Loving You

Loving You
Jayden menyatakan cinta


__ADS_3

Begitu dekat rumah Aylin, Jayden memarkir mobilnya di depan lapangan di dekat perumahan Aylin tinggal.


Jayden memang jarang memarkir mobilnya di depan rumah Aylin, dia takut mengganggu jalan.


Jayden kemudian membukakan pintu dan langsung memegang pergelangan tangan Aylin, saat Aylin keluar dari mobil.


Aylin membiarkan saja perbuatan Jayden dan tak berkata apa-apa.


Entah mengapa Jayden merasa Aylin menjadi penurut, yang tentu membuat Jayden merasa senang.


Sedangkan Aylin yang terlepas dari kejadian yang memalukan itu, merasa terlindungi dengan perlakuan Jayden yang begitu perhatian kepadanya, dan entah mengapa dia merasa bahagia, Jayden terlihat sangat memanjakannya.


Aylin merasa dia seperti kembali ke saat dia masih kecil, saat Jayden yang juga begitu penuh perhatian kepadanya.


Apalagi Jayden tadi sudah menolongnya, mengingat hal tersebut Aylin tidak tahu apa yang akan terjadi andaikata Jayden tidak muncul tepat waktu.


Aylin yang tiba-tiba merasa ketakutan lagi jika membayangkan kejadian tadi, akhirnya menggandeng pergelangan tangan Jayden dengan kedua tangannya, dan menyenderkan kepalanya ke dada Jayden sambil melangkah.


Lagipula Aylin memang dari dulu sudah mempunyai sifat manja.


Jayden yang mendapat perlakuan seperti itu dari Aylin, pertamanya sempat kaget, tapi setelah itu tentu saja dia merasa senang.


Biasanya Aylin selalu terlihat sungkan dan menjaga jarak padanya, tapi hari ini Aylin terlihat begitu manja, membutuhkannya, dan memasrahkan dirinya pada Jayden, akhirnya membuat Jayden tidak bisa menahan perasaannya lebih lama lagi. Apalagi sesudah tadi Jayden mendengar kalau Denny bukanlah kekasih Aylin


Jayden tiba-tiba memegang kedua bahu Aylin, dan membuat Aylin menghadap ke arahnya, "kak Jay menyukaimu, Lin jangan pernah sembunyi dan menghindari kakak lagi!"


Mendapat pengakuan dari Jayden, Aylin tentu saja kaget, dan tak bisa berkata apa-apa. Aylin hanya menatap ke Jayden tak percaya.


Akhirnya Jayden yang tak bisa menahan dirinya lagi, karena suasana jalan yang juga sepi, karena sudah malam,


Jayden langsung memeluk pinggang Aylin agar mendekat padanya, kemudian mengecup dahi Aylin penuh perasaan.


Jayden menjadi kaget, tiba-tiba saja Aylin mendorongnya menjauh.


"Jangan cium Aylin kak!", ujar Aylin.

__ADS_1


"Mengapa?", tanya Jayden penasaran, karena Aylin dari tadi sangat penurut.


"Lin belum mandi, gara-gara tadi melihat Tommy di apartemen", sahut Aylin tersipu malu.


Jayden akhirnya menarik nafas lega, setelah mendengar jawaban Aylin, bahkan menggoda Aylin .


"Nanti sesudah Lin mandi, kak Jay akan cium Lin habis-habisan".


Tapi sebenarnya bukan godaan, Jayden berpikir dia benar-benar akan melakukannya jika ada waktu dan kesempatan, karena sudah lama dia gemas pada Aylin, yang berani-beraninya berhenti kerja dan menghindarinya tanpa alasan dan tidak memberitahunya.


Dan sudah membuat otaknya menjadi bebal beberapa hari.


Mendengar godaan Jayden, Aylin langsung memukul bahu Jayden, dan berkata, "kak Jay nakal!"


Saat Jayden menggandeng Aylin dan berbalik menuju ke rumah Aylin, Jayden dan Aylin baru sadar kalau ada Denny yang entah sudah berapa lama melihat tingkah laku mereka.


Denny yang ternyata sudah tidak tenang karena Aylin belum pulang juga,padahal hari sudah malam, akhirnya


berpikir menunggu Aylin di depan rumah saja sambil merenggangkan kakinya yang sudah sejak tadi duduk di ruang tamu Aylin.


