Loving You

Loving You
Tidak ada yang percaya


__ADS_3

Ibu Jayden terpaku lumayan lama, dan tidak bisa berkata apa-apa.


Sesudah berpikir lumayan lama, ibu Jayden akhirnya mengajak ibu Aylin pergi dari ruang tamu, dengannya menuju taman dan mendiamkan Jayden yang masih duduk di sofa.


Sepertinya ibu Jayden kali ini sudah benar-benar marah dengan Jayden.


Ayah Jayden yang sebagai penengah hanya menghela nafas, dan hanya bisa menepuk bahu Jayden.


"Kamu jangan main-main dengan masalah pernikahan, hanya karena sedang kesal pada ibumu.


Kasihan Aylin, dia jadi terlibat dengan masalahmu!", tegur ayah Jayden.


"Aku tidak pernah main-main yah, aku serius", jawab Jayden tegas.


"Kamu kan baru bertemu kembali dengan Aylin belum lama, kamu coba pikirkan baik-baik!", ucap ayahnya beranjak pergi.


Ayah Jayden kali ini juga agak kesal dengan ulah anaknya ini yang suka berbicara seenaknya, karena tadi ada ibu Aylin, Ayah Jayden jadi merasa tidak enak, dan dia yakin pasti ibu Aylin juga kaget dengan permintaan Jayden yang mendadak itu.


"Maaf ya Bu Hutomo, sifat Jayden memang seperti itu. Suka seenaknya saja, jadi melibatkan Aylin. Mungkin aku yang terlalu memaksanya", ucap ibu Jayden meminta maaf pada ibu Aylin.


"iya, gak pa pa, bu. Yang sabar saja, jangan terlalu dipaksakan, kalau Jayden belum siap berkeluarga", jawab ibu Aylin menghibur ibu Jayden.


Ibu Aylin juga tidak mempercayai perkataan Jayden, karena selama ini Aylin tidak pernah menceritakan masalah apapun tentang Jayden padanya.


Dia ingat dulu Aylin pernah mengagumi Jayden, setiap hari bercerita tentang Jayden padanya, tapi seingatnya Jayden tidak membalas perasaan Aylin, bahkan hubungan persahabatan mereka waktu kecil malah merenggang sesudah Aylin mulai mengejar dan mengagumi Jayden.


Akhirnya ibu Aylin mengambil kesimpulan kalau Jayden hanya menganggap Aylin seperti adik saja, dan waktu itu dia hanya berharap Aylin segera melupakan cinta pertamanya agar tidak tidak sakit hati.


Untungnya sesudah mereka pindah , dia tidak pernah sekalipun mendengar Aylin menyebut nama Jayden lagi.Jadi ibu Aylin menganggap Aylin sudah melupakan cinta monyetnya itu.


Dan sesudah mereka bertemu di saat dewasa, Aylin juga tidak menceritakan apapun, dan kelihatannya Aylin bersikap biasa-biasa saja pada Jayden, walaupun sering salah tingkah. Tapi menurut ibunya, dengan Denny juga, Aylin sering salah tingkah.

__ADS_1


Mungkin karena Aylin yang sekarang kurang percaya diri, tidak seperti dulu, pikir ibu Aylin.


Lagipula mereka baru bertemu kembali belum lama ini, bagaimana mungkin Jayden bisa langsung menyukai Aylin?


Saat ibu Aylin mengedarkan pandangannya, dia baru sadar Aylin berada agak pojok sedang menerima panggilan masuk, dan kelihatannya sudah selesai, Aylin sudah memasukkan handphonenya kembali ke tas kecilnya.


Aylin juga melihat ibunya, kemudian mendatangi ibunya.


"Bu, tadi kak Denny menelpon, katanya dia akan menjemput kita pulang", ucap Aylin memberitahu ibunya. Ibu Aylin hanya mengangguk.


"Lin, maafin kak Jay yang suka seenak-enaknya itu ya, jangan diambil hati omongannya", ucap ibu Jayden pada Aylin.


"Iya tante, gak pa pa. Aylin mengerti", jawab Aylin


"Tuh kan ibumu saja tidak percaya dengan kemauanmu yang aneh-aneh itu, huh kenapa harus melibatkan aku sih! Koq enak ya, ngomongin nikah bisa segampang itu! Dasar! untung saja tante tidak berpikir macam-macam!", pikir Aylin dalam hati.


Hatinya menjadi lebih tenang setelah mendengar perkataan ibu Jayden, yang tidak berpikiran macam-macam padanya.


