Loving You

Loving You
Kenangan yang tidak bisa hilang


__ADS_3

Ternyata dugaan Aylin dan ibunya benar. Keesokkan paginya sekitar jam 07.00, Jayden sudah muncul di rumah Aylin kembali.


Tentu saja Jayden tidak berhasil menemui Aylin lagi. Yang dicari dari tadi sudah tidak berani keluar dari kamar.


Ibu Aylin terpaksa membohongi Jayden kalau Aylin sudah pergi kerja.


"Pagi sekali berangkatnya Tante?", akhirnya Jayden tak tahan lagi untuk bertanya.


"Oo, mungkin sekalian sarapan di luar Jay", jawab ibu Aylin agak tergagap, karena tidak terbiasa berbohong.


"Aylin sekarang bekerja di mana Tante?", tanya Jayden menyelidik


"Aduh, Tante tidak tahu alamat pastinya nak Jay, tante hanya tahu Aylin bekerja di toko kosmetik saja dan lumayan jauh dari rumah."


Jayden terdiam sejenak, akhirnya dia menyadari sepertinya Aylin menghindarinya, entah apa alasannya. Dan sepertinya ibunya juga membantu Aylin untuk menghindari Jayden.


"Kerjanya sampai jam 09.00 malam nak Jay. Tapi Aylin akan tinggal di kosan sekarang, karena tempat kerjanya yang terlalu jauh dari rumah. Katanya untuk menghemat biaya dan waktu", sambung ibu Aylin memutuskan untuk memberitahukan hal tersebut agar Jayden tidak datang mencari Aylin ke rumah lagi.


Ibu Aylin sungguh merasa tidak enak jika harus berbohong terus.


Mendengar hal tersebut, Jayden yang posesif tentu saja kaget.


"Tante mengijinkan dan tidak keberatan kalau Aylin tinggal di kos?", tanya Jayden.


"Ah..Aylin sudah dewasa, dia sudah bisa menjaga diri sendiri, jadi gak pa pa. Kasihan dari pada dia harus bolak balik, capek di perjalanan", sahut ibu Aylin.


"Seharusnya Lin memberitahuku, aku bisa mengantar jemput dia daripada di harus kos di luar sana", ujar Jayden karena khawatir, jadi lupa kalau Aylin tidak punya hubungan apapun dengannya.


Mendengar perkataan Jayden, ibu Aylin menjadi terdiam dan kaget. Dia tidak menyangka kalau Jayden akan begitu memperhatikan Aylin.

__ADS_1


"Sepertinya Jayden sudah benar-benar suka pada Aylin?", pikir ibu Aylin dalam hati.


"Tidak usah nak Jay, akan merepotkan kalau harus mengantar Aylin setiap hari apalagi perjalanan lumayan jauh", jawab ibu Aylin akhirnya.


"Tidak merepotkan, daripada dia harus tinggal di luar sana sendirian. Saya khawatir karena Aylin masih muda, dan Lin kadang terlalu mudah percaya pada orang lain", sahut Jayden masih merasa tidak puas.


Jayden sudah lupa dengan statusnya, kalau dia tidak memiliki status apapun dengan Aylin, yang harus membuat dia mengkhawatirkan Aylin sampai sedemikian rupa.


Ibu Aylin sempat kaget dengan perkataan Jayden.


"Nak Jay jangan seperti itu, orang lain yang mendengarnya akan salah sangka, mengira nak Jay memiliki hubungan tertentu dengan Lin", tegur Ibu Aylin akhirnya.


Akhirnya dia tahu apa yang menyebabkan sampai Jayden dan Aylin digosipin di perusahaan, yang membuat ibu Jayden menegur Aylin.


"Padahal dari sini kelihatan, Jayden lah yang mendekati Aylin, bukan Aylin yang memulai. Mengapa harus Aylin yang disalahkan?", pikir ibu Aylin masih sakit hati, masih tidak puas teringat cerita Aylin tentang ibu Jayden yang sepertinya menyalahkan Aylin.


"Saya tidak perduli orang lain mau mengira apa, saya hanya perduli pada Aylin, saya suka dengan Aylin, saya khawatir padanya", sahut Jayden langsung, yang membuat ibu Aylin kaget karena tidak menyangka Jayden akan berkata terus terang seperti itu.


