
"Aku pulang dulu ya ka, sudah malam", ujar Aylin ketika jam sudah menunjukkan hampir pukul 19.00.
"Paling bentar lagi kak Dimas pulang ka", sambung Aylin sambil membantu Cika merapikan piring-piring yang sudah dicuci bekas mereka makan tadi.
"Baiklah", sahut Cika, lagipula sudah malam, Aylin juga pulang sendirian, tidak pada tempatnya kalau dia masih menahan kepulangan Aylin.
"Ayo kuantar sampai depan yuk, sambil menunggu mobilnya datang, paling bentar juga nyampe", ajak Cika, sesudah melihat Aylin tadi memencet Handphone memesan transportasi online.
Benar dugaan Cika , tidak sampai 10 menit, transportasi online pesanan Aylin sudah sampai.
"Hati-hati ya Lin"
"Iya ka, terimakasih atas segalanya ya",. sahut Aylin sambil melangkah masuk ke mobil dan melambaikan tangannya pada Cika.
"Ah Aylin sudah berubah banyak, sifatnya jadi lembut dan sopan, tidak seperti dulu lagi", pikir Cika
Tadi Aylin bahkan memasak untuknya, Cika tidak pernah menyangka kalau anak yang manja itu sekarang bahkan bisa pintar memasak, padahal dulu mungkin tidak pernah masuk ke dapur.
Dulu zaman sekolah sifatnya juga bossy
"Ternyata waktu dan keadaan bisa merubah seseorang", pikir Cika merasa kasihan pada Aylin yang mengalami banyak perubahan dalam hidupnya.
Yang dikasihani di dalam mobil malah merasa bahagia hari ini. Dia senang bisa melakukan banyak kegiatan bersama Cika hari ini. Sangking senangnya dia bahkan sudah melupakan permasalahannya.
Apalagi besok dia akan bekerja di tempat baru, yang menurutnya sangat cocok untuknya.
Sangking senangnya bahkan suaranya sudah terdengar dulu, sebelum masuk
"Bu aku sudah sampai", ujarnya seperti biasa bila sampai rumah, sambil membuka pintu dan melangkah masuk ke rumah.
Karena Aylin sudah tidak sabar bercerita pada ibunya tentang pekerjaan barunya dan proses interviewnya tadi.
Tapi Aylin sontak langsung terdiam ketika melihat Denny yang sedang duduk di ruang tamu, sepertinya menunggunya.
"Kak Denny datang mencarimu, Lin", sahut ibunya berlagak tidak tahu masalah yang sudah diceritakan Aylin padanya.
Walau bagaimanapun ibu Aylin tetap merasa berhutang budi pada Denny yang sudah banyak membantunya dan Aylin, hanya sayangnya saja anaknya tidak bisa mencintai Denny.
__ADS_1
Setelah mengatur perasaannya, Aylin berusaha bersikap tenang, mendekati Denny dan bertanya,
"Ada apa kak Denny mencariku?"
"Koq tumben pulang kerjanya malam, lembur ya?", tanya Denny mengalihkan pembicaraan.
Aylin terdiam sejenak dan berpikir berarti Denny belum tahu dia berhenti kerja dari tempat Jayden.
" Oo.. Aylin sudah resign dari situ kak, besok kerja di tempat baru", jawab Aylin jujur.
" Lho kok mendadak berhenti Lin?", tanya Denny.
"Gak pa pa koq kak, memang kebetulan kerjaannya gak cocok dengan Aylin. Mungkin gak cocok dengan level otaknya Lin", jawab Aylin tersenyum, mulai tidak canggung berbicara lagi dengan Denny.
"Kenapa gak beritahu kak Denny, kakak bisa bantu Carikan kerjaan untuk Lin".
"Gak usah kak, Lin sudah dapat kerjaan dan mulai besok sudah kerja, sepertinya pekerjaannya cocok", jawab Aylin senang dengan mata berbinar,
Aylin langsung membayangkan tempat kerjanya yang baru itu, dia sebenarnya sudah tidak sabar untuk bekerja di tempat baru itu.
Denny sempat menatap kagum pada kecantikan Aylin, saat matanya berbinar, tapi dia segera membuang pandangannya ke tempat lain, dia takut Aylin akan canggung lagi padanya.
Sedangkan Aylin terkadang sifatnya masih kekanakan, ketika hatinya sedang senang, maka dia dengan cepat sudah melupakan semua segala permasalahannya.
