Loving You

Loving You
Berkunjung ke rumah Cika


__ADS_3

Jayden kesal, karena begitu dia telat 10 menit saja, bayangan Aylin sudah tidak kelihatan. Padahal dia sudah menyuruh Deddy pulang duluan karena dia ingin mengantar Aylin pulang dan membawa mobil sendiri.


"kenapa juga sudah mau jam lima baru telpon sih", Jayden ngomel-ngomel dan kesal sendiri, karena tadi manager Artindo menelpon dia menanyakan barang model baru.


Karena itu dia jadi kalah cepat dengan Aylin dan Bu Desy yang kalau pulang kerja paling cepat keluar.


Sedangkan Aylin sudah berada di dalam transportasi online yang dia pesan , menuju ke rumah Cika. Aylin juga sudah menelpon ibunya memberitahukan kalau dia akan pulang agak malam.


Tapi Aylin tidak bilang ke ibunya kalau dia ke rumah Cika, karena ibunya pasti tidak akan mengijinkan dengan alasan Cika masih penganten baru.


Aylin hanya beralasan ingin membeli barang saja. "terpaksa bohong deh, daripada gak dijinin ibu".


Untungnya Aylin cepat sampai di rumah Cika, ketika sampai langit masih terang.


Cika langsung melihat kedatangan Aylin karena kebetulan Cika sedang menyiram tanaman di halaman depan rumahnya.


Cika langsung membukakan pintu untuk Aylin dan tesenyum senang melihat kedatangan Aylin.


Rumah Cika terlihat rapi dan terawat dengan model minimalis dan konsep modern.


Aylin pun langsung memuji, "Wah, rumahmu bagus sekali ka, bersih, nyaman dan terawat".


"Jelaslah terawat, nyonya rumahnya pengangguran, gak ada kerjaan lain hahaha", sahut Cika tertawa.


Aylin langsung terbawa suasana ceria Cika, sehingga sempat lupa misinya datang ke tempat Cika.


Sekitar jam enam sore, Cika mengajak Aylin untuk makan bersamanya,.


"Cobain makanan masakanku, aku mau gak mau harus belajar masak, padahal gak hobi", kata Cika.


"Lho kak Dimas mana ka? Belum pulang?", tanya Aylin yang baru sadar dari tadi suami Cika tidak kelihatan.


"Karena habis cuti, kerjaannya menumpuk, jadi hari ini lembur. Kalau gak lembur mana mungkin gue ijinin lu datang, mengganggu tahu!", sahut Cika langsung dan terbahak-bahak.


"Dasar kamu!", sahut Aylin memukul lengan Cika .


"Gimana kamu sama si Denny? belum ada kemajuan?", tanya Cika tiba-tiba dan langsung tanpa basa basi.

__ADS_1


Mendengar pertanyaan Cika, Aylin sempat terdiam sejenak. Akhirnya Aylin memutuskan untuk menceritakan yang sebenarnya pada Cika.


"Kak Denny pernah menyatakan perasaannya padaku ka, tapi aku gak bisa terima", jawab Aylin.


"Kapan lagi lu bisa dapat cowok kaya kak Denny, ganteng, kaya, sudah mapan, juga perhatian sama lu?", tanya Cika


"Udah gak playboy lagi kan?", sambung Cika penuh rasa ingin tahu.


"Aku gak tahu ka, tapi aku gak pernah lihat kak Denny jalan sama cewek lain sih", jawab Aylin.


"Nah terus lu tunggu apa lagi? Apa lu mau tunggu manusia kutub lagi?" tanya Cika langsung, dia teringat di pernikahannya pernah melihat Aylin berdansa dengan Jayden. Dan Cika merasa tatapan mata Aylin sepertinya masih mengagumi Jayden.


Aylin menggeleng, "Bukan gitu ka, aku justru ke sini pengen tanya apakah tempat kerjamu membutuhkan orang. Waktu itu kan kamu bilang mau masukin aku kerja di sana".


"Lho kenapa kamu mendadak mau pindah kerja?", tanya Cika curiga.


"Kak Jay akhir-akhir ini sering mendekatiku dan perhatian padaku, aku sungguh merasa gak enak sama kak


Maya. Aku juga gak ngerti ada masalah apa antara kak Jayden dan kak Maya, padahal Tante sudah ingin sekali kak Jay segera menikahi kak Maya. Aku tidak bisa berada dalam situasi ini terus.


