
"Bu gimana kabarnya Jayden?", tanya Tony pada ibunya, setelah Kayla tertidur lelap.
"Baik Ton", sahut ibu Jayden singkat, menjawab pertanyaan kakak Jayden itu.
"Sudah ketemu gadis yang disuka belum Bu? si Jay jangan sibuk bisnis dan mainan mesin terus. Nanti keburu karatan belum nikah!", ujar Tony
"Nanti kalau ada waktu suruh dia ke sini, biar aku ajarin cara ngejar cewek. si Jay kan orangnya agak kaku dan kuper, jangan-jangan ada gadis yang disukainya, tapi dia bingung cara dekatinnya. Si Jay kan anak paling ganteng di keluarga kita, masak sampai umur segitu belum punya istri, bahkan pacar saja belum?", sambung Tony lagi melihat ibunya yang diam saja dari tadi dan tidak menjawabnya.
"Tidak usah kamu ajarin itu anak, jangan-jangan dia lebih hebat dari kamu", sahut ibu Jayden ketus, yang tiba-tiba teringat adegan di kantor yang dia lihat.
"Maksudnya apa Bu?", tanya Tony jadi penasaran.
"Adikmu itu tidak punya malu! malah bermesraan dengan perempuan di kantor, sampai dilihat ibunya saja tidak malu!", sahut ibunya kesal.
Tony langsung tertawa terbahak-bahak mendengar perkataan ibunya itu. Ayah Jayden yang dari tadi duduk diam di ruangan itu juga ikut tersenyum.
"Koq kamu malah tertawa Ton?"
"Ya.. ibu, gitu aja koq dimasalahin. Si Jay kan bosnya, bos kan suka-suka.
Justru kita harus lega si Jay bisa bermesraan dengan perempuan, kalau si Jay sudah umur segitu belum tertarik sama perempuan justru kita harus khawatir, takutnya ada kelainan", sahut Tony sambil tertawa lagi.
"Memang apa sih yang dilakuin si Jay sama perempuan itu,sampai ibu begitu marahnya? Dan siapa perempuan itu", tanya Tony memancing, karena penasaran juga kenapa adiknya yang dingin sama cewek itu bisa bermesraan di kantor. Dan siapa gadis yang sudah bisa mengambil hati adiknya itu.
Ayah Jayden yang mendengar percakapan ibu dan anak itu hanya tersenyum.
"Bisa kebetulan, aku belum minta tolong Tony untuk membicarakan masalah itu, malah si Tony dengan sendirinya sudah menanyakan masalah Jayden", pikir Ayah Jayden senang.
Pikiran Ayah Jayden langsung buyar ketika mendengar jawaban ibu Jayden yang terdengar kesal suaranya.
"Adikmu itu masak memangku si Aylin di ruangannya, si Aylin nya malu, langsung bangun, tapi adikmu itu masih gak tahu malu, malah menarik tangan Aylin lagi.
Ibu kan malu, karena ibu masuk ke ruangan Jayden bersama Maya!"
"Maklumlah Bu, mungkin si Jay lagi dimabuk cinta. Apalagi selama ini dia juga gak pernah pacaran Bu, jadi mungkin lagi sayang-sayangnya sama si Aylin.
Aylin yang anak pak Hutomo itu ya? yang rumahnya di seberang kita.
__ADS_1
Tony ingat anaknya cantik mirip boneka waktu kecil, tapi gak tahu deh, sekarang kan sudah dewasa.
Wajar saja si Jay sama dia, kan sudah main bersama sejak kecil", ujar Tony.
"Ah adikmu itu dulu tidak suka, dulu dia pernah berkata pada ibu, walau di dunia ini cewek cuman ada Aylin saja, dia juga gak mau", ujar ibu Jayden masih tidak terima.
"hati orang itu kan bisa berubah Bu, memang waktu si Jay ngomongin itu kapan?", tanya Tony.
"Waktu dia SMA".
"Nah, apalagi sudah lama gitu, lagipula masa SMA kan biasanya masih labil, terus ibu ngapain keberatan hanya gara-gara masalah gitu?"
"Ibu suka sama si Maya, Maya dan Jay sudah lama bekerja bersama, dan juga lumayan akrab.
Maya pintar, bisa membantu Jayden mengelola perusahaan nantinya kalau mereka menikah.
