Loving You

Loving You
Pikiran Aylin yang unik


__ADS_3

Ketika Aylin masuk ke dalam rumah kembali setelah mengantar Denny ke depan, ibunya kembali mengajaknya berbicara lagi


"Tadi pagi kak Jay datang, ingin mengajakmu berangkat kerja bareng"


Aylin terdiam mendengar ucapan ibunya. Begitu mendengar nama Jayden disebutkan lagi, hatinya langsung menjadi tidak tenang.


Aylin sebenarnya sudah merasa Jayden akan datang lagi hari ini, karena itu dia tadi sudah berangkat pagi-pagi untuk menghindari bertemu dengan Jayden.


Jayden pasti akan memaksanya menjawab mengapa dia resign dari perusahaan Sunjaya.


Kadang dia sebenarnya sudah menyiapkan jawaban yang tepat, tapi entah mengapa setiap berhadapan dengan Jayden, semua yang sudah dia siapkan untuk menjawab Jayden, langsung hilang semua dari otaknya.


Aylin juga bingung dengan sikapnya itu sendiri.


Belum lagi setiap dia adu mulut dengan Jayden, dia selalu akan berakhir sebagai pihak yang kalah.


Belum Aylin menjawab perkataan ibunya, ibunya menyambung lagi,


"Sesudah itu sekitar jam tiga an, kak Jay datang lagi mencari kamu, untung saja kamu sedang di rumah Cika. Seingat ibu dulu kak Jay itu kan orangnya diam dan jarang bicara, tapi hari ini Jayden bahkan berani bertanya pada ibu apa alasanmu berhenti dan macam-macam. Sepertinya kak Jay keberatan kalau kamu berhenti kerja."


Mendengar perkataan ibunya, Aylin hanya terdiam.


"Tentu saja kak Jay berani, ibu belum tahu saja kak Jay itu bermuka tembok dan tidak tahu malu", pikir Aylin dalam hati.


"Menurut ibu harusnya kamu hadapi saja kak Jay sekali lagi, dan beri Kak Jay jawaban yang tegas alasan kamu berhenti, agar kamu tidak usah repot-repot menghindari kak Jay lagi!", usul ibunya.


"Ah kak Jay orangnya keras kepala Bu, susah dihadapi. Aylin malas kalau ngomong sama kak Jay. Lin setiap kali mesti kalah, kalau ngomong sama kak Jay", sahut Aylin enggan.


"Terus mau sampai kapan kamu mau menghindari kak Jay?", tanya ibunya lagi.


"Sampai kak Jay bosan sendiri saja. Nanti kan lama-lama dia capek sendiri kalau gak ketemu Lin terus", sahut Aylin.


Mendengar jawaban Aylin, ibu hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya dan menghela nafas melihat sifat anaknya yang masih kekanakan itu.


Kadang Aylin bingung dengan sifat Jayden, pernah Aylin berpikir mungkin saja Jayden menyukainya, apalagi akhir-akhir ini kak Jay sangat perhatian dan sayang padanya. Bahkan sering mencuri ciuman dari dia begitu ada kesempatan.


Tapi sesudah dia pikir lagi, dulu kak Jay juga begitu perhatian terhadap kak Maya, yang paling sering dia ingat adalah saat mereka makan bersama di sekolah dulu.


Jayden terlihat begitu perhatian dan membela kak Maya kala itu, bahkan Aylin melihat dengan mata sendiri Jayden menggandeng Maya, padahal selama yang Aylin tahu Jayden tidak pernah dekat dengan wanita manapun.


Pernah sewaktu dia berulang tahun kak Jay datang membawa hadiah, sangking senangnya Aylin melihat kedatangan Jayden, Aylin langsung menggandeng pergelangan tangan Jayden untuk mengajaknya masuk, karena yang dia tahu Jayden tidak suka acara pesta biasanya.


Tapi Jayden langsung menepis tangannya dan mengatakan kalau dia hanya mengantarkan kado titipan ibunya.

__ADS_1


Karena itulah Aylin merasa kalau Jayden memang menyukai Maya.


Tapi sekarang kenapa kak Jay bisa begitu dingin pada kak Maya, bahkan kadang-kadang mendekatinya saja, kak Jay tidak merasa bersalah pada kak Maya?


Bahkan dulu Aylin pernah berpikir kalau suatu hari dia bertemu dengan kak Jay, paling kak Jay sudah menikah dengan kak Maya.


Tapi ternyata kak Jay selalu menolak keras setiap ibu Jayden ingin kak Jay menikah dengan Maya.


Aylin benar-benar bingung dengan sifat Jayden yang satu ini. Andai saja Jayden tidak pernah menciumnya, mungkin dia akan setuju dengan Cika, kalau kak Jay ada kelainan.


Kalaupun Jayden benar-benar menyukainya, dia juga harus berpikir beribu-ribu kali, dia takut nasibnya akan sama dengan kak Maya.


Begitu kak Jay bosan, bagaimana nasibku kalau aku sudah cinta mati pada. kak Jay? tentu hatiku akan lebih sakit lagi.


Jadi sebelum semakin dalam perasaanku, sebaiknya aku menghindari kak Jay saja.


