Loving You

Loving You
Maya dan Aylin bertemu kembali


__ADS_3

Lulu membereskan nota penjualan yang sudah dikumpulkan Minggu kemaren, kemudian berjalan menuju ke ruang kerja Maya.


Seperti biasa setiap hari Senen dia pasti membuat laporan penjualan selama seminggu.


"Pagi Bu Maya", sapa Lulu kemudian menutup pintu ruangan.


"Pagi lu, bawain laporan mingguan ya? taruh saja di meja", jawab Maya masih melanjutkan mengetik di depan laptop.


Lulu yang dari tadi sudah tidak tahan tidak punya teman berkeluh kesah, akhirnya memancing Maya.


"Bu Maya, ada anak baru di tempat saya",


"Baiklah nanti kalau aku lewat ruanganmu, aku akan berkenalan dengannya", jawab Maya masih memperhatikan layar laptopnya.


Maya pembawaannya ramah dan pintar bergaul, tapi tidak suka bergosip, hanya pada Deddy saja yang suka galak.


"Lho Bu Maya gak tahu ya? kayanya kenalannya Pak Jayden, yang masukin kerja juga Bu Sunjaya." sambung Lulu lagi, kalau sudah berhubungan dengan pak Jayden, Lulu yakin Bu Maya pasti tertarik.


Dugaannya benar, ternyata pancingannya kena. Maya mengalihkan pandangannya dari laptop, lalu menatap ke Lulu sambil bertanya, "Namanya siapa?


"Aylin Bu, anaknya cantik. Tuh sales-sales kita pada betah di kantor", jawab Lulu kesal.


Mendengar nama Aylin sebenarnya Maya kaget, tapi Maya adalah orang yang pintar menyimpan perasaannya, dia hanya berkata tenang


"Oo, adik kelasnya pak Jayden, dan rumahnya dulu dekat. Baiklah nanti kalau aku lewat, aku akan menyapanya".


Melihat Maya yang tenang, akhirnya Lulu pun pergi dengan kecewa. Dia berpikir setidaknya Bu Maya akan lebih berhati-hati, karena Aylin sangat cantik.


"Ternyata Bu Maya terlalu percaya diri, tapi kalau dipikir-pikir lagi pak Jayden memang hebat, tidak pernah tertarik sama wanita cantik, buktinya pak Jayden malah keluar.Tidak seperti sales-sales itu!", pikir Lulu dalam hati masih kesal.


Sesudah Lulu keluar, Maya langsung berhenti bekerja. Pikirannya langsung ke Aylin, adik kelasnya itu. Maya masih ingat waktu jaman sekolah dulu, Aylin kelihatan sekali begitu mengidolakan Jayden.


Dia selalu mengejar Jayden ke mana-mana.


Tapi setahu Maya, Jayden tidak suka pada Aylin, karena ajakan Aylin lebih sering ditolak. Bahkan Jayden juga lebih suka berdiskusi pelajaran dengannya daripada pergi dengan Aylin.


Tapi entah mengapa setiap Maya melihat Aylin, hatinya merasa tidak tenang. "Kenapa sudah lama tidak kelihatan, mengapa tiba-tiba muncul? untuk apa dia bekerja disini, keluarganya kan punya perusahaan, apa dia mau mendekati Jayden lagi?" pikir Maya curiga.


Maya tidak pernah tahu kalau keluarga Aylin sudah bangkrut, karena selama ini Jayden tidak pernah bercerita apapun mengenai Aylin, bahkan terakhir bertemu di toko buku 5 tahun yang lalu, Jayden mengejar Aylin karena apa saja, Maya juga tidak tahu penyebabnya.


Jayden sama sekali tidak pernah bercerita, Maya juga tidak berani bertanya.

__ADS_1


Bahkan sudah lama Maya sama sekali tidak ingat dengan Aylin lagi.


Tapi mengapa Aylin hari ini tiba-tiba muncul dan bekerja di sini? pikir Maya mulai resah.


Ketika jam hampir menunjuk pukul 12.00, Bapak dan Ibu Sunjaya datang ke perusahaan.


Para karyawan menyapa hormat kepada Bapak dan ibu Sunjaya.


Bu Sunjaya pertama kali mendatangi ruang HRD untuk menanyakan proses masuk kerjanya Aylin, sedangkan Pak Sunjaya mendatangi ruang divisi marketing untuk melihat Aylin. Memang pak Sunjaya dari dulu menyayangi Aylin, karena waktu kecil Aylin lucu sekali, dan kebetulan pak Sunjaya tidak memiliki anak perempuan.


Sesudah selesai, Bu Sunjaya menghampiri kantor Maya, dia hendak mengajak Maya makan siang bersama. Sebelumnya dia juga sudah berpesan pada suaminya, agar membawa Aylin ke ruangan Maya. Dia mau memperkenalkan Maya kepada Aylin, dan meminta Maya untuk membantu Aylin bila ada kesulitan.


Sesudah ngobrol beberapa saat, akhirnya Pak Sunjaya datang bersama Aylin. Pak Sunjaya langsung memperkenalkan Maya kepada Aylin.


"Ini kak Maya Lin, teman sekolah dan kuliahnya kak Jayden. Kepala Accounting disini."


"Kami sudah kenal om, walaupun beda kelas.


