
"Cepat masuk! Kak Jay antar pulang", perintah Jayden ke Aylin.
Aylin tanpa sadar melihat sekitarnya, dia takut sekali ada orang di perusahaan yang melihat situasi tersebut.
Dia tidak mau jadi gosip di perusahaan.
"Gak usah kak, Aylin masih mau ke tempat lain", jawab Aylin memberikan alasan. Dia bersyukur kali ini otaknya tidak telmi dan cepat menemukan alasan untuk menolak ajakan Jayden.
Tapi tentu Jayden tidak semudah itu untuk ditolak.
"Kamu mau kemana kakak antar", sahut Jayden memaksa.
"Gak usah kak Jay, lama kak", jawab Aylin lagi memberikan alasan.
"Gak masalah! Apa kamu harus kugendong masuk mobil?", ancam Jayden yang mulai hilang rasa sabarnya karena ditolak terus, dan sepertinya siap melepas sabuk pengamannya.
Aylin kaget dan tidak menjawab lagi, tapi dia buru-buru membuka pintu mobil, masuk dan duduk dalam mobil dengan pasrah.
Dia takut Jayden benar-benar akan melaksanakan ancamannya.
Karena sekarang dia sudah tahu sifat asli Jayden yang nekad dan tidak perduli itu, bahkan bisa dibilang bermuka tembok dan tidak tahu malu.
Refleks nya juga cepat kali ini, dia cepat-cepat memasang sabuk pengaman, dia tidak mau terlalu sering terjadi kontak fisik dengan Jayden.
Aylin akhirnya menarik nafas kesal
"Kakak sekarang koq suka maksa sih!", omel Aylin kesal.
"Memang Lin mau kemana?", tanya Jayden tanpa memperdulikan omelan Aylin.
Aylin jadi terdiam dan bingung, sebenarnya dia mau langsung pulang dan beristirahat di rumah, karena dia baru pertama kali kerja, jadi badannya merasa capek sesudah berada di kantor dari pagi sampai sore.
Tadi dia berbohong kepada Jayden agar tidak usah ikut Jayden dan bisa pulang sendiri.
Dia tidak mau terlalu dekat dengan Jayden, karena setiap berdekatan hatinya selalu terasa berdebar-debar.
__ADS_1
Aylin tidak menyangka kalau ternyata Jayden susah ditolak dan suka memaksakan kehendak.
"Ditanya koq bengong? Kakak bingung mengapa sifatmu sudah banyak yang berubah, tapi yang satu ini gak berubah. Masih suka keluyuran? tanya Jayden.
"Sok tahu! sudah lama gak bertemu bagaimana kau bisa tahu sifatku. Aku suka keluyuran lagi gara-gara untuk menghindari kamu. huh", pikir Aylin hanyalah dalam hati dan cemberut karena kesal.
Jayden yang tidak mendapat jawaban akhirnya menoleh ke Aylin dan mendapati Aylin yang masih cemberut.
Melihat Aylin yang cemberut dan juga tidak menjawab pertanyaannya, akhirnya Jayden menjadi gemas, apalagi dia jadi teringat kalau tadi Aylin bisa memberikan senyum manisnya buat Ridwan.
Sifat posesif nya pun muncul lagi.
Jayden secara tiba-tiba memberhentikan mobilnya ke pinggir jalan, yang mana saat itu pas mereka melewati jalan yang sepi.
Aylin sempat kaget ketika tahu Jayden tiba-tiba memberhentikan mobilnya di pinggir jalan. Aylin sudah beberapa kali menghadapi sikap Jayden yang suka mendadak dan tidak bisa diprediksi apa yang hendak dilakukannya, akhirnya merasa takut.
"Kak Jay kenapa? kok berhenti disini?", tanya Aylin dengan suara agak bergetar, karena dia benar-benar tidak bisa menebak apa yang mau Jayden lakukan.
Ternyata benar Jayden yang sudah hilang kesabarannya, akhirnya menangkap kedua tangan Aylin dan membuat Aylin menghadap ke arah Jayden. Aylin bahkan tidak sadar kapan sabuk pengamannya sudah dilepas.
