Loving You

Loving You
Jayden akhirnya tahu


__ADS_3

Aylin yang digendong Jayden, hanya diam saja dan tak berkata apa-apa, juga tidak menolak.


Ketika lift sampai bawah dan Jayden berjalan keluar dari gedung apartemen Aylin baru sadar dan merasa malu, saat melihat banyak orang yang berlalu lalang.


Sedangkan Jayden terlihat biasa saja.


Walaupun ada beberapa orang melihat ke arahnya, dia sama sekali tidak malu dan tidak perduli dengan orang di sekitarnya yang melihat kepadanya.


Aylin juga sudah tidak mungkin minta diturunkan lagi, apalagi bajunya yang berantakan, karena tadi bertahan dari serangan Tommy.


Akhirnya Aylin memilih memeluk leher Jayden, dan menyembunyikan wajahnya di dada Jayden, agar orang tidak melihat jelas wajahnya.


Aylin berpikir sudah kepalang basah, tadi Jayden juga sudah melihat kejadian yang memalukan, biarlah kali ini dia hanya perlu merasa malu pada Jayden sekali lagi saja!


Jayden sempat tertegun mendapat perlakuan intim dari Aylin, tapi hanya sebentar saja, karena sesudahnya, Jayden malah tersenyum senang.


Begitu sampai tempat mobil Jayden diparkirkan,


"Lin masih mau peluk kak Jay, atau masuk ke mobil?", ujar Jayden menggoda Aylin.


Aylin yang dari tadi memejamkan mata dan menyembunyikan wajahnya di dada Jayden tentu kaget, segera menjawab,


"masuk mobil kak".


Aylin yang membuka matanya akhirnya melihat kalau dia sudah berada di tempat parkir, yang kebetulan saat itu tidak ada orang lain.


Pipinya menjadi bersemu merah, ketika melihat Jayden sedang menatap lekat padanya. Dengan segera Aylin melepaskan pelukan tangannya pada leher Jayden.


"Aduh aku benar-benar telmi", pikirnya dalam hati malu.


Jayden akhirnya hanya menghela nafas dan menurunkan Aylin, karena dia tidak mungkin bisa membuka pintu mobil dengan keadaan menggendong Aylin.


Sebenarnya kalau menuruti kata hatinya, ingin sekali dia mengecup kedua pipi Aylin yang memerah itu, tapi ingat kejadian tadi, dia khawatir akan membuat Aylin takut. Jadi dia menahan diri untuk tidak melakukan keinginannya itu.

__ADS_1


Dan begitu mengingat kejadian tadi lagi, Jayden merasa emosi kembali, Jayden masih merasa belum puas memukuli Tommy.


"Berani-beraninya dia menyentuh milikku", pikir Jayden yang posesif dan mengepalkan tangannya.


Aylin benar-benar tidak menyangka kalau Jayden akan menjadi begitu perhatian padanya. Begitu Aylin duduk di dalam mobil, Jayden mengambil jasnya dari belakang jok dan memakaikan pada Aylin , sesudah itu langsung memasang sabuk pengamannya pada Aylin.


Dalam mobil Jayden memang selalu tersedia jas, karena Jayden jarang memakai jas, akhirnya Jayden menyiapkan jas di dalam mobilnya, kalau ada pertemuan formal sewaktu-waktu, dia bisa memakainya.


********


Denny diminta kakaknya untuk mengantar jahitan yang penting, ke tempat ibu Aylin agar bisa lebih cepat selesai.


Denny berpikir dia juga ingin sekalian menanyakan pada ibu Aylin tentang keadaan Aylin di sana, jadi kebetulan sekali kakaknya meminta bantuan dia untuk mengantarkan jahitan.


Begitu sampai, Denny disambut senang oleh ibu Aylin.


Ibu Aylin memang suka mengobrol dengan Denny, karena Denny orang yang pintar membuat suasana santai, lagipula sudah berhari-hari tidak ada teman mengobrol sejak Aylin tinggal di kosan.


Sedangkan ibu Aylin, jarang sekali ngobrol dengan tetangga sekitarnya, karena ibu rumah tangga sekitarnya sangat suka bergosip, sedangkan ibu Aylin kurang suka bergosip.


"Bagaimana kabarnya Aylin tante?" tanya Denny, setelah meletakkan bawaannya dan duduk di ruang tamu. Denny sudah sering berkunjung, jadi sudah terbiasa dan santai jika bertamu.