Kami pernah makan bersama sekali om, waktu sekolah dulu bersama Jayden"; jawab Maya dengan tersenyum ramah.


"Bagus kalau begitu, kalau ada apa-apa kamu bisa minta bantuan kak Maya", sambung bu Sunjaya.


"Iya Tante, terimakasih.Terimakasih juga kak Maya", jawab Aylin dengan sopan.


"Baik om", jawab Maya.


Tapi tidak demikian dengan Aylin, dia menolak ajakan itu.


"Maaf om, Aylin sudah bawa bekal, sayang kalau tidak dimakan, Aylin tidak usah ikut ya."


Akhirnya Pak Sunjaya dan Bu Sunjaya tidak memaksa Aylin lagi, apalagi Maya.


Tapi sebelum Aylin keluar dari ruangan itu dia masih sempat mendengar Bu Sunjaya berkata, "Heran kemana anak itu, sudah dibilang mau makan siang bareng malah hilang!"


Lalu Aylin mendengar lagi Maya menjawab ,


"Lagi pergi ke Frame untuk inspeksi Tante."


Sampai di luar Aylin merasa lega dan beruntung karena dia membawa bekal, jadi tidak perlu ikut makan bersama. Entah mengapa Aylin merasa agak canggung kalau berada di antara Maya, dan orang tua Jayden.


Sejak kebangkrutan keluarganya, memang Aylin menjadi kurang percaya diri dan pemalu. Tidak seperti dulu dia bisa bersikap bebas, sepertinya ada sesuatu yang membatasinya.

__ADS_1


Dia baru merasa bebas lagi saat bertemu Cika sahabatnya Sabtu kemarin.


"Kalau aku ikut berarti aku mengganggu acara makan keluarga", pikirnya sambil tersenyum menghibur diri sendiri, karena Aylin menganggap Maya adalah kekasih Jayden.


"Kalaupun dipikir ini hal yang wajar, kak Jay sudah baik sama kak Maya sejak dulu, jadi gak aneh kak Maya jadi kekasihnya kak Jay. Aku saja dulu yang bodoh dan keras kepala tidak bisa menerima keadaan ini.Untung saja aku sudah sadar dan bisa menerima kenyataan ini sekarang", pikirnya lagi sambil menghela nafas.


Karena berjalan sambil melamun, Aylin pun tidak sadar menabrak Jayden yang baru masuk pintu, yang baru kembali dari Frame. Kali ini hanya ada Jayden, Deddy sedang memarkir mobil jadi belum kembali.


Tapi kali ini posisi nya berbeda, Jayden memeluk pinggang Aylin agar tidak terjatuh, sedangkan kedua tangan Aylin berada di dada Jayden.


Posisi yang begitu akrab membuat Aylin terpana, untungnya dia segera sadar dan segera mendorong Jayden, dengan agak malu dia meminta maaf pada Jayden, "Maaf kak, aku sedang melamun tidak melihat ada orang".


"Memang aku setan?" sahut Jayden pendek, Jayden asal menjawab saja, karena dia kesal sendiri dengan hatinya yang berdebar-debar akibat kedekatan fisik itu.


Mereka tidak sadar saat kejadian itu disaksikan oleh 4 pasang mata. Maya, ayah dan ibu Jayden yang hendak keluar makan, juga Lulu yang mau ke toilet.


Ayah dan ibu Jayden tidak terlalu menanggapi hal itu, mereka merasa hal itu biasa saja, karena mereka menganggap Jayden dan Aylin sudah biasa bergaul saat kecil .


Sedangkan Maya berpikir kalau Aylin ingin mendekati Jayden kembali, kali ini dia harus lebih berhati-hati menghadapi Aylin.


Beda lagi dengan jalan pikiran Lulu yang memang sudah tidak suka dengan Aylin sejak pertama kali.


"Rubah b*tina, mulai kelihatan belangnya. Memanfaat kecantikannya untuk menggoda pria", pikirnya dalam hatinya yang penuh dengan rasa iri.


Maya yang pintar menetralkan suasana, segera memanggil Jayden seakan-akan tidak terjadi apa-apa,


"Jayden! Om dan Tante mengajak makan bersama".


"Ya", sahut Jayden pendek.


Akhirnya Aylin baru sadar kalau ada yang melihat kejadian itu, sehingga membuat dia merasa seperti tertangkap basah, malu dan salah tingkah.


"Maaf kak Jay, aku tidak sengaja", ucapnya meminta maaf sekali lagi, dan segera berjalan dengan cepat pergi dari tempat kejadian.


Jayden menatap tajam ke bayangan Aylin yang sudah semakin jauh.


"Enggak ajak Aylin?", tanyanya entah kepada siapa.


"Tadi sudah diajak om dan Tante tapi katanya sudah membawa bekal dari rumah, jadi tidak mau", jawab Maya menerangkan dengan tenang.


Padahal dalam hati Maya sudah tidak tenang, karena dia melihat tatapan tajam Jayden ke Aylin, dia merasa sesuatu yang tidak biasa, suasana yang aneh antara Jayden dan Aylin, yang jelas sudah membuat hatinya resah dan tidak tenang, tidak seperti permukaan yang kelihatannya tenang-tenang saja.

__ADS_1


Bersambung........


__ADS_2