Loving You

Loving You
Aylin berbohong


__ADS_3

Aylin sebenarnya dari tadi sudah kesal dengan tingkah William. Aylin sudah benar-benar hilang kesabarannya saat melangkah keluar masih dipanggil William lagi.


"Maaf tuan William, besok saya libur, jadi hari ini saya pulang jam 20.00, kalau saya tidak pulang sekarang takut kemalaman", sahut Aylin kesal, apalagi dia sudah tidak sabar untuk bertemu Jayden.


"Ya udah, kalau gitu aku antar kamu pulang saja", sahut William tanpa rasa malu, padahal banyak yang ikut mendengar.


Aylin hanya bisa menarik nafas kesal menghadapi William.


"Maaf tuan William, tidak perlu. Saya sudah dijemput pacar saya", sahut Aylin.


Sebenarnya Aylin jarang mau menunjukkan kalau dia sudah pacar.


"Ah ketemu buaya darat gitu (bahasanya Aylin buaya darat, bukan Casanova), aku harus bilang sudah punya pacar", pikir Aylin dalam hati.


"Oo kamu sudah punya pacar? Ah sayang sekali", sahut William santai.


"Iya tuan, saya pulang dulu", sahut Aylin cepat dan dan menggunakan kesempatan itu untuk segera melangkah keluar.


Ternyata William yang penasaran dan tidak percaya dengan jawaban Aylin juga ikut berjalan keluar untuk melihat apakah Aylin membohonginya atau tidak. Karena menurutnya banyak perempuan yang suka bersikap malu-malu kucing, malu-malu tapi mau.


Aylin yang merasa diikuti benar-benar kesal dengan William. Begitu melihat Jayden yang sedang menunggunya, Aylin segera berlari mendekati Jayden.


Jayden dari tadi hatinya sudah panas, bahkan sampai mengepalkan tangan menahan kemarahannya.


Jayden bertambah marah saat melihat William yang ikut keluar dan memperhatikan kepergian Aylin.


"Kak Jay, Lin kangen", panggil Aylin langsung memeluk pinggang Jayden dengan kedua tangannya.


Aylin berusaha menahan malu, melakukan hal itu karena saat itu masih banyak orang yang berlalu lalang.


Dia melakukan itu agar William melihat dan tidak mengganggunya lagi, dan yang paling penting merayu Jayden agar tidak marah, karena dia sudah tahu sifat Jayden yang cemburuan.


Memang keahlian merayu Aylin tidak diragukan lagi sekarang, kemarahan Jayden langsung berangsur-angsur hilang, begitu Aylin memeluknya dan menyatakan kangen padanya.


Jayden tersenyum puas, karena Jayden berpikir kalau Aylin begitu kangen padanya, sampai memeluknya di tempat umum, padahal yang dia tahu biasanya Aylin akan malu melakukan hal itu.


Jayden bahkan mengecup dahi Aylin sekilas, Aylin hanya membiarkannya dan pasrah.


"Ayo pulang, kamu pasti sudah capek!" , ujar Jayden yang tidak jadi marah, kemudian memeluk bahu nya dan mengajak Aylin keluar ke tempat parkir mobil.

__ADS_1


William yang melihat kejadian itu akhirnya hanya bisa pasrah.


"Ah..ternyata benar sudah punya pacar, ternyata pacarnya ganteng dan kelihatannya kaya juga kalau dilihat dari penampilannya. Pantes saja susah digoda. Sial waktuku seharian habis, tapi gak ada hasilnya", omel William dalam hati kecewa dan menyesal karena sudah salah memilih mangsa baru.


********


Sesudah di dalam mobil dalam perjalanan pulang ke rumah Aylin, Jayden baru teringat lagi dengan kemarahannya tadi.


"Siapa tadi laki-laki yang memanggilmu dan ikut kamu keluar saat kamu pulang?"


"Itu tuan William anaknya bos Aquleaf", sahut Aylin singkat.


"Koq dia ikut kamu keluar waktu kamu pulang?", tanya Jayden curiga.


"Lin gak tahu!", sahut Aylin pendek, Aylin sebenarnya tidak mau menceritakan masalah dia digoda William, karena dia takut kalau Jayden akan menyuruh nya berhenti kerja. Sedangkan sekarang dia sangat menyukai pekerjaannya di Aquleaf.


Karena takut ketahuan Jayden, akhirnya Aylin tidak sadar merem*s-rem*s tangannya sendiri. Aylin tidak tahu kalau Jayden memperhatikan tingkahnya, karena Aylin sedang memandang ke depan jalan.


