Loving You

Loving You
Aylin shock


__ADS_3

Besok adalah hari offnya Aylin. Satu hari sebelum libur, karyawan diberi waktu untuk pulang lebih cepat satu jam.


Karena banyak karyawan training yang memilih tinggal di kos karena rumahnya jauh, dan pada saat libur baru pulang, akhirnya perusahaan membuat kebijaksanaan malam sebelum libur karyawan boleh pulang lebih cepat satu jam.


Ketika jam menunjukkan pukul 08.00, Aylin langsung berpamitan kepada Olivia dan Lenny untuk pulang terlebih dahulu. Aylin berencana langsung pulang malam ini juga ke rumah, karena dia sudah kangen dengan ibunya.


Tapi sebelum pulang Aylin ingin mandi dan mengganti baju seragamnya terlebih dahulu di apartemen, karena dengan baju seragamnya ini dia merasa tidak bebas untuk bergerak, karena modelnya yang agak pas di tubuh, dengan rok span, lagipula bajunya sudah dipakai seharian.


Betapa kagetnya Aylin saat sampai di apartemen, dia melihat Tommy yang sedang duduk di sofa, sepertinya sedang menunggu Lenny.


Aylin baru tahu sepertinya Tommy memiliki kunci cadangan apartemen, karena dia bisa masuk, walaupun Lenny belum pulang.


Sudah tanggung, karena sudah melangkah masuk, Aylin hanya mengangguk pada Tommy dan segera masuk ke kamarnya. Aylin memutuskan untuk mengganti baju, serta menyiapkan barang yang mau dibawa pulang saja, dan tidak jadi mandi lagi, entah mengapa dia merasa was was karena ada Tommy.


********


Jam 08.00 lewat Jayden sudah sampai di tempat kerja Aylin.


Setelah memperhatikan agak lama, Jayden merasa dari tadi dia sama sekali tidak melihat bayangan Aylin.


Jayden memang datang lebih cepat, karena dia tidak ingin sampai tidak bertemu Aylin, kalau datangnya terlambat, karena dia tahu dari Chandra kalau pulangnya jam 09.00 malam.


Jayden tidak sadar kalau Olivia dari tadi memperhatikan Jayden, karena memang Olivia punya hobi melihat cowok ganteng, dan membandingkannya dengan aktor Korea kesukaannya


Sedang dia berpikir dan membandingkannya, betapa kagetnya Olivia ketika melihat Jayden datang menuju ke arahnya dan menghampirinya.


"Permisi, saya mau tanya apakah benar Aylin bekerja di sini?" tanya Jayden.


"iya... betul ... betul ", jawab Olivia agak tergagap karena kaget, dia tidak menyangka kalau tiba-tiba Jayden bisa menghampirinya, padahal tadi dia sering mencuri pandang ke Jayden.


"Tapi kok Aylin gak kelihatan?", tanya Jayden lagi.


"Aylin pulang lebih cepat, karena besok libur. Tadi katanya sih dia mau pulang ke rumah hari ini", jawab Olivia, sambil berpikir "Wah si Aylin teman cowoknya ganteng-ganteng nih".


"Kamu siapanya Aylin?", tanya Lenny yang tiba-tiba muncul dan bertanya curiga.


Setelah berpikir sebentar Jayden pun menjawab dengan meyakinkan,


"Saya kekasihnya, datang menjemputnya".


Karena Jayden tadi sudah dengar dari Olivia kalau Aylin mau pulang rumah.


Sepertinya kali ini otak Jayden sudah berfungsi normal kembali.

__ADS_1


Mendengar jawaban Jayden, Lenny langsung percaya karena jawabannya meyakinkan.


"Aylin tadi baru saja pulang ke apartemen dulu, kalau mau langsung jemput saja di apartemen, dari sini tidak jauh kok", ujar Lenny, lalu memberikan petunjuk pada Jayden di mana Apartemennya itu dan nomor apartemennya itu.


"Terimakasih atas infonya", sahut Jayden sebelum beranjak pergi dari situ.


Lenny dan Olivia mengangguk , menatap kepergian Jayden.


"Ah berarti cowok ganteng yang hari itu bukan pacarnya Aylin, Aylin gak bohong. Nanti aku mau minta dikenalin sama Aylin deh", pikir Olivia dalam hati penuh semangat.


********


Begitu selesai berberes menyiapkan barang yang akan dibawanya, dan mengganti pakaiannya, Aylin langsung keluar dari kamarnya.


Ketika keluar dari kamar, Aylin langsung disambut pertanyaan dari Tommy,


"Mau ke mana?"


