
Deddy hari ini merasa senang, karena hari ini bos moodnya sedang bagus.
Wajahnya yang cerah membuat wajah bosnya itu bertambah ganteng menurut Deddy.
Bagaimana Deddy tidak merasa senang, selain mood bosnya yang bagus, hari ini bosnya bahkan mengajak Deddy makan siang bersama.
Bukan saja bisa irit uang makan, yang jelas makanannya juga enak dan sesuai selera tanpa harus memikirkan harganya. Deddy diberi kebebasan untuk memesan makanan kesukaannya.
"Bos, tiap hari saja seperti ini, dijamin bos tambah ganteng", rayu Deddy.
"Huh keenakan kamu dong", sahut Jayden ketus.
"Tapi benar lho hari ini bos beda banget, kelihatannya happy banget.Ada apa bos?", tanya Deddy akhirnya tidak tahan dengan rasa penasarannya.
"Ngapain aku kasih tahu kamu! Nanti cuman jadi bahan gosip kamu saja! Kamu doain saja agar tiap hari mood bosmu ini bagus, biar bisa melihat wajahku yang tambah ganteng", sahut Jayden santai tanpa rasa malu memuji diri sendiri.
Deddy akhirnya terdiam dan tidak bicara lagi, dia tahu memang susah memancing bosnya itu, level otaknya jauh diatasnya.
"huh sombong mentang-mentang punya wajah ganteng", omel Deddy dalam hati.
"Nanti sore kamu langsung pulang saja ya, tidak usah antar aku, aku bawa mobil sendiri", instruksi Jayden.
"Siap bos!", sahut Deddy semangat.
"Hari ini aku free deh, asyik bisa pulang cepat.
Tak usah diberitahu juga aku sudah tahu, kenapa bos happy, berarti hari ini bos mau ketemu nona Aylin. Demi siapa lagi dia rela nyetir mobil sendiri di jam macet", pikir Deddy dalam hati.
"Coba bos punya pacar dari dulu, aku kan udah enak dari dulu!".
********
Memang tepat dugaan Deddy, Jayden hari ini penuh semangat dan happy karena hari ini mau bertemu dengan Aylin sesudah seminggu hanya bisa video call saja dengan Aylin.
Karena Aylin pulang jam 20.00, Jayden akhirnya memutuskan tidak pulang ke rumah lagi. Apalagi bagian produksi memang lembur untuk mengejar target menjelang tahun baru, karena permintaan yang membludak.
Kedua orang tuanya juga sedang tidak berada di rumah, jadi Jayden memutuskan untuk di perusahaan saja, sambil menunggu sekitar jam 19.00 saja menjemput Aylin, lagipula lebih tidak macet kalau sudah agak malam.
__ADS_1
Dan pada dasarnya Jayden tidak suka berkeliling di departemen store, jadi dia memilih jam yang lebih pas dengan waktu pulangnya Aylin.
Di dalam ruangan Jayden memang tersedia kamar mandi juga, karena memang dari dulu Jayden sering pulang malam kalau lagi banyak kerjaan, apalagi kalau sedang ada kerusakan mesin.
********
Aylin tentunya juga senang akan bertemu dengan Jayden hari ini, setelah selama seminggu tidak bertemu dengan Jayden.
Tentu berbeda rasanya di video call dengan bertemu langsung.
Sedang membayangkan Jayden, tiba-tiba dia disenggol Olivia,
"Wah si William hari ini datang, hati-hati lho Lin Casanova, mentang-mentang mukanya mirip Ji Chang Wook!", ujar Olivia.
Aylin ikut melihat ke laki-laki yang ditunjuk Olivia. Aylin benar-benar salut dengan Olivia yang matanya hebat sekali melihat laki-laki ganteng, dengan jarak yang masih jauh saja sudah bisa mengenalinya.
Sedangkan Aylin merasa dia hanya melihat warna kemeja putihnya saja
"Apa itu Casanova via? dan siapa katamu, emang siapa? tanya Aylin yang memang agak telmi, dan karena tadi sedang ngelamunin Jaydennya.
"Astaga Lin, Casanova itu cowok petualangan, cowok yang suka ngincar cewek-cewek cantik. Namanya William, anaknya big bos kita, udah berapa pegawai kita yang jadi makanannya.
