
Jayden akhirnya berusaha menahan rasa rindunya pada Aylin selama seminggu, tidak datang menemui Aylin, menunggu sampai Aylin libur.
Tapi Jayden tidak pernah absen video call dengan Aylin tentunya, untuk mengobati rasa rindunya itu.
Untung saja Aylin selalu menanggapi video callnya dengan baik, dan selalu bercerita tentang kegiatannya semua, juga selalu bertanya penuh perhatian pada Jayden.
"Makan apa hari ini kak Jay?"
"Jangan bobok malam-malam ya kak Jay, nanti kecapaian!"
"Besok-besok kalau ada waktu Lin masakin yang enak buat kak Jay, Lin sekarang sudah pintar masak lho"
"Lin juga kangen koq sama kak Jay",
dan biasanya setelah itu memberikan kiss bye nya sebelum mematikan handphone.
Ternyata dengan pertanyaan-pertanyaan begitu saja, sudah membuat Jayden terhibur juga, dan semakin sayang pada Aylin.
Hal tersebut juga membuat Jayden tambah menyesal mengapa baru sekarang dia menjalin kasih dengan Aylin.
Jayden merasa dia telah membuang banyak waktu, dan menyia-nyiakan kesempatannya dulu.
Ternyata ada seorang kekasih yang memperhatikannya membuat hidupnya sudah tidak monoton dan membosankan seperti dulu, kalau sedang tidak sibuk bekerja.
Juga ada teman bercerita, selain ayah dan ibunya.
"Biar kuberi dia kebebasan sebulan dulu, pokoknya aku harus mendapatkan ijin dari ibuku untuk melamar Aylin secepat mungkin", pikir Jayden berencana.
Lagipula Jayden yang posesif memilih lebih baik tidak usah melihat Aylin dengan pakaian seragamnya itu daripada dia kesal dan emosi, dan membuat dia kepikiran terus.
Aylin juga sepertinya tidak setuju dia datang, dengan alasan takut Jayden kecapaian dan takut Jayden menabrak tiang lagi seperti dulu kalau pulang malam-malam.
Dan menurut Aylin dia pulang kerja juga sudah malam, kalau Jayden datang lagi nanti waktu istirahat Jayden berkurang.
Akhirnya keduanya sepakat untuk bertemu saat Aylin libur saja.
********
Ternyata Aylin selalu merayu Jayden untuk bertemu saat liburan saja itu memang disengaja, karena itu cuman taktiknya saja.
__ADS_1
Entah membaca dari mana dan menurut pendapatnya yang unik, akhirnya dia memutuskan agar tidak terlalu sering bertemu Jayden.
Aylin mempunyai pikiran kalau Jayden terlalu sering bertemu dengannya, suatu hari bisa membuat Jayden bosan seperti perasaan Jayden terhadap Maya.
Belum lagi dia teringat saat dia kecil, Jayden menyayangi dia, tapi saat remaja ketika ia menyukai dan mengidolakan Jayden, dan sering membuntuti Jayden, Jayden malah sepertinya tidak suka padanya dan menjauhinya.
Baru setelah mereka tidak bertemu bertahun-tahun, saat mereka bertemu kembali Jayden baru menyukai dia.
Akhirnya Aylin mengambil kesimpulan kalau dia mau hubungannya langgeng dengan Jayden, dia tidak boleh terlalu sering bertemu Jayden, karena dia khawatir akan membuat Jayden bosan.
Akhirnya dia sendiri juga harus menahan rasa rindunya pada Jayden juga, padahal Jayden tiap hari menghubungi dia lewat video call.
"Ah yang penting aku harus menjaga hubunganku dengan kak Jay, sesudah melewati jalan yang panjang aku baru bisa membuat kak Jay mencintaiku, jadi aku harus pintar menjaga hubungan ini", pikir Aylin yang merasa apa yang dilakukannya sudah benar.
********
"Lho Ayah dan ibu koq mendadak ke Singapura besok?", tanya Jayden ketika ayah ke kamarnya dan memberitahu padanya kalau besok mereka mau ke Singapura lagi untuk mengunjungi kakak Jayden.
"Biasa, ibumu sudah kangen sama cucunya", sahut ayahnya .
"Kamu belum tahu sih lucunya Kayla, ayah saja kangen padanya. Kalau kamu lihat Kayla, kamu pasti ingin cepat punya anak", canda ayahnya yang bangga pada cucu perempuannya itu sambil tertawa.