"pulang", sahut Aylin singkat, karena Aylin memang kurang menyukai Tommy.


"Tunggu sebentar", lanjut Tommy mendekati Aylin, Aylin sempat tertegun sebentar mendengar perkataan Tommy.


Ketika Aylin sadar, ternyata sudah terlambat, Tommy sudah menggenggam pergelangan tangannya dan menarik Aylin ke sofa tempat duduk dia tadi.


"Kurang ajar! Lepaskan, nanti kuberitahu kak Lenny!", ujar Aylin mengancam dengan suara bergetar, karena dia sudah mulai ketakutan, apalagi susah sekali untuk melepaskan pergelangan tangannya.


"Kamu belum kenal aku, nanti kalau sudah tahu, kamu sendiri yang akan datang ke pelukanku.seperti Lenny!", ujar Tommy dengan sombong dan mendorong Aylin jatuh ke sofa.


"Kamu mau apa saja akan kuberikan, asal menurut", sambung Tommy tersenyum licik.


Sejak melihat Aylin, Tommy memang sudah mengincar Aylin, dia hanya menunggu waktu yang tepat saja.


Aylin bertambah ketakutan, ketika mencium bau minuman keras, sepertinya Tommy habis minum, walaupun tidak sampai mabuk.


Dengan sekuat tenaga Aylin menampar Tommy, ketika Tommy mendekatkan wajahnya ke Aylin.


Ternyata tindakan Aylin bukannya membuat Tommy sadar, tapi membuat Tommy semakin bernaf** untuk


menundukkan Aylin.


"Dikasih hati, malah macam-macam. Rupanya mau coba-coba sama aku, huh!", ancam Tommy.


Untungnya ketika Aylin sudah kehabisan tenaga karena dari tadi melawan dan sudah ketakutan, tiba-tiba seseorang menarik kerah baju Tommy.

__ADS_1


********


Jayden yang sudah sampai di apartemen Aylin tinggal, sesudah memastikan sesuai petunjuk bingung melihat pintu apartemen tidak terkunci dan terbuka sedikit.


"Dasar gadis ceroboh, seperti ini saja masih saja mau tinggal sendiri", omel Jayden dalam hati melihat kecerobohan Aylin.


Rupanya Aylin tadi karena melihat kedatangan Tommy, menjadi berpikir untuk segera pulang, dan tergesa-gesa masuk kamar guna menghindari Tommy, akhirnya dia lupa mengunci pintu dan pintunya terbuka sedikit.


Jayden pun akhirnya berpikir iseng untuk


memberi kejutan pada Aylin, dengan berjalan perlahan-lahan masuk ke dalam ruangan.


Ternyata yang mendapat kejutan bukanlah Aylin, saat Jayden masuk ke dalam ruangan, Jayden lah yang terkejut melihat adegan di depannya.


Melihat hal tersebut, Jayden langsung marah, apalagi melihat Aylin yang dalam keadaan ketakutan dan tak berdaya.


Emosinya langsung naik sampai ke ubun-ubun.


Apalagi sudah berhari-hari dia memendam kekesalan karena Aylin menghilang.


Tommy ditarik sampai terjatuh ke lantai.


Bahkan Tommy belum sempat bangun saja, sudah dihajar habis-habisan sampai babak belur.


Tommy sama sekali tidak diberi kesempatan untuk melawannya.


Tommy hanya bisa menutup mukanya agar terhindar dari pukulan Jayden yg membabi buta.


Sedangkan Aylin yang masih shock dengan kejadian tadi, hanya diam saja menyaksikan Jayden yang memukul Tommy, sama sekali tidak ada niat memisahkan.


Tommy sungguh beruntung, tertolong oleh kepulangan Lenny. Lenny yang melihat kejadian tersebut segera memisahkan perkelahian tersebut.


(Sebetulnya bukan perkelahian, tetapi pemukulan, karena dari tadi yang menyerang hanya Jayden).


"Hentikan! Mengapa anda sebagai tamu berani memukul?", tanya Lenny gusar, melihat wajah kekasihnya yang babak belur.


"Tanya sendiri sama laki-laki brengsek itu!", sahut Jayden singkat, sambil melempar kartu namanya ke Tommy.


"Kalau kamu tidak puas, tuntut aku!", sambung Jayden, dan tidak perduli dengan pertanyaan Lenny lagi.


Jayden langsung menghampiri Aylin yang masih diam dan terduduk lemas karena shock, kemudian menggendong Aylin keluar dari ruang Apartemen tersebut.


Bersambung........

__ADS_1


__ADS_2