Loving You

Loving You
First kiss


__ADS_3

Ketika Aylin selesai memasukkan data yang diminta pak Yanto, jam sudah menunjukkan pukul 16.05.


"Ternyata kalau kerja waktu gak berasa", pikir Aylin dalam hati.


"Sudah selesai?", tanya Bu Desy.


"Sudah Bu", jawab Aylin sambil memberikan flashdisk nya ke Bu Desy. Aylin memberikan nya ke Bu Desy dulu untuk diperiksa, sesudah itu nanti Bu Desy yang memberikan ke pak Yanto.


Kalau Lulu sudah bekerja sekitar 3 tahunan di perusahaan, kata Bu Desy. Tadi saat Lulu tugas keluar, Bu Desy yang bercerita ke Aylin. Lulu lumayan pintar kerjanya, dan karena sudah lama bekerja dia sudah mandiri. Berbeda dengan Aylin yang masih ditraining.


Aylin mendengarkan Bu Desy sambil mengangguk. Bu Desy lumayan menyukai Aylin karena Aylin penurut dan sopan. Akhirnya kadang dia suka bercerita pada Aylin.


Ternyata Bu Desy juga tahu kalau Lulu tidak menyukai Aylin. Menurut Bu Desy itu sudah biasa. Lulu tidak suka melihat pendatang baru yang lebih cantik, bahkan kadang karyawan bagian produksi yang cantik saja dia iri.


"Dia selalu ingin menjadi primadona di mata sales-sales yang masih jomblo itu", ucap Bu Desy berbisik sambil tersenyum, saat melihat bayangan Lulu yang sudah datang dari tugasnya.


Akhirnya Aylin jadi tahu, mengapa Lulu tidak menyukainya, bahkan seperti memusuhinya.


Aylin merasa aneh dengan tingkah Lulu yang menurutnya tidak perlu, karena Lulu juga cantik.


Aylin juga merasa bersyukur karena yang mengajarinya Bu Desy.


"Untung bukan dia yang training aku, bisa-bisa gak lolos", pikir Aylin bersyukur.


Sedangkan di ruang Jayden, Deddy duduk di meja yang disiapkan Jayden, sewaktu Jayden dulu mengangkatnya sebagai sekretaris.


Deddy dari tadi bingung melihat bosnya yang kadang melihat ke layar monitor, kadang termenung, dia benar-benar merasakan suasana horor, karena dari tadi dia juga tidak mengerjakan apa-apa, juga tidak ada perintah apa-apa dari bosnya.


Dia benar-benar merasa seperti patung, dari tadi tidak bergerak, kadang situasi seperti ini dia berharap bosnya menugasi dia mengerjakan sesuatu.


"Deddy!", panggil Jayden tiba-tiba.


"Apa bos", sahut Deddy dengan cepat sambil berdiri dari kursinya.


"Ah akhirnya", pikirnya dalam hati menarik nafas lega.


"Ngapain kamu berdiri!" sahut Jayden lagi.


Deddy segera duduk lagi kebingungan dengan kemauan bosnya ini.


"Aku cuman mau tanya kamu, bagaimana hari pertama Aylin kerja di sini?" tanya Jayden penasaran .


Akhirnya Deddy pun merasa tenang setelah mendengar pertanyaan bosnya. Ini memang keahliannya kalau soal berita kantor dan sekitarnya.

__ADS_1


Apalagi Aylin anak buahnya pak Yanto, sedangkan pak Yanto termasuk akrab dengannya.


"Wah hari pertama saja Aylin sudah dapat banyak penggemar", sahut Dedy memanasi Jayden, karena dia kesal dengan bosnya yang suka semena-mena padanya.


"penggemar apa?!" tanya Jayden mulai kesal.


"Itu tadi pak Yanto kasih tahu aku, hari ini sales-sales pada betah di kantor", jawab Deddy senang sudah berhasil memanasi bosnya.


"Supervisor sales kita saja, pak Ridwan udah mulai tanya-tanya infonya bu Aylin ke pak Yanto", tambah Deddy lagi.


Jayden pun langsung terdiam sejenak.


"Panggil Aylin ke sini!" perintah Jayden.


"Baik bos", sahut Deddy senang, karena dari tadi dia sudah ingin sekali keluar dari ruangan yang membuatnya tegang.


Baru sampai di ruangan Marketing, Deddy langsung disambut pak Yanto.


"Ada apa Ded?' tanya pak Yanto.


"Bos panggil Bu Aylin ke ruangannya", jawab Deddy


"Aylin! dipanggil pak Jayden ke ruangannya!" Pak Yanto melanjutkan pesan Deddy ke Aylin.


Sebenarnya waktu Deddy memberitahu pak Yanto, Aylin sudah mendengar dan kaget.