Jayden yang bermuka tembok malah menyahut seenaknya,
Jayden mengatakan hal itu untuk mengingatkan ayahnya yang pernah berjanji akan membicarakan masalah keinginannya untuk menikahi Aylin ke ibunya.
Karena Jayden merasa ibunya masih marah padanya, dan berusaha menghindari berbicara dengannya setelah kejadian terakhir di kantor.
"Dasar ngawur kamu, lagian Lin belum tentu mau, seenaknya saja kamu!", omel ayahnya.
"Justru ayah mau menggunakan kesempatan ini untuk berbicara dengan ibumu. kalau nanti hatinya sedang senang kan gampang, apalagi kalau ada kakakmu yang ikut bicara.
Kamu tahu sendiri sifat ibumu, kalau dia menerimanya dengan tidak rela, nanti kasihan si Aylin.
Sedangkan Ayah lihat Aylin itu memang gadis yang baik, tapi dia masih muda dan kurang pengalaman, takutnya masih labil.
Bagaimana dia akan menghadapi ibumu, kalau ibumu tidak suka padanya.
Kalau ibumu sudah rela menerima Aylin sebagai menantunya, tentu semuanya lebih mudah bagi Aylin", sambung Ayah Jayden menjelaskan.
__ADS_1
Jayden terdiam sejenak dan berpikir memang benar perkataan ayahnya. Dia tidak boleh egois, dia juga harus berpikir untuk kebaikan Aylin.
"iya yah, benar juga kata ayah. Ayah benar-benar hebat", puji Jayden.
"Ayah bukan hebat, itu karena ayah sudah tahu sifat ibumu. Baiklah ayah mau tidur dulu, sudah malam, kamu juga cepat beristirahat", ujar Ayah Jayden mengakhiri pembicaraannya dan beranjak keluar dari kamar Jayden.
Jayden melihat ke jam dinding, baru pukul 21.00 lewat.
"Ah mau nelpon Lin masih kepagian. Kenapa sih harus bekerja di tempat seperti itu. Jam kerja saja gak normal, libur juga bukan hari Minggu, baju seragam nya juga gak beres", omel Jayden dalam hati, karena keinginannya untuk melepas rindu dengan Aylin lewat video call belum bisa kesampaian.
********
"Gak berasa ya Lin kamu kerja di sini sudah 2 minggu, besok kamu sudah off lagi", ujar Olivia saat santai.
"Iya Vi, aku kangen rumah, sudah kangen sama ibuku", sahut Aylin
"Tapi yang pasti kamu kangen banget sama pacarmu kan?", tanya Olivia menggoda.
"Ah, dasar kamu!", sahut Aylin tersipu.
"Harusnya kamu tidak usah kerja di sini Lin, harusnya kerja sama pacarmu saja, biar lebih dekat. Apalagi pacarmu punya dua PT, tinggal pilih salah satu!", Olivia memberi masukan.
"Gak enak Vi, kalau kerja bareng pacar di satu perusahaan", sahut Aylin.
"Menurut aku enak-enak saja, apalagi pacarmu Presdir. Besok-besok kamu juga jadi nyonya Presdir. Yang penting kamu kan bisa dekat dengan pacarmu, tidak usah perduli dengan perkataan orang lain", sahut Olivia lagi.
Mendengar perkataan Olivia, Aylin terdiam dan berpikir dalam hati,
"Aku justru takut terlalu dekat dan sering ketemu akan membuat kak Jay bosan padaku.
Seperti kak Jay dan kak Maya, sering kerja bersama, kadang pergi urus bisnis bersama, sering diskusi, bahkan sering makan siang bersama kalau ibu kak Jay datang, malah gak jadian akhirnya."
Tapi Aylin adalah orang yang suka mengikuti alur dan jarang mau bertentangan dengan orang.
"Baiklah aku akan mempertimbangkan usulan kamu Vi, terimakasih ya masukannya", sahut Aylin pada Olivia.
Memang akhir-akhir ini Aylin semakin pintar mengambil hati orang dan membuat senang orang, sejak dia mulai sering merayu Jayden!
Apalagi memang keahlian itulah yang dia perlukan untuk bekerja sebagai beauty advisor agar penjualannya meningkat.
__ADS_1
Ternyata dalam hal ini Aylin bisa belajar dengan cepat.
Bersambung.........