekin ", kata Bu Hutomo menyanjung Denny.


"Tante bisa saja, justru Tante yang gak berubah, tetap awet muda", jawab Denny yang bermulut manis.


"Ah nak Denny bisa saja", sahut ibu Aylin agak malu.


"Tante ini saya bawakan hadiah buat Tante, semoga Tante suka", kata Denny sambil menyerahkan kotak yang berisi scarf itu.


"Aduh gak usah sungkan nak Denny, gak usah beliin oleh-oleh", jawab Bu Aylin, karena dia merasa agak sungkan dengan kebaikan Denny.


"Cuman seadanya Tante. Aylin ada Tante? saya mau memberikan hadiah untuk dia. Sekalian mau mengajak Aylin untuk pergi makan keluar, kalau Tante tidak keberatan ayo berangkat bersama juga. Saya kangen masakan Indonesia", jawab Denny dengan sopan, dan sekalian meminta ijin mengajak Aylin keluar.


Tentu saja ibu Aylin tidak bisa menolak permintaan Denny yang begitu sopan. "Sebentar Ibu panggilkan Aylin, sepertinya lagi belajar di kamar", Ibu tidak tahu kalau saat itu Aylin ketiduran dimeja belajar.


Ternyata setelah Aylin bertemu Jayden, Aylin sering sulit tidur, sehingga masih pagi saja dia sudah ngantuk hingga ketiduran.


"Aylin..Aylin!" panggil ibunya sambil mengetuk pintu kamar.


Aylin yang kaget segera membuka pintu sambil mengerjap-ngerjapkan matanya karena baru bangun dan berkata ," Ada apa Bu, maaf Aylin ketiduran".

__ADS_1


Denny yang sudah kangen dari tadi, melihat Aylin sambil tersenyum.


"Lihat siapa yang datang?", sahut ibunya tersenyum.


Aylin yang baru sadar ada orang datang, kaget dan melihat ke arah Denny.


"Oh kak Denny sudah sampai", sahut Aylin benar-benar malu, sampai pipinya bersemu merah semua karena ketahuan pagi-pagi ketiduran lagi.


Dia juga baru sadar dia tadi lupa kalau Denny hari ini sudah kembali.


Akhirnya Aylin jadi bingung malah mematung di depan pintu kamar.


Denny segera melangkah mendekati Aylin, lalu tangannya memegang dahi Aylin sambil berkata,


"Apakah kamu sakit Lin? tumben jam segitu kok bobok?"


"Ah tidak kak Denny, kemaren tidur kemalaman gara-gara nonton drama kesukaanku", jawab Aylin terpaksa berbohong.


Ibu hanya tersenyum melihat Aylin yang sering salah tingkah, baik di depan Jayden maupun Denny.


Semoga nanti dia sudah bekerja tidak pemalu lagi, pikir ibunya Aylin.


ajak Denny membuat yang diajak susah untuk menolak lagi.p


"Baik kak, Lin salin dulu ya", sahut Aylin, rasanya tidak pada tempatnya kalau menolak ajakan Denny, padahal dia sebenarnya sedang malas karena kepalanya agak pusing.


Sambil menunggu Aylin ganti baju, Jayden pun mengajak Bu Hutomo, Denny memang pintar mengambil hati orang tua.


Tapi kali ini Bu Hutomo menolak, dengan alasan sedang ingin beristirahat, padahal dia ingin memberikan waktu untuk Aylin dan Denny berbincang-bincang berdua agar lebih bebas.


Selesai berganti baju berpergian dan berdandan sedikit, Aylin segera keluar, dia tidak suka kalau orang harus menunggunya terlalu lama.


Denny begitu terpana dengan kecantikan Aylin yang saat itu memakai baju baby doll biru kotak-kotak.


Denny lalu teringat hadiah yang ingin dia berikan ke Aylin.


"Ini hadiah dari kak Denny, nanti kalau udah pulang dibuka ya", kata Denny sambil menyerahkan kantong ke Aylin. Aylin pun dengan enggan menerima dan mengucapkan terimakasih.


Memang Aylin lebih menurut pada Denny, karena dia selalu merasa berhutang budi pada Denny.


Sesudah berpamitan keduanya berjalan keluar untuk berangkat. Tadi Aylin masih berusaha mengajak ibunya pergi, karena dia kadang bingung bagaimana dia harus menghadapi sifat Denny yang terlalu akrab.

__ADS_1


Tapi ibunya tetap menolak dengan alasan ingin istirahat lebih banyak setelah operasi, Aylin pun tidak bisa memaksa lagi.


Seperti saat dia naik mobil, kak Denny selalu dengan cepat memakaikan safety belt padanya. Aylin sungguh merasa sungkan.


Dalam mobil pun Kak Denny sering mencuri pandang padanya, sungguh membuat Aylin menjadi risih, karena dia jadi ingat kejadian kak Denny mengecup dahinya sebelum berangkat.


Aylin menarik nafas lega saat mobil sampai Mall, untung perjalanan tidak lama, pikirnya dalam hati.


Ternyata Denny ingin makan soto ayam, dan menurut Denny di lantai 3 ada soto yang enak.


Aylin mentertawakan Denny," hahaha kak Denny seperti ibu- ibu yang ngidam".


"Coba saja kamu ke luar negri bertahun-tahun Lin, nanti kamu juga bisa rasakan bagaimana rasanya ngidam hehe" sahut Denny tertawa juga.


Sambil berjalan mereka mengobrol santai. Kalau di tempat keramaian, Aylin tidak merasa risih, jadi dia lebih bisa. diajak ngobrol.


Mereka tidak sadar kalau mereka diperhatikan oleh 2 pasang laki-laki dan perempuan. Ketika jarak mereka sudah dekat, tiba-tiba ada yang memanggil nama Aylin. Secara refleks Aylin dan Denny mencari arah asal suara itu.


Aylin kaget melihat orang yang memanggilnya.


Aylin lansung berlari ke arah orang tersebut.


"Cika! Aku kangen padamu," kata Aylin sambil memeluk best friendnya.


Ternyata Cika masih marah pada Aylin dan berkata,


" Huh kamu jahat, pergi tanpa omong-omong".


"Aku tidak bisa, kejadiannya mendadak" jawab Aylin dengan mata berkaca-kaca.


"Untung kamu cantik jadi dari jauh aku masih mengenalimu", kata Cika tanpa basi-basi, ternyata kemarahannya sudah mulai hilang. Dia selalu tidak tega kalau Aylin matanya berkaca-kaca.


"Maafin aku Cika, nanti aku akan ceritakan padamu, kamu jangan marah lagi ya, nanti jadi jelek", kata Aylin lagi.


"Lu pikir gue masih kecil, bisa dibohongin kamu si telmi hahaha", Cika tertawa puas sesudah ngatain temannya telmi. Kali ini marahnya benar-benar sudah hilang.


Dia ingat dulu Aylin selalu bersungut-sungut padanya kalau Jayden suka ngatain dia telmi.


Tiba-tiba Aylin baru sadar bahwa di sini bukan hanya ada mereka berdua, tapi masih ada yang lain.


Bersambung........

__ADS_1


__ADS_2