Lulu memandang Aylin dengan pandangan tidak suka.


"Jangan-jangan pak Jayden tergoda dengan perempuan ini", pikirnya dalam hati bertambah iri.


Sampai di depan pintu ruangan Jayden, Aylin mengetuk pintu sebelum masuk. Begitu mendengar perintah masuk, Aylin melangkah masuk dengan enggan.


"Kak Jay memanggil aku ya?" tanya Aylin pelan sambil menunduk, sebenarnya dia masih malu dengan kejadian siang tadi.


"Bagaimana dengan pekerjaan mu?", tanya Jayden.


"Baik kak", jawab Aylin


"Tumben perhatian? tadi pagi cuek, sore mendadak baik.


Ada apa ya? paling disuruh tanya sama om Sunjaya", pikir Aylin hanya dalam hati.


Aylin dari tadi menunduk, tapi beberapa saat tidak ada suara akhirnya dia mengangkat wajahnya.

__ADS_1


Dia menjadi risih dan bingung, ternyata Jayden menatapnya dari atas ke bawah.


Tiba-tiba Aylin sadar apa yang dilihat Jayden.


"Suka ya kalau punya pengagum banyak?", tanya Jayden tiba-tiba, membuat Aylin kaget.


Memang Aylin suka memakai rok pendek, tapi menurut nya masih tahap wajar. Ibunya saja tidak pernah protes.


Akhirnya Aylin tidak bisa menahan mulutnya lagi,


"Dasar kolot, lagian Lin suka punya pengagum banyak atau enggak itu urusan Lin sendiri, tidak ada hubungannya dengan kak Jay! Kak Jay cuman bosnya Lin, tidak berhak mengatur kehidupan pribadi lin", jawab Aylin kesal.


"Oo jadi kamu sukanya menggoda pria-pria?" tanya Jayden lagi, sekarang malah melangkah maju mendekati Aylin.


Aylin menjadi bingung dan takut pada Jayden, dia tidak tahu kalau Jayden sudah diprovokasi Deddy sekretaris nya.


Akhirnya Aylin hanya bisa mundur setiap Jayden maju, sampai akhirnya sudah tidak bisa mundur lagi karena terbentur tembok, Aylin hanya bisa menatap pasrah ke Jayden, kedua tangan Jayden berada di sisi kepalanya sehingga dia tidak berdaya. Lagipula kakinya terasa lemas.


"Bagaimana kalau ada yang tergoda?", tanya Jayden lagi sambil menatap tajam ke Aylin.


Tiba-tiba Aylin merasa otaknya menjadi beku dan tidak bisa berpikir apa-apa, bahkan dia sama sekali tidak mengerti apa maksud Jayden, dia hanya menunduk.


Dan kejadian itu begitu cepat, Jayden mengangkat dagunya, dan tiba-tiba mengecup bibirnya, Aylin yang kaget tidak berdaya, bahkan kedua kakinya terasa lemas, untung saja Jayden memeluk pinggangnya sehingga dia tidak terjatuh.


Mendapatkan Aylin yang pasrah, ciuman Jayden semakin dalam.


Untung saja ketukan pintu menyadarkan Aylin, dia segera mendorong Jayden dengan sekuat tenaga, sehingga pelukan Jayden terlepas, karena Jayden tidak menyangka tiba-tiba didorong.


"Huh mengganggu saja", gerutu Jayden dalam hati, sambil berusaha menenangkan jantungnya berdebar-debar juga.


"Masuk!" perintahnya, ternyata yang datang adalah Maya.


Aylin semakin tidak tenang dan merasa bersalah pada Maya, tapi kalau tadi dia langsung berlari keluar maka dia akan semakin dicurigai, padahal kalau menuruti kata hatinya dia ingin cepat menghilang dari hadapan Jayden. Akhirnya dia hanya menunduk untuk menghindari tatapan Jayden.


Saat masuk Maya semakin merasa ada hal yang aneh antar Jayden dan Aylin, tapi dia berusaha tenang dan berkata pada Jayden,


"Tante Sunjaya berpesan padaku untuk pulang bersamamu, ada laporan yang harus dibawa dan dijelaskan".


Jayden hanya mengangguk, tapi tatapannya masih mengarah ke Aylin.


Aylin yang sudah berhasil menenangkan hatinya merasa inilah saat yang tepat untuk menghindar, lagipula dia juga tidak ingin mendengar percakapan antara Jayden dan Maya.


Kak Jay, kak Maya saya keluar dulu", ucap Aylin yang segera berjalan keluar dari ruangan itu.

__ADS_1


Maya mengiyakan, sedangkan Jayden tidak berkata apa-apa, hanya menatap Aylin yang berjalan keluar dari ruangannya.


Bersambung........


__ADS_2