Loving You

Loving You
Aylin resign


__ADS_3

Sebenarnya ibu Jayden memang menunggu kesempatan bagus seperti saat ini. Dia memang memilih waktu saat Jayden sedang tidak berada di tempat untuk berbicara dengan Aylin.


Bahkan pak Sunjaya yang mau mengantarnya saja ditolak, dia berbohong pada suaminya kalau dia hanya ingin membeli keperluan wanita, jadi tidak perlu ditemani. Karena dia tahu suaminya suka memihak Jayden.


Sedang kan dia malas bertentangan dengan Jayden. Dia sudah tahu sifat Jayden yang keras kepala dan susah diatur, selalu percaya dengan keputusannya sendiri dan susah dipengaruhi, jadi dia mencari jalan aman saja. Yang harus dipengaruhi adalah Aylin, bukan Jayden.


"Koq berdiri di situ Lin, ayo duduk biar bicaranya enak", perintah ibu Jayden.


"Iya Tante", sahut Aylin menarik bangku dan duduk di bangku yang berhadapan dengan ibu Jayden. Sesudah itu menunduk lagi.


"Menurutmu Kak Jay dan kak Maya cocok tidak kalau tante jodohin?", tanya ibu Jayden.


Sempat terdiam sejenak, akhirnya Aylin menjawab agak tergagap, "cocok.. cocok Tante"


"Koq nanya sama aku sih, kalau aku bilang gak cocok, kan gak enak juga", pikir Aylin dalam hati.


"Bagaimana hubunganmu dengan Jayden?'"


"Baik-baik saja tante", jawab Aylin netral.


"Iya, Jayden dari dulu anggap kamu seperti adiknya, karena dia dulu ingin sekali punya adik perempuan, pasti dia akan baik padamu".


Ibu Jayden sepertinya ingin menegaskan kalau perasaan sayang Jayden pada Aylin hanya sebatas adik saja, bukanlah perasaan sayang terhadap seorang wanita dewasa.


Aylin hanya bisa mengangguk mendengar perkataan ibu Jayden.


"Masa adik perempuan dikasih ciuman koq di bibir?, sebenarnya ibu Kak Jay mau ngomong apa sih, koq gak langsung ke intinya? Bikin hatiku deg deg an aja", pikir Aylin dalam hati.

__ADS_1


"Kamu gak menganggap serius ucapan Jayden yang ingin memperistri kamu kan?", tanya ibu Jayden akhirnya.


"Tidak tante", jawab Aylin menggeleng.


Sebenarnya itu bukan pertanyaan yang bisa kupilih jawabannya, tapi pertanyaan itu mengharuskan aku jangan menganggap serius ucapan Jayden, pikir Aylin dalam hati.


"Tapi Tante dengar ada gosip kalau kamu itu simpanan Jayden. Gosip yang gak bagus buat kamu berdua. Jayden sudah punya Maya, kamu juga sudah punya kekasih. Kasihan kak Maya, dia jadi kepikiran terus. Sebaiknya kamu usahakan jangan terlalu dekat dengan kak Jay, agar ke depannya tidak ada masalah Lin", kali ini ibu Jayden langsung ke intinya.


Aylin terdiam mendengar perkataan ibu Jayden yang panjang lebar itu. Dia tidak tahu siapa yang mengadu ke ibu Jayden, tapi dia bisa menebak yang mengadu pasti Maya.


Dia ingin menjelaskan kalau dia itu tidak punya pacar, tapi untuk apa, nanti malah kelihatan seperti membela diri.


Dia ingin sekali berkata kalau kak Jay yang mendekatinya, padahal dia sudah berusaha menghindari, tapi juga percuma, sepertinya sudah nasibnya dicap cewek penggoda.


"Tante, ijinkan Lin resign dari sini, kalau bisa mulai besok saja. Lin juga belum memegang pekerjaan penting, rasanya tidak masalah kalau Lin resign mulai besok", ujar Aylin, hanya ini jalan keluar satu-satunya agar dia tenang, dan dia juga tidak usah repot-repot berpikir bagaimana harus meminta resign.


Karena hal ini jugalah yang membuat


Sekarang gantian ibu Jayden yang kaget, sebenarnya dia cuman ingin Aylin menjaga sikap saja, dan tidak terlalu dekat dengan Jayden.