Jayden yang sudah tahu Aylin ketakutan, tentu saja langsung curiga.


"Apakah William mendekatimu?", tanya Jayden langsung.


Jayden melirik sekilas ke Aylin yang sedang memandang ke luar jalan, sepertinya menghindari melihat ke arahnya, semakin bertambah curiga.


"Huh nakal, coba-coba membohongiku! aku tadi sudah terperdaya rayuannya yang mengalihkan aku!", pikir Jayden dalam hati, yang akhirnya sadar mengapa tadi Aylin berani memeluknya di depan umum.


********


Seperti biasa Jayden memarkir mobilnya di depan lapangan, jadi mereka harus berjalan menuju ke rumah Aylin.


Begitu turun dari mobil, Jayden yang dari tadi sudah menahan diri bertanya di mobil karena fokus mengendarai mobil, akhirnya langsung bertanya,


"Kamu bohong ya? Apa yang sudah dilakukan William padamu?"


sambil menarik tangan Aylin agar berhenti melangkah.


"Enggak kak, Lin tadi hanya diberi beberapa tugas saja koq", sahut Aylin.


"Kenapa cuman kamu yang ditugasi, kan banyak karyawan yang lainnya?", tanya Jayden lagi.

__ADS_1


"Mungkin Lin masih baru", sahut Aylin asal jawab.


"Justru kamu masih baru kenapa kamu yang kena? harusnya kan dia menyuruh yang lebih senior!", desak Jayden lagi.


Akhirnya Aylin terdiam dan kebingungan menjawab pertanyaan Jayden.


"Tugas apa yang sudah diberikan William padamu?", tanya Jayden lagi, padahal Aylin belum menjawab pertanyaan yang sebelumnya


"Ah kak Jay, Aylin mana ingat, kan tugasnya banyak!", ujar Aylin mengalihkan pertanyaan Jayden.


"Ya udah sebutin saja salah satu!".


Aylin berpikir sebentar sebelum menjawab Jayden.


"Tugasnya yang harus berhubungan dengan pekerjaanku, biar kak Jay gak curiga macam-macam, kalau tidak pasti aku disuruh berhenti kerja lagi. Gara-gara baju seragam saja sudah disuruh berhenti terus", pikir Aylin dalam hati.


"Lin disuruh pilihan lotion yang cocok untuk wajahnya", sahut Aylin singkat, tentu saja tidak menjelaskan harus melihat wajah William dulu untuk menentukan lotion yang cocok.


"Hah!! cariin lotion yang cocok untuk wajahnya? Berarti itu sengaja mau menarik perhatianmu! Kamu kan harus memperhatikan wajahnya dulu baru bisa nentuin mana lotion yang cocok? Masak ibunya punya toko kosmetik dia tidak tahu lotion yang cocok buat wajahnya? masih butuh bantuan kamu buat pilih? itukan berarti disengaja!", omel Jayden yang langsung emosi.


Aylin langsung terdiam mendengar omelan Jayden.


"Ah..aku sudah salah jawab. Kupikir kak Jay hanya mengerti tentang mesin. Ternyata hal begitu pun dia ngerti. Susah juga punya pacar yang terlalu pintar. Mau bohongin saja susah, padahal aku kan berbohong untuk kebaikan saja, biar kak Jay gak marah-marah", pikir Aylin dalam hati pasrah.


"Jadi Lin harus bagaimana kak? Lin kan cuman pegawai di sana. Kalau diberi tugas kan tetap harus dikerjakan", sahut Aylin akhirnya.


"Kak Jay kan sudah bilang berhenti kerja saja. Baju seragam nya saja kakak tidak suka, terus sekarang ada William lagi!"


"William tidak tiap hari datang kata Olivia, biasanya datang kalau proyeknya belum turun saja koq".


"Wah hebat kalian ya, malah bisa tahu schedule William. perhatian banget!", ujar Jayden yang malah cemburu.


"Kak Jay, Lin pulang rumah dulu. Lin sudah capek dan belum mandi, badan rasanya lengket dan gak enak, nanti baru kita bicarakan lagi ya kak", sahut Aylin sambil menggandeng tangan Jayden dengan kedua tangannya.


Jayden menatap ke Aylin sebentar, Jayden juga merasa kasihan pada Aylin yang memang kelihatannya sudah capek.


Jayden hanya bisa menghela nafas menahan emosinya dan mengikuti langkah Aylin menuju ke rumah.


Bersambung........

__ADS_1


__ADS_2