
Ketika semua selesai dan Aylin sudah menghidangkan nasi goreng istimewanya di meja makan, Jayden langsung ingin membantu Aylin melepas celemek nya,
"Lin bisa sendiri kak", ujar Aylin cepat dan segera menghindar dan menjauhi Jayden, karena kali ini dia tidak mau terperdaya dan kena cap lagi.
Dan kali ini Jaydenpun mengalah dan membiarkan kemauan Aylin.
Aylin benar-benar malu dan kesal pada perbuatan Jayden. Saat Jayden duduk di ruang makan, Aylin akhirnya memilih duduk di posisi yang agak jauh dari Jayden.
Tidak lupa Aylin melepas cepolan rambutnya untuk menutupi perbuatan Jayden. Dengan mukanya yang masih cemberut, Aylin hanya duduk diam menunggui Jayden makan tanpa bersuara apapun dari tadi.
Untungnya Jayden juga sudah tidak menggoda Aylin lagi. Entah karena lapar atau karena masakan Aylin yang enak, Jaydenpun memakannya dengan lahap.
Dalam sekejap saja makanannya sudah habis.
"Kapan Lin belajar masak? hebat banget, rasanya enak sekali. Masakan restoran aja rasanya kalah", ujar Jayden memuji kekasihnya, agar tidak marah lagi.
"Huh, kak Jay gak usah ngegombal", sahut Aylin ketus.
"Kak Jay serius koq, rasanya benar-benar enak! Nanti kalau kamu sudah menikah dengan kak Jay, gak usah kerja lagi ya! Tiap hari masakin kak Jay saja", ujar Jayden.
"Ih.. enak banget. Lin kan juga pengen kerja buat mempunyai uang sendiri", ujar Aylin.
"Buat apa? Kan nanti sama saja, uangnya kak Jay juga uangmu!", ujar Jayden mulai tidak senang mendengar Aylin yang masih mau bekerja setelah menikah.
"Huh ngomong sama kak Jay percuma, pasti aku yang kalah. Lebih baik aku diam saja, lagi pula aku masih kesal sama kak Jay. Udah bikin malu aku", pikir Aylin dalam hati, yang akhirnya membuat Aylin diam dengan muka cemberut dan tidak mau menyahut perkataan Jayden.
Lama-lama Jayden kesal juga dengan Aylin yang cemberut dan diam saja.
Jayden menatap tajam ke Aylin, dan otaknya diajak berpikir, dia tidak mau kalau waktunya habis sia-sia.
Padahal sudah seminggu Jayden menahan rasa kangennya dengan Aylin.
Sudah seminggu dia menunggu hari bisa bertemu dan berduaan Aylin, ternyata Aylin malah marah padanya.
__ADS_1
Sedang dia berpikir, ternyata Aylin malah jadi salah tingkah dengan tatapan tajam Jayden.
"Ih serem mau ngapain lagi nih kak Jay? susah ditebak maunya, sebaiknya aku berlagak sibuk aja deh, mana gak ada orang lagi, bi Ina juga gak tahu ke mana. Gimana kalau nanti jadi vampir lagi, bisa malu aku penuh bercak-bercak kalau besok kerja!", pikir Aylin yang cepat-cepat bangun dari duduknya.
"Kak Jay aku rapiin bekas makannya dulu ya!", ujar Aylin segera mengambil piring bekas makan Jayden.
"Gak usah, nanti ada bi Ina yang beresin!", ujar Jayden masih menatap ke Aylin yang tiba-tiba berubah sikap.
"Gak pa pa kak, cuman bentar koq, biar rapi", ujar Aylin segera ke dapur dan mencuci piring dan perkakas yang tadi dia pakai untuk memasak.
Sedangkan Jayden dari tadi langsung mengikuti Aylin ke dapur juga, tapi hanya berdiri menyender di pintu masuk dapur melipat tangannya di dada dan memperhatikan kegiatan Aylin yang sok sibuk.
Lama-lama Jayden akhirnya sadar kalau Aylin menghindarinya.
"Koq cuci piring dikit gitu sampai lama banget sih, mau coba-coba menghindariku rupanya!", pikir Jayden yang langsung mendekati Aylin dan memeluk Aylin dengan kedua tangannya dari belakang.
