Maaf Aku Yang Harus Pergi

Maaf Aku Yang Harus Pergi
Takut memberikan hati


__ADS_3

Liam melirik kearah Kaluna sambil tetap fokus melajukan kendaraannya . setelah acara makan siang bersama selesai dan sudah meninggalkan tempat makan itu, sampai sekarang Kaluna diam , pandanganya pun lurus ke depan .


"Kamu marah?" tanya Liam dengan nada lembut , tapi Kaluna tidak memberikan respon apa-apa . dia tetap diam dan tatapnya tetap lurus ke depan. Liam yang tidak mendapat respon apapun merasa bersalah . Liam kemudian menepikan mobilnya , Kaluna yang menyadari itu menatap Liam .


" Aku minta maaf."


Liam merubah posisi ya menghadap Kaluna . matanya menatap mata Kaluna , ucapan permintaan maaf Liam ucapkan dengan tulus.


Kaluna menarik nafasnya dalam dan membuangnya perlahan . " Aku tidak marah , aku hanya malu dengan orang-orang di sana , kak Liam bisa-bisanya melakukan itu di tempat umum ."


mendengar jawaban Kaluna membuat Liam merasa lega , dia begitu Khawatir tadi jika Kaluna benar-benar marah dengan apa yang di lakukan ya tadi saat di tempat makan .


"Jadi kamu tidak marah?"


Kaluna mengangguk .


" Kak Liam mau apa ?" Kaluna balik bertanya karena melihat tatapan Liam yang kini berubah dan senyum aneh muncul di wajahnya tampan laki-laki itu.


" menurutmu aku akan melakukan apa ? em "


Liam memajukan tubuhnya mendekati Kaluna membuat perempuan itu mundur Sampai membentur pintu mobil .


" Kak Liam jangan macam-macam . ingat ya kak , masalah tadi aku belum memaafkan kak Liam jadi jangan membuat Masalah baru ."


Tapi sepertinya kata-kata Kaluna tidak di pedulikan sama sekali oleh laki-laki itu dan tetap memajukan tubuhnya


" Aku akan melaporkan Kak Liam sama mama Riana." Teriak Kaluna sambil memejamkan matanya . satu detik dua detik Kaluna menunggu apa yang akan terjadi tapi tidak ada yang terjadi sama sekali sampai matanya yang terpejam pelan-pelan dia buka . dia melihat Liam sudah kembali ke posisinya semula .

__ADS_1


" Kamu kenapa em? " kamu pikir aku akan melakukan apa , aku hanya memasangkan sabuk padamu." Mata Liam tertuju pada safety belt milik Kaluna . Kepala Kaluna menunduk matanya melihat apa yang sementara Liam lihat .


" Kamu lupa memakainya tadi." ucap Liam lagi .


Kaluna jadi malu dengan apa yang dia pikirkan tadi , bahkan Liam memasangkan safety belt milik ya dia tidak sadar , mungkin akibat teriakannya terlalu kencang tadi .


" khem." Kaluna berusaha menghilangkan canggung nya di hadapan Liam . dia betul -betul malu .


" Kalau begitu kak Liam kenapa tidak menyalakan mobilnya , aku sudah terlambat kembali ke ruko." posisi duduk Kaluna kembali mengarah ke depan tanpa berani menatap Liam .Liam yang menyaksikan tingkah tidak tahan dan ingin tertawa tapi berusaha dia tahan takut Kaluna akan kembali mendiamkannya . Liam tau apa yang sementara istrinya itu pikirkan , dia memang bermaksud untuk mengerjai istrinya itu.


Liam kemudian kembali melajukan kendaraanya kembali ke ruko milik Kaluna . mengantar sang istri kemudian kembali ke kantor .


Tak ada suara yang keluar dari bibir Kaluna setelah teriakannya tadi . sepanjang perjalanan betul -betul hening , bahkan menatap Liam saja Kaluna sudah tidak berani akibat rasa malu . sampai akhirnya mobil Liam berhenti di depan ruko .


