Loving You

Loving You
Jayden yang beruntung.


__ADS_3

Jayden tentu mengetahui penyebab keraguan Aylin.


"Ayah dan ibu sedang ke tempat kak Tony, ayo kamu siap-siap!", ajak Jayden.


Mendengar itu akhirnya Aylin menurut, bangun dari duduknya dan menuju kamar untuk bersiap-siap.


Jayden langsung menghampiri ibu Aylin dan meminta ijin untuk membawa Aylin keluar.


"Jangan pulang malam-malam ya nak Jay!", ujar ibu Aylin mengijinkan.


"Baik Bu", sahut Jayden.


Tidak lama kemudian Aylin keluar dari kamarnya, dan langsung menghampiri Jayden sesudah pamitan dengan ibunya.


Jayden tertegun menatap Aylin yang mencepol rambutnya ke atas, karena biasanya Aylin lebih sering menggerai rambutnya. membuat lehernya yang jenjang kelihatan jelas.


"Lucu ya kak? habis nanti kan mau jadi PRT di rumah kakak buat masak, biar lebih leluasa", ujar Aylin tersenyum, Aylin agak salah tingkah karena Jayden menatapnya lekat.


"Gak lucu koq, malah kak Jay jadi gemes sama Lin", jawab Jayden dengan polosnya, padahal masih ada ibu Aylin. Aylin benar-benar salut dengan muka tembok Jayden yang tidak perduli keadaan kalau mengucapkan sesuatu.


"Bu, Lin pergi dulu ya!", ujar Aylin yang segera menarik keluar Jayden dari dalam rumah. Aylin takut Jayden akan mengucapkan perkataan yang akan membuat ibunya lebih kaget lagi.


Dan ternyata benar saja dugaan Aylin.


"Melihatmu seperti itu kak Jay benar-benar kepikiran ngomongan kak Jay kemaren!".


"Omongan apa kak?", tanya Aylin penasaran.


"Mau bikin cap kepemilikan, biar semua orang di tempat kamu kerja tahu kamu sudah ada yang punya", sahut Jayden tersenyum menggoda.


"Kak Jay nakal! Awas kalau kakak berani ya, Lin benar-benar marah!", omel Aylin sambil mencubit Jayden kesal.


Jayden hanya membiarkan perbuatan Aylin, tapi begitu sampai di dalam mobil dan dalam perjalanan ke rumah Jayden, Jayden pun berkata, " Kak Jay gak janji ya".


Mendengar perkataan Jayden, Aylin menghela nafas kesal, dan tidak mau menyahut Jayden lagi.


"Huh nyebelin, dasar otak mesum. percuma saja kujawab, mesti aku yang kalah. Cuekin saja, biar kak Jay tahu kalau aku marah benaran!", pikir Aylin dalam hati dan cemberut.


Jayden yang tidak mendengar suara Aylin akhirnya melirik ke arah kekasihnya itu, Jayden akhirnya hanya tersenyum dan berkata dalam hati,


"Cemberut pun bikin gemes. Beruntung kamu, kak Jay lagi nyetir! kalau tidak habis kamu kulumat!"

__ADS_1


********


Begitu sampai di rumah Jayden, mereka langsung disambut bi Ina.


"Ah nona Aylin, lama gak main kesini, tambah cantik saja, tadinya bibi kirain non Maya", ujar bi Ina ramah.


"Ah.. bi Ina bisa saja", sahut Aylin tersipu, dan wajah cemberutnya sudah hilang sejak tadi karena melihat ada Bi Ina.


Tapi hatinya merasa tidak enak mendengar bi Ina menyebutkan nama Maya.


Sepertinya dulu Maya sering dibawa jayden main ke rumah, pikir Aylin. Akhirnya Aylin teringat dengan ucapan Cika lagi.


"Tentu saja cantik bi, ini kan calonku", sahut Jayden yang sudah memarkir mobilnya dan tiba-tiba muncul ikut menyahut, karena dia tadi sempat melihat perubahan wajah Aylin saat bi Ina menyebutkan nama Maya.


"Ah.. dasar! bi Ina ini kalau ngomong gak mikir-mikir dulu, asal nyerocos saja, gak tahu Lin bisa salah kira gak?", pikir Jayden dalam hati.


"Oo, cantik gitu cepat diresmikan saja tuan, nanti diincar yang lain lho!", sahut bi Ina lagi menggoda.