Coba kamu pikirkan saja, katanya William itu arsitek terkenal, ngapain ke tempat usaha ibunya coba? Kalau bukan untuk ngincar cewek polos yang gak berpengalaman, yang kayak kamu gitu!" , ujar Olivia
"Dasar kamu, jangan sembarangan, aku kan udah punya pacar!", sahut Aylin.
"Emang tertulis di badanmu, kalau kamu punya pacar?", tanya Olivia gak mau kalah.
Aylin terdiam mendengar sahutan Olivia , lagipula orang yang mereka gosipin itu sudah dekat.
Sekilas melihat dari dekat, Aylin harus mengakui kalau mata Olivia memang hebat kalau menilai laki-laki.
Aylin cepat-cepat menunduk, untuk menghindari masalah. Sedangkan Olivia berlagak sibuk.
Akhirnya yang menyambut kedatangan William adalah Lenny, lagipula Lenny memang yang paling lama bekerja di aquleaf.
"Silahkan masuk tuan William", sahut Lenny mempersilahkan William duduk.
__ADS_1
William langsung duduk, dan mulai melayangkan pandangannya mencari mangsa.
Sudah tentu matanya berhenti saat memandang Aylin, sudah cantik anak baru juga.
"Kelihatannya yang ini menarik, mukanya masih polos, cantik lagi, bodynya juga ideal, walau tidak sexy banget. Anak baru lagi, jadi belum tahu reputasiku. Ibuku memang pintar cari pegawai, semuanya bening-bening", pikir William dalam hati kesenangan, punya target baru.
Apalagi dia lagi nyantai karena proyeknya belum turun, setidaknya dia punya mainan baru untuk waktu senggangnya.
Saat pandangan matanya berhenti pada Aylin, tentu Aylin menjadi was was dan salah tingkah, karena Aylin sudah tahu reputasi William dari Olivia.
"Ah pandangannya menakutkan, seperti kucing melihat ikan. Untung kak Jay ganteng dan kaya tapi tidak seperti itu", pikir Aylin masih sempat bersyukur.
"Moga-moga saja si Aylin tertarik pada William, biar pacarnya yang galak dan sok itu tahu rasa!", pikir Lenny jahat, karena masih dendam dengan Jayden yang sudah memukul pacarnya Tommy.
Sesudah itu Aylin kena sasaran William terus, yang berusaha mencari perhatian Aylin.
"Coba kamu pilihkan lotion yang bagus buat pria, menurutmu kulit wajahku berminyak atau kering?", tanya William pada Aylin, agar Aylin memperhatikan wajahnya itu.
Aylin terpaksa memperhatikan wajah William dengan seksama sesudah itu memilihkan lotion untuk William, untung saja pilihannya tepat. Memang Aylin cepat belajar saat bekerja di aquleaf, mungkin Aylin memang berbakat di bidang ini.
Aylin hanya bisa berusaha menjaga jarak dengan William yang mendekatinya terus, dan hanya bisa berdoa dalam hati semoga cepat jam 20.00, agar dia bisa segera pulang.
Olivia sebenarnya ingin membantu Aylin, dengan berusaha mendekati Aylin terus, tapi Lenny yang masih dendam otaknya menjadi jahat, Olivia malah ditugasi mengecek barang yang baru datang.
Tentu Olivia tidak bisa menolak, bagaimanapun Lenny adalah senior mereka.
********
Jam 20.00 kurang 10, tampak Jayden sudah menunggu di depan counter Aquleaf.
Jayden berdiri tegak, dengan kedua tangannya dilipat di dada sambil matanya melihat ke arah counter Aquleaf, tidak sabar menunggu Aylin keluar.
Ketika melihat bayangan Aylin, Jayden langsung tersenyum senang.
"Akhirnya keluar juga, ah... menunggu benar-benar pekerjaan yang membosankan "
Senyum Jayden langsung hilang, ketika saat melihat Aylin yang akan keluar dari dalam toko, dipanggil seorang pria ganteng. Jayden tentu tidak bisa mendengar pembicaraan mereka.
__ADS_1
"Banyak pegawai gitu kenapa harus memanggil Aylin yang sudah mau pulang? Ada apa ini? Aylin juga terlalu ramah dan murah senyum sih!", gerutu Jayden dalam hati merasa kesal dan cemburu.
Bersambung........