" Tadi kamu kenapa berteriak terus bilang mau melaporkan aku sama mama em, mau melaporkan apa ?" Tanya Liam yang sebenarnya dia juga tau maksud dari Kaluna tadi , tapi karena Liam suka menggoda Kaluna membuat Liam kembali mengungkit kejadian yang sepertinya berusaha di lupakan kaluna .


Tapi Kaluna tidak menggubris kata-kata Liam , dia tau jika Liam ingin menjadikan peristiwa tadi sebagai bahan ejekan untuknya .


" hey, kamu tidak menjawab ."


" Apa ?" tanya Kaluna pura-pura tidak tau ."


" Yang tadi ."


" tadi? yang mana , aku tidak mengerti ?"


" Apa perlu kita reka ulang?"

__ADS_1


Liam kembali mendekatkan dirinya pada Kaluna , Kali ini dia membulatkan matanya menatap Liam tajam sebagai suatu ancaman dan ingin mengatakan lewat sorot matanya untuk tidak macam-macam .


" Ada apa dengan matamu ? kenapa menatapku tajam ." tanya Liam menaik turunkan alisnya . laki-laki itu begitu ingin tertawa melihat ekspresi istrinya .


" Aku hanya ingin melepas ini ."


Liam menyentuh sabuk pengaman Kaluna dan membukanya .


ceklek ...


Tatapan Kaluna berubah menjadi kesal , laki-laki di hadapannya betul-betul mengerjainya kali ini .


Kaluna dengan buru-buru membuka pintu mobil tapi mobil itu terkunci . Dia kembali menoleh ke arah Liam .


" Tadi sebelum kesini , Ryan menghubungiku katanya dia ingin mengajakmu ke suatu tempat ."


" Benarkah? Kok kak Ryan tidak menghubungi aku langsung ?.


" Karena dia tau , kalau kamu sudah punya suami. dia cukup pintar karena meminta izin dulu sebelum mengajakmu pergi ."


Sebenarnya Liam sedikit tidak suka jika Kaluna pergi dengan Ryan melihat kedekatan mereka yang menurutnya terlalu berlebihan , meskipun Kaluna sudah menjelaskan begitupun dengan Ryan bagaimana hubungan mereka , tapi tetap saja dia tidak suka apa lagi Ryan adalah orang lain yang hanya rekan kerja . Tapi melihat laki-laki berbicara serius di balik telpon tadi sepertinya sesuatu betul-betul penting ingin di sampaikan pada Kaluna . penasaran . tentu saja Liam penasaran , tapi dia tidak ingin menggangu privasi Kaluna , apa lagi hubungan mereka baru terjadi normal .


" Memang Kak Liam tidak akan membiarkan aku pergi jika kak Ryan tidak meminta izin dulu pada kak Liam ."


" Tentu saja tidak ." Jawab Liam mantap . " Aku tidak mungkin membiarkan istriku pergi dengan orang lain apa lagi dia laki-laki."


Jawaban Liam entah kenapa membuat hati Kaluna bahagia , dia merasa betul -betul di perhatikan oleh Liam . Terkadang Kaluna bertanya pada dirinya sendiri apa Liam melakukan semua perhatian ini karena mencintainya atau hanya sekedar melakukan kewajiban sebagai seorang suami . Tapi apapun itu jawabannya Kaluna takut memberikan hatinya karena sampai sekarang Liam tidak pernah menyatakan perasaanya. Apalagi Kaluna tau jika Liam memiliki seseorang yang istimewa di hatinya yang hingga sekarang tidak tau siapa karena hal itu muncul dari pemikiran dirinya sendiri saat mendengar setiap kata-kata Liam waktu mengajaknya bertemu dia taman . Apa lagi Kaluna pernah tidak sengaja menemukan sebuah liontin di lemari Liam saat dia ingin merapikan pakaian laki-laki itu setelah mereka sudah tinggal dalam satu kamar . sebuah liontin dengan tulisan ELLI , Kaluna berfikir tidak mungkin kan jika ini adalah nama Liam, hanya dua huruf terakhir itu milik Liam dan dua huruf pertama mungkin milik orang lain .

__ADS_1


__ADS_2