Ibu Jayden tidak pernah terpikirkan kalau Aylin malah minta berhenti kerja dari perusahaan mereka.


"Kenapa Lin harus berhenti kerja di sini? Tante tidak bermaksud menyuruh kamu resign Lin! Tante hanya memintamu menjaga jarak saja dengan Jayden, biar orang yang melihat tidak berpikiran yang tidak-tidak dan menjadi gosip yang tidak enak didengar", ujar ibu Jayden.


"Kenapa harus aku yang jaga sikap? bukankah selama ini aku sudah berusaha menjauhi kak Jay, kak Jay yang mendekatiku dulu. Kenapa aku yang disalahkan?", pikir Aylin dalam hati, merasa tidak adil, tapi dia tidak berani menyatakan perasaannya.


"Enggak Tante, memang Lin tidak cocok bekerja di sini. Otak Lin kurang mumpuni untuk bekerja di kantor. Mungkin sesudah ini, Lin akan bekerja di tempat yang membutuhkan ketrampilan saja, rasanya lebih cocok", jawab Aylin memberikan alasan.

__ADS_1


"Tidak apa merendah, toh mereka semua juga sudah tahu level otakku yang pas-pasan, tidak seperti otak kak Maya yang hebat", pikir Aylin menghibur dirinya sendiri, walaupun hatinya merasa sakit.


Sebenarnya hati ibu Jayden tidak tega juga pada Aylin, karena dia sudah melihat perkembangan Aylin sejak kecil. Tapi karena keinginannya agar Jayden cepat berkeluarga dan harapan dia agar Maya menjadi istri Jayden tanpa halangan apapun, terpaksa dia harus membuang jauh-jauh rasa tidak tega itu.


"Bagaimana kalau kak Jay bertanya pada tante, mengapa tante membiarkan Lin resign?", tanya ibu Jayden lagi memastikan.


Aylin tentu mengerti, kalau ibu Jayden tidak mau disalahkan atas resignnya dia.


"Tante jangan khawatir, semua itu kemauan Lin sendiri, tidak ada hubungan dengan orang lain. Lagipula tidak ada yang memaksa Lin untuk resign", tegas Aylin.


Walaupun dia tidak punya otak yang pintar, kedudukan maupun harta, tapi dia masih punya harga diri, pikir Aylin dalam hati.


Dan itulah yang selalu dikatakan ayahnya padanya berulang-ulang, "Walaupun kamu sudah tidak punya apa-apa lagi, ingatlah untuk selalu menjaga harga dirimu, jangan sampai dihina orang".


"Baiklah", akhirnya ibu Jayden mengangguk setuju. Walaupun dia tidak tega, tapi setidaknya dia bisa bernafas lega, sudah tidak ada orang ketiga di antara Jayden dan Maya, pikirnya.


Ketika Aylin keluar dari ruangan Jayden, jam sudah menunjukkan pukul 17.00 lewat, Aylin agak kecewa, sebenarnya dia ingin memberitahu Bu Desy tentang resign dia, tapi Bu Desy sudah pulang.


Setidaknya dia mau mengucapkan salam perpisahan, karena Bu Desy yang paling baik padanya dan juga sabar mengajarinya selama ini.


Dan selama ini dia juga tidak pernah terpikirkan meminta nomor handphone Bu Desy.


Sesudah merapikan meja dan mengambil semua barangnya yang di kantor, Aylin berjalan ke pintu keluar dengan gontai.


"Bagaimana aku harus memberitahu ibu?", pikir Aylin bingung, dalam perjalanan pulang ke rumah.


"Sebaiknya aku jujur saja pada ibu, biar ibu bisa membantuku menghindari kak Jay, kalau sampai kak Jay ke rumah", pikir Aylin memutuskan.

__ADS_1


"Yang penting aku harus segera menghubungi Cika, secepat mungkin aku harus melamar di tempat Cika, sebelum lowongan terisi. Aku gak boleh nganggur terlalu lama", pikir Aylin mulai menyusun rencana.


Aylin berpikir dia harus menyibukkan dirinya, agar dia bisa melupakan semua masalah yang berhubungan dengan Jayden, agar hidupnya bisa lebih tenang, seperti saat dia belum bertemu kembali dengan Jayden.


__ADS_2