Sesudah pergi lumayan lama, akhirnya ibu Aylin masuk ke kamar Aylin dan memberitahukan kepada Aylin bahwa Jayden sudah pergi.


Aylin akhirnya bisa menarik nafas lega dan menenangkan hatinya yang berdebar-debar sejak kedatangan Jayden tadi. Walaupun bagaimana dia tetap merasa tidak tenang karena berbohong.


"Kamu mau menghindari kak Jay sampai kapan Lin?" tanya ibunya langsung.


"Sampai dia bosan mencari Lin", sahut Aylin, sambil membereskan baju-bajunya ke dalam koper.


Aylin bertekad malam ini dia akan mulai kos. Cika pernah berkata padanya kalau pegawai di sana yang bernama Lenny sedang mencari teman kos, jadi Aylin berniat untuk kos satu kamar dengan Lenny. Biar dia punya teman dan biaya sewa kosnya lebih murah.


"Kak Jay sepertinya keberatan kalau kamu kos di luar sana, dia khawatir padamu. Dia bilang dia akan antar jemput kamu", ucap ibu Aylin menyampaikan pesan Jayden.

__ADS_1


Entah mengapa ibu Aylin menjadi ragu melepas Aylin untuk kos, setelah mendengar perkataan Jayden.


Kalau dipikir-pikir Aylin masih kurang pengalaman dan masih muda, juga tidak pernah jauh dari dia.


"Kenapa kak Jay harus keberatan? Lin kan bukan siapa-siapanya kak Jay. Lagipula Lin gak mau berhutang budi pada orang lain lagi, apalagi pada kak Jay", sahut Aylin kesal, dia takut ibunya dipengaruhi oleh Jayden.


"Kak Jay tadi bilang pada ibu dia khawatir padamu, karena dia suka padamu."


Mendengar perkataan ibunya, tangan Aylin langsung berhenti memasukkan bajunya dan termenung dengan pipi memerah.


"Ih.. kak Jay ini muka tembok, gak tahu malu, masa berani bilang menyukaiku ke ibu. Dasar orang gak ada aturan!", pikir Aylin dalam hati.


Aylin lalu berpikir andaikata dulu, kak Jay berkata menyukainya tentu dia akan melompat kegirangan, dan pasti langsung menerimanya karena dia juga menyukai kak Jay, bahkan sangat suka


Tapi sekarang berbeda, walaupun tadi hatinya sempat senang dan berdebar saat ibunya mengatakan kalau kak Jay menyukainya, saat ini keadaan sudah berbeda.


Ada kak Maya, ada ibu Jayden yang begitu menyukai Maya. Dia juga tidak mengerti mengapa kak Jay bisa tiba-tiba suka padanya, padahal dulu sama sekali tidak pernah mencarinya.


"Lho kamu diajak ngomong koq malah ngelamun? Apakah kamu juga menyukai kak Jay?", tanya ibunya memutuskan lamunan Aylin.


"Ah..ibu jangan pernah menganggap serius perkataan kak Jay, kak Jay suka main-main."


"Setahu ibu, kak Jay orangnya selalu serius dan jarang berbicara, bagaimana dia bisa main-main dengan hal begitu? Apalagi ngomongnya ke ibu", ujar ibunya penasaran dengan jawaban Aylin yang tidak masuk akal.


Aylin akhirnya menghela nafas, dan duduk di atas kasur menghentikan kegiatannya. Kemudian dia mengajak ibunya duduk juga untuk berbicara.


"Aylin yang jalanin, jadi Lin yang lebih tahu Bu. Aylin sendiri dulu yang melihat kak Jay begitu perhatian pada kak Maya Bu, bahkan kak Jay sangat memihak kak Maya dibandingkan Aylin."


Entah mengapa kejadian saat mereka makan bersama begitu membekas di hati Aylin, dia masih ingat Cika yang memihak padanya agar Jayden mengantarnya pulang, tapi disahut Jayden dengan ketus, dan berakhir dengan Jayden yang menggandeng Maya pergi dari situ.

__ADS_1


Karena itulah Cika tidak pernah menyukai Jayden.


Dan ternyata, hati Aylin masih merasa sakit sampai sekarang jika mengingat kejadian itu, mungkin juga itu merupakan pertemuan terakhir mereka 5 tahun yang lalu, jadi masih begitu membekas di hati Aylin.


__ADS_2