Sebenarnya dia dari tadi sudah melihat bayangan Aylin dan Jayden saat turun mobil, tapi tidak jelas, karena jaraknya yang masih jauh, tapi sesudah kedua bayangan itu mendekat, barulah jelas kalau itu adalah Aylin dan Jayden


Sedangkan Jayden yang sudah tahu kalau Denny bukan kekasih Aylin, sama sekali sudah tidak perduli kepada tatapan. Denny yang mengarah padanya dan Aylin.


Jayden malah mengencangkan gandengan tangannya agar tidak lepas, Jayden malah sengaja ingin Denny melihat kemesraannya pada Aylin.


"Kali ini aku akan membuat Aylin jadi milikku, aku tidak akan memberikan kesempatan padamu untuk mendekati Aylin lagi. Aku akan menjaga Aylin baik-baik agar tidak pergi dari sisiku lagi!" , pikir Jayden dalam hati dan tersenyum penuh kemenangan.


********


Aylin akhirnya sudah tidak berusaha melepaskan gandengan tangannya dari Jayden, dia sudah pasrah kalau Denny mau marah lagi.


"Mengapa kamu tidak memberitahu kak Denny untuk menjemputmu, kalau kamu pulang rumah hari ini. Sudah malam begitu baru sampai rumah. Ibumu dari tadi sudah mengkhawatirkan kamu!", tegur Denny yang merasa tidak senang, karena Jayden yang menjemput Aylin.


Aylin tiba-tiba sadar kalau ibunya pasti khawatir menunggunya karena sudah malam.

__ADS_1


Mendengar perkataan Denny, Jayden akhirnya juga melepaskan gandengan tangannya.


"Kamu cepat masuk dan cepat mandi, sudah larut malam!", ujar Jayden pada Aylin penuh perhatian.


"Kak Jay mau berbicara pada kak Denny", sambung Jayden lagi.


Aylin memandang Jayden dan Denny bergantian, karena dia khawatir kalau Jayden dan Denny akan berkelahi.


"Cepat masuk! kak Jay hanya mau ngobrol dengan kak Denny", perintah Jayden lagi, karena Aylin kelihatannya masih ragu meninggalkan mereka berdua saja


"Kak Denny Lin masuk dulu ya", ujar Aylin akhirnya. Denny hanya mengangguk dan menatap Aylin yang masuk ke dalam rumah.


"Apa yang ingin kamu bicarakan padaku", ujar Denny sambil mengalihkan pandangannya dari Aylin, dan menatap ke Jayden.


"Aku hanya ingin kamu tahu, mulai sekarang aku yang akan menjaga Aylin, kamu sudah tidak perlu mengkhawatirkan Aylin, Aylin sudah ada aku", ujar Jayden.


"Berdasarkan apa kamu bisa berbicara seperti itu, mengapa aku harus mempercayai perkataan mu itu?", tanya Denny


"Aku sudah ngomong sama Aylin kalau aku menyukainya, Aylin juga tidak menolak aku.


Dan aku bukanlah orang yang suka hal yang rumit dan panjang, dalam waktu dekat ini aku akan langsung melamar Aylin menjadi istriku. Agar Aylin syah menjadi milikku.


Umurku juga sudah cukup untuk berkeluarga dan ibuku juga sudah meminta aku untuk berkeluarga", sahut Jayden dengan percaya diri.


"Apakah kamu yakin Aylin akan menerimamu? Lagipula Lin masih muda, dia masih menggapai cita-cita nya, apa kamu yakin dia mau diperistri kamu secepat itu?", tanya Denny yang ingin membuat Jayden menjadi ragu.


Tapi Denny sudah salah orang, mana bisa Jayden dibuat ragu, Jayden malah menjawab dengan penuh percaya diri.


"Kalau Lin tidak mau, aku yang harus membuat dia mau. Aku yakin aku bisa mempengaruhi Aylin. Aku akan menggunakan segala cara. Kamu lihat saja nanti hasilnya!"


"Menurutku yang harus kamu taklukan bukan Aylin dulu, harusnya kamu mulai dari ibumu dulu. Kamu yakin ibumu akan mengijinkan kamu menikahi Aylin?", tanya Denny lagi.


Kali ini Jayden terdiam dan tidak langsung menjawab. Jayden bukan tidak bisa menjawab, tapi dia sedang berpikir bagaimana Denny bisa mengetahui masalah ibunya itu.


Jayden akhirnya menjadi curiga, tapi akhirnya menjawab dengan tegas,

__ADS_1


"Dalam masalah memilih teman hidup tidak ada yang bisa menghalangiku, aku yang akan hidup bersama istriku nanti seumur hidupku. Jadi tidak ada seorangpun yang bisa mempengaruhiku mengenai masalah ini!"


Bersambung ........


__ADS_2