Bahkan akhirnya Aylin sudah lupa dengan rasa canggungnya pada Denny, dia yang sudah tidak sabar lagi dari tadi, segera menceritakan proses saat dia melamar pekerjaan, apa tugas dan tanggung jawabnya nanti, serta orang-orang yang berada di lingkungan kerjanya itu kepada ibunya.
Aylin juga menceritakan betapa hatinya sangat senang berada bersama Cika seharian, melakukan bermacam-macam kegiatan bersama-sama.
Ibunya tersenyum mendengar cerita Aylin yang penuh semangat, dia tentu ikut bahagia melihat Aylin yang merasa senang.
Sedangkan Denny yang masih duduk di situ akhirnya ikut mendengarkan cerita Aylin dengan senang juga, dan dalam hatinya berharap semoga dengan kejadian ini bisa membuat Aylin melupakan Jayden.
Sebenarnya Denny sudah tahu kalau Aylin sudah resign dari perusahaan Jayden.
Kemaren Maya menelpon Denny memberitahukan hal itu kepada Denny.
"Sebenarnya biasa aku tidak pernah memberitahukan masalah perusahaan kepada orang lain, baru kali ini saja aku bercerita padamu, untuk kebaikan kita bersama
__ADS_1
"Ibu Jayden menyukaiku, dia menginginkan aku menjadi menantunya.
Akhirnya aku jujur padanya, tentang Aylin dan Jayden yang menjadi gosip di perusahaan kami.
Akhirnya ibu Jayden menekan Aylin agar jangan terlalu dekat dengan Jayden, yang berakhir dengan Aylin yang memilih untuk mengundurkan diri dari sini.
Aku memberitahumu agar kamu bisa menggunakan keadaan ini sebaik-baiknya untuk mendekati Aylin.
Buatlah Aylin melupakan Jayden Den".
Denny yang dari tadi mendengar cerita Maya lewat sambungan telpon, akhirnya bertanya balik pada Maya,
"Mengapa kamu berharap padaku, mengapa bukan kamu yang menggunakan kesempatan ini untuk mendekati Jayden?"
"Masa kamu berteman dengan Jayden sudah begitu lama, tidak mengerti sifatnya Jayden. Apabila Jayden menginginkan sesuatu, dia tidak pernah mengenal kata menyerah. Dia akan melakukan segala cara untuk mendapatkannya. Pendiriannya juga susah dirubah.
Jadi yang harus dirubah adalah Aylin bukan Jayden", Jawab Maya
Setelah Denny mendapat telpon dari Maya itulah, akhirnya dia kembali mengunjungi Aylin. Sebetulnya waktu mereka bertemu terakhir kali di Mall XX, Denny sudah hampir menyerah, walaupun kadang dia masih merindukan Aylin.
Perasaan yang sudah dia simpan begitu lama untuk Aylin tentu tidak semudah itu untuk menghilangkannya. Bahkan karena Aylin dia tidak pernah berhubungan dengan wanita manapun, padahal sebelumnya dia sering dicap playboy.
Mendapat telpon dari Maya, akhirnya Denny berpikir untuk mendekati Aylin kembali. Dan sungguh beruntung hari ini, saat dia datang, Aylin sedang dalam suasana senang.
Denny sudah hafal dengan sifat Aylin, kalau Aylin sedang senang, dia akan segera lupa akan segala masalah yang sedang menimpanya.
Jadi sebenarnya tadi dia sudah tahu kalau Aylin sudah resign dari perusahaan Jayden, tapi dia berlagak tidak tahu. Agar Aylin tidak mencurigai kedatangannya.
"Ya sudah Lin, kamu pergi mandi dulu, ini sudah malam Lin!" perintah ibu Aylin.
"Iya, kak Denny juga pulang dulu, besok-besok baru main ke sini lagi. Biar Lin bisa segera mandi dan beristirahat. Jangan malam-malam, besok Lin kan mau mulai pekerjaan baru", ujar Denny yang memang selalu pintar mengambil hati.
Denny lalu beranjak dari tempat duduknya dan berpamitan dengan ibu Aylin. Aylin yang hatinya sedang senang, membukakan pintu dan mengantar Denny sampai ke depan pagar.
"Ya udah Lin, cepat masuk dan istirahat, semoga Lin bisa betah di tempat baru ya", ujar Denny sebelum melangkah pulang.
"Iya kak Denny, terimakasih", jawab Aylin sambil melambaikan tangannya
__ADS_1
Dalam perjalan pulang, Denny merasa senang, akhirnya dia bisa mengurai kecanggungan di antara dia dan Aylin.