
Hari ini Kaluna ingin menghabiskan waktunya di ruko miliknya , sambil melanjutkan membenahi ruko tersebut dan membuatnya terlihat nyaman .
" aunty apa mau Gyan bantuin?" ucap bocah laki laki yang begitu menggemaskan di mata Kaluna , bagaiman tidak Gyan yang memiliki pipi bulat yang terlihat seperti donat tidak mampu membuat Kaluna untuk tidak mencium kedua pipi putra dari Sarah tersebut.
Semenjak pertemuan mereka waktu itu, mereka mulai akrab . Sarah menceritakan sedikit kehidupannya terhadap Kaluna saat Kaluna menanyakan keberadaan keberadaan papa Gyan . dari cerita itu Kaluna jadi tau bahwa anak kecil tersebut adalah seorang yatim, tidak kah itu jauh berbeda dengannya jika Gyan tidak memiliki ayah dia tidak memiliki ibu . Saat Gyan masih berusia 5 tahun suatu kecelakaan mengerikan di alaminya bukan hanya dirinya tapi juga kedua kakek dan nenek Gyan karena saat itu mereka mengadakan libur keluarga dan suatu peristiwa tidak terduga mobil yang mereka tumpangi mengalami kecelakaan dan hanya Gyan dan mamanya yang selamat dari peristiwa tersebut .
Kaluna yang tengah memajang sebuah frame yang cukup besar berbalik saat mendengarkan sebuah sura yang mulai terbiasa terdengar di telinga nya .
" Gyan" ucap Kaluna dan turun dari kursi yang digunakan saat memajang frame tersebut.
" Bunda mana? " tanya Kaluna karena tidak melihat keberadaan sarah bersama dengan Gyan
" Bunda lagi beliin Gyan es Klim aunty" jawab Gyan dengan penyebutan yang tidak sempurna . tidak lama setelah perkataan Gyan Sarah terlihat mendekati ruko milik Kaluna dapat dia lihat ibu dari Gyan tersebut melalui pintu kaca .
" Maaf ya Lun aku datang tidak bilang-bilang dulu sama kamu . soalnya Gyan ingin sekali ketemu kamu. "
Sarah melangkah mendekati kedua Kaluna dan putranya tersebut .
" Tidak apa-apa kakak . malahan aku senang jika kak Sarah sama Gyan ada disini , aku jadi tidak sendiri "
Kaluna memanggil Sarah dengan sebutan kakak mengingat usia mereka Memang terpaut beberapa tahun .
" Bunda Es klim Gyan "
" Ah ini sayang "
Gyan menerima es krim tersebut dan menikmatinya di sebuah sofa yang sudah Kaluna siapkan untuk nanti saat pengunjung datang. Menag ini bukan pertama kalinya Gyan dan Sarah datang ke tempat ini , sat awal pertemuan mereka di taman waktu itu . Kaluna sudah mengajak keduanya karena begitu mudahnya Kaluna mengakrabkan diri . mungkin ini di karena kan Gyan yang begitu langsung menyukai Kaluna .
" Duduk yuk Kakak " ajak Kaluna di sofa yang sama dengan Gyan tempati .
***
Liam mengetuk getuk meja kerjaan sambil menyandarkan tubuhnya di kursi kerjanya . Liam masih memikirkan perkataan mamanya .
" Kaluna Jeinna." Sepertinya dia harus segera berbicara dengan anak itu . Apa dia begitu pasrah menerima perjodohan ini . Karena saat pertemuan dengan orang tuanya saat itu Ia bisa melihat anak itu tidak menunjukkan reaksi penolakan sedikit pun .
__ADS_1
Liam meraih ponselnya dan menghubungi seseorang .
" Cari tau tentang perempuan bernama Kaluna Jeinna ...Tunggu tidak perlu kamu tidak perlu cari tau tentang nya , cari tau saja nomor telponnya." pinta Liam kepada orang yang ada di seberang .
Tidak lama kemudian ponsel Liam berbunyi pertanda sebuah pesan masuk
Trin...
Sebuah nomor yang di butuhkan sekarang milik Kaluna Jeinna.
Liam langsung mengetik sebuah pesan untuk meminta bertemu .
sedangkan itu di tempat yang berbeda . tempat dimana pesan itu akan sampai di ponsel seseorang .
Kaluna langsung melirik ke arah ponselnya yang ia simpan di atas meja tepat di hadapannya , sementara ini Kaluna masih mengobrol dengan ibu dari Gyan tersebut . Beberapa saat Kaluna sempat bingung melihat nomor yang tertera di sana jelas tidak di kenali nya . Tapi saat saat membaca isi pesan dan nama yang tertulis di bagian bawah pesan tersebut tertulis nama pengirim .
