
Kaluna berbaring di samping Elif yang tengah tertidur, Ia masih memikirkan kemunculan Liam di tempatnya, dia tidak pernah berfikir jika setelah lima tahun berlalu laki-laki itu datang.
Kaluna menatap wajah Elif yang sudah terlelap beberapa saat yang lalu dan mengingat kembali keinginan putrinya . keinginan Elif ingin bertemu dengan Daddy nya .
" Apa kamu begitu ingin bertemu dengannya , sayang ? apa kamu akan marah pada mommy jika tidak mewujudkannya ?" tangan Kaluna mengelus puncak kepala Elif , menyalurkan semua rasa sayang pada putrinya . lalu mencium keningnya
" Maaf kan mommy ." lirih dia berucap dan ikut tertidur di samping putrinya .
***
Seperti biasa Kaluna akan mengantar Elif ke sekolah sebelum berangkat mengajar , karena hari ini adalah hari ulang tahun putrinya , dia akan pulang cepat untuk menyiapkan pesta ulang tahun Elif .
" Kiss" Elif langsung mencium pipi mommy , setelah Kaluna mendekatkan pipinya . dan di balas oleh Kaluna dengan mencium ke dua sisi pipi Elif .
" Ya sudah Elif , masuk dan jangan lupa semangat belajarnya . "
Elif masuk bersama teman-temannya. Setelah memastikan Elif sudah masuk, Kaluna meninggalkan tempat itu , dia tidak sadar jika ada yang memperhatikannya saat baru turun dari mobil tadi . Liam sudah lebih dulu tiba di sekolah putrinya . Dia begitu bahagia menyaksikan bagaiman Kaluna begitu menyayangi Elif, dia jadi membayangkan jika dia yang mengantar Elif ke sekolah dan mendapatkan ciuman dari putrinya , dia pasti juga akan sangat bahagian . Dia tidak sabar menunggu waktu itu datang .
Liam masih menunggu di sana setelah beberapa jam berlalu , menunggu sampai Elif selesai dengan sekolahnya . Setalah itu dia akan langsung menemui Elif.
Setelah menunggu beberapa waktu akhirnya Liam melihat Elif keluar , Liam keluar dari mobilnya .
Elif yang sementara menunggu kedatangan mommy juga menyadari kedatangannya .
" Uncle ?"
" Hai sayang , apa kamu sedang menunggu mommy?
Elif mengangguk dan duduk di tempat yang biasa ia tempat saat ini
" Apa Uncle juga sedang menunggu seperti waktu itu?
" Tidak , Uncle datang kesini untuk menemui mu . Uncle dengar kamu ulang tahun hari ini?"
" Uncle tau ulang tahun Elif ?"
" Tentu saja, Uncle datang kesini untuk memberikanmu sesuatu ."
Mata Elif langsung berbinar senang karena dia akan mendapatkan hadiah pertama di haru ulang tahunnya .
__ADS_1
" Benarkah ?"
Liam mengangguk
" Atau kamu menginginkan sesuatu nanti Uncle berikan?"
Raut wajah yang tadi bahagia tiba -tiba terlihat sedih
" Ada apa ?" tanya Liam panik dia langsung meninggalkan tempat duduknya di samping Elif dan berjongkok tepat di depan putrinya .
" Elif mau ketemu Daddy , tapi mommy bilang , Daddy belum bisa ."
Wajah Elif tertunduk , Liam yang melihat itu membuang pandangannya ke arah lain . matanya memanas mendengar permintaan putrinya . Tanganya menyentuh ujung matanya untuk menghapus sesuatu yang sementara keluar .
" Elif ingin bertemu Daddy? "
Elif mengangguk
" Kalau begitu Elif ikut Uncle , Uncle yang akan membawa Elif ke sana ."
" uncle kenal dengan Daddy Elif ?"
" Iya , mau ?"
" Tapi Uncle , kalau mommy cari Elif bagaimana?"
" Nanti Uncle yang menghubungi mommy mu dan memintanya untuk ikut ."
Setelah mengatakan itu dan membuat putrinya yakin , Liam langsung membawa Elif ikut dengannya meninggalkan tempat itu.
" Siapkan heli nya aku akan ke sana sekarang juga ."
Perintah Liam lewat telpon, dia sudah berada di dalam mobil menuju tempat dimana dia meminta sebuah helikopter oleh anak buahnya .
