Loving You

Loving You
Jayden menenangkan diri


__ADS_3

Ternyata yang menjadi pokok permasalahan malah sedang santai duduk termenung di pantai. Jayden pada dasarnya penyendiri, apalagi kalau menemukan masalah dia lebih suka menyendiri untuk memikirkan dan menyelesaikan masalahnya sendiri.


Dia terlalu percaya diri, sejak kecil dia sepertinya sudah sangat percaya dengan kemampuannya sendiri, jarang sekali ada yang bisa mempengaruhinya.


Dan kebetulan dia punya otak yang encer, keluarga yang kaya, orang tua yang selalu mendukungnya sehingga menjadikan hidupnya berjalan lancar dan sesuai kehendaknya.


Setelah bertemu Aylin kembali, dia baru sadar tidak semua hal bisa dia kendalikan sesuka hatinya.


Perasaannya, hatinya, kelakuannya, bahkan mulutnya yang biasa jarang bicara itupun tidak bisa dia kendalikan setiap bertemu Aylin.


Selalu membuat Aylin marah dan sakit hati, padahal dia tidak ingin.


Bahkan dia ingin sekali berkata manis pada Aylin, tapi mulutnya tidak bisa diajak kompromi.


Kalau bisa memilih dia ingin sekali bisa seperti Denny yang bermulut manis dan pandai menyenangkan hati perempuan.


"Kenapa dari dulu aku tidak mau belajar dari dia ya?" pikir Jayden menyesal.


Berpikir tentang Denny membuat Jayden pikirannya semakin pusing dan mumet. Besok Denny sudah pulang, waktu itu dia menyimpannya dalam hati saat mendengar pembicaraan Aylin dan ibunya.


Jika Denny pulang peluangnya untuk mendekati Aylin semakin sulit, pikirnya resah. Sepertinya Aylin membencinya sekarang pikir Jayden.


"Entah cara apa yang harus kulakukan?" pikirnya makin resah sampai tanpa sadar menjambak rambutnya sendiri.


Sebenarnya sekitar jam 12 an Jayden sudah pulang dari rumah Aylin, tapi dia langsung menuju pantai, tempat favoritnya untuk menenangkan diri.


Jayden tidak menyangka kalau Aylin dan ibunya tinggal di rumah yang begitu sederhana.


Saat melihat itu, dia benar-benar menyesal mengapa bertemu dengan Aylin sesudah begitu lama. Mengapa dia tidak berada di samping Aylin saat Aylin menghadapi kesulitan dalam hidupnya. Setidaknya dia bisa membantunya dan menghiburnya.


Seandainya saat itu dia tidak menyukai Aylin, dia yakin dia juga tetap akan membantunya. Walau bagaimanapun mereka pernah berteman saat kecil.


Tidak seperti yang dikatakan Aylin padanya tadi.

__ADS_1


Jayden masih sakit hatinya bila teringat tadi Aylin berkata , "Apa kak Jay perduli? kita tidak punya hubungan apa-apa kak, kita cuman teman itupun waktu kecil saja". Kata-kata itu sampai sekarang terus tergiang-giang di telinga Jayden.


Jayden benar-benar terpukul begitu mengetahui kehidupan Aylin yang berubah drastis, ayah Aylin yang ternyata sudah meninggal, Aylin anak yang manja tinggal di rumah yang begitu sederhana.


Dan tadi Jayden sempat melihat mesin jahit dipenuhi tumpukan jahitan, dia yakin ibu Aylin mengambil jahitan untuk memenuhi kebutuhan mereka.


Mungkin juga mengambil jahitan dari tempat Denny, makanya mereka bisa bertemu.


Karena Jayden tahu letak rumah Denny tidak jauh dari sini.


Otak Jayden memang hebat, dia bisa menebak dengan benar.


Entah apa hubungan Aylin dan Denny dia tidak tahu, tapi dia yakin lumayan dekat, karena Aylin bisa tahu kapan Denny pulang dari Jerman.


lbu Aylin juga kelihatannya mengenal baik Denny, sedangkan yang Jayden tahu Denny jarang mengurusi usaha ibunya, Denny begitu tertarik dengan pembuatan program. Jadi sampai ibu Aylin mengenal baik Denny sudah pasti karena sering bertemu.


Jayden juga yakin perempuan yang dimaksud Denny saat memberitahunya 2 tahun yang lalu adalah Aylin.


Dia dulu mengira Denny cuman iseng saja saat bertanya-tanya tentang Aylin, dia tidak pernah menganggap serius perkataan Denny, walaupun kadang dia bisa kesal jugal dengan Denny, saat Denny bertanya tentang Aylin.


