
"Ayo! koq melamun?", tegur Jayden sambil menarik tangan Aylin untuk lebih ke tengah.
"Kakak serius?", tanya Aylin tidak percaya.
"Kapan kak Jay pernah main-main?", Jayden malah balik bertanya.
Bahkan Jayden sudah meletakkan tangannya di pinggang Aylin.
Aylin kembali menepis tangan Jayden dan menjauhkan tubuhnya dari Jayden.
"Kak Jay bohong, kak Jay kan pernah bilang sama Lin sampai kapanpun kak Jay gak mau dansa, dansa kan kegiatan yang gak mutu", jawab Aylin mengingatkan.
Jayden langsung terdiam, sebenarnya dia sudah melupakan hal tersebut, karena sudah kejadian yang begitu lama, kalau saja Aylin tidak mengingatkannya.
Teringat hal itu, Jayden baru sadar kalau dulu dia begitu sering menyakiti hati Aylin yang tanpa dia sadari.
Mungkin hal tersebutlah yang membuat Aylin menjauhinya dan menghindarinya.
"Manusia kan bisa berubah", jawab Jayden
"Kamu mau kan ngajarin kak Jay sekarang", sambung Jayden lagi, akhirnya mengalah.
Aylin sampai terpana mendengar perkataan Jayden. "Sejak kapan kak Jay harus belajar? Bukankah dia serba bisa, koq harus belajar sama aku yang jelas IQ nya beda level!", pikir Aylin dalam hati kaget dengan jawaban Jayden.
Melihat Aylin yang bingung, Jayden mengambil kesempatan itu, segera memeluk pinggang Aylin dan membawanya melangkah ke tengah. Akhirnya Aylin tanpa sadar mengikuti langkah Jayden yang sudah membohonginya.
Jayden lumayan fasih juga gerakannya, sedangkan Aylin yang suka menari tentu tidak bermasalah, apalagi dia sudah sering menonton di film-film.
Aylin yang bingung hanya menengadah menatap Jayden tanpa sadar, Jayden juga menatap intens ke Aylin, baru kali ini sesudah begitu lama tidak bertemu, Aylin berani menatap ke Jayden secara langsung.
Tanpa sadar Aylin terbawa suasana dansa yang dulu dimpikannya itu.
Maya dari ujung menatap dengan kecewa dan marah ke pasangan itu. Maya sungguh sakit hati, apalagi tadi saat dia menyapa Jayden untuk mengajaknya pulang bersama nanti, Jayden langsung menolaknya dengan alasan sudah janji mengantar pulang Aylin, walaupun Jayden masih tetap ingat meminta Deddy untuk mengantar pulang Maya.
Maya sungguh membenci Aylin, menurutnya Jayden berubah padanya karena kedatangan Aylin.
Akhirnya Jayden juga tergoda oleh wanita yang cantik menurut pemikiran Maya.
Maya juga mengakui kalau Aylin memang bertambah cantik setelah dewasa.
Sedangkan Cika tadi sempat juga melihat Aylin dan Jayden berdansa bersama, Bagaimanapun pasangan itu agak mencolok karena postur tubuh Jayden yang tinggi, sehingga membuat orang mudah melihatnya. Cika agak khawatir dengan Aylin, dia takut Aylin disakiti lagi.
__ADS_1
Apalagi melihat tatapan Aylin ke Jayden, sepertinya Aylin masih menyukai Jayden seperti dulu.
Sedangkan Jayden dan Aylin sama sekali tidak sadar diperhatikan orang lain, keduanya benar-benar terbawa suasana romantis itu. Jayden dengan perasaannya pada Aylin, sedangkan Aylin yang terkenang dengan keinginannya di masa lalu yang belum kesampaian.
Jayden dan Aylin berhenti sesudah musik berhenti. Aylin seperti tersadar dari mimpinya, dia segera melepaskan tangannya dari Jayden, dan mendorong Jayden agar melepaskan pelukan di pinggangnya.
"Acara dansanya sudah selesai kak", kata Aylin untuk menetralkan suasana.
Jayden tidak menjawab, hanya mengangguk.
Sesudah itu Jayden melakukan hal yang dari tadi sudah ingin dilakukannya, ia melepaskan jasnya dan memakaikan pada Aylin
"Sudah malam, dingin!", ucap Jayden yang kali ini bisa berkata bagus dan menahan emosinya, sehingga tidak mengeluarkan kata-kata yang tidak enak didengar.
Untungnya juga Aylin menurut dan mengucapkan terimakasih pada Jayden. Sehingga kali ini suasana damai dan pembicaraan mereka tidak lagi diwarnai adu mulut.
Sampai akhirnya Aylin dan Jayden yang merupakan teman penganten dipanggil untuk foto bersama, sebagai penutup acara. Cika melambaikan tangannya pada Aylin, agar Aylin disampingnya. Aylin pun segera berjalan menghampiri Cika dan ikut berpose di samping Cika.