"Sayanya sih mau Bi, tapi nona cantiknya yang gak mau cepat-cepat", sahut Jayden senang, karena ada yang mendukungnya.


Aylin yang kesal langsung mencubit Jayden lagi.


"Ih kak Jay gak tahu malu", omel Aylin.


Tentu Jayden bertambah senang ada yang memihak padanya, sedangkan Aylin mukanya sudah seperti kepiting rebus.


"Sudah ya bi, saya mau bawa Aylin ke dapur dulu. Aylin mau masak buat calon suaminya", ujar Jayden yang membuat Aylin terdiam dan tak bisa berkata apa-apa lagi.


"iya tuan. Wah! tuan sungguh beruntung, bisa mendapatkan calon istri yang cantik dan pintar lagi, bibi jadi ikut senang", sahut bi Ina tersenyum tulus.


"Huh, itu kan menurut bi Ina, kalau menurut ibu kak Jay, aku kan gadis


bodoh yang bakal nyusahin kak Jay", pikir Aylin dalam hati, sambil mengikuti langkah Jayden yang menggandengnya masuk ke dalam rumah.


********


Begitu melihat isi kulkasnya, Aylin langsung kaget.


"Wah isinya lengkap banget kak, gak kalah sama isi mini market", ujar Aylin tertawa, seingatnya waktu keluarganya masih kaya saja, ibunya tidak pernah belanja selengkap ini.


"Cuman pintar belanjanya doang, tapi memasaknya payah. Kalau disuruh kasih bintang, kak Jay bakal kasih satu bintang saja, kalau ada nol, malah kak Jay kasih nol", ujar Jayden yang langsung teringat dengan masakan ibunya yang tidak enak itu, yang membuat dia sering makan di luar, sejak ibunya itu rajin belajar memasak.

__ADS_1


"Siapa kak Jay? Tante?", tanya Aylin.


Jayden hanya mengangguk, dan berkata,


"Harusnya kamu panggil saja ibu, jangan tante lagi. kak Jay saja sudah memanggil ibumu dengan ibu, bukan tante lagi".


Aylin langsung terdiam, dan teringat kalau tadi memang Jayden memang memanggil ibunya dengan sebutan ibu dan bukan tante lagi.


"Ah iya! Aylin baru sadar, kenapa gitu kak?


"Karena bentar lagi paling kita menikah, jadi gak ada salahnya latihan dulu biar terbiasa!", ujar Jayden santai, sambil mengikuti Aylin yang sedang berkeliling di dapur melihat bahan-bahan yang bisa dimasak.


"Tapi kan Tante belum setuju!"


"Lin tenang saja, paling bentar lagi setuju!", sahut Jayden dengan yakin.


Mendengar jawaban itu, Aylin yang merasa ragu, tapi hanya menyimpannya dalam hati saja, tidak mengatakannya pada jayden.


"Kak Jay pengen makan apa? Lin masakin, Lin malah jadi bingung karena kebanyakan bahan", ujar Aylin mengalihkan pembicaraan Jayden.


"Nasi goreng", jawab Jayden langsung dan cepat.


"lho! Lin datang jauh-jauh cuman masak nasi goreng, kak Jay yakin?", tanya Aylin ragu.


"Iya!", sahut Jayden tegas


"Denny pernah makan nasi goreng buatan lin, masak kak Jay gak pernah makan nasi goreng buatan lin? padahal kak Jay kan pacarnya Lin", sambung Jayden cemburu.


"Jadi hanya gara-gara itu kak Jay memilih makan nasi goreng?" tanya Aylin tersenyum.


"Baiklah, khusus kak Jay, Lin akan buatkan nasi goreng yang super istimewa", sambung Aylin yang makin hari rayuannya makin hebat.


Tentu Jayden langsung merasa senang dan cemburunya langsung hilang seketika.


"Ayo.. ke sini, kak Jay pasangkan celemek agar bajumu tidak kotor", ujar Jayden.


Aylin hanya menurut dan memunggungi Jayden, tapi setelah selesai, tiba-tiba Jayden memeluk pinggang Aylin dari belakang dengan kedua tangannya yang kokoh sehingga Aylin tidak bisa bergerak, dan seperti biasa Aylin tidak diberi kesempatan berpikir.


Dengan gerakan kilat Jayden langsung memberikan cap kepemilikan di leher Aylin.


Jayden memang otaknya pintar, dalam hal mengambil kesempatan pun pintar. Aylin kali ini kalah dan terperdaya lagi.

__ADS_1


bersambung.......


__ADS_2