Denny kali ini benar-benar serius dengan Aylin.


Suatu kali saat mereka bertemu, Denny mengejek kalau Jayden sangat cocok dengan Maya, seperti biasa Jayden tidak perduli dan tidak pernah menjawab, memang tidak mudah mengorek isi hati Jayden.


Tapi yang pasti Jayden tak mau kalah, malah mengejek balik Denny, "Lu koq udah lama gak punya pacar, nanti pamormu sebagai playboy turun lho!"


Denny malah tertawa bangga,


"hahaha gue lagi bertapa entah berapa tahun belum tahu, biar bisa dapat Dewi yang cantik, kalau sudah dapat gue bakal setia".


"Semoga lu dapat Dewi bulan deh biar bisa setia", sahut Jayden menyindir. Dimana menurut legenda, Dewi bulan adalah Dewi yang cantik.


"Terimakasih untuk doamu", sahut Denny tersenyum senang.

__ADS_1


Jayden sekarang baru sadar kalau dia sudah terjebak oleh Denny, ternyata Dewi bulan yang dimaksud Denny adalah Aylin. Dia benar-benar menyesal sudah mendoakan Denny.


Ketika jam sudah menunjuk jam 8.00 malam pun, Jayden juga belum terpikirkan caranya untuk mendapatkan perhatian Aylin lagi. Dia benar-benar menyesal selama ini tidak punya teman yang bisa diajak bertukar pendapat, punya teman cuman satu saja, itu juga penghianat.(penghianat versinya Jayden)


Akhirnya terpikirkan olehnya satu orang, yaitu Deddy sekretaris nya. Dia tahu kalau Deddy itu tidak terlalu pintar tapi kalau soal hubungan dan isi hati orang, paling hebat, harusnya Deddy cocok jadi psikolog, sayangnya hanya lulusan SMA.


Jayden berpikir saat ini dia harus menggunakan kekuasaannya saja.


Akhirnya dengan semangat ia menyalakan handphonenya yang tadi di off, agar tidak ada yang mengganggu. Lalu Jayden langsung menelpon Deddy sekretarisnya.


Deddy yang sedang seru menonton telivisi, mendengar handphonenya berbunyi tanpa sadar langsung mengangkat telpon tanpa melihat siapa penelpon nya, "Halo?"


"Sekarang juga ke Starbucks di jalan XX naik kendaraan yang paling cepat sampai. Aku gak suka nunggu lama, ongkosnya aku ganti nanti" perintah Jayden, langsung menutup telponnya.


Deddy sampai kaget mendengar perintah bosnya,, lalu melihat ke handphone nya, benar dari bosnya, bukankah tadi dicari ibunya, kok masih sempat ke Starbucks? Bahkan lokasi Starbucks nya juga sudah dishare.


Deddy segera bersiap-siap, dia tahu bosnya paling tidak suka menunggu, sambil mengomel dalam hati,


"Ah paginya nyantai, ternyata malamnya kena, tidak ada alasan gak ketemu lokasinya karena juga sudah di shareloc. Nasib sekretaris cowok ya kaya gini, harus standby 24 jam."


Akhirnya Deddy memencet Handphone nya memesan transportasi online, karena saat ini adalah pilihan transportasi tercepat. Tidak memakai promo apapun, toh nanti bosnya yang bayar, pikirnya.


Selama perjalanan Deddy pun mengomel dalam hati, tapi dia juga orang yang suka bersyukur, Deddy bersyukur setidaknya dia bisa minum kopi yang bermerk itu, karena dia tahu bosnya tidak pernah pelit kepadanya, asal makan bersama, bosnya selalu membelikan makanan yang sama untuknya juga.


Kalau dipikir-pikir lagi walaupun bosnya suka memerintah seenaknya, tapi permintaan nya tidak pernah kelewatan, masih wajar.


Apalagi pekerjaan nya juga tidak berat, karena bosnya serba bisa.Dia juga bisa naik derajat dari sopir menjadi sekretaris juga karena bosnya, walaupun kadang dia bingung dengan pemikiran bosnya yang tidak mencari seorang sekretaris cantik, malah memilihnya.


Kalau sudah berpikir sampai sini, Denny merasa dia orang yang paling beruntung di perusahaan.


Kekurangan bosnya cuman satu, yaitu malas membawa mobil.


"Ah, entah bosnya mau minta diantar ke mana lagi?", pikir Deddy dalam perjalanannya ke Starbucks.

__ADS_1


Bersambung........


__ADS_2