Sebetulnya Aylin dari tadi hanya menunduk dan tidak berani menatap Jayden, tapi begitu mendengar kata menggoda, dia merasa akhir-akhir ini dia sering sekali dicap cewek penggoda, akhirnya Aylin menjadi marah dan kesal.
"Mengapa kak Jayden begitu tidak menghargaiku, sepertinya aku suka sekali menggoda pria-pria itu, padahal merekalah yang suka menggodaku", pikir Aylin dalam hati makin kesal.
Akhirnya Aylin membalas perkataan Jayden, tanpa berpikir panjang lagi
,"Memang Aylin sanggup menggoda kak Jay! Dasar manusia kutub! Apa mungkin kak Jay bisa tergoda wanita?", sahut Aylin, berusaha melepaskan pergelangan tangannya dari pegangan Jayden yang kuat.
"Kamu ingin tahu?", tanya Jayden memandang tajam ke Aylin. Aylin menatap kaget ke Jayden, dia baru sadar kalau dia sudah salah bicara.
Dengan tiba-tiba Jayden menarik Aylin, hingga posisi Aylin dekat padanya, kemudian dia melepaskan pergelangan tangan Aylin, tapi tangan kanannya berpindah ke leher Aylin, Aylin bahkan tidak sempat berpikir apa-apa lagi, akhirnya kejadian di dalam ruang kerja Jayden terulang kembali.
Jayden menciumnya kembali, dengan tangan kirinya dia memeluk pinggang Aylin, dan tangan kanannya menekan kepala Aylin.
Pikiran Aylin menjadi kosong, dia merasa seluruh tubuhnya menjadi lemas, Aylin tidak membalas dan juga tidak menolak, akhirnya membuat Jayden semakin lupa diri, ciumannya semakin membara dan menuntut balasan dari Aylin. Bahkan Aylin sepertinya tidak diberi kesempatan bernafas.
__ADS_1
Sempat lama pikirannya kosong, tiba-tiba dia teringat ucapan Jayden yang selalu mengatainya penggoda. Dia merasa kalau dia harus menjaga harga dirinya.
Dengan kedua tangannya yang bebas.dia mendorong dada Jayden agar menjauh darinya. Akhirnya Jayden sadar dari perbuatannya.
Jayden menarik nafas berusaha untuk menenangkan jantungnya yang juga berdegup kencang.
Betapa kagetnya Jayden saat menatap ke wajah Aylin.
Wajah Aylin masih terlihat bersemu merah karena malu, nafasnya juga tersengal-sengal,
Tapi yang membuat hati Jayden seperti diremas, ketika melihat wajah Aylin yang sudah berurai air mata, menangis terisak dan terlihat begitu sedih.
Jayden ingin sekali memeluk dan menghiburnya, tapi belum sempat melakukan itu ...
"Kak Jay jangan menghina Aylin lagi, Aylin janji tidak akan mengganggu kak Jayden lagi. Antarkan Lin pulang sekarang, atau turunkan Lin di sini saja!"
ucap Aylin sambil menghapus air matanya dengan pergelangan tangannya.
Sepertinya permintaan Aylin sudah tidak bisa ditawar lagi kali ini.
Jayden tertegun dengan perkataan Aylin, dia sadar kalau dia sudah menyakiti hati Aylin.
Akhirnya Jayden tak bisa berkata apa-apa lagi, dia sungguh menyesal dengan perbuatannya sendiri, dia sungguh menyesal setiap bertemu Aylin dia tidak bisa mengontrol tingkah laku dan otaknya sendiri.
Dia tahu kali ini Aylin sudah benar-benar marah, berkata apapun sudah percuma. Sebaiknya dia menuruti keinginan Aylin, daripada Aylin semakin benci padanya.
Sepanjang perjalanan pulang, Aylin menyenderkan kepalanya dan memejamkan matanya, sepertinya dia ingin memberitahu Jayden kalau dia sama sekali tidak ingin diganggu.
Jayden hanya bisa kadang mencuri pandang ke Aylin, tapi dari tadi posisinya tidak berubah sama sekali.
"Aku benar-benar sudah menyakiti hatinya", ucap Jayden dalam hati dengan perasaan menyesal.
Dia tidak pernah menyangka kalau upaya dia ingin melakukan pendekatan pada Aylin malah berakhir seperti ini.
Bersambung........
__ADS_1