Sebelum pulang Aylin pamitan pada Cika, sedangkan Jayden pamitan dengan Dimas.
Lalu Cika pun berbisik pada Aylin, "Kamu hati-hati ya, jangan sampai terjatuh di lubang yang sama lagi. Jangan sampai terluka dua kali oleh orang yang sama! Aku selalu mendoakan yang terbaik untukmu."
Aylin matanya berkaca-kaca, mengangguk dan memeluk Cika sebelum pulang. Dia sungguh terharu dengan perhatian temannya.
Sebelum pergi Jayden juga menyalami Cika mengucapkan selamat, karena saat datang dia belum mengucapkan selamat.
Sampai parkiran mobil, Aylin baru sadar Jayden membawa mobil putih, bukan mobil silvernya, dan Aylin langsung teringat dengan Maya.
"Kak Maya pulang dengan siapa kak?"
"Dengan Deddy", sahut Jayden pendek
"Koq enggak sama kak Jay", tanya Aylin lagi
"Kenapa harus dengan kak Jay?" Jayden malah balik bertanya.
Aylin bingung menjawab, akhirnya terdiam dan tidak bertanya lagi. Di dalam hatinya dia hanya bisa menebak-nebak mungkin Jayden dan Maya sedang bertengkar. Tapi Aylin tidak mau terlibat dengan urusan pribadi orang, sehingga dia memilih lebih baik diam.
Dalam perjalanan pulang Aylin diam saja karena dia melihat Jayden sepertinya konsentrasi menyetir, jadi dia tidak mau mengganggu Jayden, lagipula dia bingung mau memulai obrolan dari mana.
Sedangkan yang dia tahu Jayden memang orangnya juga jarang berbicara.
__ADS_1
Mungkin karena capek dan udara sejuk AC di dalam mobil, akhirnya Aylin ketiduran sepanjang perjalanan pulang.
Jayden yang dari tadi tidak mendengar suara Aylin dan gerakan Aylin, akhirnya melirik ke samping dan tersenyum melihat Aylin yang sudah tertidur.
"Dasar tukang tidur!"
Mau tidak mau Jayden teringat saat kecil, kalau ayahnya mengajak Aylin pergi jalan-jalan bersama, setiap perjalanan pulang Aylin selalu tertidur.
Aylin dulu sangat manja, pasti tidur di pangkuannya
Begitu ingatannya sampai itu, Jayden menyesal mengapa menjelang dewasa dia malah menghindari Aylin, yang akhirnya membuat Aylin menghilang dari kehidupannya selama beberapa tahun.
Yang paling disesali Jayden lagi adalah dia tidak berada di samping Aylin, untuk membantu Aylin saat Aylin melewati kehidupan yang sulit...
Ketika sampai di depan rumah Aylin, Aylin masih tertidur dan belum bangun.
"Aylin, sudah sampai!", panggil Jayden sambil menepuk-nepuk pelan pipi Aylin.
Aylin kaget dan bangun dari tidurnya, sambil mengerjapkan matanya.
"Maaf kak Jay, Lin ketiduran", ucap Aylin sambil tersenyum malu, lalu melepaskan jas Jayden dan mengembalikan jasnya ke Jayden.
"Terimakasih kak Jay sudah anterin dan minjamin jasnya ya", sambung Aylin yang masih tidak menyadari kalau Jayden menatapnya terus.
"Bolehkah kak Jay meminta sesuatu padamu?" tanya Jayden tiba-tiba.
Mendengar pertanyaan Jayden, Aylin tersenyum dan mengangguk.
Mendapat persetujuan Aylin, Jayden tidak mau menyia-nyiakan kesempatan, langsung menarik tangan Aylin , lalu memeluk erat Aylin dan mengecup bibir Aylin.
Aylin menjadi kaget karena tidak menyangka kalau Jayden meminta untuk menciumnya.
Belum sempat Aylin mendorong Jayden, Jayden merubah kecupannya dengan mel***t bibir Aylin, Aylin menjadi terdiam, dia merasa seluruh tubuhnya menjadi lemas, akhirnya Aylin pasrah bahkan tanpa sadar dia menggantungkan kedua lengannya di leher Jayden.
Mendapat balasan dari Aylin, Jayden semakin memperdalam ciumannya, bahkan tanpa sadar tangannya mengelus bahu Aylin yang terbuka.
Aylin menjadi sadar, dia segera mendorong dada Jayden agar menjauh darinya.
"Cukup kak", ucap Aylin dengan suara bergetar dan kedua pipinya memerah.
Jayden pun akhirnya sadar, sebenarnya tadinya dia hanya ingin mengecup Aylin saja, karena dari tadi dia sudah terbawa suasana..
__ADS_1
Tapi dia tidak tahu kalau akhirnya dia tidak bisa mengontrol dirinya sendiri.
"Ah ..Aylin sudah membuat aku gila dan tidak bisa mengontrol diriku sendiri.!", pikir Jayden kesal pada dirinya sendiri.