Maaf Aku Yang Harus Pergi

Maaf Aku Yang Harus Pergi
Kembali


__ADS_3

Senyum di wajah Kaluna tidak pernah hilang setelah turun dari pesawat . Hari ini adalah hari dimana dia dan Liam kembali setelah menyelesaikan urusan bisnis suaminya dan bukanya hanya itu ternyata Liam mengulang bulan madu mereka , Ah bukan , saat itu sama sekali bukan bulan madu tapi liburan bersama karena Gio asisten pribadi suaminya itu juga ikut bersama dan tentu saja tidak ada hari yang se-menyenangkan seperti yang mereka baru lalui beberapa hari ini. Di luar dari perkiraan Kaluna, tenyata mereka berdua menghabiskan waktu di negara itu selama sepekan lamanya . Liam menyiapkan. semuanya tanpa memberitahunya , dari jalan-jalan, makan malam romantis semua Kaluna rasakan selama di sana di tambah Liam memerlukannya sangat istimewa.


Bayangan itu tidak bisa hilang dari Kepala kaluna . Bahakan saat ini pun laki-laki itu tetap memperlakukannya begitu istimewa di mata Kaluna karena sambil terus melangkah Liam tidak pernah melepaskan tautan tanganya pada Kaluna,


" Kamu bahagia ?" tanyanya saat melihat senyum Kaluna . Kaluna mengangguk sambil menatap suaminya, tangan Liam naik mengelus rambut Kaluna sambil tetap berjalan kemudian turun mengelus pipinya.


" Aku akan langsung ke kantor . tapi sebelum itu aku akan mengantarmu ke apartemen terlebih dahulu.."


Kaluna mengiyakan perkataan Liam , di luar bandara terlihat salah satu pegawai Liam sudah datang menjemputnya . sebenarnya Gio langsung yang ingin menjemput sahabat sekaligus bosnya tersebut tapi Liam langsung menolak karena dia tau Liam pasti sangat sibuk karena dia mengalihkan tugasnya beberapa hari ini , jadi Liam meminta salah satu supir di kantor saja yang menjemputnya .


Saat tiba di depan mobil yang menjemputnya , Liam langsung membukakan pintu untuk Kaluna dan meminta perempuan itu masuk terlebih dahulu . Liam tidak langsung masuk dia terlihat mengobrol dengan orang yang menjemputnya itu , entah Kaluna tidak tau apa yang di bicarakan oleh laki-laki yang mulai dia simpan di hatinya itu.


Perasaannya terlalu bahagia hingga membuatnya tidak memikirkan yang lain. sesekali terlihat di wajah Kaluna rona merah yang begitu kentara saat mengingat momen indah bersama Liam, mengingat bagaimana laki-laki itu memperlakukannya begitu lembut saat malam pertama mereka , bahkan jejak yang di tinggalkan laki-laki itu masih begitu jelas di beberapa bagian kulit mulusnya karena sebelum meninggalkan negara yang tidak akan pernah di lupakan oleh Kaluna , mereka kembali melakukannya , bahkan bukan hanya sebelum kembali tapi laki -laki itu selalu melakukannya dan seperti biasa Liam akan melakukannya begitu lembut karena takut Dia menjadi tidak nyaman dan saat Liam menanyakan itu Kaluna hanya mampu menyebut nama suaminya dengan suara yang begitu indah di telinga Liam .


Setelah Liam berbicara dengan supirnya dia kemudian masuk duduk di samping Kaluna dan sesaat kemudian mobil tersebut meninggalkan bandara.

__ADS_1


Karena jarak antara apartemennya dan bendara memakan waktu sejam Liam meminta Kaluna untuk tidur . karena dia paham Kaluna pasti lelah mengingat istrinya itu tidak pernah menolak ketika dia menginginkannya. Entah mengapa Liam begitu suka melihat wajah tidak berdaya istrinya sambil menyebut namanya, membuatnya selalu menginginkannya .


" Tidurlah , nanti aku bangunkan mu setelah tiba di apartemen." Liam menarik Kaluna masuk kedalam pelukannya . kepala Kaluna terlihat nyaman berada di dada suaminya, tanganya melingkar sempurna di perut itu. mungkin posisi itu terlalu nyaman atau dia yang terlalu lelah , dengan mudah Kaluna terlelap . bahkan saat mobil itu berhenti Kaluna masih begitu nyaman dalam tidurnya .