Mobil Kaluna baru tiba di sekolah Elif sesaat Setalah Liam pergi , jika biasanya Kaluna melihat putrinya atau dia yang menunggu , ada yang lain hari ini , sekolah sudah mulai sepi tapi Elif belum keluar .
" Bukankah ini sudah beberapa menit berlaku saat jam pulang Elif , kenapa Elif belum keluar ?" Gumam Kaluna . dia memutuskan untuk masuk ke dalam dan mencari putrinya.
" Jadi Elif sudah keluar ?" tanya kaluna saat menanyakan keberadaan putrinya .Dia sudah mulai panik karena untuk pertama kalinya dia mendapatkan hal seperti ini . Kaluna kemudian meninggalkan guru Elif yang dia tempati bertanya tadi, sambil meraih hp miliknya , Kaluna ingin menghubungi seseorang , yang tentu saja orang itu adalah Ryan, dia ingin menghubungi laki-laki itu untuk membantunya mencari keberadaan Elif dia takut jika Elif di culik .
__ADS_1
sebelum Kaluna menekan nomor Ryan sebuah panggilan masuk ke hpnya dan dia tidak mengenali nomor itu .
" Halo ."
" Elif bersamaku ."
Tangan Kaluna mengepal seketika, saat mendengar kalimat orang yang baru saja menelponnya , dia tau milik siapa suara itu .
Kaluna berusaha menahan amarahnya ,berani sekali laki-laki itu mengambil putrinya .
" Kembalikan putriku."
" Aku menunggumu untuk datang menjemputnya."
Liam langsung menutup panggilannya , dia harus melakukan ini , meskipun dia tau jika Kaluna pasti akan tambah membencinya, dia tidak peduli , dia ingin Kaluna datang padanya .
Kaluna menjauhkan hp miliknya saat menyadari Liam sudah mematikan panggilan itu. Ia Kemudian berjalan menuju kembali menuju mobil miliknya , Saat Kaluna akan membuka pintu mobil seseorang tiba -tiba muncul dari arah belakang .
" Maaf Nona Kaluna saya di perintahkan oleh tuan Liam untuk menjemput anda . "
***
Sedangkan itu Liam , Setalah mengubungi Kaluna dia sudah bersiap meninggalkan tempat dimana dia berada sekarang , tidak jauh dari tempatnya berdiri sudah ada helikopter yang akan Liam gunakan meninggalkan tempat ini menuju tempat yang sudah ia persiapan sejak awal dia datang ke negara ini
" Maafkan aku Luna, aku harus melakukan ini , sepertinya kamu tidak bisa di ajak bicara baik -baik. "
Setelah mengatakan itu Liam kembali mendekati mobil yang ia gunakan tadi karena Elif masih ada di sana .
" Ayo turun " Pinta Liam , Elif kemudian melangkah turun dan lagsung di gendong oleh Liam , anak yang masih menggunakan seragam sekolahnya itu , tidak merasa khawatir sama sekali, pergi dengan orang yang baru dia kenal hanya karena orang itu mengatakan akan membawanya bertemu dengan Daddy nya
" Silahkan tuan " salah satu anak buah Liam mempersilahkan Liam untuk masuk ke sana . Liam melangkah dengan Elif yang masih dalam gendongannya .
" Apa kita akan menggunakan ini Uncle."
" Iya , apa kau senang ?"
Elif mengangguk , karena ini pengalaman pertama untuknya , naik helikopter tentu saja ia sangat senang. Bisa di lihat oleh Liam jika putrinya begitu antusias saat helikopter ini sudah membawa mereka menuju salah satu pulau kecil yang ada di negara ini .
" Uncle apa mommy juga akan naik helikopter seperti kita ?" Elif bicara tapi tatapannya terus melihat ke arah jendela sambil melihat kearah bawah . Ia begitu takjub dengannya apa yang Ia lihat di bawah sana ,
__ADS_1
" Tentu saja . sini ." Liam meminta Elif untuk mendekat padanya dan membawa Elif duduk dia tas pangkuannya , Liam begitu bahagia bisa sedekat ini dengan Elif . dia juga berharap dengan melakukan ini kaluna akan menerima maafnya nanti , dia akan berusaha untuk itu , mendapat maaf dari Perempuan yang begitu dia cintai , yang sudah memberikannya seorang putri yang begitu dia inginkan.
" Elif Daddy mencintaimu dan mommy mu" suara Liam terdengar lirih. Liam kemudian mencium puncak kepala putrinya .