
Begitu sampai di depan rumah Cika, Aylin segera turun dari mobil, padahal Jayden belum sempat turun dari mobil dan membukakan pintu.
"Ini rumah Cika sama kak Dimas, kak Jay langsung saja ke perusahaan", ujar Aylin, setelah itu menutup pintu mobil.
Melihat Jayden yang belum menjalankan mobilnya, Aylin melambaikan tangannya, agar Jayden segera pergi dan tidak usah menunggunya masuk ke rumah Cika.
Akhirnya Jayden menjalankan mobilnya, karena dia merasa Aylin seperti mengusirnya secara halus.
"Ini pasti malu sama temannya itu, jangan-jangan Cika belum tahu kami jadian. si Lin paling mau sembunyiin hubungannya denganku, dia tahu kalau Cika tidak menyukaiku", gerutu Jayden dengan penuh curiga melihat tingkah laku Aylin.
"Heran aku, dia lebih memilih bersama Cika daripada sama aku kekasihnya. Sebenarnya Lin lebih sayang sama siapa sih?", pikiran posesif Jayden akhirnya muncul lagi, gara-gara kecurigaannya itu.
...********...
Setelah melihat mobil Jayden yang melaju, Aylin akhirnya baru mengetuk pintu pagar rumah Cika.
Aylin merasa suasana tentu akan canggung andaikata Jayden dan Cika bertemu saat ini.
"Sebaiknya mereka bertemu sesudah aku menceritakan keadaan hubunganku yang baik-baik saja dengan kak Jay, biar Cika sudah tidak berpikiran negatif lagi pada kak Jay", pikir Aylin karena dia tahu sekali sifat Cika, apabila Cika tidak menyukai seseorang akan kelihatan nyata sekali, karena Cika adalah orang yang tidak bisa menyembunyikan perasaannya.
"Dih.. sudah di depan rumah orang masih bisa melamun, ayooo ngelamunin siapa kamu?", ujar Cika yang sudah muncul di depan Aylin tanpa Aylin menyadarinya.
"Ah.. kamu curigaan saja!", ujar Aylin menghindari pertanyaan Cika.
Cika yang senang dengan kedatangan Aylin, langsung menggandeng Aylin masuk ke dalam rumahnya.
Begitu sampai di dalam Cika langsung mengajak Aylin untuk duduk di sofa yang terletak di ruang keluarga.
"Kamu habis dari mana Lin? tumben banget kamu bisa lupa sama janji mu Lin?", tanya Cika penasaran.
"Aku habis diajak kak Jay main ke rumahnya", ujar Aylin jujur dan agak malu, karena lupa dengan janjinya.
Cika sempat terdiam sejenak, tapi sesudah itu Cika bersikap biasa, dan malah meledek Aylin
"Wah.. sepertinya sudah serius nih, ketemu camer ya?"
"Ah ngawur kamu, gak secepat itu ka, ayah dan ibu kak Jay sedang ke Singapura!", ujar Aylin yang teringat ibu Jayden yang menentang hubungannya dengan Jayden.
__ADS_1
"Hah!! Kamu berdua saja dengan Jayden di rumahnya? Hayo, ngaku! ngapain saja kamu berdua?", ujar Cika menatap curiga ke Aylin..
"Dasar kamu omes! aku cuman masakin kak Jay, kak Jay habis betulin mesin di pabrik dan belum makan", omel Aylin yang merasa malu.
Tapi Cika yang melihat tanda merah di leher Aylin, langsung mendekati Aylin untuk melihat lebih jelas dengan menyingkirkan rambut Aylin.
Aylin tentu kaget dengan tindakan Cika, karena dia sudah lupa dengan insiden di dapur jayden itu, jadi dia tidak menyangka kehebatan mata Cika akan hal seperti itu.
"Bohong ya kamu! Ayo ngaku kamu udah diapain kak Jaymu itu? Koq ada tanda seperti itu", ujar Cika menggoda Aylin.
Aylin merasa malu hanya bisa menjawab
jujur,
" Kak Jay bilang dia kasih tanda kepemilikan biar gak ada cowok yang godain aku. Waktu itu anak bos Aquleaf, William datang dan mendekatiku, ketika aku pulang dijemput kak Jay, kak Jay melihatnya mendekatiku, jadi kak Jay cemburu".
