
Keesokkan harinya di tempat kerja tersebarlah gosip kalau pak Jayden punya simpanan, siapa lagi simpanannya kalau bukan Aylin.
Yang pasti gosip itu sampai ke kuping Jayden juga.
Kali ini Jayden marah dan kesal dengan gosip itu, akhirnya yang menjadi sasarannya siapa lagi kalau bukan Deddy sekretarisnya.
Padahal yang memberitahukan informasi gosip yang sedang trending di PT.Textile Sunjaya itu juga Deddy.
"Kamu kalau sebarin gosip yang benar Deddy! sejak kapan aku menikah? kenapa Aylin harus jadi simpanan ku?", omel Jayden kesal.
"Bukan saya bos, saya gak berani sebarin gosip tentang bos sama sekali", jawab Deddy menyanggah.
" Terus siapa yang menyebarkan gosip?", tanya Jayden lagi.
"Gak tahu bos, lagipula katanya bos, bos gak perduli kalau orang mau ngatain bos di belakang", jawab Deddy lagi.
"Yang kemaren melihat kejadiannya kan banyak, bukan saya sendiri bos, saya kan sudah mengingatkan bos", sambung Deddy lagi, dia tidak terima dituduh bosnya.
Jayden akhirnya terdiam, dia juga percaya kalau bukan sekretarisnya pelakunya, dia juga tahu bagaimanapun juga sekretarisnya cukup setia padanya.
Sebenarnya Jayden tidak masalah dengan gosip itu, dia hanya takut Aylin yang mempermasalahkannya dan terganggu dengan gosip itu.
"Aneh! Aku jelas terang-terangan, tidak ngumpet-ngumpet. Kenapa bisa jadi simpanan?", omel Jayden kesal dan melampiaskan unek-uneknya pada Deddy.
"Ya itulah bos. Namanya juga gosip bos, makin digosok makin sip", jawab Deddy mencoba menghibur bosnya yang sedang kesal.
Ternyata malah membuat Jayden tambah kesal dan melempar file ke arah Deddy, untung saja refleks Deddy cepat dan berhasil menangkapnya.
"Kamu periksa jadwalku hari ini, aku lagi gak mood!", instruksi Jayden pada Deddy, padahal biasanya Jayden selalu memeriksa sendiri.
"Baik bos", sahut Deddy pasrah sambil ngedumel dalam hati, " Ah baru merdeka sehari dari Bu Maya, hari ini kena pingit lagi deh!"
...********...
Yang paling senang dengan gosip ini tentu saja Lulu, dan yang menyebarkan gosip itu juga dia.
Dengan begitu akhirnya jomblo-jomblo di bagian penjualan sudah tidak ada yang berani lagi menggoda dan mendekati Aylin lagi.
Bahkan Ridwan sales supervisornya saja sudah menyerah dan tidak berani mendekati Aylin.
__ADS_1
Dengan yang lain Ridwan masih berani bersaing, tetapi dengan big bos, tentu saja dia menyerah.
"Pantesan waktu itu hari gue dekatin Aylin, Pak Jayden tidak senang, ternyata pak Jayden sudah ngincar duluan", pikir Ridwan dalam hati, jadi mau tidak mau dia mempercayai gosip itu.
Yang jadi trending malah lagi nyantai masukin data,
Aylin sama sekali jarang keluar dari ruangannya sejak bekerja di tempat Jayden.
Keluar hanya ke toilet dan saat pulang
Kadang kalau dia capek duduk, dia hanya berdiri sebentar dan paling mengambil minum di ruang sebelah, itu saja menunggu saat tidak ada orang.
Memang sejak kejatuhan keluarganya, rasa percaya dirinya sudah hilang.
Jadi dia jarang sekali bergaul dengan orang-orang di sekitarnya.
Dulu di tempat sekolah dan kuliah juga begitu. Hanya saja saat itu ada Denny yang menjadi tamengnya, yang sering datang menjemputnya.
Jadi kalau ada yang mendekatinya harus berpikir dua kali.
Di tempat ini dia juga berusaha menghindari divisi penjualan yang sebagian besar masih jomblo.
Dia merasa risih dan bingung menghadapinya, jika ada pria yang berusaha mendekatinya, itulah yang membuat Aylin jarang keluar dari ruangannya.
Lagipula dia sudah bosan disebut penggoda.