Sedangkan si Aylin masih muda, kekanakan dan kurang pintar, ibu khawatir nanti malah menyusahkan Jayden!"
"Si Jayden itu kan memang sukanya mendominasi, bisa saja dia memang suka sama Aylin yang bisa dijaga dan dimanja dia. Mungkin saja dia memang tidak suka wanita yang terlalu pintar dan mandiri, nanti malah saingan sama dia.Kalau soal bantu, dia kan sanggup membayar pegawai bu", sahut Tony tertawa teringat sifat adiknya yang tak pernah mau kalah itu dan sering bertentangan pendapat dengan ibunya itu.
"Kamu sudah sekongkol sama anakmu buat nyerang aku ya?", tanya ibu Jayden langsung memelototi ayah Jayden yang dari tadi diam dengan nada menuduh.
"Iya Bu, ayah tidak ngomong apa-apa Bu, aku saja yang tiba-tiba teringat Jayden dan menanyakannya saja!", sahut Tony menengahi ayah dan ibunya.
Tak lama setelah itu istri Tony menghampiri mereka dan mengajak makan siang, akhirnya mereka tidak membicarakan masalah Jayden lagi.
Tapi Ibu Jayden dalam hati perlahan mulai mencoba akan menerima Aylin, tapi tentunya dengan syarat-syarat tertentu.
********
"Aylin di mana Bu?", tanya Jayden begitu masuk ke dalam rumah, karena tidak melihat Aylin.
"Oo lagi di kamar, tadi dari jam 10.00 sampai jam 11.00 dia nungguin nak Jay belum datang juga, jadi dia ke kamar, lagi nyusun buku-buku nya", sahut ibu Aylin.
"Iya Bu, tadi mendadak ada mesin rusak, jadinya agak kesiangan", sahut Jayden melihat ke jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul setengah satu.
"Sebentar ibu panggilkan Aylin ya",
__ADS_1
"Iya Bu".
Tidak lama Aylin keluar dari kamarnya, dan langsung menghampiri Jayden.
"Kak Jay sudah makan siang belum?", tanya Aylin.
Jayden hanya menggeleng
"Tapi tadi sudah makan roti dulu", sahut Jayden.
"Kak Jay mau makan siang dulu gak? Aylin siapin", tanya Aylin penuh perhatian.
Jayden tentu merasa senang dengan perhatian Aylin. Tiba-tiba dia langsung teringat dengan rayuan Aylin yang berjanji akan memasak untuknya.
"Kak Jay mau makan masakan Aylin, Lin kan sudah berjanji mau masakin buat kakak. Katanya Lin sudah pandai masak. Kak Jay harus mencobanya", ujar Jayden.
"Sekarang? di sini?", tanya Aylin bingung karena belum ada persiapan bahan untuk memasak.
"Siapa saja yang sudah nyobain masakanmu?", tanya Jayden tiba-tiba, tanpa menjawab pertanyaan Aylin.
"Cika..", sahut Aylin ragu-ragu karena dia merasa pertanyaan Jayden seperti jebakan.
"Siapa lagi?", tanya Jayden mulai curiga dengan jawaban Aylin yang mengambang.
"Ibu!", sahut Aylin tegas kali ini.
"Itu tidak usah kamu jawab kak Jay sudah tahu! Ayo jangan bohong, siapa lagi?", tanya Jayden semakin curiga.
"Kak Jay jangan marah ya!", ujar Aylin sambil menggenggam tangan Jayden dengan kedua tangannya, mengeluarkan jurus merayunya.
"Kak Denny, cuman masakin nasi goreng koq, itu juga karena sudah terlalu malam kak Denny belum makan, kasihan", sambung Aylin langsung menjelaskan tanpa disuruh.
Akhirnya Jayden hanya menghela nafas menahan rasa cemburunya, dulu memang Denny yang sering membantu Aylin, jadi wajar saja kalau Aylin pernah memasak buat dia.
Ibu Aylin hanya bisa tersenyum mendengar pembicaraan Jayden dan Aylin, tapi hatinya masih belum tenang saat teringat cerita Aylin kemaren malam.
"Ayo kamu ke rumah kak Jay sekarang, di tempat kak Jay lengkap. kamu masakin kak Jay di sana!", ajak Jayden.
__ADS_1
Mendengar ajakan Jayden tentu Aylin kaget, karena dia merasa belum siap untuk bertemu ibu Jayden lagi.
Bersambung........