Dia juga sering merasa Jayden kadang cuman suka mengisengi dia saja, mungkin saja hidup Jayden yang hanya bekerja terus dan jarang memiliki teman, membuat kak Jay merasa iseng, dan hanya senang bermain dengannya dan menggodanya saja.


"Lho koq malah jadi bengong Lin?" tegur ibunya.


"Sudah, ayo cepat kamu mandi dan beristirahat segera, besok sudah mau bekerja di tempat baru. Nanti baru pikirkan lagi bagaimana cara menghindari kak Jay, karena ibu merasa kak Jay bisa datang ke sini lagi", sambung ibunya lagi.


"Baik Bu", sahut Aylin segera mengambil baju dan persiapan mandi lainnya menuju ke kamar mandi.


"Besok bagaimana rencanamu, kalau Jayden datang lagi? Akankah kamu menemui kak Jay?" tanya ibu Aylin


"Aduh Aylin benar-benar sudah capek Bu, kalau harus berangkat pagi terus. Keluyuran gak menentu. Dan kerjanya nanti juga lebih banyak berdiri, harus pakai sepatu pantofel lagi. Baju seragamnya juga sudah disiapkan Bu, roknya span, kebetulan tadi ada ukuran yang sesuai dengan Lin", keluh Aylin kesal.


"Ah kak Jay benar-benar menyusahkan Lin saja!"


"Ya udah, kalau gitu kamu temui aja sekali dan jelaskan padanya biar beres", sahut ibunya lagi.


"Aku tidak mau ketemu bu", rajuk Aylin pada ibunya.


"Besok aku sembunyi di kamar saja bu, ibu bilang aja aku sudah berangkat! Karena kerjanya di Department Store mulainya jam 10.00 pagi Bu", sambung Aylin lagi.


Tiba-tiba Aylin teringat sesuatu yang lupa diceritakan pada ibunya,


"Ah Aylin sampai lupa bercerita pada ibu, sepertinya Lin harus tinggal di kos Bu, karena kerjanya sampai malam jam 09.00, karena posisinya lumayan jauh dari rumah kita Bu. Kalau naik kendaraan umum malam hari Lin takut bu,


sedangkan naik transportasi online, biayanya malah jatuhnya mahal bu.


Ibu ijinin Lin gak buat kos, nanti setiap libur, Lin pulang ke rumah.

__ADS_1


Nanti kalau sudah lewatin masa training, Lin akan mengajukan permohonan untuk dipindahkan ke counter yang dekat rumah kita bu."


Ibunya terdiam sejenak, sebenarnya dia tidak rela berpisah dengan anaknya, tapi melihat keadaannya mau tidak mau dia harus memberikan ijin kepada Aylin untuk tinggal di kos, setidaknya akan lebih mempermudah Aylin dan kalau bekerja tidak capek di perjalanan.


Dan kebetulan dengan begitu Aylin juga bisa menghindari Jayden sementara waktu.


"Ya udah, kalau menurutmu lebih baik begitu, ibu mengijinkanmu untuk tinggal di kos", sahut ibunya mengakhiri pembicaraan mereka.


Jayden yang dikira hanya main-main dengan perasaannya saja oleh Aylin,


ternyata dari tadi sedang memikirkan Aylin dan merasa rindu pada Aylin.


Sambil rebahan di atas kasurnya, otak Jayden masih berpikir keras, apa yang menyebabkan Aylin mendadak berhenti dari perusahaan mereka. Dia mulai berpikir kalau sebenarnya Aylin berusaha menghindarinya, karena sepertinya ibu Aylin juga membantu Aylin untuk menghindarinya.


"Atau jangan-jangan karena Denny?", pikir Jayden lagi, dia jadi teringat pertemuan terakhirnya dengan Denny.


Jayden juga teringat pada Aylin yang begitu penurut, jika berhadapan dengan Denny.


"Ah aku gak perduli dengan semua itu, yang penting aku harus bertemu dengan Aylin dulu!", pikir Jayden dalam hati dan memutuskan akan ke rumah Aylin lagi besok pagi.


Jayden memang orang yang pantang menyerah...


πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“


Dear pembaca tersayang,


Halo, apa kabar semuanya?


Author berharap semua pembaca selalu dalam lindungan Tuhan dan dalam keadaan sehat di masa pandemi Covid-19 ini.


Terimakasih buat pembaca yang selalu mendukung karya author yang tidak pernah bosan memberikan dukungan like, comment, hadiah dan vote.


Kali ini author ingin memperkenalkan karya author yang lainnya.


Rekomendasi Novel yang sangat bagus untukmu, Anak Genius : Akan Kutemukan Kamu Papa, di sini dapat lihat: http://h5.mangatoon.mobi/contents/detail?id\=1219502&\_language\=id&\_app\_id\=1


(bisa langsung diklik dari foto writer juga)


Author berharap pembaca bisa mampir juga, memberikan dukungan Like, comment dan vote.


Sebelumnya Author ucapkan terimakasihπŸ™πŸ™πŸ™


Salam sehat selaluπŸ’ͺπŸ’ͺπŸ’ͺ

__ADS_1


__ADS_2