Jadi saat gosip tentang dia dan Jayden sedang heboh, dia sama sekali tidak tahu.
Berbeda dengan Maya yang sudah kalang kabut mendengar berita ini.
Lulu memang sengaja menceritakan gosip ini ke Maya, dengan tambahan kalau dia melihat sendiri perhatian Pak Jayden pada Aylin yang satu ruangan dengannya.
Tentu Maya tahu kalau Lulu tidak berbohong, karena malam saat Aylin di rumah Jayden, dia juga ada di sana.
Tapi Maya tidak pernah menyangka kalau Jayden akan terang-terangan menunjukkan perhatiannya ke Aylin di depan karyawannya yang lain juga.
Tetapi tentu saja Maya tidak memperlihatkan kekhawatirannya di depan Lulu.
"Oo saya tahu, malam itu saya juga di rumah pak Jayden. Memang hari itu Aylin kehujanan, tentu Pak Jayden khawatir, Aylin itukan teman main pak Jayden waktu kecil, jadi sudah seperti adiknya", jawab Maya dengan tenang, padahal hatinya sudah bergejolak.
__ADS_1
Lulu akhirnya keluar dari ruangan Maya dengan kecewa. Dia yakin Maya akan marah dengan hal tersebut.
Ternyata Lulu masih dendam atas perlakuan Maya padanya dulu, sehingga dia sengaja ingin membuat Maya tidak tenang dan marah.
"Dasar perempuan bodoh, terlalu percaya diri. Pintar dalam karir tapi tidak pintar dalam masalah pria. Masa gak bisa bedain sifat sayang terhadap adik atau terhadap perempuan dewasa. Pantesan bertahun-tahun dengan pak Jayden, tidak bisa mengikat pak Jayden!", umpat Lulu dalam hati.
Tapi Lulu tidak tahu, sesudah dia keluar dari ruangan Maya, Maya langsung tidak konsentrasi pada kerjaannya lagi.
Maya yakin hati Jayden sudah terjerat dengan Aylin.
Kali ini Jayden tidak main-main, dia bahkan menunjukkan perasaannya kepada orang lain.
Sampai sekarang Maya belum bisa menemukan cara untuk membuat Jayden menyerah pada Aylin.
"Kali ini sepertinya aku membutuhkan bantuan orang lain, sepertinya aku harus memberitahu Denny tentang masalah ini, agar Denny lebih berhati-hati. Agar Denny bisa menjaga miliknya", pikir Maya akhirnya memutuskan untuk menghubungi Denny segera, kalau dia tidak mau kehilangan Jayden.
Sekitar jam 15.00 Jayden dan Deddy baru kembali dari luar sesudah bertemu supplier mereka. Seperti biasa Jayden beralasan haus dan mau minum dulu sebelum kembali ke ruangannya.
Deddy juga sudah tahu tujuan bosnya hanya diam saja, tidak berani berkomentar apapun.
Jayden melihat ke Aylin yang sedang serius memandang ke monitornya, bahkan kali ini tidak menyadari kehadiran Jayden di ruang sebelah.
Akhirnya Jayden bisa menarik nafas lega, berarti Aylin belum tahu gosip itu atau bisa jadi Aylin tidak perduli akan gosip.
Akhirnya Jayden beranjak pergi dari ruangan itu dan menuju ke ruangannya
Ternyata sampai di ruangannya, Jayden masih merasa tidak puas dengan gosip tersebut.
Masih lanjut mengomel ke Deddy sesudah pekerjaannya beres semua.
"Ah... ternyata masih ada season duanya", keluh Deddy dalam hati.
"Coba kamu bilang aku, apa alasannya mereka menyebut Aylin simpananku?", tanya Jayden masih penasaran dengan gosip itu.
"Ya iyalah bos, semua orang kan tahunya bos ada hubungan sama Bu Maya. Bos dan Bu Maya juga gak pernah menyangkalnya. Bahkan ibunya bos saja baik dan percaya banget sama Bu Maya. Sekarang mendadak bos dekatin Aylin, yang namanya orang kedua pasti disebut simpanan. Apalagi jabatan pak Jayden kan bos. Yang namanya bos punya simpanan itu hal sudah biasa", jawab Deddy memberikan pendapatnya.
Jayden menjadi terdiam mendengar jawaban Deddy.
Bersambung........
__ADS_1