Padahal tadi Aylin sudah kalang kabut, bagaimana dia akan menghadapi ibu Jayden dan ayah Jayden. Sampai-sampai saat Denny menelponnya, Aylin yang minta dijemput Denny segera dari rumah Jayden.


Denny tidak menyangka kalau Aylin dan ibunya bisa berada di rumah Jayden. Hati Denny semakin hari semakin tidak tenang. Dia takut Jayden mengambil Aylin dari sisinya.


Walaupun Aylin belum menjadi miliknya, tapi setidaknya selama ini teman pria Aylin hanya dia seorang.


Mendengar permintaan Aylin tentu Denny segera menuju ke rumah Jayden.


Tidak lama kemudian ayah Jayden juga ikut keluar ke depan, membawakan oleh-oleh yang ditinggal di di meja, dia takut Aylin kelupaan membawa pulang.


Akhirnya mereka ngobrol-ngobrol santai di depan, tidak masuk ke dalam rumah lagi, juga sudah tidak membahas lagi persyaratan Jayden yang menurut mereka tidak masuk akal.


Sampai akhirnya Denny datang menjemput Aylin dan ibunya.

__ADS_1


Ibu Jayden tidak mengenal Denny karena dulu jarang ada di rumah, kalau ayah Jayden pernah beberapa kali melihat Denny, karena dulu ayah Jayden lebih sering berada di rumah.


Denny juga pernah beberapa kali datang mencari Jayden. Denny mengangguk hormat pada ayah Jayden, sesudah itu pamitan membawa Aylin dan ibunya pulang.


Jayden sesudah menyatakan persyaratannya, dia bingung mengapa tidak ada yang percaya dengan perkataanya. Bahkan ayahnya yang biasa mendukungnya saja, juga tidak percaya.


"Apakah aku kelihatan seperti orang yang suka main-main?", pikir Jayden kesal, masih duduk di bangku sofa ruang tamu sambil termenung.


Setelah Aylin dan ibunya pulang, Ayah Jayden yang masuk ke dalam bersama ibu Jayden kaget, melihat Jayden yang masih termenung di bangku sofa.


Biasanya Jayden jarang sekali berlama-lama di ruang tamu.


Kalau ibu Jayden tidak begitu mengerti sifat Jayden malah kesal lagi pada Jayden, langsung mendatangi Jayden lagi.


"Sudah puas ya? bikin malu saja", omel ibunya lagi


"Untung ibu Aylin dan Aylin tidak marah, koq bisa mau melamar anaknya orang seenaknya gitu!", lanjut ibu Jayden lagi.


"Lho, ibu kan menyuruh aku cepat menikah. Begitu aku mau menikah, dan meminta ibu melamar Aylin untuk menjadi istriku, koq ibu keberatan?", Jayden malah balik bertanya.


"Tapi bukan dengan Aylin, maksud ibu, Maya!, dan selama ini kamu kan dekatnya dengan Maya, sama sekali tidak pernah dekat dengan Aylin lagi, dan juga baru bertemu belum lama. Kamu jangan main-main, hanya gara-gara belum ingin berkeluarga!", omel ibu Jayden lagi.


"Menurut ibu aku pernah gak main-main dengan perkataan ku?", tanya Jayden, dia benar-benar kesal karena dari tadi dianggap tidak serius dengan Aylin.


"Kamu jangan harap! Aylin sudah punya kekasih, tadi datang menjemput Aylin dan ibunya.


Salahmu sendiri, dulu waktu Aylin suka padamu, kan ibu sudah pernah bilang padamu, jangan sampai diambil orang lain. Tapi alasanmu banyak. Sekarang Aylin sudah punya kekasih, koq bisa-bisanya kamu mau Aylin jadi istrimu?", ujar ibu Jayden lagi.


Ibu Jayden sudah tidak perduli lagi, kalau tadi yang datang itu kekasih Aylin atau bukan, dia hanya tidak ingin Jayden melakukan hal-hal yang tidak masuk akal.


"Aku sudah tahu, aku tidak perduli, Aylin sudah punya kekasih atau tidak, toh Aylin statusnya masih single. Berarti masih bebas, sedangkan yang sudah nikah saja juga bisa cerai", sahut Jayden mengakhiri pertikaian dengan ibunya.

__ADS_1


Selesai bicara, Jayden langsung beranjak dari tempat duduknya dan berjalan naik menuju kamarnya.


"Ayah sih terlalu memanjakan anak bungsumu itu! Lihat sifatnya sekarang seperti itu, seenaknya saja dan mau menang sendiri!", omel ibu Jayden pada suaminya.


__ADS_2