"Dasar egois, kamu gak boleh dekat cowok lain, dia boleh menggandeng perempuan lain, seenaknya saja", ujar Cika yang ternyata masih sentimen pada Jayden.
"Lu sih terlalu sabar dan cantik makanya jadi incaran cowok. Tapi William itu gengsinya tinggi tidak seperti Tommy, dia tidak akan memaksa kalau cewek nya gak mau. Biasa ceweknya sendiri yang jatuh ke pelukannya, mungkin karena dia ganteng dan kaya", sambung Cika.
Aylin ikut terbawa seru dengan cerita Cika dan mendengarkannya dengan serius. Tapi kemudian Cika berbalik berbicara soal Aylin lagi.
"Tapi gue gak nyangka juga ya, si beruang kutub mu bisa gitu ya. Setahuku dingin kaya es gitu, gue jadi penasaran Lin.
Ayo kasih tahu ke gue, lu udah pernah diapain sama kak Jaymu itu? Ayooo, jangan bikin gue penasaran dong!", tanya Cika yang dipenuhi rasa penasaran. dan ingin tahu yang besar.
"Ah, kamu ini ka, masak hal kayak gitu tanya sih. Tanya yang lain saja ah", ujar Aylin tersipu malu dengan muka memerah.
"Apanya yang kayak es, kamu belum tahu saja, aku sampai kelabakan hadapi kak Jay. Jangan-jangan kak Dimas mu saja kalah", pikir Aylin hanya dalam hati.
"Gak usah kamu jawab, aku sudah tahu jawabannya melihat mukamu itu. Pasti sudah gawat punya, kak Jaymu itu!", ujar Cika sok tahu, biar seru.
"Kamu ngomong terus soal itu, aku pulang saja lho!", ujar Aylin sambil memukul bahu Cika gemes.
"Makanya kamu sama kak Jaymu itu cepat nikah, kasihan nanti kak Jaymu keburu kadaluarsa ha..ha..ha..!", Cika tertawa terbahak-bahak berhasil ngatain musuh bebuyutan nya itu.
Aylin hanya diam melihat Cika yang tertawa puas itu.
__ADS_1
"Biarlah kamu tertawa sepuasnya, biar dendam mu terbalas. Kalau tidak aku juga serba salah berada di antara kalian berdua", pikir Aylin dalam hati.
Aylin sudah tahu dari cerita Cika yang dendam pada Jayden saat bertanya keadaan Aylin yang pindah mendadak itu,yang mana kala itu dijawab Jayden dengan sinis.
...********...
Ketika jam menunjuk pukul sekitar pukul 17.00 ternyata Dimas sudah pulang kerja.
Aylin tidak menyangka Dimas pulang secepat itu, sedangkan tadi dia meminta Jayden langsung menjemputnya sekitar jam 18.00, dan tidak usah menunggu telpon darinya, karena mereka janjian mau makan malam bersama
Aylin semakin menyesal karena Dimas ternyata pulang bersama Denny. Denny yang baru saja mengerjakan program di tempat Dimas bekerja, diajak terus oleh Dimas untuk datang ke rumahnya setelah lama tak bertemu. Akhirnya Denny merasa tidak enak dengan ajakan Dimas yang ramah itu, ikut main ke rumah Dimas.
Denny dan Aylin yang tidak menyangka akan bertemu di rumah Dimas tentu kaget. Dimas tentu juga kaget, tidak menyangka kalau Aylin sedang main ke rumahnya, karena Cika tidak memberitahunya.
Dimas tahu dari cerita Cika, kalau Denny menyukai Aylin, hanya saja akhirnya Aylin lebih memilih Jayden.
"Ah.. kalau tadi aku tahu Aylin sedang ke sini, aku tentu tidak akan mengajak Denny ke sini", pikir Dimas menyesal.
Seperti biasa Denny memang selalu pintar menguasai keadaan dan bersikap biasa saja.
"Halo Lin, apa kabarmu? Gimana kerjaan kamu di tempat baru?", tanya Denny santai.
Aylin yang telmi seperti biasa tidak bisa menjawab langsung malah tertegun.
Cika yang sudah tahu sifat temannya itu, malah mewakili Aylin menjawab,
"Sepertinya Aylin betah kerja di Aguleaf kak Denny".
Bersambung........
...🎉🎉🎉🎉🎉...
...Jangan lupa follow Author dan...
...tekan tombol favoritnya ❤️...
...Terimakasih 🙏...
__ADS_1