"Jangan kak", ujar Aylin langsung, karena takut kena cap lagi.
Mendengar perkataan Jayden, Aylin langsung terenyuh dan langsung lupa dengan kekesalannya dan kemarahannya, Aylin menepis tangan Jayden yang memeluknya, berbalik arah ke Jayden dan ganti dia yang memeluk Jayden, dan menyandarkan kepalanya di dada Jayden, dengan mengeluarkan jurus merayunya.
"Tapi kak Jay janji ya, jangan kasih cap lagi ya, besok Lin malu di tempat kerja!", ujar Aylin memohon.
Aylin sudah hafal dengan keahlian Jayden mencari kesempatan, jadi lebih baik dia memohon.
"Oo jadi gara-gara itu kamu menghindari kak Jay? Ya udah kakak akan kasih kamu cap yang gak ada tandanya!", ujar Jayden.
Tentu saja Aylin bingung, Aylin langsung menengadah menatap Jayden bingung.
Melihat wajah polos yang kebingungan itu akhirnya Jayden tidak bisa menahan keinginannya lagi, langsung dikecup dan dilum**nya bibir Aylin, kali ini lebih lama lagi, apalagi Aylin membalasnya dan mengalungkan lengannya ke leher Jayden dengan berjinjit.
"Seperti ini gak akan ada bekasnya", ujar Jayden akhirnya, Aylin hanya tersipu malu mendengarnya.
...********...
__ADS_1
Ketika Aylin dan Jayden sedang bersantai di ruang keluarga rumah Jayden, duduk sambil menonton film yang sedang diputar salah satu televisi swasta, handphone Aylin mendapat panggilan masuk.
Aylin segera keluar dari pelukan Jayden, untuk mengambil handphonenya yang terletak di dalam tas kecilnya itu.
"Kamu bohong ya! waktu itu katamu kalau libur mau main ke rumahku dan cerita-cerita, tapi koq gak datang ya!", terdengar suara Cika yang menagih janji, bahkan sama sekali tidak mengucapkan salam, saat Aylin mengangkat telpon.
Aylin langsung tertegun, dia memang berjanji akan mengunjungi Cika saat terakhir telpon.
Menurut Cika lebih enak ngobrol langsung dari pada lewat telpon
"Gara-gara bersama kak Jay, aku jadi lupa sama Cika. Sungguh tidak setia kawan", tegur Aylin pada dirinya sendiri dalam hati.
"Pokoknya kamu harus datang ya! Gak boleh pakai alasan", ujar Cika memaksa..
Akhirnya Aylin yang gak sanggup menolak, mengiyakan permintaan Cika.
"Kak Jay, Lin main ke tempat Cika ya, soalnya Lin sudah berjanji sama Cika sudah lama kalau Lin libur akan main ke tempat Cika", ujar Aylin memegang pergelangan tangan Jayden
"Kak Jay juga sudah seminggu gak ketemu Lin, masak mau ditinggal?", sahut Jayden tidak senang.
"Lin janji deh, Minggu depan waktunya Lin buat kak Jay semua. Boleh ya kak?", tanya Aylin sambil mengayunkan pergelangan tangan Jayden memohon.
Jayden menghela nafas dan memandang ke Aylin sambil berpikir.
"Biarlah Lin bebas dulu, kasihan juga dia kerja dari jam 10.00 sampai jam 21.00 malam. Sesudah lama dia baru bertemu kembali dengan Cika. Biarlah kali ini aku mengalah saja, habis mengantar dia aku ke perusahaan saja buat mengisi waktu, sekalian ngecek mesin tadi pagi sudah berjalan normal belum, apalagi ini menjelang tahun baru".
"Baiklah, Ayo kak Jay antar kamu, pulangnya sekalian kak Jay mau mampir ke perusahaan dulu. Kalau nanti sudah mau pulang, telpon kak Jay ya, kakak jemput kamu!", ujar Jayden akhirnya.
"Terimakasih kak Jay!", sahut Aylin girang dan langsung mengecup pipi kekasihnya itu.
Mendapat kecupan dari Aylin, Jayden tentu tersenyum senang.
Bersambung........
__ADS_1