"Baik nak Denny, setiap hari nelpon Tante koq, sepertinya dia suka dengan pekerjaannya dan cocok bekerja di sana. katanya teman kerjanya juga baik-baik semua", sahut ibu Aylin tersenyum.


"Syukurlah Tante, waktu itu saya ke sana, memang kelihatannya Lin senang kerja di sana, dan memang teman-temannya sepertinya baik semua", sahut Denny yang sudah berpikir untuk pamitan pulang.


"Aylin malam ini pulang katanya, soalnya besok dia kebagian libur, tapi koq belum nyampe rumah ya? padahal tadi dia bilang kalau pulangnya lebih cepat satu jam", lanjut ibu Aylin lagi.


Mendengar perkataan ibu Aylin, Denny akhirnya mengurungkan niatnya untuk pulang.


"Kalau begitu aku tunggu Aylin pulang ya tante. Harusnya tadi beritahu aku, biar bisa saya jemput tante, sudah malam koq pulang sendirian", ujar Denny menyesal karena dia baru tahu Aylin hari ini pulang rumah, dan untuk menjemputnya sudah terlambat, sekarang jam sudah menunjukkan jam 09.00 malam lewat.


********

__ADS_1


Sebetulnya banyak pertanyaan yang ingin Jayden tanyakan pada Aylin. Tapi karena kejadian tadi sepertinya membuat Aylin shock, akhirnya Jayden mengurungkan keinginannya untuk bertanya.


"Kapan-kapan baru kutanya saja", pikir Jayden dalam hati , melirik ke Aylin yang tampaknya sedang melamun dan menatap ke depan jalan, dan terlihat meremas tangannya sendiri di atas pangkuannya.


Jayden langsung teringat kebiasaan Aylin yang satu ini, biasanya kalau merasa takut maka Aylin akan seperti itu.


"Apa yang Lin takutkan?", tanya Jayden, yang tiba-tiba menggenggam tangan Aylin.


Aylin sampai tersentak kaget, karena tidak menyangka Jayden akan menggenggam tangannya tiba-tiba.


Aylin segera menarik tangannya,


"kak Jay jangan begitu, hati-hati , kak Jay sedang mengemudi!", ujar Aylin, dia langsung teringat Jayden yang pernah menabrak tiang sesudah pulang dari rumahnya. Jayden pun akhirnya mengalah, dan tangannya kembali memegang setir mobil.


"Mengapa kak Denny tidak datang menjemputmu, kalau tahu kamu pulangnya malam?", tanya Jayden, mendadak Jayden kesal dengan Denny, yang dikira kekasihnya Aylin.


"Kalau tadi Denny menjemput Aylin kan tidak ada kejadian seperti tadi. Untung saja aku hari ini datang, kalau tidak gak tahu apa yang terjadi pada Aylin. Tapi waktu aku pergi sama Aylin dipukul, kurang ajar!", pikir Jayden dalam hati, dia merasa Denny sering meninggalkan Aylin dan tidak bertanggung jawab.


Belum lagi kalau teringat kejadian Aylin di pesta pernikahan Cika dan Dimas, menurut Jayden yang posesif, Aylin disuruh berpakaian sexy malah ditinggal di tengah pesta, bukankah itu mengundang mata orang jahat pikir Jayden semakin kesal.


"Kak Denny kan punya kesibukannya sendiri, Lin gak mungkin bergantung terus sama kak Denny ", jawab Aylin memutus lamunan Jayden.


"Tapi kan harusnya kak Denny lebih memperhatikan dan bertanggung jawab padamu!", sahut Jayden masih ngotot.


"Ih..kak Jay koq lucu, Kak Denny kan punya kesibukannya sendiri. Lin kan bukan siapa-siapa nya kak Denny, cuman teman. Kenapa kak Denny harus tanggung jawab sama Lin", sahut Aylin bingung, mengapa Jayden menyalahkan Denny terus.


"Apa kak Jay masih dendam karena dipukul kak Denny?", pikir Aylin dalam hati.


Gantian Jayden terdiam mendengar jawaban Aylin, akhirnya Jayden tahu kalau Denny bukan kekasih Aylin.


"Dasar Chandra, kasih berita koq gak benar. Entah dapat berita dari mana anak itu!"


"Si Denny juga kurang ajar, sikapnya seolah-olah dia pacarnya Aylin. Awas kamu Denny!", pikir Jayden dalam hati kesal , tapi hatinya juga senang ternyata Aylin masih bebas dan tidak terikat dengan siapapun.

__ADS_1


Bersambung........


__ADS_2