Kembali keruangan kerja milik Liam . setelah memastikan pesan yang dikirimnya telah di baca Liam tidak berhenti menatap layar ponselnya dan menunggu pesan yang baru ia kirim terbaca dan mendapat balasan .
ketika sang penerima membalas pesan tersebut Liam langsung menyambar kunci mobilnya dan berangkat ketempat yang di pilih oleh Kaluna .
Dan disinilah Kaluna duduk di bangku sebuah taman tempat dimana pertama kali dirinya bertemu dengan Liam dan kebetulan taman tersebut tidak jauh dengan lokasi ruko miliknya . Karena pesan yang dikirim oleh Liam
isi pesannya
Mari Bertemu . aku pikir kita perlu bicara dan pasti kamu juga sama dengan ku .
Dia berfikir mungkin betul apa kata Liam mereka perlu bicara . entah apa yang akan di bicarakan Liam padanya dia juga tidak tau. saat Kaluna masin sibuk dengan lamunan nya terlihat Liam melangkah mendekati dirinya .
" Maaf membuatmu menunggu."
Kaluna yang belum sadar akan kehadiran Liam mendongakkan kepalanya saat mendengar suara tersebut . Liam langsung duduk di samping Kaluna .
" Aku juga baru datang "
Liam tersenyum kearah Kaluna dan Kaluna membalas senyum itu . bukankah terlihat aneh pikir Liam saat di masa lalu dia tidak pernah mau dekat dengan anak perempuan yang di dekatnya ini karena menurutnya dekat dengannya sudah pasti dia akan mendapat masalah. tapi sekarang lucunya mereka berdua di jodohkan .
__ADS_1
" Apa kabar ?" tanya Liam . kalimat yang menurutnya Paing tepat dia tanyakan pada kaluna karena mereka tidak berbicara begitu banyak saat pertemuan kedua merek kemarin .
"Baik. Kak Liam sendiri ?" tanya Kaluna balik
" Hem ... seperti yang kamu lihat. aku sangat baik . semenjak orang sudah berbuat aneh pada wajahku di masa lalu pergi , aku bisa hidup dengan tenang."
mendengar kalimat Liam. Kaluna langsung menatap Liam . bukankah itu sangat memalukan . ternyata Liam masih menyimpan kenangan yang membuatnya kesal jika mengingatnya .
" Melihat ekspresi mu sepertinya . kamu jelas mengingat dengan baik ."
" Apa kak Liam masih kesal sampai sekarang?"
" Bukan seperti itu. aku hanya berfikir bukankah seharusnya orang itu berterima kasih . karena sudah meminjam wajahku sebagai tempat latihannya . dan saya dengar sangat profesional sekarang."
" Apa Kak Liam ingin aku melakukan hal yang sama . karena aku tidak memiliki keahlian yang lain." mendengarnya membuat Liam tertawa .
" Maaf sudah membuatmu menangis waktu itu."
" Luna juga minta maaf sudah melakukan hal itu pada wajah kak Liam tanpa meminta ijin ."
Siapa yang akan menyangka saat bertemu berdua yang mereka bahasa justru kenangan tidak bisa mereka lupakan .
" Kenapa?" dengan arah pandangan ke depan Liam memulai pertanyaan dari tujuan mereka bertemu . mereka masih duduk di posisi yang sama. masing -masing memilih duduk di ujung kursi masing -masing. percayalah jika ada yang sedang mereka berdua . orang -orang akan berfikir mereka adalah pasangan yang sedang marahan . karena duduk berdua di bangku yang sama tapi malah posisi berjauhan .
" Mungkin alasannya Kaluna sama dengan kak Liam ." Paham arah pembicaraan Liam Kaluna memberi jawaban yang ia yakin akan langsung di mengerti laki-laki tersebut.
Mendengar jawaban Kaluna mata Liam langsung menetap ke arah Kaluna . Sama - Sama tidak ingin mengecewakan orang yang sama alasan itulah yang membuat dirinya sulit untuk berkata tidak untuk perempuan paling di sayangi nya itu.
" Apa tidak akan ada orang lain yang akan kamu kecewakan . Demi menjaga perasaan yang lain."
Pertanyaan selanjutnya yang Liam keluarkan membuat Kaluna mengapa laki-laki yang duduk di sampingnya tersebut. mencari sebuah jawaban atas dugaan ya .
" Apa Kakak Liam... ?" batin Kaluna .
Dibanding mengeluarkan pertanyaan nya tersebut Kaluna lebih memilih menggelengkan kepalanya untuk menjawab pertanyaan Liam .
__ADS_1