Liam yang melihat Kaluna yang masih terlelap menjadi tidak tega untuk membangunkannya. jika seperti ini Liam pikir dia akan melakukan seperti biasanya , menggendong Kaluna menuju unit mereka . Saat Liam bergerak tiba - tiba Kaluna membuka matanya dan mengarahkan pandanganya ke wajah suaminya dan setelah itu melihat ke sekelilingnya


" Em, sudah sampai ?"


" Bahkan sudah beberapa menit yang lalu. " ujar Liam yang masih memeluk Kaluna .


" Benarkah ? tidurku terlalu nyenyak sepertinya ." Kaluna membenarkan posisi duduknya . " Bukan kah kak Liam akan langsung ke kantor ? kalau begitu aku masuk sekarang ." Kaluna baru akan membuka pintu mobil itu namun lagsung di tahan oleh Liam .


mendengar itu Kaluna langsung meraih tangan suaminya dan mencium punggung tangan itu." melihat itu Liam tersenyum dan membalas dengan mengecup kening Kaluna dan kecupan itu juga di berikan pada bibirnya . Kaluna langsung melirik orang yang duduk di balik kemudi itu . dia merasa malu jika Liam melakukan itu padanya . Tapi orang yang dibalik kemudian itu sepertinya tidak tidak peduli dengan apa yang sedang terjadi di kursi belakang .


" Masuk lah dan istirahat . Mungkin aku kan pulang larut, karena ada banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan , jadi tidak perlu menungguku."

__ADS_1


Kaluna mengangguk kemudian keluar dari mobil. Kaluna sempat berbalik tadi sambil tersenyum ke arah Liam sebelum mobil itu meninggalkan apartemen.


Kaluna menekan tombol apartemen dengan angka yang sebenarnya membuat Kaluna penasaran, tapi tidak pernah di tanyakan pada Liam . saat apartemen itu terbuka Kaluna langsung melangkahkan kakinya menuju kamar , benar kata Liam dia memang masih membutuhkan istirahat , rasa lelahnya masih belum hilang saat tertidur nyama dalam pelukan suaminya tadi, di tambah lagi bagian terdalam tubuhnya masih terasa perih .


Raut wajah Kaluna masih terlihat malu jika mengingat bagaimana dia mengelukan suara - suara memalukan miliknya saat berada di bawah himpitan suaminya dan parahnya laki-laki itu justru menyukainya dan menyuruhnya menyebut nama laki-laki itu. Kaluna langsung tertidur saat merebahkan tubuhnya . kembali melanjutkan nyamannya tertidur saat berada di dada Liam .


Sementara itu , di tempat yang sama namun di waktu yang berbeda seseorang juga baru tiba setelah pergi dengan waktu yang tidak sebentar , 15 tahun , perempuan itu kembali ke negaranya setelah lima belas tahun berlalu , dia memiliki alasan untuk itu .


" Kak Elma ." perempuan itu berbalik saat mendengar seseorang memanggil namanya , dengan Ia kemudian melangkah mendekati sumber suara itu . di sana berdiri perempuan yang masih belasan tahun tengah memegang selembar kertas bertuliskan namanya .


" Ternyata Kak Elma lebih cantik di bandingkan saat melihat lewat hp." kalimat polos di keluarkan gadis yang bernama Kia , anak itu merupakan penghuni panti asuhan diaman Elma dulu di besarkan , saat Elma memutuskan melanjutkan pendidikannya keluar negeri usia Kia masih sangat kecil .Tapi meskipun begitu Elma tidak pernah memutuskan komunikasinya dengan orang-orang yang sudah sangat berjasa pada hidupnya . saat di luar negeri pun Elma tetap rutin berkomunikasi. hingga saat ia bisa membangun karir nya di sana , Elma sering memberikan batuan di panti itu , ya meskipun tempatnya sudah berbeda saat dia pergi lima belas tahun yang lalu , karena terdapat suatu Masalah setelah beberapa tahun kepergiannya .


" Kamu juga ternyata sangat cantik , bahkan waktu itu kamu masih bayi saat kak Elma pergi ." ujarnya sambil mengelus rambut gadis itu ,


" Ayo kak , pak Adit sudah menuggu kita di mobil ."

__ADS_1


" Ayo ."


Elma menyeret koper miliknya mengikut langkah Kia.


__ADS_2