Aku juga tidak tahu entah apa alasan kak Jay belum mau menikah dengan kak Maya", cerita Aylin.


Dan memang pada dasarnya Cika sudah anti dan tidak suka pada Jayden sejak dulu.


"Sembarangan kamu!", sahut Aylin.


"Kamu jangan bela kak Jaymu, lu kan gak pernah bisa tahu rahasia seseorang. Emang lu pernah buktiin? tanya Cika yang memang dasarnya ceplas-ceplos itu, dan dia agak kesal karena sepertinya Aylin masih membela Jayden.


Aylin pipinya langsung memerah, dia teringat Jayden yang pernah menciumnya beberapa kali, bahkan sering lupa diri, tapi tentu Aylin tidak berani menceritakannya pada Cika, dia takut diomelin, lagipula dia juga malu.


"Koq ngomong gitu aja lu udah malu sih, makanya kamu cepat-cepat nikah, biar ceritanya seru. jangan dikit-dikit malu!" ujar Cika akhirnya tertawa lagi, membuat Aylin akhirnya tidak bisa menjawab apa-apa lagi.


Untung setelah itu, Cika tidak membicarakan soal Jayden lagi, dia mengajak Aylin mencoba masakannya.


Walaupun Cika tidak terlalu hobi masak,


tapi masakannya lumayan enak juga.

__ADS_1


Jayden yang sudah terlanjur membawa mobil sendiri, akhirnya berpikir untuk mampir ke rumah Aylin.


Dulu dia suka menyendiri, entah mengapa sejak dia menyukai Aylin dia sering merasa hidupnya kesepian.


"Sebaiknya aku ke toko buah dulu, masa pergi dengan tangan kosong? Gak enak sama Tante Hutomo", pikir Jayden.


Akhirnya Jayden menuju ke toko buah dulu, sebelum meluncur ke rumah Aylin.


Betapa kecewanya Jayden, begitu sampai di rumah Aylin ternyata Aylin belum pulang.


Jayden hanya bertemu dengan ibu Aylin.


"Aylin belum pulang Jay, katanya mau membeli barangnya yang habis", ujar ibu Aylin.


"Ada apa nak Jay?", tanya ibu Aylin.


"Tidak ada apa-apa Tante, tadi saya mau mengantar Lin pulang sepertinya kakinya terkilir, tapi dia sudah pulang.


Jadi saya mampir melihatnya tante. Dengan siapa dia pergi tante?", tanya Jayden, dia ingin tahu apakah Aylin pergi dengan Denny bukan.


"Sepertinya sendiri nak Jay, soalnya pulang kerja langsung. Dia sering cerita kalau teman kerjanya yang baik padanya sudah berkeluarga, jadi gak pernah pergi bersama", jawab ibu Aylin.


Jayden menarik nafas lega setidaknya Aylin sedang tidak pergi bersama Denny.


"Aku tunggu sebentar ya, Tante", ijin Jayden.


"Memang hobinya yang satu ini gak pernah berubah, hobi banget sih keluyuran padahal kakinya sedang terkilir", pikir Jayden dalam hati.


Aylin belum jam tujuh malam sudah mau pulang, padahal Cika menahannya terus.


"Aku takut ibuku khawatir kalau pulang kemalaman ka, ibuku kan gak tahu aku ke rumahmu. Nanti kalau ada waktu lagi, aku main ke sini lagi", jawab Aylin. Sebelumnya Aylin sudah menceritakan pada Cika kalau dia membohongi ibunya pergi membeli barang.


Akhirnya Cika mengangguk.


Cika juga sudah berjanji pada Aylin, dia akan menanyakan lowongan kerja di tempatnya bekerja dulu, mungkin kalau belum ada pengganti Cika, Aylin bisa masuk kerja di sana.


Aylin tentu saja senang dan berharap semoga lowongan itu masih ada.

__ADS_1


"Nanti kabari aku ya ka, terimakasih untuk masakanmu, dan salam buat kak Dimas ya!', ucap Aylin sebelum naik ke transportasi online yang dia pesan.


"Ok Lin, hati-hati ya", jawab Cika.


__ADS_2